Anda di halaman 1dari 2

Ada Apa Dengan Cinta ? Begitu dasyatnya cinta seakan segala tema yang ada selalu mengatasnamakan cinta.

Bahkan sakit hati karena cinta pun digambarkan pedihnya melebihi pedihnya sakit apapun juga. Namun, sesedih dan sepahit apapun itu, tidak akan pernah mengendorkan semangat para pecinta untuk mengendorkan diri darinya. Orang yang menghindar dari cinta adalah orang-orang yang hatinya keras dan bodoh, yang tidak memiliki keutamaan dan pemahaman. Dalam agama, cinta adalah perwujudan dari naluri (gharizah), yaitu naluri mempertahankan keturunan (gharizah an-nau). Sesuai dengan firman Alloh swt: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkannya, yaitu wanita-wanita, anak-anak.. QS.Ali-Imran: 14. Pada saat Alloh swt menciptakan manusia, maka Alloh sudah memberikan kepada manusia berbagai kelengkapan hidup, organ tubuh yang sempurna, akal dengan berbagai komponen berpikirnya yang tidak bisa anda dapat di toko elektronik manapun, kebutuhan jasmani dan kebutuhan naluri. Dan dengan penciptaan yang Maha Sempurna, maka manusia akan dapat hidup di dunia ini, memanfaatkan berbagai fasilitas hidup yang Alloh ciptakan dan juga mampu berhubungan dengan sesamanya. Dan semua itu sudah sangat komplit, bahkan bisa kita nikmati secara gratisan. Alloh swt hanya memberikan kewajiban kepada kita untuk memeliharanya dengan baik dan benar. Cinta bukanlah kebutuhan biologis, meski kehadirannya melibatkan hormonhormon seksual dalam diri manusia. Bagaimana kalau hidup kita tanpa cinta ? So pasti garing abieeezz, gimana ga ngerasa garing, karena ga ada cinta orang akan menjadi lebih mudah tersinggung, kejam, dan tidak memiliki empati sama sekali. Karena absennya cinta dalam kehidupan manusia, maka tidak ada yang namanya tata karma. Tidak ada anak menghormati orang tua, murid menghormati guru, dan orang tua tidak akan menyayangi anaknya. Intinya ga akan ada keharmonisan dalam hidup ini. Jika tidak ada cinta, mungkin kita tidak akan mengenal kosakata seperti: cantik, charming, cakep, tampan dan lain-lain. Karena ga ada cinta, mungkin tidak akan mengenal penyair kondang Kahlil Gibran. Jangan kira kalo ga ada cinta hanya akan mematikan pasangan manusia. Hampa cinta juga akan memusnahkan kehidupan sebuah keluarga. Seorang ibu akan menganggap kehadiran anak bukan sebagai amanah, akan tetapi sebagai beban, Ayah tidak akan mau bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. Dan akhirnya tanpa ada cinta, maka sebuah keluarga tidak akan pernah terbentuk, karena so pasti tidak aka nada yang namanya pertemuan dan percintaan antara laki-laki dan perempuan. Kesukaan terhadap lawan jenis hendaknya harus tetap membuat diri mampu memelihara tanggung jawab, menjaga jati diri, dan menjadi orang yang lebih baik. Tapi hati-hati kalau putus cinta, yang kudu dijalanin meski ini tidak sejalan dengan korbannya adalah: 1. Yakin kamu bisa mengatasinya. Yakin bahwa hanya kamu yang mampu memahami dan mengendalikan emosi yang bergelora dalam dirimu, bukan orang

lain. Yakinlah bahwa banyak hal yang bisa didapatkan dari putusnya hubungan cinta mu. 2. Tidak saling menyalahkan. Saat sedang mengalami patah hati, seringkali hal terebut menimbulkan persaan yang ekstrem seperti suhu di padang pasir, terutama sikap saling menyalahkan. Padahal sikap menyalahkan ini, entah itu nyalahin orang lain atau diri sendiri hanya akan menumpuk beban yang kian berat pada luka cinta yang sedang diderita. 3. Patah hati ga berarti kehilangan cinta. Sahabat boleh kecewa dan patah hati, namun yakinlah bahwa patah hati tidak akan mampu melenyapkan cinta. Patah hati bukanlah sebuah alasan yang tepat untuk meninggalkan cinta yang sedang menunggu. 4.Buatlah aktivitas yang mengharuskan sahabat untuk sibuk. Ini ga usah dijelasin, sahabat bisa cari sendiri aktifitasnya 5.Tidak melakukan apa yang seharusnya tidak sahabat lakukan. Misal panggil dukun untuk bertindak atau Bunuh diri loncat dari tempat tidur. 6.Memaknai kembali arti cita. Memaknai kembali cinta akan membantu sahabat mencari pegangan yang kuat dalam hubungan cinta yang lain. Cinta tidak mengajarkan orang untuk saling membenci atau bertindak jahat kepada orang lain, apalagi sang mantan. So, jangan pernah takut untuk merajut kembali makna cinta, karena jika sahabat takut kepada cinta, berarti sahabat takut kepada kehidupan. Carilah apa yang sahabat butuhkan dalam cinta. Life Must Go On cuuuyyyy. 7. Bangkitkan kembali harapan barumu. Pandangilah dan renungkan. Pandangi hidup sahabat dari perspektif baru. Sahabat tidak harus menjadi korban bayangbayang sang manta, bangunlah harapan baru kedepan. Kisah lama telah ditutup, mimpi dihari kemarin telah pupus. Tetapi bukan berarti sahabat harus mengabaikan petualangan hari esok yang masih terbentang luas dihadapan sahabat. Seperti lagunya Shaden-Dunia belum berakhir atau Lusy Rachmawati yang liriknya tanpamu ternyata langit masih biru.. dst 8.Bersyukurlah. Bagi orang yang bijaksana, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup penuh dengan hikmah, yakni memiliki mutiara yang harus dipetik darinya. Jiwa yang besar akan melahirkan perasaan syukur karena Alloh swt telah mengirim sang kekasih untuk menjadi guru tentang cinta yang gagal. Petiklah hikmah dari peristiwa itu. Patah hati yang sahabat alami akan menjadi awal yang bagus untuk membina hubungan baru yang lebih baik. Sadarilah, bahwa sahabat telah menerima banyak berkah dari Alloh swt. Sahabat telah diberi kesempatan untuk mengenal cinta yang benar. Sahabat diberi kesempatan untuk menikmati hikmah dibalik kisah cinta yang pernah sahabat alami. Kini saatnya sahabat membekali diri sahabat pada kisah-kisah dalam episode berikutnya. Yang akan datang.. Pesona Cinta Remaja Muslimah