P. 1
Media Eksakta Juli 2009 (2)

Media Eksakta Juli 2009 (2)

|Views: 25|Likes:
Dipublikasikan oleh syamsultan2696

More info:

Published by: syamsultan2696 on Jan 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

Akumulas: Logam Berat Krom Dan Timbal Dalam Sedimen Estuaria Sung.ai Matangpondo Palu Irwan Said, M.

Noar Jalaluddin, Ambo Upe, Abd. Wahid Wahab Bentuk Kononik Similar Blok Sersesuaian Dengan Indeks Keterkontrolan pada (A,S) Tak Terkontrol

Gandung Sugita
Penerapan Pembelaj aran Kooperatif Tipe Numbe red-Heads- Together pada Aturan Sinus Cosinus untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XD SMA Negeri .2 Palu

Ibnu Hadjar, Eka Yulyani Putti
Pola pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Oi Propinsi Sulawesi Tengah

Haeruddin, Patahuddin, Dars/kin
Meningkatkan HasH Belajar Fisika Konsep Mekanika Melalui Pola Latihan Berjenjang pada Siswa Ke.lasX SMA Neqeri 2 Palu

Fatmawati
Implementasi Model Genius Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 3 Palu

/ Wayan Gede Sutirta, Syamsu
Pengembangan Model Program Santuan Layanan Belajar Untuk Mengurangi Kesalahan Konsep Fisika Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untad

Kama/uddin
Analisis Tingkat Pemahaman Konsep IPA - Fisika Guru SO Oi Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli

Nutiee, Syamsu
Optimasi Parameter Tekanan Pada Penumbuhan Lapisan Tipis Silikon Amorf Terh.idrogenasi Oengan Sistem Hit Wire PECVD

Syamsu, Amiruddin Kade, Haeruddin
Keanekaragaman Mangrove pada Kawasan Pantai Kabupaten Pohuwato Gorontalo

Mursito S. Bia/angi
Implementasi Sistem Mutu ISO-90DDterhadap Kinerja Puskesmas Oi Kota Palu

Syamsuddin

M

ediaEKSAKTA
Jurnal Matenaatika dan Sains
Logam Berat Krom Dan Timbal Dalam Sedimen Estuaria Sungai Matangpondo Palu Irwan Said, M. Noor Jalaluddin, Ambo Upe, Abd. Wahid Wahab Bentuk Kanonik Similar Blok Bersesuaian Dangan lndeks Keterkontrolan Pada (A,S) Tak Terkontrol Gandung Sugita Penerilpan Pembelajariln KooperatifTIpe Numbered-Heads-Together pada Aturan Sinus dan Casinus untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Xo SMA Negeri 2 Palu tisnu Hadjar, Eka Yutyani Putri POla Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Oi Provinsi Sulawesi Tengah Haeruddin, Patahucldin, Darsikin r.1eningkatkan Wasil Balajar Fisika Konsep Mekanika ""elalui Pola Latlhan Berjenjang Pada Siswa Kelas X SMA Negerl 2 Palu Fatmawati Implementasi Model Genius Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 3 Palu , Wayan Gede Sutirta, Syamsu Pengembangan Model Program Bantuan Layanan Belajar Untuk Mengurangi Kesalahan Konsep Fisika Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fislka FKIP Untad Kama/uddin Analisis Tingkat Pemahaman Komoap IPA-I'iaika Gutu SO Oi Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toll Nurlsa, Syamsu Optimasi Parameter Tekanan Pada Penumbuhan Lapisan Tipis Silikon Amorf Terhidrogenasi Oengan Sistem Hot Wirv PEeVe Syamsu, Amiruddin Kade, Haeruddin Keanekaragaman Ma"ngrove pa4a Kawa~an Pantai Kabupaten Pohuwato Gorontalo Afursito S. Bialang; Implementasi Sistem Mutu 150-9000 Terhadap Kinerja Puskesmas Di Kot:a Palu Syamsuddin Akumuluasi

