Anda di halaman 1dari 87

ANATOMI I OTOT-OTOT REGIO CRURIS - REGIO PEDIS

y DISUSUN OLEH
y Riko Alfiandi 06310153

BAB I PENDAHULUAN
y LATAR BELAKANG y Memenuhi tugas makalah otot - otot Regio Cruris Regio Pedis.
y RUMUSAN MASALAH
y Mengetahui otot-otot Regio Cruris Regio Pedis. Mahasiswa dituntut

mengerti. otot-otot Regio Cruris Regio Pedis vaskularisasi dan persarafannya.


y TUJUAN
y Mengetahui otot-otot pada Regio cruis sampai region pedis. y Mengetahui system perdarahan region cruris region pedis. y Mengetahu system persarafan region cruris region pedis.

y MANFAAT
y Mahasiswa dapat mengetahui struktur anatomi region cruris regio pedis. y Ilmu dasar untuk terapi berbagai penyakit pada region tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Otot Otot Regio Cruris


y Tulang yang berada di regio cruris adalah tibia dan fibula. Otot-

otot regio cruris atau tungkai bawah otot-otot ini berfungsi : y menggerakkan sendi pergelangan kaki y flexi tungkai bawah

Tabel otot-otot Cruris


Otot-otot di regio ini adalah
Sebelah dorsal, profunda ke superficial: m. tibialis postrior m. flexor digitorum longus m. flexor hallucis longus m. soleus m. gastrocnemius m. plantaris Sebelah lateral m. peroneus brevis m. peroneus longus Sebelah ventral m. extensor halucis longus m. tibialis anterior m. extensor digitorum logus

Lanjutan
Menurut Fungsinya otot-otot dibagi
Otot Extensor M. Tibialis Anterior Otot Otot Perinei M. Digitorum Longus M. Extensor Digitorum Longus M. Extensor Hallucis Longus Otot Extensor M. Digitorum Brevis Otot Otot Flexor M. Triceps Surae M. Soleus M. Plantaris M. Popliteus M. Flexor Digitorum longus M. Tibialis Posterior M. Flexor Hallucis Longus

2.1.1 Otot Otot Regio cruris Superficial Profunda


y Kelompok Otot Profunda yaitu : Otot Popliteus, Otot Flexor

digitorum longus, Otot Flexor hallucis longus, Otot Tibialis posterior. Kelompok otot superficial yaitu Otot Gastrocnemius, Otot Plantaris, Otot Soleus.

2.1.1.1 Kelompok Otot Profunda

Otot Popliteus
y Origo

Permukaan lateral femoris lateralis condylus. y Insersio Permukaan posterior corpus tibiae di atas lines solei y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Fleksio tungkai bawah pada sendi lutut; membuka sendi lutut dengan rotasio lateral femur pada tibia dan mengendurkan ligamen sendi.

Otot Flexor digitorum longus


y Origo

Permukaan posterior corpus tibiae. y Insersio Basis phalanges distal keempat jari jari kaki lateral. y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Fleksio phalanges distal keempat jari kaki lateral; plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki; menunjang arcus longitudinalis pedis medialis dan lateralis.

Otot Flexor hallucis longus


y Origo

Permukaan posterior corpus fibulae. y Insersio Basis phalanges distal ibu jari kaki. y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Fleksio phalanx distal ibu jari kaki; plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki; menunjang arcus longitudinalis pedis medialis.

Otot Flexor digitorum longus


y Origo

Permukaan posterior corpus tibiae. y Insersio Basis phalanges distal keempat jari jari kaki lateral. y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Fleksio phalanges distal keempat jari kaki lateral; plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki; menunjang arcus longitudinalis pedis medialis dan lateralis.

Otot Flexor hallucis longus


y Origo

Permukaan posterior corpus fibulae. y Insersio Basis phalanges distal ibu jari kaki. y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Fleksio phalanx distal ibu jari kaki; plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki; menunjang arcus longitudinalis pedis medialis.

