Anda di halaman 1dari 16

METODE HARGA POKOK PROSES PERUSAHAAN MENGHASILKAN BEBERAPA MACAM PRODUK

Di Susun Oleh: Yasinta Ayu K. ( 108 574 117 / MN10B )

Novia Maulidya ( 108 574 282 / MN10B ) Astrid Aditya S (108 574 288 / MN10B)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN

KATA PENGANTAR
Puji dan syukuri kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayahNya. Sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai tugas Akuntansi Biaya . Kami telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar dapat lebih baik lagi dari sebelumnya. Tak lupa ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Dosen Pembimbing atas bimbingan, dorongan dan ilmu yang telah diberikan kepada kami. Sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan Insya Allah sesuai yang kami semua harapkan. Mudah-mudahan makalah ini bisa memberikan sumbangan pemikiran sekaligus pengetahuan bagi kita semuanya. Amin.

Surabaya, Desember 2011

Penyusun

DAFTAR ISI
JUDUL ...............................................................i KATA PENGANTAR ...........................................................................ii DAFTAR ISI .......................................................................iii BAB I PENDAHULUAN I.1 I.2 I.3 Latar Belakang ................................................1 Rumusan Masalah ...............................1 Tujuan Penelitian .............................1

BAB II PEMBAHASAN II.1 II.2 II.3 Produk Common (common Product)...............................................3 Produk Bersama ( joint product)......................................3 Produk sampingan (by-product)..3

BAB III KARAKTERISTIK III.1 III.2 Proses pembuatan botol P.E.T.............................................................................................................5 Proses pembuatan larutan...................................................................................................................6

BAB IV CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ...........................................................................7 BAB V KESIMPULAN V.1 V.2 Saran..................................................................................................................................................8 Pertanyaan yang diajukan..................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................12

BAB I PENDAHULUAN
I .1 LATAR BELAKANG
Masalah akuntansi yang dihadapi oleh perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk adalah bagaimana membebankan biaya produksi dengan cara yang akseptabel atau adil sehingga laporan rugi-laba dan persediaan dapat disajikan dengan wajar. Hubungan antara produk yang satu dengan yang lain dalam perusahaan (pabrik) yang menghasilkan beberapa macam produk, dapat digolongkan kedalam : 1. Produk common, 2. Produk Bersama, 3. Produk Sampingan . Produk common adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama-sama dengan menggunakan fasilitas yang sama akan tetapi asal dari bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk. Produk bersama adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama-sama serempak dengan menggunakan satu macam atau beberapa macam bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas pabrik yang sama dan masukan (input) tersebut tidak dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk. Produk sampingan adalah produk yang bukan tujuan utama operasi perusahaan tetapi tidak dapat dihindarkan terjadinya dalam proses pengolahan produk disebabkan sifat bahan yang diolah atau karena sifat pengolahan produk, kuantitas dan nilai produk sampingan relative kecil dibandingkan dengan nilai keseluruhan produk.

BAB II

PEMBAHASAN I . DEFINISI A. Produk Common (common product)


Produk common adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama-sama dengan menggunakan fasilitas yang sama akan tetap di asal dari bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk dan biaya overhead pabrik yang tidak dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk , oleh karena itu biaya overhead pabrik pada biaya common disebut dengan biaya overhead bersama (joint overhea cost) . Contoh perusahaan : Misalnya pada pabrik susu dan mentega (dairy product) menghasilkan susu bubuk untuk bayi , mentega , makanan bayi , dan sebagainya . Setiap macam produk diolah dengan mesin dan fasilitas yang sama tetapi dalam waktu yang berbeda (bergantian) dan menggunakan bahan baku serta tenaga kerja langsung yang dapat didefinisikan pada setiap macam produk .

B. Produk Bersama (joint product)


Produk bersama adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama-sama serempak dengan menggunakan satu macam atau beberapa macam bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas pabrik yang sama dan masukan (input) tersebut tidak dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk tertentu. Dari segi biaya produksi yang diserap oleh produk bersama diebut biaya brsama (joint cost) yang terdiri atas biaya bahan baku , biaya tenaga kerja langsung , dan biaya overhead pabrik yang semuanya tidak dapat diikuti jejaknya pada macam produk tertentu . Contoh perusahaan : Misalnya pada pabrik penyulingan minyak mentah (crude oil) menghasilkan minyak siap dikonsumsi berapa minyak naptha , gasoline , kerosene , minyak diesel (solar) , minyak bakar , minyak tanah (paraffin) , tar , gas , minyak pelumas , dan sebagainya . Contoh lainnya misalnya pada pabrik pengolahan batu bara yang dapata menghasilkan batu bara , sulphate ammonia , benzol , coal tar , gas , coke oven gas , dan sebagainya .