MEDIA EKSAKTA

Patu, Juli 2009

ISSN: 0216-3144

Vol. 5 No.2, Juli 2009

ISSN : 0216-3144

MediaEKSAKTA
Jurnal Matematika dan Sains
f'amimpin Umuml Penanggung jawab Kamaluddin M Ketua Penyunting Mustamin Wakil Ketua Penyunting Jamaluddin Penyunting! Pelaksana M. Sakung

DAFTAR lSI
Akumuluasi logam Berat Krom Dan Timbal Dalam Sedimen Estuaria Sungai Matangpondo Palu (Irwan Said, M. Noor Jalaiuddin, Ambo Upe, Abel Wahid Wahab)........................................ Bentuk Kanonik Similar Slok Bersesuaian Dellgan Indeks Keterkonlrolan Pada (A.B) Tak Terkontrol (Gandung Sugita).. Penerapan Pemlbelajaran Kooper;ff. Tipe Numbered-Heads-Together pacta Aluran Sinus dan Casinus ..... (Ibnu Hadjar, Eka Yufyani Putn).......... Pola Pengembangan Kurikulum fingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di Provinsi Sulawesi Tengah (Haeruddin, Pathuddin, Darsikin)....................... Meningkatkan Has!! Betajar Fisika Konsep Mekanika Melalui Pola latihan ..... (Fatmawatl].... Implementasi Model Genius Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa 8MP Negeri 3 Palu (I Wayan Gede Sutitt«, Syamsu).... Pengembangan Model Program layanan Belajar Unluk Mengurangi Konsep (Kamalucfdin). Bantuan Kesalahan 100-104

063-068

069-013

Koordinator Penyunting Syamsu

074-081

Tim Penyunting
Andi Tanra Teliu (Biologi) Samsurizal MS (Biologi) Suherman (Kimia) Nurdin Rahman (Kimia) H. Muhammad Ali (Fisika) Mus!imin (Fisika) Maxinus Djaeng (Matematikaj Zainuddin (Matematika) Kesekretariatan Ritman Ishak Paudi Gandung Sugita Kasman Kasmudin Mustapa Syahrul Saehana Koordinator Dana Anggraeni

082-088

089-094

095-099

Analisis Tingkat Pemahaman Konsep IPA-Fisika Guru so Oi Kecamatan Baolan Kabupaten TaliToli (Nurisa, Syamsu)...................................... Optimasi Parameter Tekanan Pada Penumbuhan lapisan Tipis Silikan Amort (Syamsu. AmiruddinKade, Haerucfdin)

105-110

111-114

AJamat Redaksi

!

Jurusan PM1PA FK1P UNTAO Palu Sulawesi Tengah Telp. (0451) 422611 psw.251

Keanekaragaman Mangrove pada Kawasan Pantai ..... (Mursito S_ Bi3/angi)..................... Implementasi Sistem Mutu ISO-9000 Terhadap Kinerja Puskesmas Di Kola Palu (Syamsuddin)....

115-119

e-mail: e1csakta_utd@YahoG.com

120-124

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP IPA-FISIKA GURU SO DI KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOll-TOll Nurisa Abstract
1,

Syamsu2 .

Fundamental Problems in this research the lack of the unde~tan~mg of concept IPA-FISIKA learn SD in Subdistrict of Baolan. of Regency Toil-Toil. I~ course of teacher study ought to able to after conc_ep! In each;every study. This research have the character of descriptive whict1 aim 19 to Qtltam:get the accurate PI.CluTe about storey;level of understanding of concept IPA-FISI~ learn ~D [lnJ Subdlst:,ct of Baolan of Regency Toli-Toli. Intake Sample by purpostf sampling by entangling teacher as much 69 people from 23 SDN of exist in Subdistrict Baolan, Result of research indicate that the percentage mean mount the understanding of concept IPA-FISIKA learn the SD in each discussion fundamental have reached the category is ( 55,58%), fundamental of sound discussion have been con:'prehended better with the percentage mean of equal to 67,28%, while concept which still less in comprehending is etectrtcs with the percentage mean of equal to 46,95. Kata Kunci : Pemahaman Konsep lPA-Fisika, Guru SO

