Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH AGAMA

hadist sebagai sumber hukum islam

Oleh:

Donna Putri Anisha (XE /11)

SMA 1 WONOSARI
Jalan Brigjen Katamso Nomor 04 Wonosari, Gunungkidul 55813 Telp/Fax (0274) 391079

KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr.Wb. Rasa syukur kami ucapkan kepada ALLAH Yang Maha Esa,atas izin-Nya yang telah di berikan kepada kami hingga terselesaikanya Makalah tentang Hadits sebagai sumber hukum islam kami telah berusaha semaksimal mungkin,menyusun, makalah tentang Hadits sebagai sumber hukum islam. Atas usaha kami dapat menyelesaikan tugas yang di perunjukan kepada kami kami khususnya kami .Kami pun bersyukur karena dapat menyelesaikan tugas yang telah di berikian guru kami. Selanjutnya kami selaku penyusun dalam pembuatan makalah jika ada yang kurang berkenaan di hati para pembaca,kami mohon ma af sebesar-besarnya,karena manusia tak luput dari dosa maupun khilaf,jika dalam pembuatan makalah ini masih bada kekurangan kami mohon kritik dan saran ,supaya kami lebih baik lagi dalam membuat makalah.semoga jirih payah kami dan pengorbanan kami mendapat balasan yang setimpal dari ALLAH S.W.T.Amin. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Wonosari, 29 November 2011

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................ .......... i KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. ii DAFTAR ISI ................... ......................... .......... 1 PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 1 Latar belakang masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 Permasalahan .................................................... . 1 PEMBAHASAN ............................................. ......... 2 Pengertian hadits .......................................... ............ 2 Macam-macam hadits . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 BENTK HADITS ...................................................... 6 Hadits Qauli ................... ......................... .......... 6 Hadits Fi li ................... ......................... .......... 6 Hadits Taqriri ................. .....................................7 Kedudukan hadits terhadap al-qur an . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 Fungsi hadits terhadap al-qur an ............................................... 8 Perbandingan hadits dengan al-qur an . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8

ii

A. PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH Hadist penampung Sunnah Nabi,memuat kebutuhan dasar Kaum Muslim Individu dan Komunitas.Dalam bab pembahasan akan mencoba membahas tentang pengertian Hadits,Sunnah,Khabar,Atsar,kemudian akan pula dibahas tentang bentuk-bentuk hadits,baik Hadits Qauli,Fi li,dan Taqriri,kemudian pada Bab pembahasan akan membahas tentang Kedudukan Hadits terhadap Al-Qur an,Fungsi Hadits terhadap Al-Qur an,kemudian perbandingan antaa Al-Qur an dan Al-Hadits. Dalam setiap pembahasan di atas akan kita jumpai permasalahan-permasalahan seperti yang akan di bahas pada pokok bahasan permaslahan. PERMASALAHAN Dari pembahasan diatas dapat kita temukan permasalahan-permasalaha yaitu: 1. Apakah pengertia Hadits? 2. Bagaimana bentuk-bentuk Hadits? 3. Bagaimana Kedudukan Hadits terhadap Al-Qur an? 4. Bagaimana Fungsi Hadits Terhadapa Al-Qur an? 5. Apa perbandingan/perbedaan antara hadist dan AL-Qur an? Semua permasalahan tersebut akan dibahas pada Bab pembahasan.                  

A. PEMBAHASAN

PENGERTIAN HADITS Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an. Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah. Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.

MACAM-MACAM HADITS
y

Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi o Hadits Mutawatir o Hadits Ahad  Hadits Shahih  Hadits Hasan  Hadits Dha'if Menurut Macam Periwayatannya o Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul) o Hadits yang terputus sanadnya  Hadits Mu'allaq  Hadits Mursal  Hadits Mudallas  Hadits Munqathi  Hadits Mu'dhol Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi o Hadits Maudhu' o Hadits Matruk o Hadits Mungkar o Hadits Mu'allal o Hadits Mudhthorib o Hadits Maqlub o Hadits Munqalib o Hadits Mudraj o Hadits Syadz

Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi Hadits Mutawatir Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir: 1. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. 2. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath'iy. 3. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.

Hadits Ahad Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah "zhonniy". Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha'if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu: Hadits Shahih Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an. Harus bersambung sanadnya Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya) Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) Tidak cacat walaupun tersembunyi.

Hadits Hasan Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz. Hadits Dha'if Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.

Menurut Macam Periwayatannya


Hadits yang bersambung sanadnya Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. Hadits ini disebut hadits Marfu' atau Maushul.

Hadits yang terputus sanadnya Hadits Mu'allaq Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits dha'if. Hadits Mursal Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu. Hadits Mudallas Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya. Hadits Munqathi Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi'in. Hadits Mu'dhol Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'it dan tabi'in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi'in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk hadits-hadits dha'if.

Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi


Hadits Maudhu' Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits. 4

Hadits Matruk Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta. Hadits Mungkar Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur. Hadits Mu'allal Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma'lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu'tal (hadits sakit atau cacat). Hadits Mudhthorib Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan. Hadits Maqlub Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi). Hadits Munqalib Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah. Hadits Mudraj Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya. Hadits Syadz Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.

