P. 1
Analisis Novel Siti Nurbaya

Analisis Novel Siti Nurbaya

|Views: 990|Likes:
Dipublikasikan oleh Aristo Sutan Moedo

More info:

Published by: Aristo Sutan Moedo on Jan 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Analisis Novel "Siti Nurbaya

"
“Sitti Nurbaya” (Kasih Tak Sampai) Karya : Marah Rusli Seorang Penghulu di padang yang bernama sutan Mahmud Syah dengan isterinya bernama Sitti Maryam, yang mempunyai seorang anak tunggal laki-laki bernama Samsul Bahri. Rumah mereka berdekatan dengan rumah seorang saudagar bernama Baginda Sulaeman, yang mempunyai seorang anak tunggal bernama Sitti Nurbaya. Dua keluarga ini adalah dua keluarga yang bersahabat karib. Pada suatu hari setelah pulang dari sekolah, Samsulbahri mengajak sitti nurbaya pergi ke gunung padang bersama kedua orang temannya, yaitu Zainularifin dan Bahtiar untuk bertamasya.

Samsulbahri, Zainularifin dan Bahtiar akan melanjutkan sekolah dokter jawa di Jakarta. Tepat pada hari yang ditentukan, berangkatlah mereka bertamasya ke gunung padang. Disana Samsulbahri menyatakan cintanya kepada Sitti Nurbaya yang mendapatkan balasan. Sejak itu pula mereka berdua mengadakan perjanjian akan sehidup semati. Pada satu hari yang telah ditentukan, berangkatlah

Samsulbahri melanjutkan sekolahnya ke Jakarta bersama Zainularifin dan Bahtiar. Di sekolah itu, Samsulbahri satu kelas dengan Zainularifin. Novel "Siti Nurbaya"

Kekayaannya itu didapatkan secara tidak halal. maka semua kekayaan Baginda sulaeman diputuskan akan dilenyapkan. serta perahu-perahunya yang penuh berisi muatan ditenggelamkannya. karena hasutan kaki tangan Datuk Maringgih. Dengan demikian Baginda Sulaeman menjadi orang yang sangat melarat. Datuk Maringgih merasa tidak senang. Melihat kekayaan Baginda Sulaeman. ia masih mempunyai pengharapan atas hasil kebun kelapanya. Baginda Sulaeman meminjam uang kepada datuk Maringgih dan untuk mengembalikan uang pinjamannya itu. sehingga pohon kelapanya tidak ada yang berbuah sedikitpun. Untuk itu ia mempunyai banyak kaki tangan. Tetapi alangkah terkejutnya ketika diketahuinya semua pohon kelapanya sudah tidak berbuah lagi.Di padang ada seorang saudagar yang kaya bernama Datuk Maringgih. Kebun kelapanya itu oleh para kaki tangan Datuk Maringgih diberi obat-obatan. Dengan perantara kaki tangannya itu dibakarlah tiga buah toko Baginda sulaeman. Untuk memperbaiki perdagangannya itu.pendekar empat dan pendekar lima. antara lain ialah pendekar tiga. sehingga ia tidak bisa membayar hutangnya. yang selalu berbuat kejahatan secara halus sehingga tidak diketahui orang lain. semua langganan yang telah berhutang pada Baginda Sulaeman mengingkari hutangnya. Karena Baginda Sulaeman tidak dapat membayar hutangnya. Di samping itu. maka Datuk Maringgih bermaksud menyita rumah dan barang-barang .

