P. 1
Manajemen Operasional

Manajemen Operasional

|Views: 198|Likes:
Dipublikasikan oleh er'Roy Van Radditszu'kage

More info:

Published by: er'Roy Van Radditszu'kage on Jan 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2015

pdf

text

original

Manajemen Operasi

Pengertian 
Menurut Fogarty, Schroedee (1994): Definisi kegiatan operasi terdiri dari pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa, adanya sistem transformasi yang menghasilkan barang & jasa, serta adanya pengambilan keputusan sebagai elemen penting dari manajemen operasi.  Menurut Adam (1992), Heizer (2004), dan Stevenson (2005): Manajemen Operasi sebagai suatu sistem yang bertujuan menciptakan barang atau menyediakan jasa.

Pengertian (II) 
Secara umum: manajemen operasi merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumberdaya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.

Penerapan Fungsi Menajemen 
Fungsi perencanaan: perencanaan produksi, perencanaan fasilitas, & perencanaan penggunaan sumber daya produksi.  Fungsi pengorganisasian: menentukan struktur individu, grup, seksi, bagian, divisi atau departemen dalam subsistem operasi untuk mencapai tujuan organisasi.  Fungsi penggerakkan: memimpin, mengawasi, memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas.  Fungsi pengendalian: mengembangkan standar dan jaringan komunikasi yang diperlukan agar pengorganisasian dan penggerakan sesuai dengan yang direncanakan dan mencapai tujuan.

Proses Transformasi
Masukan
Manusia, Mesin, Material, Modal, Metode, Energi Proses Transformasi

Feedback
Barang Atau Jasa

Skema Proses Transformasi

Sejarah
Konsep Dasar M.Prod

Organisasi Dan Manajemen

Manajemen Operasi

Disiplin Ilmu Lain

Penemuan Teknologi

Sejarah & Aplikasi 
1776-> Adam Smith-> Spesialisasi pekerja dalam kegiatan 1776Smithmanufaktur  1800-> Eli Whitney->Standarisasi, pertukaran antar 1800Whitneykomponen, pengendalian mutu.  1832-> Charles Babbage-> Pembagian pekerja dan 1832Babbagepenugasan pekerjaan berdasarkan ketrampilan  1881-> Frederick W. Taylor -> Studi peningkatan metode 1881dan waktu  1905-> AK Erlang-> Teori Antrian 1905Erlang 1908-> CE Knoappel -> Peta titik pulang pokok (BEP) 1908 1914-> FW Harris -> Model Pesanan Ekonomis (EOQ) 1914 1916-> Henry L. Gantt-> Diagram balok (Gannt Chart) 1916Gantt 1918->Henry Ford & Charles Sorensen -> Lini perakitan 1918gerak  1922-> Frank & Lilian Gilbreth -> Studi gerakan & waktu 1922-

Sejarah & Aplikasi (lanj.) 
1924, Walter A. Shewart, Penggunaan Peta Kontrol utk pengendalian mutu (SPC)  1934, FW Trippet, Work sampling  1939, LV Kantorovich Pemrograman Linear  1940, SP Mitrofanov, Group technology  1946, J Mauchly & JP Eckert, Komputer digital  1947, George B. Dantzig, Metode simpleks  1950, WE Deming, Pengendalian mutu menyeluruh (CWQC)  1950, Kauro Ishikawa, Diagram sebab akibat (CE Diagram)  1951, JUSE, Deming Prize  1957, JE Kelly & MR Walker, Metode Jalur Kritis (CPM)  1958, US Navy & Booz, Allen, & Hamilton, Teknik peninjauan ulang dan evaluasi program (PERT)  1975, Joseph Orlicky & O. Wright, Penjadwalan, pengendalian, dan perencanaan kebutuhan material (MRP)  1978, Taichi Ohno, Just In Time (JIT)  1980, WE Deming & JM Juran, Aplikasi kualitas & produktivitas Jepang dalam pemakaian robot & CAD/RAM

Jenis Organisasi dalam Kegiatan Operasi 
Organisasi Manufaktur, ada 2 kategori dasar perusahaan manufaktur: 
Continuous Proceess Industries: industri yang Industries: memproduksi barang dg proses scr tumpukan (batch), bukan per unit produk. Ex: gula, semen, tepung terigu, pertenunan, & farmasi.  Intermittent Process Industries: atau sering Industries: disebut dg discrete parts manufacturing atau produksi barang secara individu/ per unit. Ex: alat2 elektronik, kendaraan bermotor, peralatan kantor & alat2 rumah tangga.

