SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : 1.1 Hakekat Bangsa dan Unsur Negara :X : 2 x 45 Menit

I. STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR : A. Standar Kompetensi 1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) B. Kompetensi Dasar 1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara II. INDIKATOR 1. Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial (Nilai Kemandirian, peduli sosial ) 2. Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa ( Gemar membaca ) 3. Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara ( Rasa ingin Tahu ) III. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan kedudukan manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk social 2. Siswa dapat menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa 3. Siswa dapat menjelaskan pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara IV. MATERI Manusia diciptakan oleh tuhan yang maha esa memiliki kedudukan dan martabat yang paling tinggi diantar makhluk lain ciptaan-Nya. Manusia diberikan akal dan pikiran sehingga dalam kondisi tertentu mampu memenuhi hasrat dan kebutuhan hidupnya. Kemudian, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan merdeka dan mempunyai haik serta martabat yang sama. Manusia berasal dari bahasa sansekerta, yaitu manu. Artinya berpikir dan berakal budi. Dalam sejarah homo berarti manusia. Manusia didalam pergaulan hidupnya ditakdirkan sebagai makhluk social. Aristoteles (384-322 SM), salah seorang filsuf yunani mengatakn bahwa manusia itu makhluk yang bergaul, bermasyarakat. Masyarakat adalah persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama. Mereka hidup bersama dalam berbagai hubungan antara individu yang berbeda – beda tingkatannya. Pengertian bangsa yang dikemukakan secara unik oleh Ben Anderson, dapat ditelaah lebih lanjut mngenai proses dan unsur-unsur pembentuknya. Menurut pengamatan Ben Anderson, ilmuwan politik dari universitas cornel, bangsa merupakan komunitas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas batsnya dan berdaulat. Mengapa dikatakan sebagai komunitas polotik yang dibayangkan? Karena suatu bangsa yang paling kecil sekalipun, setiap individunya tidak kenal satu sama lain. Begitupula dengn bangsa yang besar sekalipun, yang jumlah anggota atau penduduknya hingga ratusan jiwa, mempunyai batas wilayah yang relatif jelas. Kekuasaan dan wewenang suatu bangsa atas suatu wilayah yang berdaulat, merupakan dibawah wewenang kenegaraan atau Negara yang mempunyai kekuasaan atas seluruh wilayah dan bangsa tersebut.

Negara dalam arti sempit sama dengan pemerintahan dalam arti luas (lembaga legislative, eksekutif, yudikatif) yang merupakan alat untuk mencapai kepentingan bersama, sedangkan Negara dalam arti luas adalah kesatuan social yang mengatur, memimpin, dan mengkoordinasi masyarakat supaya dapat hidup wajar dan berkembang terus. Dalam mengemban tugasnya, Negara memliki aparatur Negara dengan wewenangnya Menurut para ahli Negara, antara lain Oppenheim dan Lauterpacht, tiga unsure pokok tersebut adalah sebagai berikut: a. rakyat atau masyarakat b. wilayah / daerah, meliputi udara, darat, dan perairan (perairan bukan merupakan syarat mutlak). c. Pemerintah yang berdaulat V. METODE PEMBELAJARAN informasi kerja mandiri diskusi penugasan presentasi VI. STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan

No. 1.

Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berpresentasi tentang hakekat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial  Siswa berpresentasi tentang pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa  Siswa berpresentasi tentang pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Penutup  Menutup pelajaran

15’

2.

Kemandirian,

55’

Gemar membaca Rasa ingin Tahu

3.

20’

VII.

ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN Alat Pembelajaran : Lembar kerja kelompok Komputer dan LCD

Sumber Materi : Buku Pelajaran PKn kelas X UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa Situs-situs Ebook VIII. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT Penilaian Kognitif melalui Tes Tertulis (soal terlampir) Penilaian Afektif melalui pengamatan (format terlampir PERANGKAT PENILAIAN

ASPEK PENILAIAN
Sikap No. Nama Keaktifan Wawasan Kemampuan mengemukakan pendapat

Kerja s a m a

Total nilai

Presentasi

Keterangan: nilai maksimal 20 LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK No Nama Siswa 1 Aspek yang Dinilai 2 3 4 5 6 Skor/ Jumlah

Aspek yang dinilai: 1. Kemampuan menyampaikan pendapat. 2. Kemampuan memberikan argumentasi. 3. Kemampuan memberikan kritik. 4. Kemampuan mengajukan pertanyaan. 5. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik. 6. Kelancaran berbicara. Penskoran: A. Tidak Baik Skor 1 B. Kurang Baik Skor 2 C. Cukup Baik Skor 3 D. Baik Skor 4 E. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI No 1 2 dst Nama Siswa 1 Kriteria Penilaian 2 3 4 Jumlah 5 Skor

Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5.

Aktivitas dalam kelompok Tanggung jawab individu Pemikiran Keberanian berpendapat Keberanian tampil

Rentang skor : 1—3 2—15 9—11 6—8 3—5

= Sangat baik = Baik = Cukup = Kurang

FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati
Kemandirian Gemar Membaca Rasa ingin tahu

Ratarata

s/d

36
Penskoran: A. Tidak Baik Skor 1 B. Kurang Baik Skor 2 C. Cukup Baik Skor 3 D. Baik Skor 4 E. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang

Mejayan, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran

DRS. TEDJO SASONO, M.Pd. NIP. 19620202 198603 1 034

Drs. S A L U W I NIP. 19640703 198903 1 019

.