Kedua nya yang saling melepas rindu itu. Maka berjumpalah Samsulbahri dengan Sitti Nurbaya. berjumpalah mereka kembali dalam pertemuan di malam hari. Karena mendengar kata-kata yang pedas dari Samsulbahri. Tidak lama setelah kedatangan Samsulbahri itu. maka Datuk Maringgih memukulkan tongkat dengan sekeras-kerasnya . setelah ia mendengar dari ibunya. dijumpainya Baginda Sulaeman yang sedang terbaring sakit.milik Baginda Sulaeman. ternyata tidak mengetahui bahwa gerak-gerik merekasedang diikuti oleh Datuk Maringgih beserta Kaki tangannya. tetapi ketika ayahnya hendak digiring akan dimasukan penjara. maka secara terpaksalah ia mau dijadikan sebagai isteri Datuk Maringgih. Selanjutnya kejadian yang menimpa dirinya dan ayahnya itu segera diberitahukan kepada Samsulbahri. Pada saat itu lah Datuk Maringgih muncul dan terjadilah percekcokan diantara mereka. Awalnya Sitti Nurbaya menolak dan tidak sudi. Setelah setahun di Jakarta. datanglah Sitti Nurbaya yang memang ayahnya mengharapkan kedatangannya. walaupun hatinya sangat benci padanya. pulanglah Samsulbahri ke padang. Karena tak tahan akan rindunnya. bahwa Baginda Sulaeman sedang sakit. Samsulbahri dan Sitti Nurbaya pun berciuman. pergilah ia ke rumah Baginda Sulaeman. Beberapa hari kemudian. Sesampainya ke tempat yang di tuju. menjelang puasa. kecuali Jika Sitti Nurbaya diserahkan kepadanya untuk dijadikan sebagai istri. Setelah menjumpai orang tuanya yang sehat walafiat.

Setelah ia .kepada Samsulbahri. Tetapi karena kurang hati-hati. terperosoklah ia jatuh. datanglah para tetangga yang mendengar teriakan Sitti Nurbaya itu. Tetapi karena Samsulbahri menghindarkan dirinya sambil memegang Sitti Nurbaya. kelihatan pula Sutan Mahmud Syah yang hendak menyelesaikan peristiwa itu. Mendengar teriakan itu keluarlah Pendekar Lima dari persembunyiannya dengan bersenjatakan sebilah keris. karena kesakitan. saat itu juga keris ia berhasil ada tangan sehingga yang ditangannya terlepas. maka pukulan Datuk Maringgih tidak mengenai sasarannya. berteriaklah Sitti Nurbaya sehingga teriakannya itu terdengar oleh para tetangga dan Baginda Sulaeman yang sedang sakit itu.dan Pendekar pada Lima. Sementara itu. Di para tetangga yang berdatangan itu. Melihat mereka yang berdatangan. Dengan segera Samsulbahri pun langsung menendangnya. Melihat Pendekar Lima membawa keris itu. maka bangkitlah Baginda Sulaeman dan segera ke tempat anaknya itu. akhirnya ia pun tersungkur. berteriaklah Datuk Maringgih minta tolong. menghindarlah menendang Samsulbahri. Pada waktu Pendekar Lima hendak menikam Samsulbahri. Karena disangkannya Sitti Nurbaya mendapatkan kecelakaan. Ia dikebumikan di gunung padang. sehingga seketika itu juga Baginda Sulaeman meninggal. larilah Pendekar lima ke tempat persembunyiannya.

Pada malam hari itu juga secara diamdiam Samsulbahri pun pergi ke Teluk Bayur untuk naik kapal menuju Jakarta. maka tanpa dipikirkan masak-masak lebih dulu. dan diputuskannya ia akan pergi ke Jakarta bersama Pak Ali yang telah berhenti ikut Sutan Mahmud Syah sejak pengusiran diri . Setelah gagal mencari kesana-sini. ia pun jatuh sakit. antara lain ialah untuk menjaga keselamatan atas dirinya. karena menurutnya ia telah mempermalukan keluarganya. Petunjuk dan nasihat Alimah sepenuhnya di terima oleh Sitti Nurbaya. Dengan rasa geram hati dan dendam. pulanglah Datuk Maringgih ke rumahnya. berkumpul bersama Samsulbahri. Sitti Nurbaya dinasihati oleh Alimah agar pergi saja ke Jakarta. Sitti Nurbaya menunjukan kekerasan hatinya kepada Datuk Maringgih. Ia pun berencana akan membunuh Sitti Nurbaya. Disana karena terus menyimpan rasa kesedihannya itu. ributlah Sitti Maryam mencari anaknya itu. Setelah peristiwa pertengkaran dengan Datuk Maringgih itu. Pada pagi harinya. Sejak kematian ayahnya. Ia pun berani mengusirnya dan tidak mau mengakui suaminya lagi. pergilah Sitti Maryam ke rumah saudaranya di Padang Panjang. Samsulbahri pun di usir oleh Sutan Mahmud Syah dari rumahnya. Sitti Nurbaya tinggal di rumah saudara sepupunya bernama Alimah. Dirumah itu Sitti Nurbaya mendapatkan petunjuk-petunjuk dan nasihat.mendengar penjelasan Datuk Maringgih tentang perbuatan yang telah dilakukan oleh anaknya itu. maka dengan sedihnya.