PENDAHULUAN Pendidikan dasar sedang memasuki era baru, hal inl berarti bahwa ada konsep, gagasan dan wawas~n kependidikan yang masl~ dipertahankan. Tetapi, bukan mustahil sebahagian konsep, gagasan dan wawasan kependidikan itu masih harus diubah dan diperbaharui sesual dengan perkembangan ilmu pengelahuan dan teknoloqi, Guru harus kreat!f menggunakan konsepsi kurikulum yang relevan, baik dalam rangka peningkatan kemampuan profesional sebagal gu~ maupun dalam ran~ka me~~pal sasaran belajar dalarn tUJuanpsndldikan nasional. Tugas utama seorang guru adalah membimbing, mengajar serta metanh peserta didik secara profesional sehingga dapat mengha~tarkan pes_erta didikoya kepencapalan tujuan pendidikan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, guru harus berpedoman kepada kurlkulum, yaituseperan~k:B~ rencana dan pengaturan menqenat lSI dan bahan p~ngajaran, serta cars yang digunakannya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. IImu Pengetahuan Alam (IPA) adalah pe1Jgetahuan tentang slam dan gejalaj 2

gejalanya. IPA juga merupakan kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasl tentang alam sekitar, yang diperoleh dad pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian 9a9asan. Dalam pengajaran IPA seorang guru dituntut untuk dapat mengajar siswanya memaflfaatkan slam sekitar sebagai sumber belajar. Alam sekitar merupakan sumber belajar yang paling otentik dan

tidak. habis digunakan. Oi lain pihak

alam sekitar tidak menyajikan pengetahuan secara sistematis, faktafakta yang masih berserakan akan menjadi bermakna bila tetah disusun secara sistematis. Dalam hal ini, peranan guru menjadi sangat penting untUk memberikan himbingan kepada siswanya menggali dan menyusun fakta-fakta yang berserakan dan alam sekitar itu menjadi sesuatu yang bermakna. Dalam proses pemahaman konsep IPA-Fisika akan lebih bennakna bagi guru [ika konsep-konsep, fakta-fakta maupun prinsip-prinsip fisika dapat dikaitkan dengan konsep-konsep relevan yang terdapat dalam StruktUf

Nurisa Guru SMP Negeli 9 Baoawa • Syam;u, Dosen Program Sturn Pendidikan Fisika PMIPA FKIP Universitas Tadulako

105

'.
Media Eksakta 5 (2): 105-110, Juli 2009

ISSN : 0216-3144

kognitif. Proses pemahaman konsep IPA-Fisika meliputi proses penerimaan konsep baru melalui kegiatan belajar, baik secara teoritis rnaupun eksperimental dengan pengamatan dan pengukuran gejala alamo Konsep baru dapat diperoleh melalui pengalaman sehan-harl, pengalaman laboratorium dan pengalaman teoritis. Selanjutnya melalui kegiatan demonstarasi maupun eksperimen dan latiilafl pemeeahan scat-scat fisika yang relevan akan memperkuat konsep-konsep fisika. Di samping itu menurut pengamatan peneliti, kualilas proses pembelajaran di SO masih jauh dari yang diharapkan Maka peneliti prihatin dan mencoba mengatasi masalah pembelajaran IPA yang selama ini kita hadapL Secara konseptual pemahaman berarti pembuatan cara memal9ami atau memahamkan. Menurut Bloom (1985) pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharaQk;an siswa mampu , memahami obyek-obyek serta fakta yang diketahui dan tidak hanya menghafal secara verbalitas melainkan benar-benar memahami fakta atau obyek dari masalah itu. Dengan demikian pemahaman seOOgai proses dapat diartikan sebagai suetu cara individu dalam memahami suatu produk (keluaran) tentang suatu fakta, obyek dibedakan atas tiga tingkat yaitu : tingkat pertama adalah pemahaman terjemahan, kedua adalah pemahaman penaksiran yakni pemahaman menghubungk.an bagian terdahulu dengan yang dketahui berik.utnya atau menghubungkan beberapa bagian dan grafik dengan suatu kejadian, dan k.etiga adatah pemahaman ekstrapolasi yakni diharapkan im:!ividv mampy melihat dibalik yang tertulis, dapat membuat ramalan tentang konsekuensi dan dapat membuat konsepsi dalam am waktu, dimensi, kasus ataupun masalahnya. Penelitian 101 bertujuan untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang tingkat pemahaman konsep IPA-

