Anda di halaman 1dari 8

BAB I LANDASAN TEORI

Sulfonamida merupakan kelompok kemoterapi dengan rumus dasar : H2NO-C6H4-SO2NH R . Kemoterapi sendiri adalah obat kimia yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit-penyakit infeksi yang disebabkan oleh hama-hama seperti protozoa, bakteri, virus dan lain lain, tanpa merugikan manusia. Sebelum ditemukan antibiotik, sulfa merupakan kemoterapi yang utama. Selain sebagai kemoterapi derifat sulfonamida juga berguna sebagai diuretic dan anti diabetic oral (ADO). Sulfa bersifat bakteriostatik luas terhadap banyak bakteri gram positif dan negative. Sulfonamida adalah kemoterapeutik yang digunakan secara sistemik untuk pencagahan dan pengobatan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK). Sulfonamida barupa Kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah larut. Berdasarkan kecepatan absorpsi dan ekskresinya, sulfonamid dibagi dalam 4 golongan besar :
1. Sulfonamid dangan ekskresi cepat, antara lain sulfadiazin dan

sulfisoksazol.
2. Sulfonamid yang hanya diabsorpsi sedikit bila diberikan per oral dan

karena itu kerjanya dalam lumen usus, antara lain sulfasalazin.

3. Sulfonamid yang terutama digunakan untuk pemberian topical,

antara lain sulfasetamid, mafemid, dan Ag-Sulfadiazin


4. Sulfonamid

dengan

masa

kerja

panjang,

seperti

sulfadoksin,

absorsinya cepat dan ekskresinya lambat.

BAB II SULFONAMIDA

1. TRISULFA

Tiap kaplet: Sulfadiazin 167 mg, Sulfamerazin 167 mg, Sulfadimidin 167 mg. Indikasi: Nocardiosis, limfogranuloma venereum dan meliodosis, pencegahan pada apabila Penisilin G dan Eritromisin tidak dapat digunakan. Kontra Indikasi : Penderita yang peka terhadap Sulfonamida, penderita dengan kerusakan ginjal, wanita hamil dan menyusui, bayi berusia kurang dari 2 bulan. Efek Samping: Mual, muntah, anoreksia (kehilangan nafsu makan), reaksi hipersensitif pada kulit, sindroma Steven-Johnson pada anak, jarang sekali diskrasia darah, diare. Dosis: Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 kaplet.
2. ALBUCID TETES MATA

demam rematik

Golongan kandungan Na Sulfasetamida. Indikasi: Pengobatan & pencegahan infeksi pada konjungtiva (selaput ikat mata), kelopak mata & kerusakan mata akibat bahan-bahan industri, konjungtivitis (radang selaput ikat mata) akut, ulserasi kornea, ophtalmia neonatorum (radang mata atau selaput ikat mata yang berat pada bayi yang baru lahir). Efek samping: Reaksi alergi, super infeksi.
2

Dosis: 1-2 tetes & diulangi paling sedikit 4 kali sehari selama beberapa hari.
3. COTRIMOXAZOLE 480 MG

Komposisi: Tiap tablet mengandung 80 mg trimetoprim dan 400 mg sulfametoksazol. Indikasi: Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh E. coli. Klebsiella sp, Enterobacter sp, Morganella morganii, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris. Otitis media akut yang disebabkan Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae. Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bronchitis kronis yang disebabkan Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae. Enteritis yang disebabkan Shigella flexneri, Shigella sonnei. Pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii. Diare yang disebabkan oleh E. coli. Dosis: 6 minggu 6 bulan: 120 mg, 2 kali sehari. 6 bulan 6 tahun: 240 mg, 2 kali sehari. 6 12 tahun: 480 mg, 2 kali sehari. Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 960 mg, 2 kali sehari. 4. BACTRIM FORTE Komposisi Per tablet mengandung Kotrimoksazol : Trimetoprim..................................... 160 mg Sulfametoksazol................................. 800 mg Indikasi Infeksi saluran pernapasan, kulit, saluran kemih dan kelamin, ginjal dan saluran pencernaan. Septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh
3

bakteri tersebut), infeksi saluran kemih. Kontra indikasi Kerusakan parenkim hati yang nyata, kerusakan ginjal berat, kehamilan. Hipersensitifitas. Efek samping Kelainan saluran pencernaan, infeksi rongga mulut, reaksi kulit, tinitus (telinga berdenging tanpa rangsang dari luar), eritema multiforme, Sindroma Steven Johnson, sindroma Lyell, lekopenia, neutropenia, trombositopenia. Jarang : agranulositosis, anemia megaloblastik, pansitopenia atau purpura, hiperkalemia, hipoglikemia. Dosis Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 2-3 tablet/hari.
5. BACTRICID ADULT 480 Mg

Komposisi tiap tablet mengandung Kotrimoksazol : Trimetoprim.................................... 80 mg Sulfametoksazol............................... 400 mg Indikasi Infeksi saluran pernapasan, infeksi ginjal dan saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi genital dan infeksi lain. Kontra indikasi Gangguan berat fungsi hati atau ginjal, hipersensitif terhadap sulfonamida, diskrasia darah. Wanita hamil dan menyusui. Bayi berusia kurang dari 2 bulan. Porfiria. Efek samping Gangguan saluran pencernaan, sindroma Stevens-Johnson dan Lyell. Jarang : hepatitis, kelainan darah, kolitis pseudomembranosa. Dosis

Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 2 kali sehari 2 tablet. Infeksi berat : 2 kali sehari 3 tablet.