Otot Tibialis posterior


y Origo

Permukaan posterior corpus tibiae dan fibulae dan membrane interosea. y Insersio Tuberositas os navicu lare dan tulang-tulang berdekatan lainnya. y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki; inversion kaki pada articulatio subtalis tarso trasversali meunjang arcus longgitudalis medialis.

2.1.1.2 Kelompok Otot Superfisial

Otot Gastrocnemius
y Origo

Caput laterale dari condylus lateralis femoris dan caput condylus medialis. y Insersio Permukaan posterior calcaneus medialis di atas ke dalam permukaan Melalui tendo calcaneus. y Persarafan. N. tibialis. y Fungsi Plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki, fleksio sendi lutut.

Otot Plantaris
y Origo

Crista supracondylus lateralis femur. y Insersio Permukaan posterior calcaneus. y Persarafan N. tibialis . y Fungsi Plantar fleksio kaki pada sendi pergelangan kaki; fleksio sendi lutut.

Otot Soleus
y Origo

fibulae Corpus tibiae. y Insersio Melalui tendo calcaneus ke dalam permukaan posterior calcaneus. y Persarafan N. tibialis. y Fungsi Bersama m. gastrocnemius dan m. plantaris adalah fleksor plantar kuat dari sendi pergelangan kaki; member ikan kekuatan bergerak maju dalam berjalan dan berlari.

2.1.2 Regio Cruris Posterior

2.1.2.1 Pembuluh Darah


y Distal fossa poplitea A. poplitea bercabang menjadi A. Tibialis

Anterior dan A. Tibialis Posterior.

A. Tibialis Posterior
y Berjalan bersama N. Tibialis (lateral A. tibialis) y Berjalan kedistal kedalam otot-otot flexor dalam y Diproksimal tertutup fascia cruris profunda, M. Soleus dan

M. Gastronimeus y Berjalan dorsal M. Tibialis posterior, kemudian parit antara M. flexor digitorum longus dan M. Halucis logus y Denyut dapat dirasakan pada canalis malleolus medial dan tepi medial tendo calcaneus Achilles.

Cabang-cabang. tibialis posterior adalah:


y A. Malleolus posterior medialis
y A. Peronea y dipercabangkan setinggi colum fibula. A peronea mempercabangkan
y r. perforans, menembus membrane interossea atas syndesmosis

tibiofibularis y a. maleolaris posterior lateralis dipercabangkan setinggi malleolus lateral

y A. Nutricia y Rr. Musculare untuk otot-otot flexor.

2.1.2.2 Vena
y Sistem pembuluh balikV. Saphena Magna yang bertempat

ditungkai bawah dalam fossa poplitea menembus fascia poplitea antara kedua pangkal M. gastrocnemius bermuara ke V. popliteaVenanya mengikuti arteri, kecualiV. saphena parva yang mengikuti n. suralis dan kemudian mengikuti n. cutaneus surae medialis.

2.1.2.3 Inervasi
y Didalam region cruris posterior terdapat: y N. Tibialis berjalan mengikuti A. tibialis, menyilang A. poplitea dan A. Tibialis Poateior kemudian bercabang menjadi: y rr. musculaqes, untuk:
y y y y

m. tbialis posterior m. flexor digitorum longus m. flexor hallucis longus m. soleus

y n. cutaneus surae medials y berjalan kedistal diantara kedua caput m. gastrocnemius sampai kira-kira pada pertengahan tunkai bawah menebus lamina superficialis facialis cruris posterior kemudian baersatu dengan n. cutaneus surae lateralis.

y n. cutaneus surae ateralis


y baerjalan kedistal di dorsal caput mediale m. gastrocnemius menebus lamina superficialis

fascialis cruris posterior di atas pertengahan tungkai bawah dan bersatu dengan n. cutaeneus surae medialis. y Kedua nn. cutanei surae membentuk n. suralis yang berjalan kekulit tungkai

bawah sebelah dorsal.

2.1.3 Regio Cruris Anterior


y Pembuluh darah dan system saraf region cruris anterior.

2.1.3.1 Pembuluh darah


y Arteri di region anterior adalah A. tibialis anterior dengan

cabang-cabangnya, yaitu A.recurrens tibialis anterior, A. malleolaris anterior lateralis, A.malleolaris anterior medialis dan A. Dorsalis Pedis.