Fisika guru SO di Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli,

METODE PENEUTIAN
Subyek dalam penelitian ini adalah semua guru SO yang mengajar mata pelajaran IPA-Fisika dengan jumlah 195 orang dart 65 SON yang ada di Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli I'lada tahun 2003. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik plJrposif sampling, dirnana sekolah yang fjiamOll adalah sekolah yang terdapat di lb!Jkota Kecamatan saja yaitu sebanyak 23 SDN yang masing-masing mewakili guru kelas IV, V, dan VI sebanyak 69 guru Pengambilan data di!akukan dengan dua jenis instrumen yaitu tes dan angket. Oalam penentuan validitas tes befdasarkal"l pada va!iditas iSi dan bahasa yang terdiri dari 40 soal plhhan ganda yang meliputi aspek-aspek: Sedangkan angket berisikan pertanyaan yang menyangkut identitas guru dan pengalaman mengajar serta pelatihan yang pernah diikuti dan kendala-kendala yang dihadapi dalarn pengajaran. Untuk menentukan persentase tingkat pemahaman konsep IPA·Fisika guru SO pada tiap pokok banasan
anatisls.

ingatan,

pemehaman.

aplik;asi. dan

mauoun konsep, oeiam cerneneman ini

yang dicapai dalam soal keseluruhan (Purwanto, 1999) dengan persamaan :

diukuf dari oersentase jawaban benar

S=..!xlOO

N

'
nilai yang

Dengan,

S

adalah

skor dan item atau soal yang dijawab benar, dan N adalah skor maksmun dari tes. Standar penilaian yang digunakan datarn mengolah hasil penelitian :adalah standar mutlak, dimana ha~iI yang dicapai masing-masing guru cjlth·mdlogkan dengan ktriteria yang ditetapkan. Ada tiga kategori tingkat pernanaman

diharapkan (dicari), R ada!an )umlah

KQnSeplPA-Fisika gyrI} SO, yaitu . !ebi!]
keeil dan 50% dikategorikan rendah,

106

Analisis Tingka! Pemahaman Konsep IPA-Fisilca Guru SD Dj Kecamatan Baolan Kabupaten Tali-Tali

(Nurfsa, Syamsu)

antara 50-60% dikalegorikan sedanq, dan lebih dari 60% dikategorikan tinggi.

Identitas guru SD di Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli ditunjukkan pada tabel 1. dari 69 orang respond en yang diteliti umumnya telah memiliki pengalaman mengajar sekitar 10-20

tahun (36 orang), akan tetapi pengalaman mengikuti penataranl petatihan masih kurang (31 orang). Guru yang mengajar umurnnya telah berkualifikasi Diploma II dan sudah ada yang sarjana, akan tetapi masih ada 2 orang guru yang Jenjang pendidikannya KPG, yaitu guru dari SDN 24 dan SDN 26.

Tabell : Identitas Guru SD di Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli Jenjang Pengalaman Mengajar (tahun) PenataranfPeJatihan (kali) Pendidkan KPG SPG
D-II < 10 10
I