C. Produk Sampingan (by-product)

Produk sampingan adalah produk yang bukan tujuan utama operasi perusahaan tetapi tidak dapat dihindarkan terjadinya dalam proses pengolahan produk disebabkan sifat bahan yang diolah atau karena sifat pengolahan produk, kuantitas dan nilai produk sampingan relative kecil dibandingkan dengan nilai keseluruhan produk. Contoh perusahaan : Sedangkan gas , tar dan asphal untuk minyak mentah berkadar belerang tinggi adalah merupakan produk sampingan .

II . KAREKTERISTIK
Ciri-ciri atau karekteristik produk bersama , produk ko , dan produk sampingan sebagai berikut : Produk utama yang dihasilkan oelh produk bersama dan produk ko merupakan tujuan utama pengolahan produk , sedangkan produk sampingan yang dihasilkan bukan merupakan tujuan utama pengolahan produk tetapi tidak dapat dihindari karena sifat bahan atau sifat proses pengolahan produk . Harga jual produk utama baik yang dihasilkan dari pengolahan produk bersama dan produk ko relatif tinggi apabila dibandingkan dengan harga jual produk sampingan yang dihasilkan . Dalam pengolahan produk bersama tidak dapat dihindari untuk tidak menghasilkan produk tertentu , misalnya dalam pengolahan minyak mentah akan dihasilkan semua produk utama tersebut dan tidak dapat dihindari salah satu macam produk . Dalam pengolahan produk bersama manajemen tidak dapat mengendalikan jumlah atau kualitas relatif dari setiap macam produk yang dihasilkan . Sedangkan pada produk ko jumlah relatif dari setiap macam produk dapat dikendalikan oleh manajemen .

III . CONTOH KASUS

BAB III PROSES PRODUKSI


PROSES PEMBUATAN BOTOL P.E.T
1. RESIN Bijih plastik sebagai bahan pembuatan kemasan PET, dibawah pengawasan QC yang ketat 2. INJECTION MOLDING Resin dipanaskan dan dicetak menjadi preform / calon botol 3. BLOW MOLDING

Preform ditutup dengan suhu dan tekanan tertentu dicetak menjadi botol 4. PENGISIAN &PENUTUPAN Pengisian larutan POCARI SWEAT pada suhu kamar ke dalam botol dan di lanjutkan dengan proses capping ( penutupan ) 5. PELABELAN Pemberian Label 6. INSPEKSI Secara otomatis dengan menggunakan kamera pengawas, untuk memberikan jaminan kualitas yang tinggi 7. PENGEMASAN Produk dikemasan ke dalam karton, isi 1 karton = 24 botol , dilanjutkan pencetakan tanggal best Before 8. UJI KUALITAS Pengecekan akhir untuk memastikan kualitas yang terbaik sebelum didistribusikan 9. DISTRIBUSI POCARI SWEAT yang telah lulus uji kualitas dapat dikirim ke konsumen

PROSES PEMBUATAN

1. PENIMBANGAN Semua material ditimbang secara tepat sesuai formula 2. PENCAMPURAN Semua material yang sudah ditimbang dimasukkan ke dalam tangki untuk dilarutkan dan dicampur merata 3. PASTEURISASI Larutan POCARI SWEAT di pasteurisasi sesuai dengan standar

BAB IV CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)


1. Amphi theather 2. Masjid Fasilitas ibadah untuk umum 3. Training Center Fasilitas pelatihan bagi warga sekitar 4. Koridor Untuk melihat proses produksi 5. Power Supply Memiliki pembangkit listrik sendiri tanpa menggunakan pasokan PLN 6. Water Treatment

Pengolahan air baku untuk produksi POCARI SWEAT

BAB V KESIMPULAN
SARAN
1) Untuk kegiatan semacam ini, hendaknya terus dilakukan khususnya untuk mahasiswa Fakultas

Ekonomi sehingga dapat meggunakan pola pikir setiap individu dalam mengkaji serta menerapkan ilmu yang didapat dikampus guna memadai perkembangan nilai-nilai sejarah, ekonomi dan social budaya. 2) Kegiatan ini sebaiknya diimbangi dengan pelatihan para mahasiswa untuk mengetahui proses produksi, sehingg membentuk individu yang kreatif dan dapat mengembangkan ilmu yang dimilikinya untuk bekal dimasa depan. 3) Dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat mengetahui berbagai wawasan yang tidak hanya terdapat didalam lingkungan kampus. Tetapi diluarpun mereka dapat belajar dan mengembangkannya.