tetapi ia pun mendapatkan pukulan Pendekar Lima dan tidak mampu melawannya kembali. Mereka tidak mengetahui bahwa perjalanan mereka diikuti oleh Pendekar Tiga dan Pendekar Lima. karena percakapannya dengan Alimah tersebut. Pada suatu saat tatkala orang menjadi ribut di kapal. Melihat kejadian itu. dapat didengar oleh kaki tangan Datuk Maringgih yang memang sengaja memata-matainya. Pak Ali pun bertindak. akibat ombak yang sangat besar. maka berkatalah pendekar Lima kepada Pendekar Tiga. Karena takut ketahuan akan perbuatannya itu. lebih-lebih Kapten kapal itu. bahwa ia akan mengikuti perjalanan Sitti Nurbaya ke Jakarta. Teriakannya itu terdengar oleh semua orang yang berada dalam kapal. berangkatlah Sitti Nurbaya dengan Pak Ali ke Teluk Bayur untuk segera naik kapal menuju Jakarta. Sitti Nurbaya pun berteriak sekuat-kuatnya sampai ia pun jatuh pingsan. lalu pergilah Pendekar Lima mencari tempat Sitti Nurbaya bersembunyi. sedang Pendekar Tiga disuruhnya pulang untuk memberitahukan peristiwa itu kepada Datuk Maringgih. Setelah itu. Kepada Samsulbahri pun ia memberitahukan kedatangannya itu. Pendekar Lima pun menaiki kapal tersebut dan mencari tempat yang tersembunyi pula. . Setelah ia mendapatkannya. ia pun menyeret Sitti Nurbaya dan akan membuangnya ke laut. Setelah Sitti Nurbaya dan Pak Ali menaiki kapal dan mencari tempat yang tersembunyi.atas Samsulbahri tersebut. Tetapi malang bagi Sitti Nurbaya. Pada hari yang telah ditentukan.

Sesampainya ia melihat Sitti Nurbaya terbaring dalam keadaan lemah tak berdaya. Mendengar hal itu. pergilah Samsulbahri ke kamar Sitti Nurbaya dirawat. Ia meminta kepada yang berwajib agar kekasihnya itu di rawat dulu di Jakarta. dan dikirim kembali ke Padang. maka naiklah Samsulbahri ke kapal untuk mencari Sitti Nurbaya. Di pelabuhan Tanjung Priok. Setelahkapal itu merapat ke darat. mengertilah Samsulbahri bahwa hal itu ialah tidak lain akal busuk Datuk Maringgih. tiba-tiba datanglah polisi mencari Sitti Nurbaya. Akhirnya tak lama kapal pun tiba di Jakarta. bahwa ada seorang wanita bernama Sitti Nurbaya yang yelah melarikan diri dengan membawa barang-barang berharga milik suaminya dan diharapkan orang itu di tahan. . Setelah berjumpa dengan Kaptan kapal dan Samsulbahri. Pada saat itu. diberitahukan kepada mereka bahwa kedatangan mencari Sitti Nurbaya itu ialah atas perintah atasannya yang telah mendapat telegram dari Padang. Alangkah terkejutnya ketika ia mendengar dari Kapten kapal dan Pak Ali. Ia pun minta kepada polisi itu agar hal tersebut jangan diberitahukan dulu kepada Sitti Nurbaya. mengingat akan kesehatannya yang sangat mengkhawatirkan itu. Sitti Nurbaya pun Akhirnya di angkat seseorang ke suatu kamar untuk di rawat. Samsulbahri sudah gelisah menantikan kedatangan kapal yang ditumpangi oleh kekasihnya itu.Pendekar Lima pun lari untuk menyembunyikan diri. tentang peristiwa yang menimpa diri Sitti Nurbaya itu. Dengan di antar Kaptan kapal dan Pak Ali.