Karakteristik Intermittent Pocess Industries
Jobbing shop Production Volume Produksi Variasi jenis produk Keterampilan tenaga kerja Standarisasi Produk Spesialisasi peralatan/mesin Rendah Tinggi Batch Production Mass Production Sedang Sedang Tinggi Rendah

Tinggi

Sedang

Rendah

Rendah Rendah

Sedang Sedang

Tinggi tinggi

Sistem volume produksi: 
Jobing shop production: memproduksi berbagai jenis production: barang yang berbeda dengan volume produksi yang rendah, memerlukan peralatan yg sgt fleksibel, tenaga ahli berkemampuan tinggi. Ex: bengkel mesin, perusahaan meubel, & butik pakaian  Batch production: produksi barang dlm lot yang kecil dan production: setahap demi setahap dari seluruh batch sebelum ke pengerjaan berikutnya. Peralatan multi guna agar mampu memenuhi persyaratan & fluktuasi permintaan. Ex: pabrik perakitan mesin dan peralatan pabrik.  Mass production: jenis barang yg diproduksi relatif sedikit tetapi dg volume produksi yg besar, krn itu seluruh produksi biasanya distandarisasikan. Permintaan produk biasanya tetap/stabil. Desain produk jarang berubah utk jw pendek/menengah. Ex: industri pembuatan dan perakitan kendaraan niaga, radio, televisi, pakaian jadi.

Jenis Organisasi dalam Kegiatan Operasi (lanj.)
Organisasi Jasa, dibagi atas tingkatan hubungannya dengan pelanggan: 
Standard service  Custom service Berdasarkan tingkat pelayanan:  Jasa kesehatan & sosial  Hiburan & rekreasi  Pendidikan & kursus  Bisnis & perdagangan  Transportasi & komunikasi  Pemerintah & organisasi nirlaba

Perencanaan dalam Organisasi: 
Perencanaan Jangka Panjang, meliputi penyusunan kebijakan: lokasi fasilitas, penentuan kapasitas, pengembangan produk baru, penelitian & pengembangan, serta investasi. Implementasi > 2 tahun.  Perencanaan Jangka Menengah, meliputi: perencanaan penjualan, perencanaan produksi agregat, penentuan tingkat tenaga kerja, dan perencanaan tingkat persediaan. Implementasi antara 6 bulan ± 2 tahun.  Perencanaan Jangka Pendek, meliputi: penugasan kerja baik SDM maupun mesin, pembebanan pekerjaan, penjadwalan, pengurutan jenis pekerjaan dan pengiriman. Implementasi < 6 bulan.

Produktivitas
Secara umum, produktivitas dinyatakan sebagai rasio antara keluaran terhadap masukan, atau rasio yang diperoleh terhadap sumber daya yang dipakai. Dalam bentuk persamaan dituliskan sebagai berikut: Produktivitas = keluaran masukan = hasil yang diperoleh sumber daya yang digunakan

Bila dalam rasio tersebut masukan yang dipakai untuk menghasilkan keluaran dihitung seluruhnya, disebut sebagai produktivitas total (total factor proctivity , TFP), tetapi bila yang dihitung sebagai masukan hanya komponen tertentu saja, maka disebut sebagai produktivitas parsial (pastial productivity) atau produktivitas faktor tunggal (single-factor productivity). Produktivitas total = keluaran (tenaga kerja + mesin + material, dsb) Prod. Parsial = keluaran biaya tenaga kerja atau keluaran jam kerja-orang

Contoh
Pada tahun 2004 dan 2005, pabrik roti Brownie menghasilkan produksi masing-masing sebesar 28.000kg dan 35.000kg roti kering. Sumber daya yang digunakan perusahaan dalam dua tahun itu sbb: Masukan Tepung terigu (kg) Tenaga kerja (jam-orang) (jamListrik (kVA) 2004 40.000 10.000 8.000 2005 50.000 12.000 9.000

Untuk mengetahui nilai produktivitas masing-masing tahun, harus diketahui data tentang harga dan biaya sumber daya yang digunakan. Misalnya, pada tahun 2004 harga tepung terigu = Rp 1.000 per Kg, biaya tenaga kerja = Rp 6.000 per jam, dan biaya listrik = Rp 5.000 kVA, maka produktivitas totalnya sbb:

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->