Recurrens tibialis anterior


y dipercabangkan tepat setelah menebus membrane interossea

ke proximal menyilang m. tibialis anterior sebelah dorsol medial ikut membentuk rete patellae.

Malleolaris anterior lateralis


y Dipercbangkan setinggi malleolus lateralis ke lateral di dorsal

tendo m. extensor digitorum longus dan berhubungan dengan r. perforans a. peronea. ikut membentuk rete malleolare lateral.

Malleolaris anterior medialis


y di percabangkan setinggi malleolus medialis di distal dari

percabangan A. malleolaris anterior lateralis. Ikut membentuk rete malleilare mediale.

Dorsalis Pedis

2.1.3.2 Vena
y Diregio cruris anterior terdapat V. saphena magna, yang

berjalan ke proximal di sebelah media tibia, di ventral N. saphena.

2.1.3.3 Intervasi
y Saraf di region cruris nterior adalah N. peoneus communis

Berjalan antara tendo M. Biceps Femoralis dan Caput Lateral M. Gastronemius. Tepat di distal caput fibulae lateral fibulae kemudian akan bercabang-cabang yaitu R. Peroneus superficialis R. Proneus Profundus.

R. Peroneus superficialis
y memberi cabang-cabang:
y terletak antara M. peroneus longus dan m. peroneus brevis y Sepertiga distal tungkai bawah menembus fascia cruris untuk

kulit y Anterolatelal Cruris anterior dan dorsum pedis.

R. Proneus Profundus
y Menembus septum intermusculare anterior menuju

otot-otot extensor.
y Menuju proksimal M. Extensor Digitorum longus y Lalu ke distal bersama A.V. Tibialis Anterior

y N. saphena y membei cabang rr. cutanei mediales ke kulit tungkai

bawah sebelah ventral dan media

2.2 Regio Pedis dan Digitorum Pedis

2.2.1 Dalam region pedis dan regio digitorum pedis


y Didalam region pedis dan regions digitorum pedis terdapat: y Talus y Calcaneus y Os naviculare y Tiga ossa cuneiforme y Jari II s.dV. tiga buah y Os cuboideum y lima ossa metatarsalia dan Phalanges:pada jari I ada dua

2.2.2 Otot Tungkai Otot Telapak Kaki


y Otot tungkai otot telapak kaki terdiri dari beberapa lapisan

yaitu :

Lapisan Pertama

Otot Abductor Hallucis


y Origo

Tuberositas mediale calcaneus dan retinaculum flexorum. y Insersio Basis phalanx proximal ibu jari kaki. y Persarafan N. Plantatis Medialis. y Fungsi Fleksio dan abduksio ibu jari kaki; bergeser pads arcus longitudinalis medialis.

Otot Flexor Digitorum Brevis


y Origo

Tuberositas medialecalcaneus. y Insersio Empat tendo keempat jari kaki lateral tertanam ke dalam tepi phalanx tengah; tendo ditembus oleh yang berasal dari flexor digitorum longus. y Persarafan N. plantar medialis. y Fungsi Fleksio lateral keempat jari kaki; bergeser pads arcus longitudinalis medialis dan lateralis.

Otot Abductor Digiti Minimi


y Origo

Tuberositas mediale dan laterale calcaneus. y Insersio Basis phalanx proximalis jari kaki kelima bergeser pada jari kaki ke lima. y Persarafan N. plantaris lateralis. y Fungsi Fleksio dan abduksio jari kaki kelima; bergeser pads arcus longitudinalis lateralis.

Lapisan Kedua

Otot Quadrates Plantae


y Origo

Sisi medial dan lateral calcaneus. y Insersio Tendo flexor digitorum longus. y Persarafan N. plantaris lateralis. y Fungsi Membantu flexor digitorum longus dalam memfleksi lateral empat jari kaki.

Otot Lumbricalis (4)


y Origo

Tendo flexor digitorum longus. y Insersio Ekspansi extensor dorEkspansi extensor dorsalis; basis phalanges proximal keempat jari kaki lateral. y Persarafan N. plantaris lumbricalis medialis; sisanya n. plantaris lateralis. y Fungsi Ekstensio jari kaki pads articulatio interphalangea.