yaitu kaki tangan Datuk Maringgih. walaupun tidak disetujui oleh Alimah. Sitti Nurbaya pergi membeli kue yang dijagakan oleh Pendekar Empat. Dengan senang hati. namun permintaan itu tidak dikabulkan. berangkatlah Sitti Nurbaya ke Padang dengan di antarkan oleh pihak yang berwajib. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Sitti Nurbaya itu telah berisi racun. Sitti Nurbaya dibebaskan dan disana ia tinggal di rumah Alimah. Tidak lama kemudian secara mendadak Sitti Nurbaya pun meninggal. Ia pun bermaksud kembali ke Padang untuk menyelesaikan masalah yang didakwakan atas dirinya itu. setelah Dokter yang memeriksanya menganggap akan perlunya perawatan atas diri Sitti Nurbaya. barulah diberitahukan hal telegram itu kepada kekasihnya. Samsulbahri berusaha meminta kepada yang berwajib. Pada suatu hari.sampai ia sembuh sebelum kembali ke Padang. terkejutlah ibu Samsulbahri yang pada waktu itu sedang menderita sakit keras. agar perkara kekasihnya itu diperiksa di Jakarta saja. Setelah makan kue itu. sehingga menyebabkan kematiannya. Permintaan Samsulbahri pun dikabulkan. kabar itu pun di terima oleh Sitti Nurbaya. ia merasa kepalanya pusing. Mendengar dan melihat hal itu. Sitti Nurbaya pun makan kue yang baru saja dibelinya. Setelah Sitti Nurbaya sembuh. Lalu kedua jenazah . Maka pada hari yang telah ditentukan. ternyata Sitti Nurbaya tidak terbukti melakukan kejahatan seperti yang telah didakwakan atas dirinya itu. Dalam pemeriksaan di padang. Karena itulah. Setelah penjaga kue itu pergi.

ia menulis surat kepada guru dan temantemannya. demikian pula kepada ayahnya di Padang. Pada suatu tempat di kegelapan. tetapi dengan tidak diketahui oleh Samsulbahri.itu dikebumikan di Gunung Padang bersampingan dengan makan Baginda Sulaeman. sehingga Zainularifin pun tidak mengetahuinya. Melihat yang dilakukan sahabatnya itu. Akhirnya kabar tentang seorang murid Sekolah Dokter Jawa di Jakarta yang berasal dari Padang telah bunuh diri itu tersiar kemana-mana melalui surat . untuk minta berpisah selama-lamanya. Sebelum hal itu dilakukannya. ia pun mengikuti gerak-gerik sahabatnya itu. Kemudian dengan menyaku sebuah pistol. Zaenularifin segera mengejarnya sambil berteriak. Zaenularifin pun memperkenankannya. Kabar yang sangat menyedihkan itu dirahasiakan oleh Samsulbahri. Samsulbahri minta berpisah dengan Zainularifin dengan alasan bahwa ia hendak pergi ke rumah seorang tuan yang telah dijanjikannya. Samsulbahri memutuskan untuk bunuh diri. Membaca telegram yang sangat menyedihkan itu. Karena teriakan Zaenularifin itu. peluru yang telah meletus itu tidak mengenai sasarannya. Sesampainya ke kantor pos. Kabar kematian Sitti Maryam dan Sitti Nurbaya itu langsung dikabarkan kepada Samsulbahri di Jakarta. karena ia mulai curiga akan maksud sahabatnya itu. Samsulbahri berhenti dan mengeluarkan pistolnya yang kemudian menghadapkan ke kepalanya. pergilah ia ke kantor pos bersama Zainularifin untuk memasukan surat.

