Anda di halaman 1dari 5

http://etd.eprints.ums.ac.id/2796/1/J100050034.

pdf PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS GENU BILATERAL DENGAN MODALITAS MICROWAVE DIATHERMI DAN TERAPI LATIHAN DI RSUD SRAGEN BAB I PENDAHULUAN Bangsa Indonesia sedang giat melaksanakan pembangunan di segala bidang, salah satunya pembangunan di bidang kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan keadaan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya. Derajat kesehatan masyarakat yang optimal adalah tingkat kondisi kesehatan yang tinggi dan mungkin dapat dicapai pada suatu saat sesuai dengan kondisi dan situasi serta kemampuan yang nyata dari setiap orang atau masyarakat dan harus selalu diusahakan peningkatannya secara terus menerus (UU Kes. No 32 Tahun 1992). Fisioterapi merupakan salah satu bagian dari tim medis yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan. Menurut Purnamadyawati (2006), fisioterapi memiliki peran dalam mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak serta fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual maupun dengan peralatan seperti electrotherapy dan mekanis. A. Latar Belakang Masalah Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi yang paling sering ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan 2 gangguan gerakan sendi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari (Adnan, 2007). Sendi lutut merupakan sendi yang paling penting dalam menumpu berat badan, dengan demikian sendi lutut sangat mudah mengalami osteoarthritis yang akan menimbulkan kekakuan sendi, perubahan bentuk dan nyeri untuk berjalan, naik tangga dan berdiri dari duduk. Osteoarthritis banyak menyerang pada usia lanjut. Pada umumnya pria dan wanita sama-sama dapat terkena penyakit ini meskipun pada usia sebelum usia 45 tahun. Osteoarthritis banyak menyerang atau terjadi pada pria dan wanita setelah usia 45 tahun, akan tetapi ostearthritis banyak menyerang wanita (Hudaya, 1996). Ada beberapa faktor predisposisi yang diketahui berhubungan erat dengan terjadinya osteoarthritis sendi lutut yaitu umur, jenis kelamin, obesitas, faktor hormonal atau metabolisme, genetik, aktivitas kerja dan trauma. Tujuan dari penatalaksanaan osteoarthritis sendi lutut adalah untuk mencegah atau menahan kerusakan yang lebih lanjut pada sendi lutut, untuk mengatasi nyeri dan kaku sendi guna mempertahankan mobilitas (Carter, 1995). Modalitas yang digunakan penulis pada kasus ini adalah Micro Vave Diathermy (MWD) dan terapi latihan. MWD adalah salah satu modalitas fisioterapi yang dapat bermanfaat dalam mengurangi nyeri. MWD adalah salah satu modalitas fisioterapi yang dapat bermanfaat dalam mengurangi nyeri. MWD cocok untuk jaringan superficial dan struktur artikuler yang dekat dengan permukaan kulit, misalnya pada permukaan anterior pergelangan tangan dan lutut.

Salah satu tujuan utama dari terapi MWD adalah untuk memanaskan jaringan otot 3 sehingga akan memberi efek relaksasi pada otot dan meningkatkan aliran darah intra muskuler, hal ini terjadi karena adanya peningkatan temperatur yang signifikan (Low, 2000). Selain MWD modalitas lain yang digunakan penulis untuk kasus osteoarthritis sendi lutut yaitu terapi latihan. Manfaat dari terapi latihan pada pasien osteoarthritis sendi lutut adalah peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), penguatan otot, peningkatan ketahanan (endurance) statik maupun dinamik dan kenyamanan (mellbeing) pasien (Tulaar, 2006). B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah karya tulis ilmiah ini adalah: 1. Apakah pemakaian modalitas MWD dan terapi latihan dapat mengurangi nyeri dan oedem 2. Apakah pemakaian modalitas MWD dan terapi latihan dapat meningkatkan LGS pada penderita osteoarthritis genu bilateral? 3. Apakah pemakaian modalitas MWD dan terapi latihan dapat meningkatkan kekuatan otot pada penderita osteoarthritis genu bilateral? C. Tujuan 1. Tujuan Umum Tujuan umum penulisan karya tulis ilmiah pada kasus osteoarthritis genu bilateral adalah untuk mengetahui permasalahan pendekatan fisioterapi pada problem kapasitas fisik dan kemampuan fungsional kondisi osteoarthritis. 4 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus penulis adalah: a. Untuk mengetahui pengaruh MWD dan terapi latihan dalam mengurangi nyeri pada penderita osteoarthritis knee bilateral. b. Untuk mengetahui proses terapi latihan terhadap peningkatan kekuatan otot pada penderita osteoarthritis knee bilateral. c. Untuk mengetahui proses terapi latihan terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita osteoarthritis knee bilateral. d. Untuk mengetahui proses peningkatan aktifitas fungsional pada penderita osteoarthtritis knee bilateral. D. Manfaat 1. Bagi penulis Dapat lebih dalam mengenal osteoarthritis lutut sehingga dapat menjadi bekal untuk penulis setelah lulus. 2. Bagi masyarakat Dapat memberikan informasi yang benar kepada pasien, keluarga, masyarakat, sehingga dapat lebih mengenal dan mengetahui gambaran osteoarthritis lutut dalam pendekatan fisioterapi. 3. Bagi pendidikan Memberikan informasi ilmiah bagi penelitian mengenai osteoarthritis lutut bagi penelitian selanjutnya. 5 4. Bagi institusi kesehatan Dapat memberikan informasi obyektif mengenai osteoarthritis lutut kepada tenaga medis, baik yang bekerja di rumah sakit maupun puskesmas.

