P. 1
Askep Persalinan Normal

Askep Persalinan Normal

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh Tri Hanggi

More info:

Published by: Tri Hanggi on Jan 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PERSALINAN NORMAL

Oleh KELOMPOK 3 RSMC

Pengertian Persalinan (Partus)
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri),yang dapat hidup ke dunia luar,dari rahim melalui jalan lain.(Rustam Mochtar, 1998) Persalinan adalah perangkaian kejadian yang berakhir pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hamper cukup bulan,disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.(Sulaiman S, 1983) Persalinan adalah suatu prosesn pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam melalui vagina ke dunia luar.(Arif.M ,2001)

Perubahan pada system Pernapasan Perubahan pada Ginjal Perubahan pada Integumen Perubahan pada system Muskuloskeletal Perubahan pada system Neurologi Perubahan pada system Pencernaan Perubahan pada system Endokorin .Perubahan Fisiologis Perubahan pada system Kardiovaskuler curah jantung sekitar 10% sampai 15% pada tahap pertama persalinan dan sekitar 30% sampai 50% pada tahap selanjutnya.

Pembukaan 3 cm dapat berlangsung dalam 7-8 jam.menyusui. Fase Aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase :    Periode Akselerasi : berlangsung 2 jam.hubungan kasih ibu dan bayi. .pembukaan menjadi 4 cm. Periode Deselasi : berlangsung lambat.Pembagian Kala Persalinan Normal Proses persalinan normal dibagi menjadi 4 . Periode Dilatasi Maksimal : berlangsung selama 2 jam.pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm atau lengkap Adalah waktu saat pengeluaran janin Adalah waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri/plasenta. Vesica urinaria kosong.perdarahan.yaitu:  Kala I (pembukaan) Fase laten : dimana pembukaan serviks berlangsung lambat.untuk mengobservasi Ibu terhadap keadaan umum.  Kala II (pengeluaran janin) ± ± Kala III (pengeluaran uri/plasenta)  Kala IV Kontraksi uterus Terdapat perdarahan (300-500 ml) Plasenta dan selaput kotiledon lengkap Diterapkan selama 2 jam.(banding attachment).sejak lahirnya plasenta.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Passanger Passage (jalan lahir) Powers Position Psychologi Respons .

His setiap 5-30 menit. meningkat) Riwayat tentang selaput ketuban Bagaimana status emosi Dilatasi serviks : 0-3 cm Kontraksi .ASUHAN KEPERAWATAN KALA I Fase Laten Pengkajian : Riwayat : ± ± ± ± ± ± ± ± Riwayat tanda-tanda persalinan (kontraksi teratur. selama 10-30 detik Sekret. Merah muda s/d coklat Selaput ketuban (+/-) Djj terdengar jelas di umbilitus Pemeriksaan fisik : .

Lingkup diagnosa keperawatan : Kecemasan Kurang pengetahuan Resiko kurang volume cairan Tidak efektifnya kopling individu Resiko tinggi cedera pada ibu Resiko tinggi injury pada fetal .

5-5 menit selama 30 40 detik Dilatasi serviks : 4-7 cm Pengeluaran darah sedang Janin maju : 1-2 cm dibawah spinaischiadica Djj bervariasi Djj dapat dideteksi sedikit dibawah umbilikus.Tahap Akhir Pengkajian Klien serius . . lelah (pernapasan dan relaksasi) His tingkat sedang setiap 2.

Lingkup Diagnosa Keperawatan Gangguan rasa nyaman : nyeri akut Gangguan pola eliminasi : urin Kecemasan Tidak efektifnya mekanisme koping Gangguan konsep diri Potensial injury Potensial/ resti gangguan pertukaran 02 fetal .