Lapisan Ketiga

OtotFlexor Hallucis Brevis


y Origo

Insersio cuboideum, cuneiforme lateral, tibialis

posterior. y Insersio Tendo medial ke dalam sisi medial basis phalanx proximal ibu jari kaki; tendo lateral ke dalam sisi lateral basis phalanx proximal ibu jari kaki. y Persarafan N. plantaris mediali. y Fungsi Fleksio articulatio metatarsophalanges ibu jari kaki; menyangga arcus longitudinalis medialis.

Otot Adductor Hallucis


y Origo

Caput obliquum basis os metatarsale kedua, ketiga, dan keempat; caput transversum ligamentum plantaris. y Insersio Sisi lateral basis phalanx proximal ibu jari kaki. y Persarafan Ramus profundus nerves plantaris lateralis. y Fungsi Fleksio articulatio metatarsophalangea; menyatukan metatarsal.

Otot Flexor Digitiminimi Brevis


y Origo

Basis os metatarsale kelima. y Insersio Sisi lateral basis phalanx proximal kelingking kaki. y Persarafan N. plantaris lateralis. y Fungsi Fleksio articulatio metatarsophalangea kelingking kaki.

Lapisan Keempat

Otot Dorsalis (4)


y Origo

Sisi bersebelahan os metatarsale. y Insersio Basis phalanges proximal sisi medial pertama lateralis jari kaki kedua; sisi lainnya jari kaki kedua, ketiga, dan keempat, jugs ekspansi. extensor dorsal. y Persarafan N. plantaris lateral. y Fungsi Abduksio jari-jari kaki; fleksio articulatio ekstensio articulatio interphalangeae.

Otot Plantaris (3)


y Origo

ermukaan inferior os metatarsale ketiga, keempat, dan kelima. y Insersio Sisi medial basis phalanges proximal tigajari kaki lateral. y Persarafan N. plantaris lateralis. y Fungsi Abduksio jari4ari kaki; fleksio articulatio ekstensio articulatio interphalangeae.

2.2.3 Regio Dorsum Pedis

2.2.3.1 Fascia Regio Dorsum Pedis


y Regio Dorsum Pedis terdapat Fascia Superficialis Dorsum

Pedis dan Fascia Profunda dorsum Pedis.

Fascia Superficialis Dorsum Pedis


y Terletak didistalis terhadap Retinaculum Musculorum

Extensor Inferius y Masuk kedalam aponeurosis extensor jari-jari y Pada bagian proksimal melekat pada Retinaculum Extensor Superrius

Fascia Profunda dorsum Pedis


y Terletak disebelah dalam tendo-tendo M. Extensor

Digitorum Longus y Padat, kaku dan melekat pada batas kaki

2.2.3.2 Otot-otot pada dorsum pedis


y M. Extensor Hallucis Longus y M. Extensor Hallucis Brevis y Inervasi oleh N. Peroneus profundus

2.2.3.3 Tendo - Tendo


y M. tibialis anterior y M. Extensor Hallucis logus y M. Digitorum logus y M. Tibialis anterior ke medialis kaki, melekat pada bagian

proximal dan medialis os. Cuneiforme I dan basis ossis Metatarsis I y M. Etensor Halucis Longus, M. Extensor Hallucis Brevismenuju digiti I y M. Extensor Digitorum Logus, M. ProneusTertius menuju digiti II-IV dan tuberositas ossis metatarsal V.

2.2.3.4 A. Dorsalis Pedis


y Lateral dari tendo M. Extensor Hallucis Longus dan medial

dari tendo extensor digitorum longus y Menembus Spatium Interossea I menjadi Ramus Plantaris Profundus y Distal dari retinaculum bercabang A. Tarsalis Medialis membentuk A. Arcuata kemudian menjadi Aa. Metatarsal Dorsalis y Proximal dari retinakulum bercabang A. Malleolaris Anterior Medialis dan A. Malleolaris Anterior Lateralis.

