Anda di halaman 1dari 4

Praktikum Uji Vitamin C pada Sari Buah

A.

TUJUAN

Menjelaskan kegunaan larutan iodium dalam pengujian vitamin c Menentukan keberadaan vitamin C dalam berbagai buah.

B.

ALAT DAN BAHAN 1. Tabung reaksi 2. Pipet tetes 3. Rak tabung reaksi 4. Plastik 5. Beker gelas 6. Tablet vitamin c 7. Larutan iodium/larutan lugol 8. Asam sitrat 9. Air kelapa 10. Jeruk nipis 11. Jambu air 12. Duku 13. Mangga 14. Tomat 15. Fruitamin 16. Jeruk manis

C.

LANGKAH KERA 1. Campurkan 20 tetes iodium dengan air sebanyak 1 sendok makan( larutan akan bewarna kekuning-kuningan ). Buat sebanyak sari buah yang mau di uji di tambah satu untuk di uji dengan vitamin C. 2. Haluskan tablet vitamin C menjadi bubuk, masukkan dari bubuk tadi kedalam gelas yang telah diisi air sebanyak 4 sendok makan. Aduk hingga bubuk vitamin C melarut sempurna. 3. Buatlah sari buah dari buah yang akan di uji dengan cara memeras buah tersebut dan tempatkan di dalam wadah yang berbeda. 4. Teteskan larutan iodium pada vitamin C sehingga larutan bewarna bening. Hitunglah jumlsh tetes larutan yang digunakan.

5. Selanjutnya, tetesi sari buah yang pertama sebanyak tetesan iodium kedalam larutan vitamin C. ( ulangi poin ini untuk sari buah yang lainnya. 6. Catat hasil pengujian pada tabel.

D.

HASIL PENGAMATAN

Tabel uji vitamin C pada buah Warna larutan iodium Sebelum ditetesi Setelah ditetesi Vitamin C Sari tomat Sari jeruk nipis Air kelapa Sari jambu air Asam sitrat Fruitamin Sari mangga Sari duku Sari jeruk manis Kuning Merah putih Putih keruh pink putih Merah Kuning Putih keruh Kuning Bening Bening Bening Bening Bening Bening keruh Bening keruh Bening Keterangan

+ + + + + + + +

E.PEMBAHASAN

Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C

berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah. Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan sumber utama vitamin ini.[3] Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan.[rujukan?] Albert Szent-Gyrgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi.[3] Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Womans University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.

Peranan vitamin C dalam tubuh


Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.

Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%. Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di

samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

Konsumsi
Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing.[6] Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C. Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati..

F. KESIMPULAN Dari sampel buah yang diteliti dapat disimpulkan bahwa tidak semua zat/larutan yang mempunyai rasa asam mengandung vitamin C, contohnya larutan cuka, bersifat asam namun tidak mengandung vitamin Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua buah mengandung vitamin c, namun kadarnya berbeda beda. Ada yang berkadar tinggi, ada juga yang berkadar rendah. Selain itu vitamin c juga bergantung pada suhu lingkungan, semakin tinggi suhun ya semakin sedikit kadar vitamin c yang terkandung dalam suatu buah dan sebaliknya. Dan dari semua jenis vitamin tidak hanya vitamin c, semuanya bermanfaat bagi tubuh dan jika sampai tubuh kita kekurangan vitamin vitamin tersebut, akan mengakibatkan gangguan pada tubuh kita. Namun jika kita kelebihan vitamin tersebut, juga akan dapat mengganggu. Jadi sebaiknya ki ta mengkonsumsi vitamin secukupnya saja Makanan yang mengandung karbohidrat atau glukosa (roti dan jeruk)akan terjadi perubahan warna. Hal itu karena adanya enzim ptyalin/ amylaseyang di dalam air ludah yang bereaksi dengan makanan tersebut, sehinggawarna makanan tersebut akan berbeda dengan warna makanan yang tidakdicampur air ludah kesimpulan air ludah