.Tahap Transisi (Deselerasi) Pengkajian Memperlihatkan perilaku mitabel Kemampuan mengontol diri menurun Merasakan enak sampai muntah Tidak nyaman pada abdomen dan sakrum Gelisah. dan takut Rasa ingin BAB Merasa panas. ibu berkeringat banyak TD meningkat 5-10 mm Hg diatas normal FHR terdengar jelas diatas simpisis pubis. dilatasi serviks 8-10 cm Janin maju/ turun. nyeri. kotrasi/ His meningkat setiap 2-3 menit Selama 45-60 detik. darah+lendir.

Lingkup Diagnosa Keperawatan : Gangguan rasa nyaman : nyeri Gangguan cardiac output Resti kekurangan volume cairan Gangguan pola tidur Tidak efektifnya koping individu .

KALA II Pengkajian Klien mengeluh ingin BAB Anamnesa diantara HIS. kaki gemetar selama ada dorongan untuk mengedan Lelah/ tenaga Tidak tahu tehnik relaksasi Respon tahu tehnik / khawatir Kontraksi uterus kuat tiap 2-3 menit selama 50-70 detik Dilatasi 10 cm. darah+ lendir dari vagina meningkat Peregangan rektum dan vagina Distensi varica urinaria Keluahan posiht (ruptur ) Keringat banyak Tekanan darah naik 5-10 mmHg .

Lingkup Diagnosa Keperawatan : Gangguan rasa nyaman : nyeri akut Gangguan pertukaran O2 pada janin Gangguan integritas kulit Kurang mampu mengikuti pimpinan persalinan Potensial infeksi Resti trauma pada ibu/ janin Tidak efektif pola nafas Perubahan konsep diri Tidak efektifitasnya koping individu .

KALA III Pengkajian Prilaku gembira + lebih Tremor kaki. mengigil Perdarahan vagina Tali pusat memanjang Utera berubah bentuk (bulat keras) Keluar darah normal (250-300ml) Jalan lahir lecet / sobek Episiotomi Nadi lambat .

Lingkup Diagnosa Keperawatan Kekurangan volume cairan Potensial injury pada ibu Gangguan proses keluarga Kurang pengetahuan Gangguan rasa nyaman : nyeri .

KALA IV Pengkajian Suhu tubuh meningkat 38 0 C Nadi 50-70x/ mnt BB turun 5-6 kg Uterus lambat/ keras. alba Perineum : lecet/ utuh. Lochea : rubra. tinggi antara simfisis-winblikis. . serosa. edema pd vulva Rektum hemoroid Mamae lambek dan kenyal. 12 jam pertama 1 cm di atas umbilkus.

Lingkup Diagnosa Keperawatan Gangguan fungsi genitourinary Kurang volume cairan Potensial infeksi Gangguan rasa nyaman : nyeri .

karena data-data penunjang yang kami temukan di lapangan pun sedikit berbeda dari data yang terdapat pada tinjauan teoritis.  .PEMBAHASAN  PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek biologi. Pada pengkajian ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Namun beberapa diagnosa yang muncul pada kasus yang kami angkat sedikit berbeda. Pada etiologi antara teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan. diagnosa keperawatan yang muncul pada tinjauan kasus tidak jauh berbeda. psikologi dan sosial. spiritual. DIAGNOSA KEPERAWATAN Berdasarkan tinjauan teoritis. sehingga dapat menunjukkan masalah yang dihadapi klien.

 INTERVENSI Pada prinsipnya rencana tindakan yang disusun sama dengan yang terdapat pada tinjauan toritis. Pada tahap perencanaan diperlukan kriteria hasil untuk menyusun tindakan keperawatan seperti masalah yang lebih diprioritaskan atau masalah pada klien berdasarkan Hierarki Maslow.  IMPLEMENTASI Berdasarkan hasil kerja di lapangan dalam melakukan intervensi keperawatan di temukan adanya kesamaan dalam teori dan ada juga kesenjangan. .

. EVALUASI Untuk melakukan evaluasi sebelumnya diketahui juga tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan sehingga nantinya dapat menilai apakah tujuan tidak tercapai atau tercapai sebagian da tercapai sepenuhnya.

SEKIAN .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->