5. Bagi fisioterapi Dapat lebih mengetahui secara mendalam mengenai osteoarthritis lutut dan dapat digunakan dalam pelaksanaan terapi. http://etd.eprints.ums.ac.id/937/1/J100050005.pdf PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI MICRO WAVE DIATHERMY DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS GENU UNILATERAL BAB I PENDAHULUAN Paradigma sehat adalah dasar pandangan baru dalam dunia kesehatan yang merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan bangsa yang besifat proaktif (F. A. Moeloek 1999 diikuti kembali oleh Fransisca xaveria, 2001). Dalam konsep paradigma sehat menuju Indonesia sehat 2010, tujuan pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesedaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal dengan cara menciptakan masyarakat yang berprilaku sehat serta berkemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang diselenggarakan secara adil dan yang merata (Depkes RI, 1999). Untuk memenuhi tujuan tersebut, pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya pada bidang kuratif saja tetapi juga preventif, promotif, dan rehabilitatif. Fisioterapi sebagai salah satu disiplin ilmu yang mempunyai lingkup kerja tersendiri juga tidak lepas dari upaya-upaya tersebut. Terutama yang berhubungan dengan gerak dan fungsi sehingga peran yang banyak dilakukan fisioterapis adalah usaha rehabilitatif serta promotif (Depkes RI, 1992). A. Latar Belakang Masalah Diantara lebih dari 100 jenis penyakit sendi yang dikenal, Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi yang paling sering ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan gangguan gerakan sendi sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Osteoarthritis di masukkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke dalam salah satu dari empat kondisi otot dan tulang yang membebani individu, system kesehatan maupun system perawatan sosial dengan biaya yang cukup besar. Di seluruh dunia diperkirakan 9,6 % pria dan 18 % wanita diatas usia 60 tahun menderita osteoarthritis. Penyakit ini meningkat akibat bertambahnya usia harapan hidup, obesitas (kegemukan). Osteoarthritis juga dimasukkan menjadi penyebab terbanyak kecacatan dan disabilitas. Menurut data World Health Organization (WHO), 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita OA lutut, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak Pada tahun 2020, WHO memperkirakan penyakit ini akan menjadi penyebab utama disabilitas umat manusia indonesia setelah arthritis rheumatoid (jenis penyakit rematik yang mengenai jari tangan/jari kaki), osteoporosis (keropos tulang) dan nyeri punggung bawah. Indonesia merupakan Negara ke-4 dengan jumlah lansia terbanyak sesudah china, India, dan Amerika Serikat. Menurut data dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) tahun 2000, jumlah lansia di Indonesia 15 juta dan menjadi 18 juta pada tahun