PERTANYAAN YANG DI AJUKAN 1. Bagaimana pemasaran Pocari Sweat pada awal di distribusikan? 2. Apakah manfaat Pocari Sweat bagi tubuh manusia? 3. Dari mana ide membuat produk berupa Pocari Sweat? 4. Siapakah yang menemukan produk Pocari Sweat? 5. Mengapa nama produk Pocari Sweat bukan Otsuka sweat? 6. Apakah pekerjaan dari Otsuka sebelumnya? 7. Bagaimana perkembangan pemasaran Pocari Sweat dari pertama kali di distribusikan hingga saat ini? 8. Mengapa Perusahaan Pocari Sweat Pabrik Kejayan yang mensuplay kebutuhan Pocari Sweat di wilayah Asia? 9. Mengapa pabrik Pocari Sweat yang di pilih untuk mensuplay kebutuhan di wilayah Asia terletak di Indonesia? Adakah faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi hal tersebut? 10. Apakah sumber tenaga listrik yang digunakan oleh pabrik ? 11. Mengapa produk dari Pocari Sweat yang tidak layak atau yang tidak lolos sensor di buang? Padahal cairan yang diisikan kedalam botol sama. Dan yang menyebabkan tidak lulus sensor adalah kemasannya yang tidak memenuhi standard? 12. Akan di apakan produk yang tidak layak jual? JAWABAN YANG DI BERIKAN OLEH 1. Pada awal di distribusikan, pemasaran Pocari Sweat di Indonesia bias dibilang sangat susah. Hal ini di sebabkan oleh berapa faktor yaitu, Pocari sweat yang mempunyai rasa yang aneh, tidak manis, tidak asin bahkan tidak asam. Saat minuman ini di berikan secara Cuma- Cuma kepada masyarakat sekitar. Banyak yang menolaknya, hal ini dikarenkan rasa dari pocari sweat yang tidak menentu. Bahkan saat dititipkan kesupermarket , produk pocari sweat tidak diminati oleh masyarakat dan di kembalikan kepada perusahaan. 9

2. Pocari Sweat berfungsi sebagai penganti ion tubuh yang hilang karena berolaha raga atau akifitas lainnya. Pocari sweat mempunyai fungsi seperti cairan infuse, karena pocari sweat mempunyai kandungan yang sama dan memang di adopsi dari cairan infuse. 3. Ide ini datang dari salah satu karyawan dari pabrik otsuka yang sedang bertugas dan mengalami sakit. Ia terseranh penyakiyt muntaber dan dokter menyarankan untuk banyak mengkonsumsi air , sedangkan sumber air di daerah tersebut relative kotor. Sehingga orang tersebut lebih memilih untuk meminum cairan infus. Cerita yang sama juga terjadi pada seorang dokter yang harus melakukan operasi selama 18 jam. Karena ruangan operasi harus tetap steril, dokter tersebut memutuskan untuk meminum cairan infuse yang ia ketahui mengandung cairan cairan yang di perlukan oleh tubuh. Dari beberapa kejadian tersebut, muncul ide unruk membuat minuman yang mempunyai kandungan seperti cairan infuse. Namun karena cairan infuse mempunyai rasa yang tidak enak , di buatlah pocari sweat yang mempunyai rasa lebih enak untuk di minum di banding cairan infus. Meski demikian kandungan yang terdapat dalam cairan infuse sama dengan yang ada pada pocari sweat. 4. Penemu dari pocari sweat adalah ots 5. Pocari Sweat adalah nama brand yang dipilih untuk produk minuman penganti ion tubuh ini, sedangkan Otsuka adalah nama penemu sekaligus pemilik dari perusahaan yang memproduksi pocari sweat. 6. Petani garam, hal ini dikarenakan tempat tinggal otsuka yang di pinggir laut. Selama menjadi petani ini Otsuka juga meniliti kandungan yang terdapat pada garam. Sehingga terciptalah cairan infuse, yang kemudian berkembang pula menjadi pocari sweat. 7. 8. Karena Pabrik Kejayan merupakan pabrik Pocari Sweat terbesar di Indonesia, jadi produksi Pocari sweat disini lebih banyak dari pada di pabrik yang lain. Sehingga dapat mencukupi kebutuhan produk di wilayah Asia. 9. Mengapa di pilih Indonesia? Hal ini karena pabrik di kejayan mempunyai sumber air yang baik. Selain itu, pabrik kejayaan adalah yang terbesar di Indonesia, sehingga dapat memproduksi seperti yang di minta oleh pasaran.

10

10. Sumber listrik yang di gunakan adalah diesel. Alasan menggunakan diesel adalah untuk mengurangi pemadaman dari PLN, karena mesin- mesin harus terus berjalan saat proses produksi berlangsung, tentunya agar tidak menggangu pross produksi. 11. Produk-produk yang tidak lolos sensor, maka akan di buang. Hal ini karena Perusahaan menjaga kualitas dari produk. Sehingga terciptalah High kuality Produck untuk kesehatan dan kesejahteran manusia. 12. Produk yang tidak dipakai, atau yang tidak lulus sensor akan di buang dan tidak di pergunakan lagi.

11

DAFTAR PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16908/4/Chapter%20II.pdf http://enieysweetgirl.blogspot.com/2010/11/laporan-kunjungan-industri.html http://arekguyangantakim.blogspot.com/2009/05/laporan-kunjungan-industri-pabrik-gula.html

12