1 Hakekat Bangsa dan Unsur Negara :X : 2 x 45 Menit I. c. eksekutif. Dalam mengemban tugasnya. dan mengkoordinasi masyarakat supaya dapat hidup wajar dan berkembang terus. statum (latin). dan der staat (jerman). Membandingkan bentuk-bentuk kenegaraan ( Kreatif ) III. yaitu tempat tinggal. Terjadinya Negara secara Primer 2. Standar Kompetensi 1. Mendeskripsikan asal mula terjadinya negara ( Rasa ingin Tahu ) 2. nagari atau Negara. KOMPETENSI DASAR 1. Pemerintah yang berdaulat Pengakuan Negara Lain . MATERI Istilah Negara merupakan terjemahan dari de staat (belanda).SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : 1. Siswa dapat membandingkan bentuk-bentuk kenegaraan IV . Terjadinya Negara secara Sekunder 3. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) B. STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR : A. INDIKATOR 1 . Negara dalam arti sempit sama dengan pemerintahan dalam arti luas (lembaga legislative. meliputi udara. Negara memliki aparatur Negara dengan wewenangnya Asal Mula Terjadinya Negara 1. Menurut bahasa sansekerta. Syarat Berdirinya Negara yang berdaulat : rakyat atau masyarakat b. memimpin. Terjadinya Negara Berdasarkan Fakta Sejarah Terjadinya Negara Berdasarkan Pendekatan Toritis a. wilayah / daerah. sedangkan Negara dalam arti luas adalah kesatuan social yang mengatur. darat. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. dan perairan (perairan bukan merupakan syarat mutlak). Menguraikan pentingnya pengakuan oleh negara lain bagi suatu negara ( Kreatif ) 3. Siswa dapat menguraikan pentingnya pengakuan oleh negara lain bagi suatu negara 3. d. Siswa dapat menjelaskan asal mula terjadinya negara 2. sedangkan menurut bahasa suku-suku di Indonesia sering disebut negeri atau Negara. the state (inggris). I’etat (prancis). Menurut kamus umum bhasa Indonesia Negara adalah persekutuan bangsa yang hidup dalam suatu wilayah dengan batas-batas tertentu yang diperintah dan diurus oleh suatu badan pemerintha dengan teratur. yudikatif) yang merupakan alat untuk mencapai kepentingan bersama. berarti kota. lo stato (Italia).2 Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan II.

sedangkan daerah-daerah tinggal melaksanakannya. Bentuk kenegaraan lainnya di dunia di antaranya sebagai berikut : a. Negara serikat (federasi) adalah suatu Negara yang merupakan gabungan dari beberapa Negara bagian dari Negara serikat itu. Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berpresentasi dalam tentang asalmula terjadinya negara  Siswa berpresentasi tentang Pentingnya pengakuan dari negara lain  Siswa berpresentasi tentang bentuk – bentuk kenegaraan Penutup  Menutup pelajaran 15’ 2. c. termasuk menguru politik ke dalam dan ke luar negeri. yaitu segala sesuatu dalam negara itu langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat. STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. b. 20’ . Bentuk negara kesatuan sebagai berikut : a. Negara Dominion Negara dominion adalah suatu negara yang tadinya daerah jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat. Negara Protektorat Negara protektorat adalah suatu negara yang berada di bawah lindungan (to protect = melindungi) negra pelindung (suzeren). 55’ Kreatif Kreatif 3. biasanya soal hubungan luar negeri dan pertahanan. Artinya. yaitu pelimpahan kesempatan dan kekuasaan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri (otonomi daerah0 disebut pula daerah swatantra. b. V. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. hanya ada satu pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh daerah. METODE PEMBELAJARAN informasi kerja mandiri diskusi penugasan presentasi VI. suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri kemudian menggabungkan diri dalam suatu negara serikat sehingga menjadi negara bagian yang melepaskan sebagian kekuasaannya kepada negara serikat itu. 1.Negara kesatuan suatu Negara yang mereka dan berdaulat. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. Rasa ingin tahu. Negara Uni Negara uni adalah dua atau lebih negara yang mesing-masing merdeka dan berdaulat tetapi mempunyai satu kepala negara yang sama.

3. Kelancaran berbicara. 5. 4. Kemampuan memberikan kritik. Kemampuan memberikan argumentasi. Nama Keaktifan Wawasan Kemampuan mengemukakan pendapat Kerja s nilai a m a Total Presentasi Keterangan: nilai maksimal 20 LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK No Nama Siswa 1 Aspek yang Dinilai 2 3 4 5 6 Skor/ Jumlah Aspek yang dinilai: 1. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik. 2. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT Penilaian Kognitif melalui Tes Tertulis (soal terlampir) Penilaian Afektif melalui pengamatan (format terlampir PERANGKAT PENILAIAN ASPEK PENILAIAN Sikap No.VII. ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN Alat Pembelajaran : Lembar kerja kelompok Komputer dan LCD Sumber Materi : Buku Pelajaran PKn kelas X UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa Situs-situs Ebook VIII. Kemampuan mengajukan pertanyaan. . Kemampuan menyampaikan pendapat. 6.

Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan. Tidak Baik Skor 1 B. Baik Skor 4 E. Cukup Baik Skor 3 D. Cukup Baik Skor 3 D. Aktivitas dalam kelompok 2. Tidak Baik Skor 1 B. Tanggung jawab individu 3. Kurang Baik Skor 2 C. Pemikiran 4. Kurang Baik Skor 2 C. Baik Skor 4 E.Keberanian tampil Rentang skor : 1—3 2—15 = Sangat baik 9—11 6—8 3—5 = Baik = Cukup = Kurang FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Rasa ingin tahu Kreatif Kreatif Ratarata s/d 36 Penskoran: A.Keberanian berpendapat 5.Penskoran: A. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI No 1 2 dst Nama Siswa 1 Kriteria Penilaian 2 3 4 Jumlah 5 Skor Keterangan: 1. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran .

TEDJO SASONO. Melaksanakan penertiban (law and order) b.Siswa dapat menjelaskan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia 3. tugas-tugas pemerintah dalam mengurus rumah tangga juga memiliki fungi reguler dan fungsi agent of development. Negara sebagai diplomatik. 19620202 198603 1 034 Drs.Standar Kompetensi 1. STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR : A. Semua golongan bagian.Siswa dapat menjelaskan pengertian dan fungsi negara 2. a. Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik. Fungsi Reguler Dalam hal ini. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut : a. kesejahteraan. Negara tidak memihak atau menjamin kepentingan golongan atau perseorangan. INDIKATOR 1. M. Negara tidak menganggap kepentingan seseorangan sebagai pusat Fungsi NKRI Beberapa fungsi mutlak dari setiap negara adalah : a. pemerintah menjalankan fungsinya dengan pelaksanaan tugas yang mempunyai akibat langsung ang dirasakan oleh seluruh masyarakat.DRS. Menjelaskan pengertian. bagian dan anggotanya berhubungan erat dan merupakan persatuan masyarakat yang organis. NIP. d. Perhimpunan bangsa merupakan hal terpenting dalam kehidupan bersama.3. dan kebahagiaan bersama. . 19640703 198903 1 019 SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : 1.Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) B. S A L U W I NIP. e.Pd. MATERI Menurut UUD 1945 pasal 1 ayat 1. a. Mengusahakan Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat c. Membandingkan berbagai teori tentang fungsi dan tujuan Negara III. serta pertahanan dan keamanan. yaitu pemeliharaan ketenangan dan ketertiban. b.Mendeskripsikan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( Demokratis ) 3. c. Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang integral.1 Hakekat Bangsa dan Unsur Negara :X : 4 x 45 Menit I. Negara sebagai political state. Selanjutnya. KOMPETENSI DASAR 1.Siswa dapat membandingkan berbagai teori tentang fungsi dan tujuan Negara IV . Berdasarkan paham integralistik. Pertahanan d. Menguraikan pengertian dan fungsi negara (Kreatif ) 2. yaitu menjalankan kerukunan dan persahabatan dengan negara-negara lain terutama negara tetangga. Negara Indonesia dikenal dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menegakkan Keadilan Berdasarkan pemikiran para ahli kenegaraan. b. setiap unsur merasa berkewajiban untuk menciptakan keselamatan. fungsi dan tujuan NKRI II.