;>20

Jumlah 2 28
1

8elum

1-2

>2

Jumlah 2 28 38
1

Sa~ana Total %

5 g 1 14

2 14 20 36 52,17

9 10 19 27,54

38
69

20,29

100,00

2 11 10 7 19 13 6 1 31 27 11 44,93 39,13 15,94

69
100,00

Tingkat pemahaman konsep IPAFisika berdasarkan kelas dan jenjang pendidikan guru (tabe! 2), memperlihatkan tamatan Diploma II dan SPG rata-rata tingkat pemahamannya berklsar 50-60%. Hanya ada 1 guru yang sarjana dan 2 orang guru tamatan KPG. Rata-rata tingkat pemahaman guru kelas V tamatan KPG Jebih tinggi dar! guru tams.tan 51. Rata-rata tingkat pemahaman guru

ketas IV dan VI yang tetah memiliki pengalaman mengajar 10-20 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan guru yang memiliki pengalaman mengajar kurang dari 10 tahun. Namun untuk guru ketas V, rata-rata tingkat pemahaman guru yang telah memiliki pengafaman mengajar 10-20 tahun lebih rendah dibandingkan dengan guru yang pengalaman mel'lgajarnya kurang dari 10 tahun (taOOI3).

Tabel 2. TingKat Pemahaman Konsep IPA-Fisika Berdasarkan Kelas dan Jenjang Pen<:iidikan Skor Jenjang Guru Kategori Pendidikan T.~rtinglll Terrendah % rata-rata ... (-) KPG (12 orang) 29 17 57,91 Kelas SPG Sedang (11 orang) 28 0-11 18 IV 58,63 Sedang Sarjana {~i KPG ( 1) 29 72,50 Tinggi Kelas ( 10 orang) 31 19 SPG 56,81 Sedang V (11 orang) 0-11 30 21 60,00 Sedang 22 55,00 Sa!".iana 11 Orang} Sedang KPG ( 1 orang) 22 55,00 Sedang 21 Kelas SPG (5 orang) 25 58,00 Sedang 18 ( 17 orang) 30 60,00 VI 0-11 Sedang Sarjana (-)

107

Media Eksakta 5 (21: 105-110, Juli

2009

ISSN : 0216-3144

Tingkat pemahaman guru yang telah mengikuti pelatihan/penataran 1~2 kali di bidang IPA-Fisika lebih baik dibandingkan dengan guru yang belum pemah mengikuti pelatihan/penataran mata pelajaran IPA (TabeI4). Persentase tingkat pemahaman konsep IPA-Fisika berdasarkan pokok bahasan (tabel 5)_ Rata-rata tingkat pemahaml!lri kensep IPA-Fisika pada

setiap pokok bahasan yang diajarkan d ikelas IV, V dan VI dikategorikan sedang, yaknl sebesar 55,58%. PokQk bahasan bunyi yang diajarkan di kelas IV SO rnemitiki persentase rata-rata paling tinggi (67,28%) dan pokok bahasan tistrik yang diajarkan di kelas VI SO memiliki persentase rata-rata paling rendah, yaitu sebesar46,95%.

Tabel 3. Tingkat Pemahaman Konsep IPA-Fisika Berdasarkan Kelas dan Pengalarnan Mengajar Guru Pengalaman -=----:-;_--:-=--'S=-::k-=o:_:r:_~ __ _,__ Kategori Mengajar (tahun) Tertinggi Terendah % rata-rata Kelas < 10 (5 orang) 28 18 56,00 Sedang 10-20 (130rang) 26 17 62,50 Tinggi iV >20 ( 5 orang) 29 21 61,00 Tinggi Kelas < 10 ( 3 orang) 28 22 63,00 Tinggi V 10-20(150rang} 3·1 19 56,00 Sedang ~ >~L~O ~(~5~0~ffi~n~g~)~_~2~5~ ~2~1 ~56~,6~7~_~S~e9~ __ __ __ < 10 (4 orang) 25 21 57,50 Sedang . K~~S 10'- 20 ( 8 orang) 29 21 61,88 Tinggi :.20 ( 11 orang) 3D 18 59,55 Seda!!9__~

Tabel

4.