2005. Di RS.Cipto Mangun Kusuma Jakarta, osteoarthritis menduduki urutan kedua setelah rematik luar sendi, meski bukan penyakit yang mendatangkan maut tetapi berdampak lansung pada kuliatas hidup penderita. Karena memburuknya rasa nyeri hingga menimbulkan disabilitas. Penyakit ini menyerang sendi-sendi penompang berat badan, seperti pinggang, lutut dan leher. Prevalensi atau insiden pada populasi tidak dipengaruhi oleh iklim, lokasi geografis, suku bangsa atau warna kulit. Pada umumnya laki-laki dan wanita sama-sama dapat terkena penyakit ini, meskipun sebelum 45 tahun, lebih sering pada laki-laki tetapi setelah umur 45 tahun lebih banyak pada wanita. Osteoarthriris adalah suatu kerusakan pada permukaan kartilago yang ditandai dengan perubahan histologi, klinis dan radiologi. Sedangkan kelainan utama pada OA adalah kerusakan tulang rawan sendi yang sering diikuti penebalan tulang subkhondral, pertumbuhan osteofit, kerusakan ligamen serta kapsul sendi dan sering dijumpai tanda peradangan pada sinovial sehingga dalam sendi sering didapati efusi. Osteoarthritis umumnya menyerang sendi penopang tubuh, seperti sendi lutut, panggul, pinggang dan dapat juga mengenai sendi jari tangan terutama sendi interfalang distal dan interfalang proksimal. Sendi lutut merupakan sendi yang paling sering terkena OA. Sebagaimana menurut Kellgren dan Lawrence melaporkan bahwa prevalensi terjadinya OA lutut adalah 40,7% pada perempuan, dan 29,8% pada laki-laki dengan usia 55-64. Adapun menurut penelititan HANES 1 didapatkan penderita Osteoarthritis sendi lutut pada wanita lebih tinggi dibandingkan laki-laki (7,6% dibandingkan 4,3%). Problematik fisioterapi pada osteoarthritis knee unilateral meliputi impairment, functional limitation dan disability. Problematik yang termasuk impairment, yaitu : (1) adanya nyeri karena disekitar lutut masih terlihat adanya tanda radang dan juga lutut merupakan sendi yang paling banyak dipakai untuk bergerak, selain itu bisa disebabkan karena faktor jenis kelamin, kegemukan, dan penggunaan berlebihan dari sendi lutut tersebut. (2) adanya keterbatasan luas gerak sendi lutut kearah fleksi, (3) adanya penurunan kekuatan otot quadriceps dan hamstring. Problematik yang termasuk functional limitation adalah keterbatasan penderita untuk melakukan aktifitas fungsional dengan tungkai, misalnya: jongkok, berdiri, berjalan lama. Problematik yang termasuk disability adalah penderita tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat seperti semula. Fisioterapi dalam mengatasi problematik di atas dapat menggunakan beberapa modalitas diantaranya; Modalitas yang dapat digunakan pada kasus ini antara lain adalah micro wave diathermy (MWD) dan terapi latihan. MWD adalah salah satu modalitas fisioterapi yang dapat bermanfaat dalam mengurangi nyeri. MWD cocok untuk jaringan superficial dan struktur artikuler yang dekat dengan permukaan kulit, misalnya pada permukaan anterior pergelangan tangan dan lutut. Salah satu tujuan utama dari terapi MWD adalah untuk memanaskan jaringan otot sehingga akan memberi efek relaksasi pada otot dan meningkatkan aliran darah intramuskuler, hal ini terjadi karena adanya peningkatan temperatur yang signifikan. Selain MWD modalitas lain yang digunakan untuk kasus OA sendi lutut yaitu terapi latihan. Adapun terapi latihan yang dilakukan berupa active movement dan hold relax. Manfaat dari terapi latihan pada pasien OA sendi lutut adalah peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), penguatan otot, peningkatan ketahanan (endurance) statik maupun dinamik dan kenyamanan (wellbeing) pasien.

Tujuan dari penatalaksanaan OA sendi lutut adalah untuk mencegah atau menahan kerusakan yang lebih lanjut pada sendi lutut, untuk mengatasi nyeri dan kaku sendi guna mempertahankan mobilitas. B. Rumusan Masalah Berdasarkan dengan masalah-masalah yang ditimbulkan pada kondisi Osteoarthritis (OA) dengan modalitas fisioterapi yang digunakan dalam pengobatannya sehingga penulis menimbulkan pertanyaan yaitu : (1) Apakah MWD dan Terapi latihan dapat mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan LGS pada pasien Osteoarthritis knee unilateral ? (2) Apakah MWD dan Terapi latihan dapat mengatasi permasalahan aktivitas fungsional seperti jongkok ke berdiri, berdiri lama, dan naik turun tangga pada pasien osteoarthritis knee unilateral ? C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Dalam penulisan KTI ini ada beberapa tujuan yang ingin dicapai antara lain : (1) Untuk mengetahui manfaat MWD dan Terapi latihan terhadap penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot dan peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita osteoartris knee unilateral (2) Untuk mengetahui manfaat MWD dan terapi latihan terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis knee unilateral. 2. Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus penulis adalah : (1) Untuk mengetahui manfaat MWD dalam mengurangi nyeri pada penderita osteoarthritis knee unilateral (2) Untuk mengetahui manfaat terapi latihan terhadap peningkatan kekuatan otot pada penderita osteoarthritis knee unilateral (3) Untuk mengetahui manfaat terapi latihan terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita osteoarthritis knee unilateral (4) Untuk mengetahui manfaat terapi latihan terhadap pengurangan bengkak dan peningkatan aktivitas fungsional pada penderita osteoarthritis knee unilateral. D. Manfaat A. Bagi Penulis Diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang mendalam serta pengalaman mengenai kasus-kasus osteoarthtritis (OA) sehingga dapat memudahkan penulis setelah lulus dalam menangani osteoarthritis tersebut.. B. Bagi Masyarakat Untuk memberikan wawasan maupun menyebarluaskan informasi sedini mungkin mengenai kasus-kasus osteoarthritis mengingat kasus ini banyak dijumpai di masyarakat, terutama pada wanita yang telah menapouse. C. Bagi Pendidikan Dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman, menyebarluaskan informasi mengenai kasus osteoarthritis. D. Bagi Institusi Kesehatan Dapat bermanfaat bagi institusi-institusi kesehatan agar dapat lebih mengembangkan ilmu pengetahuan tentang kasus-kasus osteoarthritis tersebut sehingga dapat ditangani secara optimal dan tepat. E. Bagi Fisioterapi Dapat membantu mempermudah para calon fisioterapi dan mengetahui secara mendalam tentang OA itu sendiri.