sejak itu lah ia pun berhenti sekolah. Karena ia menginginkan untuk mati. Kabar itu pun sampai di Padang dan di dengar oleh Sutan Mahmud Syah dan Datuk Maringih. Dalam pertempuran dengan pemberontakan itu. ia pun menjadi serdadu (tentara). Karena keberaniannya. Pada suatu hari. maka dalam waktu sepuluh tahun saja. kenalah kepala Letnan Mas yang menyebabkan ia rebah. maka ditembaklah Datuk Maringgih oleh Letnan Mas. Setelah bercekcok sebentar. sembuhlah Samsulbahri. kekasihnya.kabar. pangkat Samsulbahri dinaikan menjadi Letnan dengan nama Letnan Mas. Letnan Mas bersama kawannya bernama Letnan Van Sta ditugaskan untuk memimpin anak buahnya memadamkan pemberontakan mengenai masalah Balasting (pajak). Dengan ayunan pedangnya. sehingga ia pun menemui ajalnya. Ia minta kepada yang berwajib agar berita mengenai dirinya yang masih hidup itu dirahasiakan. Karena perawatan yang baik. pergilah Letnan ke tempat pemakaman ibu. Sesampainya di Padang dan sebelum terjadi pertempuran. Ia rebah diatas timbunan mayat yang . Tetapi sebelum ia meninggal. bertemulah Letnan Mas dengan Datuk Maringgih yang termasuk sebagai salah satu pemimpin pemberontakan itu. ia pun sempat membalasnya. Ia di kirim kemana-mana antara lain ke Aceh untuk memedamkan kerusakankerusakan yeng terjadi di sana.dan baginda sulaeman di Gunung Padang.

karena luka-luka yang dideritanya. maka Letnan Mas pun berkata padanya bahwa Samsul bahri masih hidup dan sekarang berada di Padang untuk memadakan pemberontakan. . bahwa Samsulbahri sekarang bernama Mas. dimakamkanlah jenazah Letnan Mas atau Samsulbahri itu diantara makam Sitti Maryam. baik pihak pemerintah maupun dari penduduk Padang. Karena dirasakannya bahwa ia tak lama lagi hidup di dunia ini. yakni kebalikan dari kata Sam. ia minta dikebumikan di Gunung Padang di antara makam Sitti Nurbaya dan Sitti Maryam. tetapi kini ia sedang dirawat di rumah sakit. Setelah Sutan Mahmud Syah datang. Setelah berkata itu. maka Letnan Mas minta tolong kepada dokter yang merawatnya. dan berpangkat Letnan. Kemudian dengan upacara kebesaran. Kemudian Letnan Mas di angkut ke rumah sakit. Akhirnya disampaikan pula kepada Sutan Mahmud Syah. yaitu Letnan Mas alias Samsulbahri. barulah Sutan Mahmud Syah mengetahui bahwa yang baru saja meninggal itu adalah anaknya sendiri. Dikatakan pula kepadanya. maka Letnan Mas pun meninggal.antara lain terdapat mayat Pendekar Empat dan Pendekar Lima. bahwa pesan anaknya kalau ia meninggal. karena ada hal penting yang harus dikatakan kepadanya. agar dipanggilkan penghulu di Padang yang bernama Sutan Mahmud Syah. Setelah hal itu ditanyakan oleh Sutan Mahmud Syah kepada dokter yang merawatnya. Sitti Nurbaya seperti yang dimintanya.

akan menerima akibat yang telah diperbuat olehnya dan pada akhirnya mereka akan lemah dan kalah ”. Novel yang berjudul ‘’Sitti Nurbaya” karya Marah Rusli ini. apabila diselimuti dengan butirbutir kedamaian.dan tentang perjuangan nilai-nilai kemanusiaan. ketentraman. Novel ini mengangkat tentang kisah cinta yang indah. orang-orang yang memiliki sifat jahat dan hati yang licik itu. Sitti Maryam dan Sutan Mahmud Syah Pendekatan Pragmatik “ Alangkah indahnya Dunia ini. yaitu makam Baginda Sulaeman. sangat menarik untuk dibaca oleh berbagai kalangan. karena setelah kita membaca novel ini. Jenazahnya dikebumikan berdekatan dengan makam isterinya. karena sesal dan sedihnya maka beberapa hari kemudian. . yaitu Sitti Maryam. meninggal pula Sutan Mahmud Syah. Samsulbahri. kita akan mendapatkan makna-makna baru kehidupan.Sepeninggalan Samsulbahri. Tak ada orangorang yang mempunyai sifat jahat dan berhati kelicikan. yang dapat merusak kedamaian dan ketentraman serta dapat merugikan orangorang yang sedang menjalin ikatan kasih sayang dan cinta. tentang patriotisme. kasih sayang dan cinta. Namun Kita harus percaya. Sitti Nurbaya. Dengan demikian dikuburan Gunung Padang terdapat lima makam yang berjajar dan menderet.