Kelas dan Tingkat Pemahaman Konsep IPA-Fisika Berdasarkan PenataranlPelatihan lang Oiikuti -_._-Skor Penataran I Kategori Guru Pelatihan Tertinggi ferendah % rata-rati 17 Belum (11 orang) 28 56,14 Sedang Kelas 25 18 58,61 Sedang 1-2 (9 orang) IV 28 23 65,00 >2 kall (3 orang} Tingg!_ 15 Belum (11 orang ) 28 55,45 Sedang Kelas 31 ( 9 offing) 20 62,75 Tinggi V 1-2 25 51,50 ._ 5ed~_ > 2 kali t :3 orang) 21 28 Belurn (11 orang) 21 59,75 Sedang Kelas 30 21 1-2 (9 orang) 61,36 Tinqgi VI :.2 kali (3 orang 1 21 18 53,75 Sedang fasilltas belajar lalnnya, seperf penggunaan KIT IPA SD. Guru yang tetah berkualifikasi pendidikan 0-11 lebih tinggi tiflgkat pemahamannya di bidang IPf\~Fisll<a dibandingkan dengan gUllI tamatan SPG_ Hal ini disebabkan karena materi pelajaran IPA-Fisika yang diperoteh pada jenjang pendidikan 0-11 proporsi

Berdasarkan hasil analisis jenjang pendidikan jumlah guru SO di Kecarnatan Baolan Kabupaten Toli-Tali yang berpendidikan 0-11 sudah cukup mernadai, namun belum diikuti dengan tingkat pemahaman materi IPA -Fisika yang balk. Hal ini diduga disebabkan kurangnya sarana pendukung dan

108

Analisis Tingkat Pemahaman Konsep IPA-Fisika Guru SO Di Kecarnatan Baolan Kabupaten Toll-Toli

(Nurisa, Syamsu)

matennya teom besar dlbanClIngK80n pada JenJang pendidikan SPG. Kemampuan memahami materi IPAFisik1'l diharapkan dapat memberikan peningkatan kesiapan guru SD untuk mengajarkan materi pelajaran IPA seoerf yang terdapat datam kurikulum SD tahun 2004, dan setanjutnya dapat memberikan usaha peningkatan mutu pendidikan dasar, Dalam proses pengajaran IPA-Fisika masih ada guru

yang masih sanqat teroatas pemahaman konsep IPA-Fisikanya. Hal ini disebabkan karena guru tersebut berlatar belakang pendklikafl IPS, walaupun telah berkualifikasi SI. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan pemahaman konsepnya me!alui pengikutsertaan datam kegiatan pelatlhan / penataran bidang studi IPAFisika. Berdasarkan Kategori linggi Sedang Sedang linggi Sedang Rendah Rendah Sedang

Tabel 5 Persentase Rata-Rata Tingkat Pemahaman Konsep IPA-Fisika Pekok Bahasan Jumlah Soal Pokok Bahasan % rata-rata No. 7 67,28 Bunyi 1. 7 55,27 Cahaya dan Penqlihatan 2. 8 55,79 Gaya 3. 4 63,04 Energi 4. 6 52,41 Panas 5. 3 48,30 Magnet 6. 5 46,95 Enerql 7. Rata-rata 55,58

Dilihat dari anal isis guru yang pengalaman mengajamya antara 10 sam pili 20 tahun tingkat pemahamannya lebih baik dibandingkan dengan guru yang pengalaman mengajamya kurang dan 10 tahun, Hal ini disebabkan karena semakin lama seorang guru mengajarkan materinya yang hampir sama pada setiap tahunnya maka proses pendalamsn dan ~ningkatan pengetahuan di bidang tersebut semakin balk, Namun demikian masih terdapat beberapa guru SD yang pengalaman mengajarnya lebih dari 20 tahun, tetapi tidak diikuti dengan pemahaman materi yang baik. Hal ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya motivasi dan tuntutan ekonomL Dilihat darl jenjang pendidikan Diploma-II daR SPG dalam hal pemahaman konsepnya sudah cukup baik dan sesuai dengan target kurikulurn SO, Namun demikian. berdasarken kelas yang diajar menunjukkan bahwa pemahaman konsep guru pada materi IPA-Fislka pada kelas VI lebih rendah dibandingkan pada kelas V dan IV. Hal