2.2.4 Regio Pelantar Pedis

2.2.4.1 Aponeorosis plantaris


y Origo otot-otot Pelantar Pedis y Mulai dari tubercalcanei, menyebar sebagai kipas dan melekat

pada jari-jari dengan membentuk lima berkas tendo.

2.2.4.2 Otot-otot
y M. Abduktor hallucis y M. Flexor Hallucis Brevis y M. Adduktor hsllucis y M. Plantar Medialis y M. Plantar Lateralis & Medialis y M. Plantar Lateralis

2.2.4.3 Otot-otot Digiti V


y M. Abduktor Digiti V y M. Flexor Digiti V Brevis y M. Opponens Digiti V y Inervasi N. Plantaris Lateralis

2.2.4.4 Otot-otot ruang tengah


y M. flexor Digitorum Brevis y Mm. Lumbricales y Mm. Interossei dorsalis (4) y Mm. Inrerossei Plantaris (3)

N. Plantaris Medialis Nn. Plantaris Lateralis dan Medialis N. Plantaris Lateralis

2.2.4.5 A. Tibialis Posterior


y Cabang A. Tibialis Posterior:
y A. Plantaris Medialis

: :

R. Profundus & R. Profundus &

Superfisialis y A. Plantaris Lateralis Superfisialis

Arcus plantaris dibentuk oleh :


y R. Profundus A. Plantaris Lateralis y R. Plantaris Profundus A. Dorsalis Pedis.

Lanjutan
y Arcus plantaris memberikan cabang Aa. Metatarsae kemudian

bercabang A. Perforans Anterior dan A. Perforans posterior. A. Perforans anterior berhubungan dengan A. Dorsalis Digit bercabang jadi Aa. Digialis Plantaris.

2.2.4.6 Vena
y TiapVena Digitalis Pedis jadi satuVena metatarsal Plantaris

membentuk ArcusVenossum Plantaris.

2.2.4.7 Saraf

N. Plantaris Medialis
y Cabang medialis (N. Digitslis plantaris Proprius I) mengikuti

M. Abduktor Halcis y Cabang lateral : 3 Nn. Digiti plantaris Comunis y Tiap Nn. Plantaris Commuis member 2Nn. Digitalis Plantaris Proprii untuk mempersarafi jari-jari.

N. Plantaris Medialis menginervasi


y Kulit Medial telapak kaki y sisi 3 jari I,II,III, dan medial jari IV y M. Abduktor Halucis y M. Flexor Digitorum Brevis y M. Flexor Hallucis Brevis y M. Lumbricales I

N. Plantaris Lateralis
y Kulit telapak kaki lateral terhadap garis digiti quatrus y M. Quadratus Plantae y M. Lumbricales IV y M. Abduktor Digiti Minimi

R. Profundus
y M. Interosseus Plantaris 2,3,4 y M. Interosseus Dorsalis y Tiga Mm. Lumbrikales Lateralis y M. Adductor Hallucis Logus y M. Opponens Digiti Minimi.

2.3 Contoh Soal Kasus

1.

Seorang pria berusia 25 tahun berlari melintasi padang rumput dan kaki kirinya terjeblos ke dalam lubang sarang kelinci. Sewaktu jatuh, kaki kirinya terputar ke lateral dan overeversio. Saat hendak berdiri ternyata kaki kirinya tidak dapat menahan beban sama sekali. Setengah jam kemudian dia diperiksa seorang dokter. Pergelangan kaki kirinya membengkak hebat, terutama sisi lateralnya. Tumit kiri tampak agak menonjol. Radiograf anteroposterior dan lateral pergelangan kaki menunjukkan fraktura malleolus medialis dan lateralis dan fraktura ujung bawah tibia. Tibia tergeser ke depan talus. Dibuat diagnosis dislokasio fraktura berat sendi pergelangan kaki. (a) Apakah sendi pergelangan kaki biasanya stabil? Jika ya, kestabilan ini bergantung pada apa saja? (b) Jelaskan secara anatomis bagaimana dislokasio fraktur pada pasien ini dapat terjadi. (c) Jenis fraktura apa terjadi pada malleolus lateralis dan medialis, transversal, serong atau spiral ?