6. KAFTRIM

Sulfametoksazol dan Trimetoprim 400 mg dan 80 mg, 100 mg dan 20mg per tablet; 200 mg/5 mg suspensi Indikasi Infeksi saluran kemih; saluran cerna oleh kuman salmonella sp dan shigella, infesi saluran pernafasan; infeksi THT oleh kuman H.influenzae dan S.pneumoniae. Kontra Indikasi Kerusakan perenkim hati parah disktasia darah atau kegagalan ginjal parah, penderita alergi terhadap sulfanilamid atau trimetoprim, wanita hamil, sedang menyesui dan bayi umur kurang dari 2 bulan. Efek Samping Hipersensitivitas glositis, stomatitis, sakit kepala, anemia, halusinasi, agranulositopenia. Dosis Dewasa dan anak >12 tahun: 2 X sehari 2 tablet Anak 6-12 tahun Anak -6 th 7. : 2 X sehari 1 tablet : 2 X sehari tablet

HEXAPRIM / HEXAPRIM FORTE Sulfametoksazol 400mg, trimetooprim 80 mg, perkaplet forte sulfametoksazol 800 mg,trimetooprim 160 Indikasi Infeksi saluran cerna,infeksi THT,toktoplasmosis dimana obat terpilih tak dapat diberikan. Kontraindikasi Hipersensitif,hamil dan laktasi,bayi<2 bulan, diskrasia darah Efek samping Gangguan GI,sindrom stevens-johnson,hepatitis,gangguan darah,colitis pseudomembran. Dosis Tablet dewasa dan anak>12 tahun 2 tablet 6-12 tahun 1 tablet ,6-5 tahun tab.
5

8.

VARVEKTO Trimetropim 80 mg, sulfametoksazol 400 mg Indikasi Infeksi traktus urinarius, traktus gastrointestinalis, traktus respiratorius, infeksi THT, infeksi toxoplasma dan infeks lainnya dimana obat terpilih tidak dapat di berikan. Kontraindikasi Hipersensitif, kegagalan fungsi ginjal yang parah, kerusakan peradangan hati, wanita hamil, menyusui dan bayi di bawah 2 bulan. Efek Samping Mual-mual, muntah, skin rash, leukoenia, trombositiopenia, purpura Dosis Dewasa : 2 kali sehari 2 kaplet selama 10-14 hari

9.

SISOPRIM Trimetropin dan Sulfametoksazol 160 mg 800 mg/tablet, 40 mg dan 200 mg/5 ml suspense Indikasi Infeksi saluran kemih, saluran pencernaan, saluran nafas, infeksi THT seperti otitis media Kontra indikasi Hipersensitivitas, wanita hamil dan menyusui Efek samping Mual, muntah, diare, anoreksia, sakit kepala, vertigo, konvulsi Dosis Dewasa dan anak > 12 th : 2X sehari 1 kaplet forte Anak 6-12 th ; 2x sehari 1 sendok teh suspensi

10. RATRIM Tiap tablet ( 5 ml sirup ) trimetoprim 80 mg ( 40 mg ), sulfametoksazol 400 mg ( 200 mh ) Indikasi Infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan infeksi THT Kontra indikasi Hipersensifitas, bayi yang berumur kurang dari 2 bulan, wanita menyusui Dosis Dewasa : 2X sehari 2 tablet, Anak 6-12 tahun : 2X sehari 1 tablet
6

Anak 2-5 tahun : 2X saehari 1 sendok takar ( 5 ml ) sirup

BAB III KESIMPULAN

1. Sulfonamida adalah kemoterapeutik yang digunakan secara sistemik

untuk pencagahan dan pengobatan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK).
2. Indikasi sulfonamide adalah obat anti mikroba yang digunakan secara

oral atau topical untuk beberapa penyakit infeksi.


3. Obat sulfanomida tidak dikontra indikasikan untuk wanita hamil, ibu

menyusui dan para penderita hipersensitivitas.

DAFTAR PUSTAKA

ISO ( Informasi Spesialite Obat Indonesia) volume 44- 2009 s/d 2010 http://www.detikhealth.com/read/2009/08/06/cotrimoxazole-480-mg.Rabu, 14 September 2011 http://farmasiku.com/index.HYPERLINK "http://farmasiku.com/index.php? target=products&product_id=3HYPERLINK "http://farmasiku.com/index.php? target=products&p http://apotik.medicastore.com Depkespusdiknaskes.2002.farmakologi jilid 1