dan keadilan social. 20’ ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN Alat Pembelajaran : Lembar kerja kelompok Komputer dan LCD Sumber Materi : Buku Pelajaran PKn kelas X UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa Situs-situs Ebook .. perdamaian abadi.STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. pemerintah hanya menerima pendelegasian yang diberikan rakyat melalui wakil-wakilnya di MPR dan DPR Tujuan Negara republic Indonesia tercantum didalam undang-undang dasar Negara Indonesia. Negara sebagai sumber hukum.METODE PEMBELAJARAN informasi kerja mandiri diskusi penugasan presentasi VI. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratuan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” V. pada hakikatnya fungsi ini menitikberatkan pada kekuatan di tangan rakyat. 1. denga berdasarkan kepada ketuhanan Yang Maha Esa. mencerdaskan kehidupan bangsa. persatuan Indonesia. yaitu pemerintah harus bertindak adil terhadap warga negaranya melindungi hak/harta benda setiap warganya dari gangguan anggota masyarakat lain. kemanusiaan yanga dil dan beradab. d. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berpresentasi tentang pengertian dan fungsi negara  Siswa berpresentasi tentang tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia Penutup  Menutup pelajaran 15’ 2. Negara sebagai adminitratif.c. Kreatif 55’ Demokratis 3. yaitu pada pembukaan UUD 1945 yang berbunyi ‘untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruuh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Kemampuan memberikan kritik. Nama Keaktifan Wawasan Kemampuan mengemukakan pendapat Kerja s nilai a m a Total Presentasi Keterangan: nilai maksimal 20 LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK No Nama Siswa 1 Aspek yang Dinilai 2 3 4 5 6 Skor/ Jumlah Aspek yang dinilai: a. c. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT Penilaian Kognitif melalui Tes Tertulis (soal terlampir) Penilaian Afektif melalui pengamatan (format terlampir PERANGKAT PENILAIAN ASPEK PENILAIAN Sikap No. f. Penskoran: A. Kemampuan memberikan argumentasi. Kemampuan menyampaikan pendapat. d. b. Sangat Baik Skor 5 FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI No 1 Nama Siswa 1 Kriteria Penilaian 2 3 4 Jumlah 5 Skor Kelancaran berbicara. Kemampuan mengajukan pertanyaan. Baik Skor 4 E. Tidak Baik Skor 1 B. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik. Kurang Baik Skor 2 C.. Cukup Baik Skor 3 D. e. Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang .

S A L U W I NIP. Baik Skor 4 E. Kurang Baik Skor 2 C. 19640703 198903 1 019 . Cukup Baik Skor 3 D.2 dst Keterangan: 1. TEDJO SASONO.Pd. M. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan. 2. 19620202 198603 1 034 Drs. Aktivitas dalam kelompok Tanggung jawab individu Pemikiran Keberanian berpendapat Keberanian tampil Rentang skor : 1—3 2—15 9—11 6—8 3—5 = Sangat baik = Baik = Cukup = Kurang FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Rasa ingin tahu Kreatif Kreatif Ratarata s/d 36 Penskoran: A. 4. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran DRS. NIP. 3. 5. Tidak Baik Skor 1 B.

Nasionalisme dalam arti luas Nasionalisme dalam pengertian inu dapat diartikan sebagai perasaan cinta dan bangga terhadap tanah air dan bangsanya. Menguraikan macam-macam perwujudan nasionalisme dalam kehidupan ( Cinta Tanah Air ) 3. STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR : A. integritas.SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : 1. dan mengabdikan identitas. diperlukan prinsipprinsip patriotisme dan nasionalisme. INDIKATOR 1. b. mempertahankan. .Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) C. Nasionalisme dalam arti sempit sering disebut jingoisme atau chauvinisme. berbangsa dan bernegara II. Patriotisme Patriotisme adalah semangat dan jiwa yang dimiliki oleh seseorang untuk berkorban / rela berkorban demi nama suatu bangsa atau negara.1 Hakekat Bangsa dan Unsur Negara :X : 2 x 45 Menit I. a. Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan 4. Siswa dapat menjelaskan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia IV . kemakmuran. Nasionalisme dalam arti sempit Nasionalisme dapat diartikan sebagai perasaan cinta terhadap bangsanya secara berlebih-lebihan sehingga memandang rendah bangsa dan suku bangsa lainnya. MATERI Untuk menerapkan semangat kebangsaan kepada generasi muda. nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat.Standar Kompetensi 1. tanpa memandang bangsa lain lebih rendah dari bangsa dan negaranya. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa dapat menjelaskan pengertian makna semangat kebangsaan Siswa dapat menjelaskan macam-macam perwujudan nasionalisme dalam kehidupan Siswa dapat mfnyebutkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan 5. Mendeskripsikan makna semangat kebangsaan ( Semangat Kebangsaan ) 2. Menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia III. dan kekuatan bangsanya. KOMPETENSI DASAR 1. Nasionalisme Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara atas kesadaran keanggotaan / warga negara yang secara potensial bersama-sama mencapai.4 Menunjukkan semangat kebangsaan.

instansi pemerintah ataupun swasta. .Keteladanan dapat diberikan di berbagai lingkungan kehidupan. masyarakat. sekolah. seperti di lingkungan kehiduan keluarga.

STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. V.  TERORISME : tindakan sistematis yang bertujuan menciptakan kepanikan.  SETIA KEPADA BANGSA DAN NEGARA TERUTAMA DALAM MENGHADAPI MASUKNYA DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI KE INDONESIA . agama . Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berpresentasi tentang makna semangat kebangsaan  Siswa berpresentasi tentang macam-macam perwujudan nasionalisme dalam kehidupan Penutup  Menutup pelajaran 15’ 2. RELA BERKORBAN DEMI BANGSA DAN NEGARA. suku. 1.SIKAP YANG SESUAI DENGAN NASIONALISME DAN PATRIOTISME MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.  PRIMORDIALISME sikap mementingkan daerah.ras . Semangat Kebangsaan 55’ Cinta Tanah Air 3. SETIA MEMAKAI PRODUKSI DALAM NEGERI.  EKSRIMISME : Sikap keras mempertahankan pendirian dgn menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pribadi. BANGGA SEBAGAI BANGSA DAN BERNEGARA INDONESIA. MENDAHULUKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN BANGSA DIATAS KEPENTINGAN PRIBADI  MENJAGA NAMA BAIK BANGSA DAN NEGARA.antar golongan sendiri .METODE PEMBELAJARAN informasi kerja mandiri diskusi penugasan presentasi VI.  SEPARATISME : Sikap yang ingin memisahkan diri dari NKRI  PROPINSIONALISME : Sikap yang hanya mementingkan propinsinya sendiri dan tidak mempedulikan kepentingan propinsi lain.  BERPRESTASI DALAM BERBAGAI BIDANG UNTUK MENGHARUMKAN NAMA BANGSA DAN NEGARA.      SIKAP YANG TIDAK SESUAI DENGAN NASIONALISME DAN PATRIOTISME :  EGOISME : Sikap mementingkan diri sendiri. keresahan dan suasana tidak aman dalam masyarakat. 20’ .

Kemampuan menggunakan bahasa yang baik. f. . c.Kemampuan memberikan argumentasi. e. Nama Keaktifan Wawasan Kemampuan mengemukakan pendapat Kerja s nilai a m a Total Presentasi Keterangan: nilai maksimal 20 LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK No Nama Siswa 1 Aspek yang Dinilai 2 3 4 5 6 Skor/ Jumlah Aspek yang dinilai: a.Kemampuan memberikan kritik.Kelancaran berbicara. b. ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN Alat Pembelajaran : Lembar kerja kelompok Komputer dan LCD Sumber Materi : Buku Pelajaran PKn kelas X UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa Situs-situs Ebook VIIIPENILAIAN DAN TINDAK LANJUT Penilaian Kognitif melalui Tes Tertulis (soal terlampir) Penilaian Afektif melalui pengamatan (format terlampir PERANGKAT PENILAIAN ASPEK PENILAIAN Sikap No.Kemampuan menyampaikan pendapat. d.Kemampuan mengajukan pertanyaan.VII.

Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI No 1 2 dst Nama Siswa 1 Kriteria Penilaian 2 3 4 Jumlah 5 Skor Keterangan: 1.Keberanian tampil Rentang skor : 1—3 2—15 = Sangat baik 9—11 6—8 3—5 = Baik = Cukup = Kurang FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Rasa ingin tahu Kreatif Kreatif Ratarata s/d 36 Penskoran: A. Aktivitas dalam kelompok 2. Baik Skor 4 E.Penskoran: A. Cukup Baik Skor 3 D. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran . Baik Skor 4 E. Cukup Baik Skor 3 D. Tidak Baik Skor 1 B. Kurang Baik Skor 2 C.Tanggung jawab individu 3. Tidak Baik Skor 1 B. Kurang Baik Skor 2 C.Keberanian berpendapat 5.Pemikiran 4.

1. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut bersifat tegas. S A L U W I NIP. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa dapat menyebutkan pengertian hukum Siswa dapat menentukan macam-macam penggolongan Hukum Siswa dapat menyebutkan sumber hukum formal dan material Siswa dapat menjelaskan sistem tata hukum Indonesia Siswa dapat menjelaskan pengertian dan dasar hukum lembaga peradilan nasional IV . b. Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional 2. Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan lembaga peradilan II. Mengapa demikian ? Karena hukum itu mengandung pengertian yang luas. yaitu : a. c. STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR : 2. M.DRS. namun setiap pembatasan tentang hukum yang diperoleh belum pernah memberikan kepuasan. TEDJO SASONO. Perintah dan larangan itu harus dipatuhi dan ditaati oleh setiap orang. sehingga membentuk suatu totalitas kerja di bidang hukum secara menyeluruh di suatu negara. 19620202 198603 1 034 Drs. Berdasarkan unsur-unsur hukum di atas diperoleh ciri-ciri hukum. INDIKATOR Mendeskripsikan pengertian hukum ( Rasa ingin tahu ) Menentukan macam-macam penggolongan Hukum ( Rasa ingin tahu ) Mendeskripsikan sumber hukum formal dan material ( Gemar membaca ) Menjelaskan sistem tata hukum Indonesia Mendeskripsikan pengertian dan dasar hukum lembaga peradilan nasional ( Kreatif ) III. seta meliputi bidang yang luas berkaitan dengan sistem yang berlaku di masyarakat. NIP. Dari beberapa definisi hukum dapat disimpulkan bahwa hukum itu meliputi beberapa unsur. 19640703 198903 1 019 SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional :X : 2 x 45 Menit I. Adanya perintah atau larangan b. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Sistem Hukum Nasional adalah perangkat hukum negara yang secara teratur saling berkaitan mengatur ketertiban jalannya suatu operaional kenegaraan. Peraturan itu bersifat memaksa. d. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib. Pelanggarannya dapat dihukum. MATERI Banyak ahli hukum yang mencari suatu batasan tentang hukm (definisi hukum). jadi ada sanksi yang berupa hukuman. c. Penggolongan Hukum Menurut sumbernya : • Undang-Undang • Kebiasaan (custom) • Keputusan hakim (yurisprudentie) • Traktat (treaty) • Pendapat sarjana hukum . yaitu : a.Pd.

kerja mandiri 3. Guru menjajaki daya ingat siswa tentang materi yang telah diajarkan. Siswa memperhatikan peta konsep yang ditampilkan oleh guru lewat OHP. eksplorasi 4.STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. Siswa berpresentasi tentang 15’ 2. • Hukum positif (ius constitutum) • Ius constituendum • Hukum alam Menurut sifatnya : • Hukum yang memaksa • Hukum yang mengatur Menurut wujudnya : • Hukum objektif • Hukum subjektif Menurut isinya : • Hukum publik • Hukum privat V. Memotivasi  Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. b. 1. Siswa berpresentasi tentang pengertian hukum d. Power Point atau di papan tulis. presentasi VI. yaitu sistem hukum nasional Kegiatan Inti a. informasi 2. diskusi 5. Siswa mendengarkan penjelasakan guru tentang sistem hukum nasional: konsep tentang hukum dan sistem hukum nasional.Menurut bentuknya : • Hukum tertulis • Hukum tak tertulis Menurut tempat berlakunya : • Hukum nasional • Hukum internasional • Hukum asing • Hukum gereja Menurut waktu berlakunya . Apresepsi Guru mempersiapkan kelas dalam pembelajaran. 55’ Rasa ingin tahu Rasa ingin tahu menentukan macammacam penggolongan Hukum . Kegiatan Belajar Pendahuluan a. Metode Pembelajaran 1. c.