Samsulbahri pun meninggal dunia setelah mendapatkan perlawanan dari Datuk Maringgih yang sudah di tembak dengan pistolnya itu. untuk memperistri Sitti Nurbaya kekasih dari Samsulbahri. dan mereka berdua berjanji akan sehidup-semati. disusul oleh meninggalnya Sitti Nurbaya dan Sitti Maryam (ibu Samsulbahri). tetapi karena ia tidak tega melihat ayahnya akan dimasukan kedalam penjara oleh sijahat Datuk Maringgih. setelah tokoh yang bernama Datuk Maringgih memanfaatkan akal jahat dan liciknya. Kita bisa lihat dari kepribadian tokoh Samsulbahri yang mempunyai . Dalam novel ini juga. Akhirnya Sutan Mahmud Syah (ayah Samsulbahri) pun meninggal dunia juga karena hidup dalam kesendiriannya. Setelah itu karena pembalasan Samsulbahri kepada Datuk Maringgih. Akhirnya dengan sangat terpaksa ia pun bersedia menjadi istrinya. Semuannya berawal dari kejahatan Datuk Maringgih. kedua tokoh yang bernama Samsulbahri dan Sitti nurbaya bisa dijadikan contoh atau panduan hidup untuk kita. Namun tak lama.Novel ini berceritakan tentang sepasang kekasih yang menjalin ikatan cinta. Awalnya Sitti Nurbaya menolak dan tidak mau. yang akhirnya Datuk Maringgih meninggal. Pertama. meninggalnya Baginda Sulaeman (ayah Sitti Nurbaya). Namun kini janji cinta itu. Namun isi akhir segala novel ini ialah akhir dalam hidup (kematian). hanyalah sebuah khayalan. Ia meninggal setelah bertarung dengan Samsulbahri yang pada waktu itu menjadi serdadu (tentara) yang berganti nama Letnan Mas.

Namun tokoh yang bernama Datuk Maringgih tidak boleh dijadikan sebagai contoh atau panduan hidup. sopan. karena ia memiliki sifat yang sangat buruk sekali. serta yang ia hanya pikirkan ialah kekayaan. ia dapat merugikan orang lain. cerdas. berhati mulia. . antara lain : “Demi orang-orang yang dicintainya. menurutnya barang siapa yang melebihi kekayaannya. karena ia tidak mau sampai ayahnya dimasukan ke penjara olehnya. Padahal usianya yang sudah lanjut usia atau bisa di bilang kakek-kakek. Pengarang mengajak kita. kita bisa lihat dengan sifat yang jahat dan licik itu. selain itu kita bisa lihat bagaimana keputusan yang diambil olehnya. Begitu juga dengan tokoh Sitti Nurbaya yang memiliki sifat baik hati.dan membela orang yang lemah. cerdas dan cantik. bahkan dirinya sendiri. seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja. Jadi. karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada hambanya yang berbuat jahat kepada sesamanya. untuk rela dan ikhlas menjadi istri si jahat Datuk Maringgih. Terlebihnya pengorbanan tersebut demi orang tuanya”.sifat yang baik hati. ia akan memusnahkannya. meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. tokoh yang bernama Datuk Maringgih jangan dijadikan sebagai panduan atau tokoh yang patut di contoh untuk kehidupan kita. untuk memetik beberapa nilai moral dari novelnya yang berjudul ‘’Sitti Nurbaya’’ (Kasih Tak Sampai) yang sangat terkenal ini.

“Bila asmara melanda jiwa seseorang. hendaknya lebih bijaksana. “Kebenaran sungguh diatas segala-galanya”. tetapi mati jangan dijadikan akhir dari persoalan hidup. maka luasnya samudera tak akan mampu menghalangi jalannya cinta.” . “Akhir dari segala kehidupan adalah mati. “Bagaimana pun juga praktek lintah darat merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan keluarga”. Demikian cinta yang murni tak akan padam sampai mati”. “Menjadi orang tua. tidak memutuskan suatu persoalan hanya karena untuk menutupi perasaan malu belaka sehingga mungkin berakibat penyesalan yang tak terhingga”.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->