5 BENTUK HADITS

Ditinjau dari segi isinya, Hadis dibagi menjadi tiga: 1. Hadis Qauli Segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang berupa perkataan dan perbuatan yang membuat berbagai maksud Syara ,peristiwa dan keadaan baik yang berkaitan dengan akidah,syari ah ahlak,maupun yang lainnya. Contoh Hadits Qauli:

: (

..

: )

Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a: Saya telah mendengar Rasullulah Saw.bersabda: Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu itu dengan cara mencabut dari dadanya para hamba,tetapi Dia mencabut ilmu dengan cara mencabut nyawa para ulama.sehingga bila telah tidak tinggal lagi seorang yang berilmu,manusia lalu mengambil.mengangkat pemimpinpemimpin yang bodoh.Dan bila mereka para pemimpin itu di tanya tentang sesuatu,mereka memberika fatwa tanpa ilmu pengetahuansehingga mereeka jadi sesat dan menyesatkan .(Riwayat Bukhari dan Muslim).

2. Hadis fi ly Segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW,Berupa perbuatan yang sampai kepada kita,seperti hadits tentang shalat dan haji. Contoh Hadits Fil li

: .(

.. )

Dari Jabir ra.berkata:Adalah Rasullulah Saw.: Shalat di atas kendaraannya kemana saja arah kendaraannya itu menghadap .maka apabila Beliau hendak shalat fardlu,beliau turun dari kendaraanya kemudian shalat menghadap kiblat (Riwayat Bukhari)

3. Hadis taqriry Segala hadis yang berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW terhadapa apa yang datang dari Sahabatnya.Nabi SAW membiarkan sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat,setelah memenuhi beberapa syarat,baik mengenai pelakunya maupun perbuatanya. Contoh hadits taqriry: Misalnya pada suatu ketika Nabi bersama Khalid bin Walid berada dalam suatu. Jamuan makan yang dihidangkan daging biawak.Nabi tidak menegur atas adanya jamuan daging biawak tersebut dan tatkala Nabi di persilakan untuk memakannya beliau bersabada:

Ma afkan,Berhubung binatang ini tidak terdapat di kampung kaumku,Aku jijik padanya

KEDUDUKAN HADITS TERHADAP AL-QUR AN


Hadis adalah sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur an. Artinya Hadis menjadi dasar dan dalil bagi aturan-aturan (baik dalam masalah aqidah, hukum, maupun etika) dalam ajaran Islam bersama-sama dengan al-Qur an. Hadits sebagai Sumber Hukum Islam Dr.Musthafa As-Siba iy dalam As-Sunnah wawakantuha fil Tasyiri il Islamy hal 343.Menyatakan bahwa Umat Islam zaman dahulu dan zaman sekarang telah sepakat,terkecuali sekelompok orang,yang berpaling menyalahinya,bahwa sunnah rasul yang berupa sabda,perbuatan dan pengakuannya itu,merupakan salah satu sumber hukum islam... Banyak ayat-ayat Al-Qur an yang menunjukan bahwa Hadits/Sunnah Rasul tersebut adalah merupakan sumber hukum islam atau sebagai dasar-dasar pokok dari Syari at Islam.diantarnaya:

Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. ialah: berhakim kepada selain nabi Muhammad s.a.w.

Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat.

FUNGSI HADITS TERHADAP AL-QUR AN

Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran. Dr.Musthafa As-Siba iy menjelaskan bahwa fungsi hadits terhadap Al-Qu an ada tiga: Memperkuat hukum yang terkandung dalam Al-Qur an,baik yang global maupun yang detail. a. Menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur an yaitu mentaqyidkan yang Mutlak,menthafsilkan yang mujmal dan mentakhishkan yang am. b. Menetapkan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur an,pada point no 3 ini para Ulama berbeda pendapat,tetapi perbedaan itu,tentanglah wujudnya hukum yang telah di tetapkan oleh Hadits itu,tetapi berkisar pada masalah apakah hukum dari hadits itu berada di luar hukum-hukum Al-Qur an,ataukah memang telah tercakup jiga oleh nash-nash AlQur an secara Umum.

PERBANDINGAN HADITS DENGAN AL-QUR AN


Perbandingan Antara Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai Sumber Hukum Sekalipun al-Qur'an dan as-Sunnah / al-Hadits sama-sama sebagai sumber hukum Islam, namun diantara keduanya terdapat perbedaan-perbedaan yang cukup prinsipil. Perbedaanperbedaan tersebut antara lain ialah : a. Seluruh ayat al-Qur'an mesti dijadikan sebagai pedoman hidup. Tetapi tidak semua hadits mesti kita jadikan sebagai pedoman hidup. Sebab disamping ada sunnah yang tasyri' ada juga sunnah yang ghairu tasyri . Disamping ada hadits yang shahih adapula hadits yang dha,if dan seterusnya. b. Al-Qur'an sudah pasti otentik lafazh dan maknanya sedangkan hadits tidak. Apabila AlQur'an berbicara tentang masalah-masalah aqidah atau hal-hal yang ghaib, maka setiap muslim wajib mengimaninya. Tetapi tidak harus demikian apabila masalah-masalah tersebut diungkapkan oleh hadits