Tata urutan perundang-undangan 3. 4. Penutup Kegiatan Akhir a. . koran. 2. dan budaya hukum. Siswa berpresentasi sumber hukum formal dan material Gemar membaca f. Diskusi kelompok seperti dalam buku halaman 41 Berikut ini format penilaian diskusi kelompok. VIII. 3.Media 1. c. b. Penugasan  Guru memberi tugas untuk mengerjakan mencari opini masyarakat tentang tiga komponen hukum seperti kelembagaan hukum. 3. Buku Kewarganegaraan SMA kelas 1 Erlangga halaman 33-41. 2. Siswa berpresentasi sistem tata hukum Indonesia g. Media massa: majalah. 20’ VII.e. Siswa berpresentasi pengertian dan dasar hukum lembaga peradilan nasional Kreatif 3. dan internet. Penilaian Guru memberi post test. Sumber pembelajaran: 1. 2. Nama Keaktifan Wawasan Kemampuan mengemukakan pendapat Kerja s a m a Total nilai Presentasi .Penilaian 1. Refleksi Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang sistem hukum nasional. Guru memberi penilaian terhadap laporan siswa tentang opini masyarakat tentang tiga komponen hokum. Guru memberi penilaian terhadap evaluasi akhir pembahasan. ASPEK PENILAIAN Sikap No. materi hukum. Papan tulis Transparan Konsep Power Point OHP IX.

9. Kemampuan memberikan argumentasi. 10. Tidak Baik Skor 1 B. Kemampuan memberikan kritik. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI No 1 2 dst Nama Siswa 1 Kriteria Penilaian 2 3 4 Jumlah 5 Skor Keterangan: 6. Baik Skor 4 E.Keterangan: nilai maksimal 20 LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK No Nama Siswa 1 Aspek yang Dinilai 2 3 4 5 6 Skor/ Jumlah Aspek yang dinilai: 7. 11. 12. 9. 7. Aktivitas dalam kelompok Tanggung jawab individu Pemikiran Keberanian berpendapat Keberanian tampil Rentang skor : 1—3 2—15 9—11 6—8 3—5 = Sangat baik = Baik = Cukup = Kurang . Kemampuan menggunakan bahasa yang baik. Cukup Baik Skor 3 D. Penskoran: A. Kemampuan mengajukan pertanyaan. Kurang Baik Skor 2 C. 10. 8. Kelancaran berbicara. Kemampuan menyampaikan pendapat. 8.

Cukup Baik Skor 3 D.Pd. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran DRS.FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Rasa ingin tahu Gemar Membaca Kreatif Ratarata s/d 36 Penskoran: A. M. NIP. 19620202 198603 1 034 Drs. 19640703 198903 1 019 . TEDJO SASONO. Baik Skor 4 E. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan. Kurang Baik Skor 2 C. Tidak Baik Skor 1 B. S A L U W I NIP.

2. Menganalisis macam-macam lembaga peradilan 4. siswa diharapkan dapat: 1. mendeskripsikan kekuasaan pengadilan sebagai sebuah kekuasaan yang merdeka 3. Menganalisis peranan lembaga peradilan. dan Pasal 7B UUD 1945 (amandemen ketiga) yang disahkan pada 9 November 2001. • Komisi Yudisial • Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang berperan mewujudkan kekuasaan kehakiman yang merdeka dengan cara atu melalui pencalonan hakim agung serta penguasaan terhadap hakim. eksplorasi 4. STANDART KOMPETENSI 2. Pasal 24C. diskusi 5. Menjelaskan pengertian sistem peradilan nasional ( Kreatif ) 2. menguraikan lembaga-lembaga peradilan di Indonesia Materi Pembelajaran • Sistem peradilan nasional merupakan suatu mekanisme keseluruhan komponen peradilan nasional.SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu A. KOMPETENSI DASAR : 2. • • 1. menjelaskan hakikat peradilan nasional 2. Menguraikan perangkat lembaga peradilan 3. transparan. Tujuan Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. pihak-pihak dalam proses peradilan. hierarki kelembagaan peradilan dan spek-aspek yang bersifat prosedural dan saling berkaitan. Tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh-pengaruh yang lain. Mahkamah Konstitusi (MK) • Berdirinya lembaga MK diawali dengan amandemen konstitusi yang dilakukan oleh MOR pada tahun 2001. Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan Indikator : 1. Metode Pembelajaran 1. • 2. Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional B. Mahkamah Agung (MA) • Mahkamah Agung adalah pengadilan negara tertinggi dari semua lingkungan peradillan di Indonesia. sebagaimana dirumuskan dalam ketentuan Pasal 24 ayat (2). Tujuan dibentuknya komisi ini adalah agar harapan masyarakat terhadap kekuasaan kehakiman yang merdeka. informasi 2. dan partisipatif terwujud. presentasi : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional :X : 4 x 45 Menit . kerja mandiri 3.

20’ Pertemuan II No. 1. Buku Kewarganegaraan SMA kelas 1 Erlangga halaman 41. Lembaga-lembaga peradilan di Indonesia 6. Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berdiskusi tentang pengertian sistem peradilan nasional  Siswa berdiskusi tentang perangkat lembaga peradilan  Siswa berdiskusi tentang macam-macam lembaga peradilan  Siswa berdiskusi tentang peranan lembaga peradilan Penutup  Menutup pelajaran Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan 15’ 2.VI. 20’ F.STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I No. Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berpresentasi tentang pengertian sistem peradilan nasional  Siswa berpresentasi tentang perangkat lembaga peradilan  Siswa berpresentasi tentang macam-macam lembaga peradilan  Siswa berpresentasi tentang peranan lembaga peradilan Penutup  Menutup pelajaran Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan 15’ 2. koran.54 5. Kreatif 55’ 3. . Media massa: majalah. Sumber pembelajaran: 4. 1. Kreatif 55’ 3. dan internet.