2.

Seorang pria berumur 54 tahun disarankan untuk mengurangi berat badannya. Untuknya ditetapkan diet dan sangat dianjurkan agar lebih banyak bergerak badan. Suatu pagi sewaktu berlari pagi ia mendengar bunyi barang terputus dan merasakan nyeri mendadak pada bagian bawah betis kanannya. Pada pemeriksaan di kamar darurat, dokter mendapatkan belahan atas betis itu membengkak dan tampak celah di antara bagian yang membengkak ini dan tumit kanannya. Dengan pasien telentang, dokter itu dengan hatihati memijit bagian atas betis kanan itu dan ternyata tidak ada plantar fleksio pada sendi pergelangan kaki kanan. Diagnosis yang dibuat ialah tendo Achilles kanan putus. (a) Lukiskan lokasi tendo Achilles. (b) Perlihatkan pada diri sendiri gerakan plantar fleksio pada sendi pergelangan kaki. (c) Jelaskan mengapa bagian atas betis kanan itu membengkak pada pasien ini dan mengapa terdapat celah di bawah pembengkakan ini.

Pembahasan

1.

(a) Pergelangan kaki adalah sendi yang sangat stabil. Corpus tali dengan kuat ditahan pada tempatnya dalam lubang yang dibentuk oleh ujung bawah tibia dan malleolus medialis dan lateralis. Susunan ini diperkuat lagi oleh ligamentum mediale atau ligamentum deltoideum yang sangat kuat dan ligamentum laterale yang kurang kuat. (b) Mekanisme dislokasio fraktura sendi pergelangan kaki dibicarakan pada halaman 422. (c) Pada dislokasio fraktura yang meliputi rotasio dan eversio berlebihan kaki, biasanya terdapat fraktura spiral pada malleolus lateralis dan fraktura transversa melintasi malleolus medialis. Ligamentum mediale begitu kuat sehingga menarik putus malleolus medialis

2.

(a) Tendo Achilles atau tendo calcaneus melekat pada permukaan posterior calcaneum. la adalah tendo dari insersio m. gastrocnemius dan m. soleus. (b) Fleksio plantar sendi pergelangan kaki adalah gerakan menjulurkan jari jari kaki ke bawah. (c) Bila tendo calcaneus robek, venter m. gastrocnemius dan m. soleus tertarik ke atas, menimbulkan celah di antara ujung-ujung yang terpisah tendo calcaneus.

BAB III KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
1.

Tulang yang berada diregio cruris adalah tibia dan fibula. Otot-otot regio cruris atau tungkai bawah otot-otot ini berfungsi : menggerakkan sendi pergelangan kaki dan flexi tungkai bawah. Regio cruris diperdarahi oleh cabang A. poplitea yaitu A.tibialis yang bercabang menjadi A. Tibialis Anterior dan A. Tibialis Posterior. Sistem pembuluh balik V. Saphena Magna bermuara ke V. poplitea. Inervasi bagi region cruris N. Tibialis berjalan mengikuti A. tibialis.

2.

Di regio pedis dan regio digitorum pedis terdapat tulang talus, calcaneus, os naviculare, tiga ossa cuneiforme, jari dua sampai dengan lima, tiga buah, os cuboideum, ossa metatarsalia dan phalanges:pada jari I ada dua buah. Regio tersebut mendapat suplai darah dari A. Dorsalis Pedis. region pedis dan dorsum pedis A. Dorsalis Pedis. Regio tersebut dipersarafi oleh N. Plantaris Medialis, N. Plantaris Medialis, R. Profundus danN. Plantaris Lateralis.

DAFTAR PUSTAKA
y Anne M. R., Keith L. More. Anatomi Klinis Dasar ; ahli bahasa,

Hendra Laksman dkk. edisi I Jakarta, 2002.


y Profesor Dr. med. Johanes Sobbota, Sobotta Atlas Anatomi

Manusia 20/E, 1989.


y Dorland, W.A. Nenman, Kamus Kedokteran Dorland : ahli

bahasa, Huriawati H. dkk Ed-29- Jakarta ; EGC, 2002.

LAMPIRAN