Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TUTORIAL MODUL PSIKIATRi

TRIGGER I KELOMPOK TUTORIAL XIV FASILITATOR : dr. MONICA Ketua : NIKY ANDRIA AYU TIEN T.D.A USI RITAMI SUCI HARITAMA HAULA ANGRIANI YUNI PERTIWI ASTRI ANGGREINI GERY ALDI AGUSTA H FAJRIMAN AFRIDIAN FITRIANI (0910070100145) (0910070100147) (0910070100141) (0910070100142) (0910070100143) (0910070100144) (0910070100146) (0910070100148) (0910070100149) (0910070100150)

Sekretaris : Anggota :

(0810070100038)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH 2012

Step 1
1. Psikiater : orang yang menangani/ mengobati masalah kejiwaan 2. Hidrocefallus : cairan yang berlebihan pada bagian otak 3. Gelisah 4. Cemas : suatu keadaan yang tidak nyaman : ke khawatiran tentang suatu hal

Step 2
1. Mengapa gina datang berkonsultasi ke psikiater? 2. Mengapa pasien sering menangis sendiri dan berprilaku aneh? 3. Apa hubungan prilaku aneh pasien dengan kematian anaknya? 4. Apa penyebab dari prilaku pasien ini? Bagaimana cara mengatasinya? 5. Tindakan apa saja yang harus dilakukan pada pasien ini? 6. Apa diagnosa penyakit?

Step 3
1. Karena merasa gelisah, cemas, takut dan kurang tidur selama 4 bulan terakhir. 2. Karena dia merasa terpukul atas kematian anaknya 3. Pasien merasa stres, hubungannya pasien merasa tersiksa, sangat capek tidak mampu mengatasinya 4. Karena peristiwa kematian anaknya a. Diberi terapi psikologi b. Cari lingkungan baru c. Mencari kegiatan yang positif 5. Menenangkannya a. Tidak membiarkan pasien sendiri b. Menjauhkan dari hal-hal yang berbahaya c. Berkonsultasi ke psikiater 6. Gangguan jiwa

Step 4
Keluhan utama

Psikiater

Anamnesa

Allowanamnesa

Autoanamnesa

Diagnosa

Gangguan Jiwa

Step 5
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan 1. Gangguan jiwa a. Definisi b. Klasifikasi

2. Psikoneurosa a. Definisi b. Etiologi c. Gejala klinik d. Diagnosa e. Penatalaksanaan dan rehabilitas

Step 6
1. Gangguan jiwa a. Sindroma atau pola prilaku seseorang yang secara klinis cukup bermakna yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan dan hendaya di dalam satu atau lebih fungsi penting dari manusia b. . i. Gangguan yang dominan jiwa ii. Gangguan jiwa yang disebabkan gangguan fisik iii. Gangguan fisik yang sebabkan jiwa Macam macam gangguan jiwa: 1. Neurosa 2. Psikosa 3. Mental retardasi 4. Gangguan kepribadian 5. Psikosomatik 6. Deviasi sexual 7. Penyalahan penggunaan obat 8. Psikosa organik 9. Gangguan penyesuaian 10. Gangguan karena pengaruh budaya 2. Psikoneurosa a. Gangguan jiwa ringan yang ditandai oleh tidah terganggunya RTA dan INSIGHT. b. c. d. Cara mendiagnosa pasien dengan gangguan Psikitri
A. Teknik wawancara y y y y y Pertanyaan tak langsung (indirek question ) pertanyaan terbuka (open question) Hindari pertanyaan mengapa Upayakan agar pasien bercerita Hindari berdebat

Hindari menuduh

B. Pemeriksaan 1) Anamnesa : y y Autoanamnesa Alloanamnesa

2) Pemeriksaan fisik: y y

nternus

neurologis

C. Wawancara psikiatrik ( teknik) D. Pemeriksaan penunjang : ( labora torium, eeg, radiologi, brain mapping, drug monitoring dan lain lain ) E. Formulasi diagnostik

Diagnosa 1. Axis i : diagnosa klinis 2. Axis ii : kepribadian premorbid 3. Axis iii : kelainan fisik 4. Axis iv : faktor pencetus 5. Axis v : kemampuan adaptasi selama 1 (satu) tahun terakhir. Jangan lupa lakukan evaluasi multi axial.

Evaluasi multi axial Tujuan diagnosa multi axial :

1.

nformasi lengkap, sehingga membantu perencanaan terapi dan menentukan prognosa.

2. Format mudah dan sistemik, membantu untuk: menata dan mengkomunikasikan informasi klinis, menangkap komplek sitas klinis, menggambarkan heterogenitas individu dg diagnosa klinis yg sama. 1. Memacu penggunaan bio-psiko-sosial dalam klinis, pendidikan dan penelitian.