Penskoran: A. 15. 4. 3. 18. Penilaian 1. Kemampuan memberikan kritik.G. Kurang Baik C. Kelancaran berbicara. Cukup Baik Skor 2 Skor 3 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup . Kemampuan mengajukan pertanyaan. Tidak Baik Skor 1 B. 17. 16. Media 1. Kemampuan menyampaikan pendapat. Nama Sikap Keaktifan Wawasan Kemampuan mengemukakan pendapat Kerja Total nilai Presentasi Keterangan: nilai maksimal 20 LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK No Nama Siswa 1 Aspek yang Dinilai 2 3 4 5 6 Skor/ Jumlah Aspek yang dinilai: 13. Tugas individu dalam buku halaman 54 2. 2. Kemampuan memberikan argumentasi. Papan tulis Transparan Konsep Power Point OHP H. ASPEK PENILAIAN No. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik. Diskusi kelompok seperti dalam buku halaman 54 Berikut ini format penilaian diskusi kelompok. 14.

Tanggung jawab individu Pemikiran Keberanian berpendapat Keberanian tampil Rentang skor : 1—3 2—15 9—11 6—8 3—5 = Sangat baik = Baik = Cukup = Kurang FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Rasa ingin tahu Kreatif Kreatif Ratarata s/d 36 Penskoran: A. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran DRS. Drs. M. Cukup Baik Skor 3 D. Aktivitas dalam kelompok 12.Pd. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan. Kurang Baik Skor 2 C. 13. Tidak Baik Skor 1 B. Sangat Baik Skor 4 Skor 5 6—11 = Kurang FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI No Nama Siswa 1 2 dst 1 Kriteria Penilaian 2 3 4 Jumlah 5 Skor Keterangan: 11. 15.D. S A L U W I . Baik Skor 4 E. Baik E. TEDJO SASONO. 14.

2 Macam-macam perbuatan yang bertentangan dengan hukum : Contoh : Di Rumah : bermain dari rumah teman pulang lewat malam : membuat resah warga masyarakat karena perbuatan yang tidak terpuji Di Masyarakat . Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional D. Beberapa contoh sikap taat terhadap hukum antara lain : 1.1 2.NIP. INDIKATOR 2. 19620202 198603 1 034 NIP. Sadar Hukum di lingkungan Negara misalnya : menjaga nama baik bangsa dan Negara.1 Siswa mampu menunjukkan contoh sikap taat terhadap hukum. Materi Pembelajaran 2.3. Sadar Hukum di lingkungan Keluarga misalnya : menjaga nama baik keluarga. 2.2 Siswa mampu memberikan contoh macam-macam perbuatan yang bertentangan dengan hukum. membayar pajak 2..3 Siswa mampu menyebutkan macam-macam sanksi hukum yang berlaku. Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.3. KOMPETENSI DASAR 2. 1.3. Sadar Hukum di lingkungan Masyarakat contohnya : Menjaga nama baik lingkungan masyarakat Menghormati sesama warga masyarakat 4. 1.2 2. Sadar Hukum di lingkungan Sekolah antara lain : selalu menaati peraturan yang berlaku di sekolah.3 Menunjukkan contoh sikap taat terhadap hukum ( Disiplin ) Menunjukkan contoh macam-macam perbuatan yang bertentangan dengan hokum ( Rasa Ingin Tahu ) Menganalisis macam-macam sanksi sesuai hukum yang berlaku. : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional :X : 2 x 45 Menit E. STANDART KOMPETENSI 2.1 Sikap taat terhadap Hukum disebut juga Sadar Hukum yaitu merupakan sikap dari anggota masyarakat dalam mematuhi hukum atau ketentuan hukum yang berlaku untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan seseorang terhadap orang lain. disiplin belajar 3. Tujuan Pembelajaran 1. 1. menaati aturan keluarga yang berlaku 2.3. 19640703 198903 1 019 SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu C.

2. Kegiatan Belajar Kegatan awal  Persiapan dan presensi  Menyampaikan SK/ KD dan Tujuan  Menyampaikan metode yang akan dilaksanakan Kegiatan Inti  Siswa berpresentasi tentang contoh sikap taat terhadap hukum. Metode Pembelajaran 3.1 Ceramah bervariasi 3.3 Macam-macam sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia : 1.3 Pemberian tugas D. Perjudian. 20’ .STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. Kegiatan Penutup menyimpulkan materi mengadakan penilaian memberikan tugas rumah tentang 5 contoh perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma hukum  15’ 2. Pencurian. Sanksi Administrasi : berupa denda.2 Tanya jawab 3. Disiplin Rasa Ingin Tahu 55’ 3. berupa kurungan ( penjara ) atau denda senilai hukuman tersebut. 1. sering datang terlambat Di Tempat Umum : berkelahi ( tawuran ) Kejahatan dengan Contoh-contoh lain perbuatan yang melanggar Hukum misalnya : kekerasan. pembekuan ijin dan pencabutan ijin 2.  Siswa berpresentasi tentang contoh macammacam perbuatan yang bertentangan dengan hokum  Siswa berpresentasi tentang macam-macam sanksi hukum yang berlaku. Sanksi Perdata berupa ganti rugi 3. 3. Sanksi Pidana. peringatan.- Di Sekolah : sering bolos.

Yudhistira : Sikap / perilaku masyarakat yang taat terhadap hukum dan sikap masyarakat yang melanggar hukum 1b . misalnya : kejahatan dan kekerasan.Selalu menjaga nama baik keluarga . pencurian.3 Sebutkan 3 macam sanksi yang sesuai dengan hukum yang berlaku 6. b.Menaati peraturan yang berlaku di sekolah . Kewarganegaraan I . di dan di masyarakat. Penilaian 6.2.3.Disiplin belajar .2.Mentaati aturan keluarga yang berlaku . 6.Mendengar dan mematuhi nasehat orang tua b.Menjaga nama baik di lingkungan masyarakat . Contoh perbuatan yang melanggar hukum dilingkungan masyarakat.1 Berikan contoh sikap yang taat terhadap hukum ( peraturan ) baik di rumah.Sanksi pidana 6.Tidak bertindak di luar norma 6. a.2 Bahan 5.2.4.2.Sanksi perdata . Retno Listyanti.2 Kunci Jawaban 6.1.1.Menghormati sesama warga masyarakat . Sikap taat terhadap hukum di lingkungan Keluarga ( rumah ) . Sadar Hukum di lingkungan Sekolah misalnya : .3 Lembar Penilaian dan Pengamatan 6.1. Sadar Hukum di lingkungan Masyarakat misalnya : .1 Lembar Penskoran dan Penilaian No : Soal 1a Skor 0 10 20 0 10 20 Karakteristik Jika contoh sikap taat terhadap hukum di lingkungan keluarga di jawab 2 salah semua Jika ada jawaban salah satu benar Jika ada 2 jawaban yang benar semua Jika contoh sikap taat di lingkungan sekolah di jawab salah semua Jika ada satu jawaban yang benar Jika ada ( 2 ) jawaban yang benar semua sekolah : a.2 Buatlah masing-masing 2 contoh perbuatan yang melanggar hukum dilingkungn masyarakat 6. Sanksi-sanksi yang sesuai dengan hukum yang berlaku : .1 Sumber 5. perjudian.3. ESIS.Ikut Upacara Bendera c. masing-masing 2 contoh 6. Sumber Bahan 5.1. Pendidikan Kewarganegaraan kelas X.Sanksi administrasi .1 Bentuk soal uraian Petunjuk soal : jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan benar 6.