uu diduga disebabkan karena sarana
pendukung proses pembelajaran di
kelas IV, seperti KIT IPA dan sejenisnya masih dapat dioptimalkan. Sedangkan

pada guru kelas VI faktor usia sudah cukup dormnan dan umumnya jumlah an9gota keluarganya cukup banyak. Dalam persentase tlngkat pemahaman konsep guru SO di Keeamatan 8aolan Kabupaten Teli-Teli sudah cukup baik, yakni sebesar 55,58%. Pada pokok bahasan buny; pernaharnn konsep guru slJdah baik, hal ini terlihat dengan rata-rata tingkat persentasenya adalah 67,28%. lingglnya pemahaman konsep tersebut disebabkan karena alat peraga dan media pembelajaran lainnya mudah diperoleh dan materi tersebut diajarkan di kelas IV yang umumnya di bina eleh guru yang berpendidikan SPG dan 0-11. Akan tetapi pada pokok bahasan listrik rafB-rata persentasenya masih kurang dari norma yang sudah ditetapkan, sehingga tingkat pemahaman konsep pada pokok
menunjukkan

masih kurang dipahami oleh guru. Ini

109

Media Eksakta 5 (2) : 105-110, Juli

2009

ISSN : 0216-3144

bahasan tersebut dikategorikan rendah. Dan hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar guru menganggap materi pelajaran fisika itu su!it, alokasi waktunya terbatas, kesulitan dalam menggunakan alat peraga, kurangnya literatur dan pembagian distribusi yang tidak merata pada ttap-tiap sekolah. Dengan demikian sangatlah [elas, bahwa dalam pemahaman konsep pada guru masih kUfang, olen sebab itu guru harus dapa! mengembangkan profesinya agar lebih aktif lagi dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini pemahaman konse~ in; tidak hanya dituntut mengembangkan aspek-aspek intelektual tetapi juga dituntut lebih aktif dalam kegiatan musyawarah guru SD. KESIMPULAN Rata-rata persentase tingkat pemahaman konsep lPA-Fisika guru SO pada setiao pokok bahasan di Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli telah mencapai kategori sedang, yaitu sebesar 55,58%. Pokok bahasan yang masih kurang dipahami oleh guru yang mengajar mata pelajaran lPA-Fisika SO di Kecamatan Baelaa Kabupaten Tell-Tell adalah pokok bahasan listrik dengan rata-rata persentase tingkat pemahamannya

pewrsentase tingkat pernaharnan konsepnya adalah 67,28%. DAFTAR PUSTAKA Arikunto,
Eva/uasi

S.1993.
pendidikan.

Desei-oese:
Bumi aksara. Seko/ah Program Seke/aft Program

Jakarta
2 Depdikbud.1993.Kuriku/um Dasar Garis-Garis Besar Pengajaran. Jakarta Depdikbud.1994.Kuriku/um Deser Garis-Garis Besar

3 4

5 6

Pengajaran.Jakarta Garin,A.A. dan Sund,RB.1989. Teaching Modem Science. Carles E. Merril Publishing Company. A Bell & Howell Company. london Hendro,D.1991. Pendidikan IPA II. Depdikbud. Jakarta Laksmi dan Prihantoro. 1986. Buku Materi Po/wk IPA Terpsdu
Universitas Terbuka. Karunia.Jakarta

7

Nurkancana,W dan Sudart;;!na, P.P.N. 1982. Eva/uasi Pendidikan. Usaha Nasional. Surabaya 8 Oemar, H. 1995. Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta 9 Purwanto, M. 1999. Prinsip-Prinsip dan Teknik Eva/uasi Pengaiaran. PT. Remala Rosdakarya. Bandung 10 Srini, M. 1996. Pendidiken Ilmu

adalah 46.95%
bahasan

baik

yang telah dipahami dengan adalah bunyi dengan rata-rata

sedangkan pokok

Penget8huan
Jakarta

Alam. Depdrkbud.

110

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->