Penerapan( lihat ppdgj & icd x )

1. Axis i : diagnosa klinis, ( lihat ppdgj iii f. 00 - f 99 ) 2. Axis ii : kepribadian premorbid, ( lihat ppdgj iii f.60 - f.61) 3. Axis iii : penyakit fisik, ( lihat icd x :bab i - bab xxi ) 4. Axis iv Faktor pencetus serangan : y y y y y y y y masalah keluarga masalah lingkungan sosial masalah pendidikan masalah perumahan masalah ekonomi masalah akses ke pelayanan kesehatan masalah hukum/ kriminal masalah psikososial & lingkungan lain dan masalah lainnya

5. Axis v Global assesment of fungsioning scale ( gaf ) : y y y 100-91 : gejala tidak ada,fungsi maksimal dan tak ada masalah yg terganggu. 90-81 : gejala minimal, fungsi baik,cukup puas,cuma masalah harian yang biasa 80-71 : gejala sementara, dapat diatasi, disabilitas ringan dalam sosial, pekerjaan,

sekolah dll. y 70-61 : beberapa gejala ringan& menetap, disabilitas ringan secara fungsi tapi secara umum baik. y y y 60-51 : gejala sedang, disabilitas sedang 50-41 : gejala berat, disabilitas berat 40-31: beberapa disabilitas dalam hubungan dg realita & komunikasi, disabilitas berat dlm beberapa fungsi y 30-21 : disabilitas berat dalam komunikasi & daya nilai, tidak mampu berfungsi hampir disemua bidang. y 20-11 : bahaya mencederai diri / orang lain, disabilitas sangat berat dalam komunikasi dan mengurus diri. y y 10-01 : seperti diatas, menetap dan lebih serius. 0 : informasi tidak adequat.

e. Penatalaksanaan dan rehabilitas

Prinsip terapi Gangguan Jiwa : a. Usahakan secara Kausal dan Simptomatis. b. Berfikir dan bertindak EKLETIK-HOLISTIK jadi melihat pasien sebagai manusia seutuhnya. c. Neurosa berdasarkan dinamika dan Psikosa biologic Psikosa masih bisa diajak berpikir dan yang diutamakan adalah psikoterapi, selanjutnya baru dengan pengobatan. Sedangkan Psikosa yang diutamakan adalah pengobatan. Macam-macam terapi gangguan jiwa: 1. Organobiologik :  Electro Convulsion Terapi ( ECT ) Prinsip : Dengan pemberian arus listrik pada otak pasien maka akan mempengaruhi proses yang terjadi di otak. Pertimbangan Indikasi ECT : pemakaian ECT kurang manusiawi. : Depresi dan Skizoprenia.

 FARMAKOTERAPI Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi gangguan Psikiatri yaitu: a. Mayor Tarnquilizer  CPZ ( chlorpromazine )  HLP ( Haloperidol )  TFP ( Trifluoperazin )  Perpenazin  Tiorodazin  Risperidon  Clorazil  Seroquele , dll. Obat-obat golongan typical akan menyebabkan efek samping gangguan

ekstrapiramidal, diantaranya :  Kaku  Hipersalivasi

 Mulut kering  Konstipasi  Tremor

b. Minor Tranquilizer  Diazepam  Clonazepam  Biomazepam  Nitrazepam  Lorazepam  Alprazolam , dll Efek samping yang ditimbulkan obat ini akan menimbulkan ketergantungan lebih besar dibandingka n golongan mayor tranquilizer.

c. Antidepresan  Amitriptilin  Sentralin  Amineptine  Fluozazin d. Antiparkinson  Trihexipenidil (THP)  Arkin  Artan  Arkicel, dll.

e. Hypnotika  Luminal  Etylklorida  Esilgan  Helcion, dll.

f.

Neurotropik

 Nootropil  Encepabol  Latropil, dll.

g. Antikonvulsi  Carbamazepin  Luminal  Diazepam

h. Antimanik  Carbamzepin  Litium carbonat  Depakote  Depakene

i.

Vitamin-Vitamin Dapat diberikan vitamin B.12.

2. Psikoterapi : Terapi individual meliputi :  Supportif terapi Upaya mendorong dan memberi semangat kepada pasien sehingga timbul percaya diri, termasuk bersikap empati sebagai ventilasi bagi pasien ( pada depresi ).  Cognitif bahavioral terapi (cbt ) Upaya merobah cara berfikir dan bertingkah laku sehingga dapat mengatasi sendiri gangguan jiwanya.  Analitik terapi Upaya dengan menganalisa masa lalu pasien dan dinilai dimana letak kesalahannya sehingga dapat dibetulkan.

3. Sosioterapi

Terapi dengan melibatkan lingku ngan yang terdekat dengan pasien sehingga interaksi pasien dengan lingkungan berjalan dengan baik.

Terapi keluarga: a. Prinsipnya tetap seperti psikoterapi individual. b. diutamakan memperbaiki inter aksi antara anggotakeluarga. c. mengetahui masalah yang sering terjadi dalam keluarga.

Prognosa :  Prognosa klinis : Perkiraan tentang penyembuhan secara klinis penyakit pasien (baik, buruk atau ragu ragu )  Prognosa sosial : Perkiraan tentang fungsi sosial pasien dalam menjalankan kehidupan dimasa mendatang

Beri Nilai