S A L U W I . Cukup Baik Skor 3 D. Kurang Baik Skor 2 C. Baik Skor 4 E. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran DRS. M. TEDJO SASONO.0 1c 10 20 0 10 20 10 2 3 20 Skor Penilaian : Jika contoh Sadar Hukum di lingkungan masyarakat keduanya di jawab salah Jika ada satu jawaban yang benar Jika ada ( 2 ) contoh jawaban yang benar Jika contoh dua-duanya salah Jika hanya ada satu contoh yang benar Jika ada 2 (dua) contoh yang benar Contoh perbuatan yang melanggar hukum hanya di jawab satu yang benar Jika ada 2 ( dua contoh yang benar ) X 100 Jum lah skor yang diperoleh Jum lah skor m aksim al Contoh : Rekap Penilaian No 1 2 3 4 5 FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Rasa ingin tahu Kreatif Kreatif Nama Perolehan Skor 1a 1b 1c 2 3 Jumlah Nilai Ratarata s/d 36 Penskoran: A. Drs. Tidak Baik Skor 1 B. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan.Pd.

4. Tujuan Pembelajaran 1.3 Siswa mampu menunjukkan contoh tindak pidana korupsi yang telah dikenakan sanksi 2. 31 th 1999 dirubah UU RI no.2 2.2 Siswa mampu menganalisis macam-macam perbuatan yang berkategori korupsi 1.2.1 2. 2. 19620202 198603 1 034 NIP. Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional B. INDIKATOR Mendiskripsikan macam-macam aturan tentang pemberantasan korupsi ( Jujur ) Menganalisis macam-macam perbuatan yang berkategori korupsi ( Disiplin ) Menunjukkan contoh tindak pidana korupsi yang telah dikenakan sanksi ALOKASI WAKTU : 2 X 45` 1. 19640703 198903 1 019 SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu A. 3.1 Macam-macam aturan tentang pemberantasan korupsi antara lain : 1. 20 th 2001 tentang UU no.3 Pemberian ijin ekspor barang Ilegal setelah menerima pembayaran Penurunan pajak apabila pejabat dinas pajak memperoleh bagian Pemberian sejumlah uang ( jasa ) untuk pengambilan keputusan Inpres RI no.4.3 D. 21 th 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi UU no. 5 th 2004 tentang Percepatan Pemberantasan UU no. KOMPETENSI DASAR 2. Materi Pembelajaran 2.4.2 Macam-macam perbuatan yang berkategori korupsi Misalnya : 2. 2.2. Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia C.3 2.4.1 2. ( KPK ) 4. 30 th 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pengalihan pajak Contoh tindak pidana korupsi yang telah dikenakan sanksi .1 Siswa mampu mendiskripsikan macam-macam aturan tentang pemberantasan korupsi 1.2. : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional :X : 2 x 45 Menit STANDART KOMPETENSI 2.2 2.NIP. Korupsi 2.

500.000.687. denda Rp 500 juta atau subsider diwajibkan membayar pengganti kurungan Negara sebesar .00 dengan vonis pidana penjara 10 tahun.- Abdullah Puteh telah diputuskan oleh Pengadilan Tinggi pada tanggal 15 Juni 2005 6 bulan kurungan Rp 3.

dst. Kegiatan Belajar Kegiatan Pendahuluan Guru memberikan singkat tentang definisi korupsi dalam ilmu politik.STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) pengantar 15’ Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. setiap siswa dalam anggota kelompok mendapat nomor masing-masing. Tanggapan dari teman yang lain. kemudian guru menunjuk kepada nomor lain. Kegiatan Penutup o Guru memberikan kesimpulan untuk menanggapi jawaban siswa dari hasil diskusinya untuk hal-hal yang perlu. Jujur Disiplin kelompok dapat menjawab dengan 55’ 3. Guru memanggil secara acak salah satu nomor siswa dalam kelompok tertentu. teman lain menanggapi. Siswa menanggapi keterangan dan membuat ringkasan singkat. 1. Guru memberikan tugas kepada masing–masing kelompok dengan tugas yang berbeda.3. Guru memanggil salah satu nomor siswa dari kelompok lain untuk melaporkan hasil diskusinya. 20’ . yang tiap benar dan anggota 2. Siswa melaporkan hasil kerja sama mereka. Kegiatan Inti Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok. Semua kelompok mendikusikan jawaban memastikan benar. D. Metode Pembelajaran Cooperative Learning dengan pendekatan NUMBERED HEADS TOGETHER.

1. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Media / Sumber Belajar 5.1 Bentuk soal uraian Petunjuk soal : jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan benar 6.1. ESIS. UU no.1 Sumber 5.1 Sebutkan Undang-Undang no. Berdasarkan keputusan MA : Winfried Simatumpang dan Dadang Sukandar dihukum 1. berapa saja yang mengatur tentang pemberan-tasan korupsi. o Guru menutup proses pembelajaran dengan salam. Impres no. b.3.2. Nama ASPEK PENILAIAN Kemampua Wawasan n Pendapat Kerja Sama Presentas i Jumlah Skor Nilai : a. Pemberian ijin ekspor terhadap barang ilegal b. Penurunan terhadap pajak bila pejabat dinas pajak memperoleh bagian pengalihan pajak c. UU no. 6. .2.5 tahun penjara dalam kasus dana non bujeter Bulog Rp 40 Miliar ( Sumber : Tempo interaktif. 31 tahun 1999 dirubah UU no.3 Berikan 1 contoh tindakan korupsi yang telah dikenakan sanksi ! 6. a.1. a.o Siswa menanggapi kesimpulan guru. Pendidikan Kewarganegaraan kelas X. 12 tahun 1999 tentang Tindakan Pidana Korupsi. Format Penilaian Diskusi Kelompok No. 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Kewarganegaraan 1 . 12 Mei 2004 ). c. UU no.2 Kunci Jawaban 6. Sikap Keaktifan Pedoman Penskoran Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik skor 1 skor 2 skor 3 skor 4 Penilaian = Perolehan Skor Skor M ax x 100 Jumlah skor maximal 30. b.2. d.1.2 Sebutkan 3 macam perbuatan yang berkategori korupsi ! 6. Contoh : tindak pidana korupsi yang telah di kenakan sanksi. Retno Listyanti. Yudhistira : Beberapa contoh sikap / perbuatan korupsi. 4.2 Bahan 5. Penilaian : 6. Pemberian sejumlah uang untuk pengambilan keputusan 6. 6.2.

19640703 198903 1 019 . NIP. Cukup Baik Skor 3 D.Pd. 19620202 198603 1 034 Drs. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran DRS. Kurang Baik Skor 2 C. Baik Skor 4 E. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan. S A L U W I NIP.Sangat baik skor 5 FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Jujur Disiplin Ratarata s/d 36 Penskoran: A. Tidak Baik Skor 1 B. TEDJO SASONO. M.

Siswa dibagi dengan beberapa kelompok untuk mendiskusikan materi.SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KABUPATEN MADIUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DRSIDENTITAS Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Alokasi Waktu A.2 Materi Pembelajaran Masuk sekolah tepat waktu Membayar iuran sekolah dengan lancer Pulang ke rumah tepat waktu Tidak menyontek ketika mengerjakan ujian ICW ( Indonesia Corruption Watch ) adalah Lembaga nirlaba yang terdiri atas 2. . Metode Pembelajaran 3. 2. C. Direct Instutional Metode.5.2 2. Cooperative Learning Metode.5. Peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. ALOKASI WAKTU : 2 X 45` Tujuan Pembelajaran 1.1. 3.2 Siswa mampu menujukkan contoh gerakan / organisasi anti korupsi. kemudian dipresentasikan di depan kelas serta membandingkan / sharing dengan kelompok lain. Diberikan teori secara langsung dalam kelas. 2. misalnya : sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usahausaha pemberdayaan rakyat untuk berpartisipasi aktif melakukan perlawanan terhadap praktik korupsi.3 D.1 Contoh sikap anti korupsi bagi seorang siswa Contoh gerakan / organisasi anti korupsi. B. 1. : SMAN 2 MEJAYAN : Pendidikan Kewarganegaraan : Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional :X : 2 x 45 Menit STANDART KOMPETENSI Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional KOMPETENSI DASAR 2.5.5. 2.1 Siswa mampu menunjukkan contoh sikap anti korupsi 1. INDIKATOR Menunjukkan sikap anti korupsi Menunjukkan contoh gerakan anti korupsi Menyebutkan perbuatan anti korupsi.2. MTI ( Masyarakat Transparansi Indonesia ) GNPK ( Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ) 2. 2.1 2.

dengan memberi pertanyaan apakah semua memahami materi minggu sebelumnya. Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Memberikan kesempatan kepada siswa yang bertanya tentang materi yang lalu. Kegiatan Belajar Kegiatan Pendahuluan - . Kegiatan Penutup menyimpulkan materi mengadakan penilaian memberikan tugas rumah tentang 5 contoh perbuatan 20’ 55’ Cinta Tanah Air 15’ Karakter yang dikembangkan tercapa i ya tdk Keterangan No. 1. Dst.STRATEGI / LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Waktu (Menit ) Salam pembuka. sesuai dengan indikator kemudian kelompok lain menanggapi. 2. Tanya jawab antar kelompok diskusi. Persiapan untuk melanjutkan materi / pelajaran berikutnya.D. Kemudian guru membagi beberapa kelompok dalam kelas untuk mendiskusikan materi. 3.  Kegiatan Inti Guru menerangkan kepada siswa secara singkat sesuai materi pembelajaran.

1 contoh benar .Pulang ke rumah tepat waktu .2.3. Sebutkan 3 tokoh-tokoh ICW yang anda ketahui 6.1. Yudhistira : Sikap / contoh anti korupsi Skor Perolehan Skor M ax x 100 4.1. 6.2. .1.1 Bentuk soal uraian Petunjuk soal : jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan benar 6.Tidak menyontek ketika mengerjakan ujian 6.2. 5.Membayar iuran sekolah dengan lancar . . Sumber Belajar 5. Jawaban . ICW. . Pendidikan Kewarganegaraan kelas X.1. Retno Listyanti. Lembar Penilaian No.Perseorangan .2 Pihak mana saja yang berperan serta dalam pemberantasan korupsi 6.semua benar 1 jawaban benar 2 jawaban benar dijawab 1 benar dijawab 2 benar dijawab 3 benar 1 jawaban benar 2 jawaban benar 3 jawaban benar Skor 0 10 20 10 20 5 10 15 5 10 15 Penilaian : a.3. Teten Masduki.4.semua salah . ESIS. 2.1.1 Berikan contoh sikap anti korupsi bagi seorang siswa 6. 3.3 Berikan 3 contoh gerakan organisasi anti korupsi di Indonesia 6. b. semoga siswa yang lain juga aktif bahkan lebih baik. MTI.2. Kewarganegaraan I . Kegiatan Penutup Guru memberikan keterangan / penjelasan tentang hasil diskusi. Todung Mulya Lubis.yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma hukum  4.2 Bahan 6. Munir 6.2 Kunci Jawaban 6.4.2. 1. GNPK 6.1 Sumber 5. Penilaian : 6.1. Guru memberikan tugas rumah Guru menutup pelajaran dengan memberikan pujian terutama untuk siswa yang aktif.Organisasi masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat.

M.Pd. Sangat Baik Skor 5 Jumlah skor: 24—30 = Sangat Baik 18—23 = Baik 12—17 = Cukup 6—11 = Kurang Mejayan.LEMBAR PENGAMATAN Format Penilaian Diskusi Kelompok No. Juli 2011 Mengetahui Kepala SMAN 2 Mejayan Guru Mata Pelajaran DRS. FORMAT PENGAMATAN Nilai NILAI KARAKTER BANGSA no 1 Nama siswa Aspek yang diamati Cinta Tanah Air Ratarata s/d 36 Penskoran: A. TEDJO SASONO. S A L U W I NIP. NIP. Baik Skor 4 E. 19620202 198603 1 034 Drs. Kurang Baik Skor 2 C. 19640703 198903 1 019 . Nama Sikap Keaktifan ASPEK PENILAIAN Kemampua Wawasan n Pendapata Kerja Sama Prestasi Jumlah Skor Nilai Pedoman Penskoran Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik skor 1 skor 2 skor 3 skor 4 skor 5 Penilaian = Skor Perolehan Skor M ax x 100 Jumlah skor maximal 30. Cukup Baik Skor 3 D. Tidak Baik Skor 1 B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful