Anda di halaman 1dari 56

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-Nya maka dapatlah kami susun Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu untuk melengkapi berkas mengajukan Status Terakreditasi dari BAN-PT Laporan hasil evaluasi diri Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Labuhanbatu disusun sebagai bahan evaluasi bagi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dalam rangka melakukan akreditasi terhadap program studi perguruan tinggi di Indonesia. Evaluasi diri diuraikan berdasarkan analisis kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman (SWOT) Program Studi Agroteknologi yang menguraikan kondisi saat ini dan yang akan datang,untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas serta keberlanjutan program studi untuk yang akan datang. Semoga Evaluasi Diri ini dapat bermanfaat khususnya bagi Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu umumnya, sehingga diharapkan program studi memiliki kualitas proses belajar mengajar dan lulusan untuk yang akan datang menjadi lebih baik.

Rantauprapat, Maret 2011

Tim Penyusun

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI RANGKUMAN EKSEKUTIF/ABSTRAK. SUSUNAN TIM PENYUSUN DAN DESKRIPSI TUGASNYA... I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN.. A. B. C. D. E. F. G. II. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran... Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi 14 Mahasiswa dan Lulusan 22 Sumberdaya Manusia 26 Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik. Pembiayaan, Sarana, dan Prasarana. 30 42 1 2 3 7 9 9

Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. 46

ANALISIS SWOT Program Studi secara keseluruhan, merujuk kepada deskripsi SWOT setiap komponen A. B. Analisis Komponen.. Strategi dan Pengembangan..... 50 50 52

III. REFERENSI 54 IV. LAMPIRAN-LAMPIRAN..

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

RANGKUMAN EKSEKUTIF/ABSTRAK
Evaluasi diri merupakan proses pengumpulan dan pemrosesan data serta informasi yang digunakan sebagai dasar pengelolaan dan pengembangan Program studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Labuhanbatu. Tujuan Evaluasi Diri ini disamping untuk memperoleh profil program studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu secara komprehensif, juga dimaksudkan sebagai perencanaan dan perbaikan program studi secara menyeluruh dan berkesinambungan, serta sebagai kelengkapan utama persyaratan untuk memperoleh status akreditasi. Berdasarkan keseluruhan evaluasi diri ini dapat dikemukakan rangkuman eksekutif sebagai berikut. Pertama, penyusunan evaluasi diri ini melibatkan seluruh unsur yang mendapat tugas dan amanah dari Ketua STIPER Labuhanbatu. Dari keterlibatan seluruh unsur tersebut diperoleh pemahaman yang sama mengenai upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk pengembangan program studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu. Kedua, visi dan misi program studi telah dirumuskan dengan merujuk kepada visi dan misi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu. Demikian juga, tujuan dan sasaran telah dirumuskan dengan mengacu kepada visi dan misi sekolah tinggi. Dengan demikian diharapkan ada konsistensi antara apa yang akan dicapai program studi dengan yang akan dicapai Sekolah Tinggi. Ketiga, tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, penjaminan mutu, dan sistem informasi yang dilakukan Program Studi dengan mengikuti ketentuan :
a. Tata pamong di program studi ini berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

dengan mengacu kepada peraturan pemerintah, kaidah Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu, statuta dan ketentuan-ketentuan lainnya.
b. Kepemimpinan dilaksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada

sehingga dilaksanakan bersama-sama dengan unsur lain sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
c. Sistem pengelolaan program dapat dikatakan berjalan dengan baik. Seluruh

unsur yang ada dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya serta memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

d. Penjaminan mutu dilakukan baik secara internal maupun eksternal secara rutin

dan evaluasi dari monitoring yang dilakukan dibahas bersama dalam rapat koordinasi baik ditingkat Program Studi maupun Sekolah Tinggi.
e. Sistem informasi dibangun dengan kebutuhan yang diperlukan oleh sivitas

akademika, sehingga informasi ada di Program Studi dapat dengan mudah diakses oleh mahasiswa, dosen dan pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi tersebut. Keempat, mahasiswa dan lulusan, sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa dilakukan secara ketat dengan memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan. Secara umum jumlah mahasiswa yang mendaftar dan daya tampung yang tersedia terus meningkat. Lulusan program studi ilmu pertanian sebagian besar lulusannya telah terserap kedunia kerja dengan lama waktu tunggu memperoleh pekerjaan rata-rata selama dua belas bulan. Lulusan juga mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap almamater melalui Ikatan Alumni Agroteknologi STIPER Labuhanbatu. Kelima, sumber daya manusia didukung oleh dosen dan tenaga pendukung dirasakan cukup memadai. Sebagian besar dosen telah memiliki jenjang Strata dua (Magister) dengan kepangkatan akademik sebagian besar Asisten Ahli. Rasio dosen : mahasiswa sebesar 1 : 17. Tenaga pendukung dirasakan juga telah cukup memadai. Rata-rata tenaga pendukung berpendidikan S1, S2 dan praktisi pertanian, juga seluruhnya dapat menggunakan komputer dengan baik. Keenam, Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik dilakukan seperti :
a. Kurikulum dirancang dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku dengan

beban sks yang memadai serta proporsional antara kurikulum inti dan kurikulum institusional. Saat evaluasi diri ini disusun program studi menyiapkan kurikulum baru yang berorientasi pada kompetensi. Kurikulum baru tersebut diemplementasikan sejak tahun akademik 2010/2011.
b. Pembelajaran berlangsung dengan baik dan dapat menciptakan iklim akademik

yang kondusif. Terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa yang sangat bermanfaat dalam proses penyelesaian studi mahasiswa.
c. Suasana akademik dilakukan sesuai dengan norma-norma pendidikan yang

kondusif sehingga terjalin kerjasama yang erat antara dosen dengan mahasiswa, dosen dengan dosen dan mahasiswa dengan mahasiswa sesuai dengan etika akademik.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

Ketujuh, pembiayaan, sarana dan prasarana pendukung Progran Studi :


a. Pembiayaan Program Studi Agroteknologi seluruh biaya penyelenggaraan secara

umum dapat dikategorikan lebih rendah dibandingkan dengan program studi sejenis dengan status akreditasi yang sama di perguruan tinggi lain. Sumber dana penyelenggaraan program studi ini diperoleh dari mahasiswa. Sangat sedikit sumber dana luar yang digunakan dalam penyelenggaraan program studi.
b. Sarana dan prasarana dipandang cukup memadai baik untuk kegiatan belajar

mengajar, kesekretariatan, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang lembaga kemahasiswaan, dan sarana olah raga dan kesenian. Kedelapan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama dilakukan :
a. Sebagian besar dosen mempunyai kepedulian yang tinggi dalam melaksanakan

Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran dosen telah melaksanakannya secara baik dengan memperhatikan kode etik dan norma kesantunan. Dalam bidang penelitian dan penulisan artikel ilmiah, seluruh dosen mempunyai kepedulian yang cukup tinggi. Dalam satu tahun rata-rata dosen melakukan satu penelitian, menulis dua artikel. Dalam bidang pengabdian masyarakat sebagian besar dosen telah melaksanakannya dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.
b. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh program studi dengan

mengikutsertakan mahasiswa dilapangan, sehingga kelak mahasiswa setelah lulus menjadi sarjana dapat memperoleh soft skill sebagai praktisi pertanian. Berdasarkan analisis SWOT seluruh komponen yang dievaluasi secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, program studi ini memiliki kekuatan antara lain : memiliki kepercayaan dari masyarakat yang cukup tinggi, telah berpengalaman menyelenggarakan program studi, dan memiliki tenaga pengelola yang handal, berdedikasi dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, kelemahan program studi ini terletak pada dua hal, yaitu (a) pendanaan yang dimiliki oleh program studi sangat bertumpu pada dana yang berasal dari mahasiswa, dan (b) sebagian besar mahasiswa berasal dari SLTA yang kurang populer. Ketiga, Tersedianya SDM sejumlah dosen yang sudah menamatkan pendidikan S1, S2 dan masih ada yang sedang kuliah di pascasarjana merupakan

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

peluang/kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh program studi ini untuk kebutuhan pengembangan. Terakhir, Keempat, dilihat dari ancaman, diberikannya ijin penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi perguruan tinggi asing dipandang sebagai ancaman sehingga diperlukan kepedulian semua pihak untuk memajukan dan mengembangkan program studi ini.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

SUSUNAN TIM PENYUSUN DAN DESKRIPSI TUGASNYA


1. Susunan Tim Penyusun Evaluasi Diri. Tim Evaluasi Diri diangkat dan diberhentikan oleh Ketua STIPER Labuhanbatu. Adapun susunan Tim Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu sebagai berikut: Penanggung jawab Ketua Sekretaris Anggota : Paruhuman Daulay, SP. MSi (Ketua STIPER) : Parenta Hasibuan, SP. MSi (Ketua Prodi) : Subhan Nur Nasution, SP (Kepala BAAK) : 1. Yusuf Sihinta Mora, SP (Dosen Tetap Prodi) 2. Mellany Mardhika Wikana, SP (Dosen Tetap Prodi) 3. Syaiful Akbar Arani, SP (Staff BAAK)

2.

Deskripsi Tugas masing-masing tim adalah : a. Penanggung Jawab: Bertanggung penuh terhadap pekerjaan seluruh personil yang tergabung dalam tim kerja evaluasi diri sejak persiapan sampai dengan pelaksanaan visitasi Tim Asesor BAN- PT. b. Ketua : Mengkoordinasikan seluruh kegiatan tim, memotivasi serta mengarahkan secara intensif pekerjaan masing-masing anggota sesuai dengan pembagian tugas dan pembagian pekerjaan yang telah ditetapkan, meliputi bidang akademik, administrasi umum, keuangan, Kemahasiswaan, sarana dan prasarana, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan kerjasama hubungan luar. c. Sekretaris : Mengagendakan dan mengadministrasikan seluruh kegiatan dan pekerjaan yang telah dilakukan oleh tim kerja dengan baik, dan menginventarisasi data-data yang berkaitan dengan evaluasi diri.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

d.

Anggota : Mendata dan mengidentifikasi serta memasukan data-data yang diperlukan berkenaan dengan bidang masing-masing sesuai tugas, meliputi bidang akademik, administrasi umum, keuangan, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama. Selanjutnya, dari hasil pendataan yang dilakukan terangkum dalam bentuk kalimat, sehingga menjadi satu kesatuan evaluasi diri Program Studi.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN


A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran. Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Labuhanbatu dengan bidang konsentrasi Ilmu Pertanian sejak berdiri dan ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI No. 12/D/O/2000 tanggal 14 Februari 2000 telah melaksanakan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Berbagai kebijakan telah dibuat secara progresif sehingga secara bertahap program studi Agroteknologi pada tahun 2010/2011 berupaya untuk mengajukan permohonan akreditasi kepada BAN PT. Pada dasarnya seluruh sistem akademik yang dijalankan selalu mengacu pada sistem pendidikan nasional, termasuk kebijakan pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang berlaku sebagai kurikulum inti dan kurikulum institusional yang disusun oleh program studi Agroteknologi mengacu kepada visi. misi, sasaran dan tujuan dari program studi itu sendiri yang pada hakekatnya menunjukkan keinginan program studi ini berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pertanian, baik dalam dimensi teoritis maupun kegunaan praktis. Untuk mendukung keinginan tersebut berbagai kegiatan penataan dan pengembangan telah dilakukan, kegiatan penataan dan pengelolaan kelembagaan pada prinsipnya dilakukan secara kolegial atau kemitraan, sehingga perumusan kebijakan berlaku secara demokratis. Adapun struktur organisasi yang hirarki sebenarnya ditujukan untuk menunjukkan derajat tanggung jawab terhadap seluruh program, dan tanggung jawabnya terhadap seluruh program studi dan berlangsungnya kegiatan operasional tersebut tidak ditekankan pada garis komando, melainkan lebih pada proses konsultasi. Dalam konsultasi juga merupakan dasar dari pelayanan terhadap kegiatan studi mahasiswa. Upaya-upaya motivasi dalam kegiatan studi mahasiswa diwujudkan dengan menyediakan dosen wali dan bimbingan lapangan dengan jalan field trips. Pembinaan kemahasiswaan dilanjutkan dengan mendorong terbentuknya kelompok-kelompok kerja/diskusi yang pada akhirnya akan memunculkan suasana kompetitif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

Kegiatan pengembangan tenaga edukatif dilakukan dengan mengirim mereka untuk melanjutkan studinya ke berbagai perguruan tinggi, atau menyertakan dalam kegiatan seminar, diskusi, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Untuk keseluruhan kegiatan yang dilangsungkan didukung oleh penyediaan dana operasional seadanya, yang terus menerus ditingkatkan penyediaan dana operasionalnya, yang terus menerus ditingkatkan penyediaan sarana dan prasarana seperti gedung, ruang kuliah, ruang dosen, laboratorium pertanian, pusat computer, kantin, foto copy, lapangan olah raga, ataupun sarana-sarana perkuliahan seperti OHP, LCD, wire less, computer, white board dan sejenisnya. Namun pada akhirnya keseluruhan proses akademik yang berlangsung dapat bergantung kepada layanan akademi terutama pada profil kurikulum masa studi suasana akademik, sistem dan proses pembelajaran. Peninjauan kurikulum telah dilakukan beberapa kali sehingga pada saat ini bobot kurikulum berjumlah 155 SKS dengan masa studinya 8 (delapan) semester. Struktur kurikulum dibuat agar mahasiswa memiliki kemampuan teoritis dan kemampuan praktis, khususnya untuk mata kuliah tentang Ilmu Hama Tumbuhan, Pengelolaan Air, Botani Umum, dan Fisiologi Tumbuhan. Selain itu, dilakukan penguatan kemampuan berbahasa asing dengan konsentrasi pada Bahasa Inggris. Untuk menghasilkan lulusan yang berjiwa religius maka ditambahkan mata kuliah keagamaan dan etika. Perancangan kurikulum seperti ini memberikan keluasan untuk memasukkan muatan-muatan lokal yang diperlukan untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan pasar kerja, karena adanya kurikulum nasional yang dilakukan oleh Diknas c.q Dikti dalam prosentasi yang kecil. Akibatnya peluangpeluang lokal yang harus digarap diwilayah Sumatera Utara dapat diakomodir, sebagai gerbang terdepan dalam era kompetisi global yang dapat diakomodasikan pada muatan lokal, walaupun dimuatkan pada kurikulum akan tidak berdampak pada masa studi yang lebih panjang. Oleh karena itu dapat dilakukan adalah dengan perancangan kurikulum yang mendukung para lulusan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Penerapan kurikulum tersebut juga harus didukung oleh suasana akademik yang mendorong mahasiswa untuk lebih berkompetisi dalam meraih prestasi akademik yang tercermin dalam indeks prestasi, dengan demikian akan ada peningkatan daya saing pada para mahasiswa.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

10

Dalam suasana tersebut dimungkinkan, bila kegiatan kelompok-kelompok studi tumbuh dan organisasi kemahasiswaan di dalam kampus yang secara tidak langsung menumbuhkan daya saing mereka dalam dunia kerja. Kiranya penerapan kurikulum juga harus didukung oleh sistem dan proses pembelajaran. Sistem pembelajaran dimulai dari kalender akademik yang tertib dan teratur, serta dituangkan dalam jadwal perkuliahan, responsi, praktikum dan ujian, yang disosialisasikan pada masa sebelum perkuliahan dimulai, melalui papan pengumuman maupun foto copy kalender akademik dan jadwal perkuliahan yang disampaikan kepada mahasiswa. Selain itu, dosen wali berkewajiban untuk mensosialisasikan kalender akademik dan jadwal perkuliahan kepada mahasiswa bimbingannya. Dalam proses pengajaran diawasi oleh dosen piket dan tim waskat baik untuk mengetahui kuantitas dan frekuensi kehadiran dosen mengajar. Kegiatan belajar dipacu dengan tugas terstruktur, diskusi, penyertaan mahasiswa dalam diskusi dosen, seminar dan kunjungan-kunjungan studi. Seluruh hasil kegiatan belajar mahasiswa dinilai terutama menyangkut tingkat partisipasi, tugas (pekerjaan rumah), nilai ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Seluruh hasil nilai rekapitulasi pada setiap semester dan hasil rekapitulasi bersamaan nilai asli dari dosen dilaporkan pada pihak universitas. Pihak universitas melakukan evaluasi laporan dan melakukan dokumentasi. Bagi mahasiswa nilainya dapat didokumentasikan sendiri dari KHS (Kartu Hasil Studi) yang dibagikan pada setiap semesternya. Biasanya proses tersebut akan semakin berkualitas jika para dosen dapat meningkatkan kemampuannya secara terus menerus dan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui kegiatan penilaian yang dikoordinir oleh Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan secara mandiri dan seluruh kegiatan penelitian direkomendasikan untuk selalu melibatkan mahasiswa. Pada dasarnya kegiatan lain dari para dosen yang juga melibatkan mahasiswa adalah kegiatan pengabdian pada masyarakat yang biayanya dikoordinir oleh lembaga pengabdian pada masyarakat STIPER Labuhanbatu. Kegiatan ini juga dapat dilakukan secara mandiri atau dalam lingkup program studi maupun sekolah tinggi. Seluruh proses tersebut diatas telah disesuaikan dengan visi Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu, yang mengacu kepada Higher Education Long Term Strategy 2003 2010 (HELTS 2003 2010) sebagaimana

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

11

yang telah ditetapkan oleh Dirjen Dikti pada tanggal 1 April 2003. maka ditetapkanlah visi, misi, tujuan dan sasaran, sebagai berikut : A.1. Visi Program studi Menjadikan Program Studi yang mandiri dalam mengemban, tri darma perguruan tinggi menuju kearah yang profesionalisme. A.2. Misi Program Studi. 1. Meningkatkan kwalitas, kinerja dan SDM serta sarana dan prasarana dalam mewujudkan lembaga kearah profesional.. 2. Menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era globalisasi. 3. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat guna menunjang pembangunan bidang pertanian dan teknologi. 4. Menjalin kerja sama dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi agar kridibilitas lembaga meningkat di masyarakat. 5. Menjadikan mahasiswa berkepribadian, disiplin, bertanggung jawab, berahklak dan beriman. A.3. Tujuan Program Studi. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai oleh program studi ini antara lain meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. Menghasilkan lulusan menerapkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan Menghasilkan lulusan yang mampu berfikir dan bersikap serta bertindak sebagai Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi Menghasilkan lulusan yang mampu menguasai bidang kerja secara mendiri, Menghasikan lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan

bidang Agroteknologi yang produktif dalam pengabdian kepada masyarakat. seorang ilmuan. (IPTEK) sesuai dengan kemajuan dalam bidang ilmu pertanian. bekerjasama,pengawasan, bimbingan dan pemecahan masalah. pengembangan dimasa akan datang.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

12

A.4. Sasaran Program Studi. Adapun sasaran yang hendak dicapai dengan berbagai hal tersebut di atas adalah : 1. Menciptakan lulusan yang berkualitas dan SDM yang profesional, produktif, berwawasan lingkungan, beraklak mulia serta mempunyai kepedulian sosial. 2. Menciptakan kehidupan akademik yang demokrasi dan dinamis, sehat serta bertanggungjawab sesuai dengan kode etik STIPER Labuhanbatu mendaya gunakan sumber daya yang ada secara optimal, transparan, akuntabel dan berkelanjutan. 3. Memperoleh hasil karya yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Deskripsi SWOT Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran : a. Kekuatan (Strength) : Program studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu berupaya menyelenggarakan program studi yang mampu mengantisipasi kemajuan dan perkembangan ilmu pertanian dan iptek yang maju pesat, dengan menerapkan program pendidikan pengajaran yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang berorientasi praktek, dan mengacu peran aktif mahasiswa. b. Kelemahan (Weakness) : Pengembangan professional dan kualitas dosen melalui studi lanjut, menjaga dan mengembangkan persepsi masyarakat tentang kualitas Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu yang dimiliki masih terbatas sehingga dimasa yang akan datang perlu lebih ditingkatkan. c. Kesempatan (Opportunity):

Program Studi mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya melalui Sistem Pendidikan Nasional untuk memperoleh pendidikan sampai kejenjang yang lebih tertinggi.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

13

d. Ancaman (Threat) : Tantangan globalisasi yang sulit dibendung menuntut kesungguhan sivitas akademika untuk membangun program studinya.

B. Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi. B.1. Tata Pamong : Statuta Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Labuhanbatu adalah aturan dasar yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan untuk merencanakan, mengembangkan pengelolaan dan menyelenggarakan kegiatan fungsional dengan mengingat ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sistem pengelolaan Program Studi Agroteknologi dalam berbagai kegiatan adalah sebagai berikut. Tatapamong di Program Studi Agroteknologi dilaksanakan dengan : B.1.1. Perencanaan Perencanaan dan pengembangan Program Studi Agroteknologi dilakukan melalui kegiatan tahapan empat tahun akademik yang disajikan dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Labuhanbatu. Pengembangan ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya yang utama adalah pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan pengembangan sumberdaya manusia, dengan meningkatkan sarana dan prasarana, kemahasiswaan, alumni, serta organisasi dan manajemen program studi itu sendiri. Perencanaan dan pengembangan ini kemudian dijabarkan kedalam rencana tahunan program kerja Program studi. Tentunya perencanaan dan pengembangan ini diarahkan pada pencapaian visi, misi, sasaran dan tujuan Program Studi yang melibatkan seluruh sivitas akademika yang ada dalam Program Studi yaitu tenaga pendidik dan kependidikan, mahasiswa, tenaga penunjang dan alumni. B.1.2. Pengorganisasian Organisasi Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu disusun untuk melakukan pembagian tugas dan wewenangnya dalam melakukan sistem kerja yang harmonis bagi pejabat struktural, agar pengelolaan

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

14

Program Studi dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dengan melibatkan seluruh unsur yang ada, sehingga dalam organisasi tersebut bukan hanya merupakan pembagian tugas semata, akan tetapi bersama-sama melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.Susunan organisasi Program Studi Agroteknologi sebagaimana terlihat pada susunan dibawah ini :

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

15

Tabel 1 Struktur Organisasi Program Studi Agroteknologi

Ketua Program Studi Sekretaris Program Studi KDBK


Ilmu Hama Tumbuhan

Laboratorium Komputer

KDBK Pengelolaan Air

BAAK

Laboratorium Klinis Pertanian

KDBK Botani Umum

KAUR AKADEMIK

KDBK
Fisiologi Tumbuhan

KAUR UMUM KAUR


KEMAHASISWAAN

KDBK
Mata Kuliah Umum

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

16

Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ditingkat Program Studi dibagi sebagai berikut: a. Tugas-tugas Ketua Program Studi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melakukan pembinaan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Membina organisasi non struktural dilingkungan Program Studi. Menyusun Rencana Induk Pengembangan Program Studi. Melaksanakan evaluasi Kurikulum, Silabus dan SAP Program Studi secara priodik. Melaksanakan pengelolaan Program Studi dan Anggaran Program Studi.

b. Tugas Sekretaris Program Studi : 1) 2) Membantu Ketua Program Studi dalam melaksanakan tugas-tugas yang bersifat teknis. Memimpin pelaksanaan kegiatan akademik dan pelaksanaan pembinaan kemahasiswaan ditingkat Program Studi apabila Ketua Program Studi berhalangan. c. Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) : BAAK Program Studi adalah tenaga kependidikan yang merupakan unit administrasi operasional pendidikan dengan tugas sebagai berikut : 1) 2) Menerima, mencatat, mengolah, menggandakan dan mendistribusikan serta mengarsipkan surat-surat ditingkat Program Studi. Melayani administrasi dan data daftar ulang mahasiswa, seperti : a) b) c) 3) 4) 5) 6) menyiapkan dan mengelola KRS. Menyiapkan dan melayani pengurusan KTM. Menyiapkan sarana dan prasarana operasional pendidikan.

Menyiapkan jadwal kuliah, ujian, praktikum dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Melaporkan Daftar Mata Kuliah dan Jumlah SKS tiap mahasiswa. Membuat dan mengolah Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen. Membuat dan mengolah Daftar Hadir dan Nilai Ujian Semester.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

17

7) 8)

Mempersiapkan administrasi Ujian Sidang Sarjana. Mempersiapkan administrasi dan saran rapat-rapat Program Studi.

d. Kelompok Dosen Bidang Kajian (KDBK) Kelompok Dosen Bidang Kajian adalah suatu unit yang dibentuk untuk dapat mengevaluasi perkembangan dan kebutuhan masyarakat terhadap sesuatu bidang kajian ilmu.

e. Ketua Laboratotium Ketua Laboratorium adalah pelayan teknis di laboratorium yang harus dapat mempersiapkan dan membimbing mahasiswa untuk berpraktek sesuai dengan fungsi laboratorium tersebut. B.2. Kepemimpinan Sistem kepemimpinan yang berlaku dilaksanakan berdasarkan musyawarah dan mufakat, pengambilan kebijakan atau keputusan dilakukan melalui rapat koordinasi sesama pejabat struktural di Program Studi serta unit-unit kerja dengan Sekolah Tinggi. Pengambilan keputusan dibidang akademik dilakukan melalui mekanisme rapat majelis dosen Program Studi atau dengan Kepala-kepala Laboratorium dan hasilnya dilanjutkan kerapat pimpinan. Pengambilan keputusan yang bersifat strategis dilakukan bersama oleh Ketua Sekolah Tinggi, Pembantu Ketua I dan Ketua Program Studi, sedangkan pengambilan keputusan yang bersifat rutin dilakukan oleh Ketua Program Studi bersama dosen dan tenaga kependidikan lainnya. Setiap keputusan yang telah diambil melalui mekanisme rapat, selanjutnya disosialisasikan melalui rapat pimpinan, rapat program studi maupun dengan pengumuman tertulis yang disebarkan kepada seluruh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap keputusan tersebut. Mekanisme koordinasi yang melibatkan seluruh unsur sivitas akademika dilakukan secara berjenjang sesuai dengan masalah yang dihadapi dan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian kebijakan ataupun keputusan akan dapat diambil dan dilaksanakan tersebut dapat berjalan secara objektif dan berjalan sesuai tujuan. Untuk menghasilkan kebijakan yang bersifat bottom up

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

18

diadakan rapat rutin secara berkala baik ditingkat Program Studi maupun ditingkat Sekolah Tinggi. Rapat rutin di Program Studi diadakan setiap minggu pada haris Sabtu yang melibatkan Majelis Program Studi dan Tenaga Kependidikan, dalam agenda tertentu, partisipasi mahasiswa juga dilibatkan dalam rapat Program Studi. Koordinasi dengan Sekolah Tinggi diadakan secara rutin pada minggu keempat setiap bulannya, disamping rapat rutin, juga dilakukan rapat insidential sesuai dengan kebutuhan pengambilan kebijakan.

B.3. Sistem Pengelolaan. Sumberdaya Manusia yang ada di Progtam Studi Agroteknologi terdiri dari dosen dan tenaga penunjang akademik. Dosen terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap sedangkan tenaga penunjang akademik terdiri dari dari tenaga administrasi, pustakawan, teknisi, laboran, dan lainnya. Sumberdaya Manusia, baik dosen maupun tenaga penunjang adalah sumberdaya yang amat penting dalam pelaksanaan proses pendidikan yang pada umumnya digunakan dengan prinsip efisiensi dengan tidak mengabaikan kompetensi masingmasing. Pada prinsipnya sumberdaya manusia dosen dan tenaga penunjang akademik dikelola ditingkat Sekolah Tinggi, walaupun secara operasional diberikan wewenang kepada Ketua Program Studi untuk mengoptimalisasikannya. Untuk memperoleh jumlah, jenis dan kualitas yang tepat, maka dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumberdaya manusia sesuai dengan rencana pengembangan Program Studi dan dari hasil perencanaan kebutuhan ini dilakukan proses rekruitmen, seleksi dan penempatan. Untuk rekrutmen dosen tetap, Program Studi dapat menerima lamaran dari lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu itu sendiri atau dari lulusan perguruan tinggi yang mempunyai kompetensi. Sedangkan untuk dosen tidak tetap, Program Studi melakukan pelacakan tenaga ahli dari luar berbagai perguruan tinggi yang dianggap mempunyai sumberdaya manusia yang kompeten untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Persyaratan untuk dapat menjadi dosen tetap di Program Studi Agroteknologi saat ini harus berkualifikasi S2 walaupun saat masih ada dosen yang memiliki kualifikasi S1

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

19

tetapi diharapkan dapat melanjutkan jenjang S2, memiliki integritas dan kemampuan menjadi dosen, memiliki kesehatan yang baik, serta memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu. Sebelum diangkat menjadi dosen tetap terlebih dahulu dilakukan dengan masa percobaan dalam status asisten dosen. Hasil evaluasi terhadap pelamar tersebut dilakukan KDBK (Kelompok Dosen Bidang Kajian) dijadikan referensi dalam pengangkatan dosen tetap, prosedur pengangkatan dosen tetap melalui usulan dari Ketua Program Studi kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian untuk selanjutnya diangkat dengan Surat Keputusan (SK) dari Yayasan Universitas Labuhanbatu, sebagai dosen tetap yayasan. Sementara itu persyaratan untuk menjadi tenaga penunjang akademik adalah memiliki pendidikan minimal tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan lebih diutamakan tamatan diploma dan mampu melaksanakan tugas administrasi sesuai dengan unit kerjanya, persyaratan lain adalah kemampuan dalam hal etos kerja, kepribadian serta loyalitas. B.4. Penjaminan Mutu. Pelaksanaan penjaminan mutu pada Program Studi dilakukan melalui evaluasi internal dengan melibatkan bagian Akademik di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu. Pada tahun akademik 2012/2013 akan dikembangkan kelembagaan penjaminan mutu yang melibatkan unsur-unsur diluar Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu. Dalam rangka mengembangkan sistem Jaminan Mutu, maka dilakukan evaluasi internal secara berkelanjutan terhadap aspek-aspek : (i) Calon Mahasiswa, (ii) Dosen, (iii) Kurikulum dan Silabus, (iv) Proses Belajar Mengajar, dan (v) Kompetensi Lulusan, evaluasi tersebut dilakukan secara berkala ditingkat Program Studi dan Sekolah Tinggi. Hasil evaluasi internal dan eksternal akan dimanfaatkan secara optimal dalam perbaikan dan pengembangan program, yang diwujudkan dalam sasaran sebagai berikut : a. Meningkatkan kualifikasi calon mahasiswa yang akan masuk ke Program Studi Agroteknologi dengan menetapkan passing grade penerimaan yang lebih tinggi dari passing grade sebelumnya.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

20

b. Meningkatkan kapasitas dosen dalam melakukan proses belajar mengajar, meningkatkan tingkat kehadiran dan penggunaan waktu mengajar dosen di kelas sampai 90%. c. Meningkatkan relevansi kurikulum dengan tuntutan pasar dengan melakukan up-grading setiap tahun pada tingkat Kelompok Dosen Bidang Kajian. d. Meningkatkan daya serap lulusan dipasar tenaga kerja sesuai kerjasama yang dilakukan Program Studi Agroteknologi dengan instansi pemerintah maupun pihak swasta. Pelaksanaan Penjaminan Mutu (quality assurance) dalam proses belajar mengajar dilakukan melalui : a. Up-grading (pembaruan) materi ajar dan satuan acara perkuliahannya, yang dilakukan secara rutin pada setiap menjelang awal semester. b. Monitoring sumber pembelajaran yang mencakup jenis buku ajar, tahun terbit dan penulisnya. c. Monitoring media pembelajaran baik dalam kelas maupun dilaboratorium sebagai dasar penyusunan penganggaran sarana di Program Studi. d. Melakukan evaluasi kinerja dosen baik dalam maupun luar menurut persepsi mahasiswa dan tim dosen KDBK berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh Program Studi. Hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mengembangkan lebih lanjut kemampuan dosen dimasa yang akan datang. Disamping itu hasil evaluasi juga dugunakan sebagai dasar penugasan dosen dalam suatu mata kuliah pada semester berikutnya. e. Hasil evaluasi kinerja dosen dijadikan dasar untuk peningkatan mutu pembelajaran. Penjaminan mutu pada tingkat Program Studi Agroteknologi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam program kerja, yang dilakukan oleh bagian akademik, adapun beberapa upaya penjaminan mutu yang akan dilakukan pada tingkat Program Studi meliputi : a. Penetapan batas minimal perkuliahan yang harus dilakukan oleh dosen (sebanyak 14 kali tatap muka/perkuliahan).

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

21

b. Penetapan persyaratan dalam penulisan Tugas Akhir mahasiswa dan mencapai IP minimal 2,00 dan jumlah SKS maksimum yang dapat ditempuh pada saat penyusunan Tugas Akhir. B.5. Sistem Informasi. System informasi di Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu saat ini diarasakan sudah mencukupi kebutuhan mahasiswa, dosen dan pihak-pihak lain mempunyai kepentingan atas informasi di Program Studi, hal ini dengan tersedianya beberapa perlengkapan seperti : a. b. c. Aplikasi perpustakaan untuk memperoleh koleksi buku, hasil Akses internet wireless (hotspot free) dilingkungan kampus. Tersedianya laboratorium computer yang lengkap. penelitian dalam bentuk manual maupun CD-ROM.

Deskripsi SWOT Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi : a. Kekuatan (Strength): Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi telah dirumuskan dengan jelas dan relevan dengan Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhanbatu. b. Kelemahan (Weakness) : ada kelemahan yang ditemui karena Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi Program Studi belum terlihat konsisten dan relevan dengan institusi diatasnya. d. Kesempatan (Opportunity):

Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Jaminan Mutu, dan Sistem Informasi Program Studi Agroteknologi mampunyai kesempatan yang seluasluasnya untuk menekan semua unsur yang ada di Program Studi karena kesempatan itu ada ditangan satu pengelola. d. Ancaman (Threat) :

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

22

Apabila dilihat pola yang ada maka dapat dikatakan keadaannya masih sangat rapuh dan mudah tergoyangkan.

C. Mahasiswa dan Lulusan. C.1. Mahasiswa. Seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi administratif dan intelektual yang dilakukan secara tertulis dengan materi Matematika dasar, Bahasa Inggeris, Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Setelah dinyatakan lulus ujian tertulis, kemudian dilakukan kegiatan orientasi pendidikan ditingkat STIPER dan Program Studi sebelum perkuliahan dimulai. Pihak Yayasan Universitas Labuhanbatu selaku badan pertanian pengelola STIPER Labuhanbatu mengeluarkan kebijakan pemberian bea siswa dari 25 % hingga 50 % uang kuliah bagi siswa SMA dan SMK yang berperestasi dengan rangking 1-10, juga terhadap siswa-siswa yang memiliki kualitas akademik yang telah ditentukan oleh STIPER Labuhanbatu. Pelayanan dan Bimbingan Mahasiswa : Pembimbingan mahasiswa dilakukan secara regular melalui kegiatan kuliah responsi pengisian KRS, kunjungan belajar, magang, penelitian/praktek. Kegiatan yang tidak regular berupa bimbingan skripsi, pembinaan kelompok karier, pembinaan perhimpunan mahasiswa program studi. Masa menempuh studi tidak jarang mahasiswa menghadapi berbagai persoalan akademik dan non akademik. Pembinaan akademik secara langsung dilaksanakan oleh dosen wali. Kelompok-kelompok belajar yang diasuh oleh dosen wali minimal melakukan pertemuan 3 (tiga) kali dalam setiap semesternya. Apabila ada persoalanpersoalan yang tidak dapat ditangani oleh dosen wali, maka ketua program studi wajib mengetahui dan menyelesaikannya. Dosen wali juga wajib mendorong suasana kompetitif dalam kelompok belajar yang dibinanya, dan bila ada mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar, maka dosen wali akan menelusuri sebab-sebab kesulitan tersebut. Mahasiswa sebagai mahluk sosial tentunya memiliki banyak persoalan hidup yang mengganggu kesuksesan studinya, persoalan-persoalan yang berasal dari lingkungan sosial, keluarga atau diri pribadi merupakan potensi pengganggu studinya.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

23

Seringkali dosen wali atau dosen-dosen yang memiliki kedekatan hati kepada mahasiswa bertindak tidak sekedar membina persoalan akademis saja, melainkan juga menjadi penasehat hal-hal yang bersifat non akedemis. Namun sepanjang dosen masih menerima persoalan tersebut dan membawa dampak yang baik, maka hal tersebut dapat dilanjutkan. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan oleh himpunan mahasiswa program studi Agroteknologi dalam berbagai bentuk, misalnya, kunjungan ke instansi, studi tour, pembentukan kelompok-kelompok diskusi, penyuluhan pertanian, dan sebagainya. Kegiatan tidak jarang merupakan kerjasama dengan pihak sekolah tinggi atau program studi lain dalam rangka pengabdian masyarakat ataupun penelitian. Pada dasarnya setiap kegiatan yang ada dalam lingkup sekolah tinggi dan program studi selalu direkomendasikan untuk melibatkan mahasiswa. Mahasiswa program studi Agroteknologi tidak hanya berasal dari Kota Rantauprapat saja, akan tetapi datang dari berbagai daerah lain yang masih dalam wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Riau. Ditinjau dari data pribadi mahasiswa, mereka memiliki latar belakang heterogen dari segi etnis, agama, dan sosiokultural, mayoritas adalah terdiri dari lulusan SMA dan SMK. Namun demikian program studi ini juga tetap menerima calon mahasiswa yang berstatus pegawai atau karyawan baik instansi pemerintah atau swasta.

C.2. Lulusan. Kurikulum yang disusun program studi Agroteknologi telah menggambarkan adanya kompetensi dari lulusan. Kompetensi hasil pembelajaran dengan yang diharapkan tidak terlalu senjang mengingat lulusan program studi telah banyak yang menduduki jabatan kerja baik di pemerintahan maupun di perusahaan swasta. Walaupun demikian kompetensi yang harus dicapai sesuai dengan tuntuntan dan kebutuhan pemanfaatan lulusan belum tercapai 100 %, hal ini disebabkan karena kurikulum berbasis kompetensi (KBK) baru dimulai pada tahun 2010 sehingga lulusan yang dihasilkan belum begitu banyak dan sedang dalam penyusunan untuk standarisasi kompetensi kurikulum secara nasional. Pada umumnya lulusan merasa puas terhadap proses pembelajaran di program studi ini, hal ini sesuai dengan pernyataan mereka pada saat menyampaikan pesan dan

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

24

kesan setelah selesai ujian skripsi maupun saat mereka wisuda. Sampai saat ini belum ada perusahaan atau lembaga-lembaga tempat lapangan kerja yang komplen terhadap lulusan program studi Agroteknologi. Proses pelacakan lulusan atau alumni program studi Agroteknologi belum dilakukan dengan baik. Pelacakan lulusan yang dilakukan selama ini baru secara insidentil dan belum terstruktur. Hal ini disebabkan karena alumni sudah tersebar luas di lembaga-lembaga swasta maupun instansi pemerintah. Keadaan ini membuat program studi belum dapat memberdayakan lulusan program studi Agroteknologi dengan baik.

Deskripsi SWOT Mahasiswa dan Lulusan : a. Kekuatan (Strength) : 1) Peminat terhadap program studi setiap saat meningkat dikarenakan Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu merupakan salah satu Program Studi Agroteknologi yang ada di Kabupaten Labuhanbatu. 2) Mata kuliah yang ada di program studi Agroteknologi telah diasuh oleh dosendosen program studi yang berpengalaman dan berkualifikasi dosen 3) Prasarana dan sarana masih mencukupi untuk menampung dan mendukung proses belajar mengajar dan kegiatan akademik mahasiswa. 4) Alumni yang ada bekerja di lembaga-lembaga swasta maupun negeri. b. Kelemahan (Weakness) : 1) Keterpenuhan daya tampung adalah karena penambahan mahasiswa transfer. 2) Indeks Prestasi Mahasiswa yang lulus masih berada dalam kategori memuaskan sampai sangat memuaskan. 3) Pelacakan alumni belum dilakukan secara teratur dan terstruktur. c. Kesempatan (Opportunity) : 1) Masih adanya kelebihan program studi yang sama pada PTS atau PTN lain di kota lain.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

25

2) Penyesuaian antara kurikulum dengan ruang kerja pada dunia usaha, pemerintahan dan di bidang penelitian. 3) Pencocokan antara kurikulum untuk lebih ditingkatkan dengan badan-badan tertentu. d. Ancaman (Threat) : 1) Kurang tersedianya buku-buku yang mendukung program studi di kota Rantauprapat. 2) Sudah menurunnya minat masyarakat untuk kuliah, karena sarjana saat ini belum menjamin masa depan yang lebih baik. 3) Banyaknya minat calon mahasiswa pada program studi lain yang mempunyai akses tinggi terhadap dunia kerja. 4) Masih sangat kecilnya minat calon mahasiswa pada program studi Agroteknologi jika dibandingkan dengan program studi lainnya.

D.

Sumberdaya Manusia. Pengelolaan Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu bertujuan

memberikan pelayanan terbaik kepada setiap mahasiswa yang berkaitan dengan bidang akademik. Selain itu tenaga edukatif program studi Agroteknologi secara profesional sudah memadai, artinya tenaga pengajarnya mayoritas adalah Sarjana Pertanian. Ditinjau dari kualitas dan jenjang pendidikannya terdiri dari S1 dan sebagian lagi S2. Sedangkan tenaga administrasi di program studi Agroteknologi ditinjau dari segi kualitasnya cukup memadai. Artinya tingkat pendidikan yang dimiliki sudah mencapai jenjang diploma dan S1 yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Sedangkan beberapa staf yang lain masih dalam masa penyelesaian studinya, struktur tenaga administratif ini secara hirarkis dikepalai oleh Kepala Tata Usaha dan keseluruhannya berjumlah 8 (delapan) orang ditambah 3 (tiga) orang lagi sebagai petugas kebersihan dan 5 (lima) orang Satpam. Tenaga teknisi yang ada di program studi Agroteknologi adalah tenaga diperbantukan oleh Yayasan Universitas Labuhanbatu yang berperan sebagai pengelola STIPER Labuhanbatu.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

26

Kegiatan pengembangan staf dilakukan dengan beberapa cara, seperti : penyertaan dalam seminar-seminar, pertemuan ikatan sarjana pertanian dan kegiatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengelolaan dosen dan tenaga pendukung mengacu kepada Keputusan Dirjen Dikti No. 48/DJ/Kep/1983, di mana beban tugas Dosen Program Studi Agroteknologi Perminggu setara dengan 12 (dua belas) SKS dan pelaksanaan dilakukan dengan cara tatap muka, diskusi, latihan, seminar, praktikum dan sejenisnya.

Tabel 2 Rata-Rata Beban Kerja Dosen (dalam satuan SKS dosen pada berbagai kegiatan) No. 1 2 3 4 Kegiatan Pendidikan dan Pengajaran Penelitian Pengabdian pada masyarakat Administrative dan Manajemen Total Jumlah SKS (%) 9,8 2,08 2.00 3,00 16,88

Program Studi Agroteknologi memiliki total dosen 16 orang (7 orang wanita dan 9 orang pria), tetapi saat ini 1 (satu) orang sedang mengikuti pasca sarjana (6,25 %) dan yang aktif sebanyak 15 orang (94,75%). Strata pendidikan dan jenis kelamin dosen tetap program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 3 Strata Pendidikan dan Jenis Kelamin Dosen Tetap Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu Asal Perguruan Tinggi Domestik 6 Asal Perguruan Tinggi Luar Negeri -

Pendidikan S.1.

Jenis Kelamin Pria

Total 6

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

27

Wanita S.2/Profesional / Sp 1 S.3. Total Pria Wanita Pria Wanita

4 3 3 16

4 3 3 16

Sedangkan perbandingan antara mahasiswa dengan dosen (tidak termasuk yang sedang tugas belajar) adalah 252 mahasiswa (tidak termasuk mahasiswa transfer) dengan 15 orang dosen (252 : 15), hal ini sangat memungkinkan untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran yang efektif. Karena rasio antara dosen tetap (sebagai dosen wali) dan mahasiswa adalah 1 : 17. Rasio ini tergolong masih baik, karena berdasarkan lampiran Keputusan Dirjen Dikti No. 34/Dikti/Kep/2002 tanggal 3 Juli 2002 untuk ilmu-ilmu exsak nisbah yang ideal antara mahasiswa dengan dosen adalah 1 : 20 sedangkan ilmu-ilmu sosial 1 : 30 Untuk meningkatkan profesionalisme kerja Program Studi Agroteknologi, maka dosen-dosen mengikuti seminar ilmiah, lokakarya, penataran, dan pelatihan baik regional, nasional dan diharapkan kedepan sampai ketingkat internasional. Karya akademik dosen berupa hasil penelitian dan publikasi ilmiah relatif masih sedikit jumlahnya 1 2 judul penelitian tiap tahun. Peraturan kerja dan kode etik dosen dan tenaga pendukung diatur secara khusus oleh keputusan Ketua STIPER Labuhanbatu. Tata tertib dan norma tingkah laku dosen di dalam kegiatanya berpedoman pada kode etik yang mengacu kepada : 1. Kaidah, moral dan etika ilmu pengetahuan. 2. Kepentingan Negara dan masyarakat 3. Kewajiban-kewajiban yang diatur oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengembangan staf dilakukan melalui mekanisme yang telah diatur oleh pihak Yayasan dan pengembangan dosen dilakukan dalam bentuk pengiriman dosen untuk tugas belajar ke berbagai universitas di dalam dan di luar negeri, baik melalui jalur BPPS, maupun sumber dana lainnya. Sedangkan pengembangan diri dosen yang bersangkutan (biaya pribadi) dilakukan melalui kegiatan seminar, pelatihan, lokakarya, penataran, dan sebagainya baik regional, nasional, maupun internasional.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

28

Keberlanjutan pengadaa dan pemanfaatan dosen dan tenaga pendukung di program Studi Agroteknologi bergantung pada kebutuhan dan kondisi perkembangan Program Studi di masa yang akan datang.

Deskripsi SWOT Sumberdaya Manusia. 1. Kekuatan (Strength) : a. Di Program Studi Agroteknologi dosen senior selalu membimbing dosen muda agar mengembangkan keahlian dan kemampuannya sesuai dengan bidang keahliannya tersebut. b. Menetapkan sanksi yang berat terhadap dosen dan tenaga pendukung yang melanggar peraturan kerja. c. Mengadakan rapat triwulan yang membahas kurikulum, bimbingan mahasiswa, pengabdian pada masyarakat dan hal-hal lainnya. d. Perbandingan mahasiswa dan dosen sudah cukup ideal. e. Secara keseluruhan, sudah 37,5 % dosen telah memiliki latar belakang pendidikan pasca sarjana dan Spesialis I professional dengan keanekaragaman latarbelakang perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri, dan saat ini 1 orang dosen sedang mengikuti program S2 . 2. Kelemahan (Weakness) : a. Rekrutmen dosen yang dilakukan melalui Yayasan (tidak melalui program studi) dapat menyebabkan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan di Program Studi. b. Belum teroptimalkannya tenaga dosen yang sudah mengikuti pendidikan pascasarjana dalam kegiatan-kegiatan penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan lain-lain. c. Terbatasnya dana Agroteknologi menyebabkan dosen belum optimal melakukan penelitian, akhirnya jumlah karya akademik berupa hasil penelitian dan publikasi masih rendah. d. Hubungan kerjasama dosen di Program Studi (khususnya di bidang penelitian) dengan dunia luar belum sepenuhnya dapat berjalan dengan baik. e. Peluang untuk mendapatkan pendidikan lanjutan bagi dosen muda tidak selalu dapat didukung oleh tersedianya dana/beasiswa.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

29

f. Tingkat kesejahteraan dosen masih sangat rendah sehingga merupakan kendala apabila ingin mengikuti seminar ilmiah, penelitian, lokakarya, penataran dan sebagainya baik regional, maupun internasional. 3. Kesempatan (Opportunity) : a. Perkembangan teknologi informasi (khususnya internet) yang mempersingkat waktu dalam memperoleh informasi ilmu pengetahuan bagi dosen. b. Peningkatan kebutuhan masyarakat untuk jasa konsultasi dan penelitian Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu sangat memungkinkan. c. Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap lulusan dari Program Studi Agroteknologi sangat dibutuhkan. d. Membuka program reguler khusus untuk meningkatkan daya tampung bagi calon mahasiswa berminat di program studi agroteknologi, misalnya mahasiswa transfer. 4. Ancaman (Threat) : a. Masih kurang tersedianya perpustakaan sekolah tinggi yang dapat mempermudah dosen dalam menyampaikan intisari kuliahnya. b. Masih terlalu sedikitnya para dosen yang ingin menjadi ahli pada sebuah perguruan tinggi. c. Dunia usaha kurang tertarik untuk bekerjasama dengan dosen di bidang penelitian. d. Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan program studi agroteknologi tidak hanya STIPER Labuhanbatu tetapi pada perguruan tinggi Negeri dan Swasta lainnya. e. Persaingan dengan pakar asing yang melakukan kegiatan profesinya di Indonesia f. Tawaran bagi dosen untuk bekerjasama di luar sekolah tinggi.

E.

Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik. E.1. Kurikulum.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

30

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengetahuan mengenai isi maupun bahan kajian dan pembelajaran serta cara penyampaian dan penilainya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar di perguruan tinggi. Kurikulum Program Studi Agroteknologi terdiri dari kurikulum nasional (inti) dan kurikulum lokal (institusional) yang telah diuraikan dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan program studi. Kurikulum yang telah disusun terus dievaluasi sedemikian rupa agar dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan stakeholders. Kurikulum yang dilakukan pada Program Studi Agroteknologi disesuaikan dengan kurikulum nasional yang dikelompokkan ke dalam mata kuliah : a. Mata Kuliah Pengembang Kepribadian b. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan c. Mata Kuliah Keahlian Berkarya d. Mata Kuliah Prilaku Berkarya e. Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK) (MKK) (MKB) (MPB) (MBB)

Rincian mata kuliah dari masing-masing kelompok mata kuliah tersebut adalah: Materi Kurikulum Inti terdiri dari : A. Mata Kuliah Pengembang Kepribadian (MPK) yang terdiri dari : 1. 2. 3. 04. 05. 06. Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Bahasa Inggris Pendidikan Pancasila Pengantar Ilmu Pertanian 2 SKS 2 SKS 2 SKS 2 SKS 2 SKS 2 SKS

B. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) yang terdiri dari : 1. SKS 2. SKS 3. SKS Matematika 3 Kimia Organik 2 Biologi 3

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

31

4. SKS 5. SKS 6. SKS 7. SKS 8. SKS 9. SKS 10. SKS 11. SKS 12. SKS 13. SKS 14. SKS 15. SKS 16. SKS 17. Metode Ilmiah 18. Mekanisasi Pertanian 19. Dasar Hortikultura 20. Biologi Bunga

Botani Umum Pengantar Ilmu Ekonmi Pengantar Ilmu Komputer Dasar Dasar Perlindungan Tanaman Fisika Dasar Dasar Dasar Manajemen Dasar Dasar Agronomi Dasar Dasar Ilmu Tanah Klimatologi Dasar Genetika Dasar Sosiologi Pedesaan Statistik Nutrisi Tanaman 2 SKS 2 SKS 2 SKS 2 SKS 3 SKS 2 SKS 3 SKS

3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3

21. Ilmu Hama Tumbuhan 22. Teknik Penulisan Ilmiah 23. Ilmu Gulma

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

32

24. Pemuliaan Tanaman 25. Manajemen Produksi Tanaman 26. Ilmu Usaha Tani 27. Kimia An-Organik 28. Biokimia Pertanian

3 SKS 2 SKS 2 SKS 2 SKS 3 SKS

C. Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) yang terdiri dari : 01. Ekologi Tanaman 02. Bioteknologi Tanaman 03. Dasar-Dasar Teknologi Benih 04. Fisiologi Tumbuhan 05. Komunikasi Pertanian 06. Pengelolaan Air 07. Perancangan Percobaan 08. Fisiologi Benih 09. Manajemen Agribisnis 10. Ekonomi Pertanian 11. Kultur Jaringan 3 SKS 2 SKS 3 SKS 2 SKS 3 SKS 2 SKS 3 SKS 2 SKS 3 SKS 2 SKS 3 SKS

D. Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) yang terdiri dari : 01. Manajemen Tata Niaga 02. Kewirausahaan 03. Pupuk dan Pemupukan 04. Agr.Tanaman Kelapa Sawit + Karet + Kakao 05. Budidaya Tanaman Semusim 06. Kesuburan Tanah 07. Budidaya Tanaman Sayur 08. Agr. Tanaman Tebu + Tembakau 09. Fisiologi dan Penanganan Pasca Panen 10. Budidaya Tanaman Hias 11. Pengelolaan Terpadu dan Penyakit Tanaman 01. Skripsi 3 SKS 2 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 3 SKS 6 SKS

E. Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) yang terdiri dari :

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

33

02. Praktek Umum (PU) 03. Seminar

2 SKS 2 SKS

E.1.1. Kesesuaian Dengan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran. Sebagaimana dapat disaksikan di atas, struktur kurikulum dibuat agar para mahasiswa memiliki kemampuan teoritis dan kemampuan praktis, khususnya untuk mata kuliah tentang Pengantar Ilmu Pertanian, Pengantar Ilmu Ekonomui, Fisiologi Tumbuhan, Perancang Percobaan, Klimatologi Dasar, dan tidak kalah pentingnya mata kuliah yang berorientasi kepada dimensi praktis. Penguatan kemampuan berbahasa asing dikonsentrasikan pada bahasa Inggris dan bahasa Belanda, selain itu ditambah mata kuliah yang bernuansa agamais, agar para mahasiswa nantinya memiliki kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual. Perancangan model kurikulum seperti ini dapat memberikan keleluasaan untuk memasukkan muatan-muatan lokal, karena adanya presentrasi yang sangat kecil pada kurikulum Nasional yang dibakukan oleh c.q. Dikti seperti yang tertuang dalam SK Dirjen Dikti No. 43/Dikti/Kep/2006. Akibatnya peluang-peluang lokal yang harus dianggap penting di Propinsi Sumatera Utara, sebagai gerbang terdepan dalam berkompetisi pada era global dapat dimuatkan. Oleh karena itu perancangan dibuat agar mahasiswa yang akan mengembangkan dirinya ke jenjang S2 dimungkinkan dengan mata kuliah-mata kuliah yang dapat diandalkan dalam menunjang pendidikan lanjutan S2. E.1.2. Relevansi. Penguatan kurikulum dengan beberapa mata kuliah yang berdimensi praktis dan penguasaan bahasa asing merupakan suatu upaya Link and Match dengan dunia kerja sehingga mata kuliah bahasa asing (bahasa Inggris) hanya 2 SKS diupayakan menjadi 4 SKS. Penguatan tersebut didasarkan pada informasi para praktisi yang juga turut diundang untuk mengajar ataupun menjadi dosen tamu, ataupun dari pihak-pihak lainnya, dengan demikian kurikulum ini memiliki tingkat relevansi yang tinggi dengan dunia usaha. E.1.3. Drajat Integrasi.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

34

Dalam kurikulum yang disusun berdasarkan sebaran mata kuliah pada tiap-tiap semester (delapan semester). Sebaran mata kuliah yang harus dilalui dalam setiap semesternya memiliki derajat integrasi yang tinggi, karena mata kuliah pada semestersemester awal akan selalu mendasari mata kuliah pada semester berikutnya. Oleh karena itu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang berfungsi sebagai dasar pendukung Mata Kuliah Keahlian ditempatkan mendahului Mata Kuliah Keahlian. E.1.4. Kompetensi Inti. Perancangan kurikulum tetap berpedoman pada keinginan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teoritis maupun praktis, serta berjiwa religius. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya tenaga edukatif direkrut dari mereka yang berkemampuan teoritis maupun dari kalangan yang berkemampuan praktis, sehingga kompetensi inti tetap terjaga. E.1.5. Tugas Akhir/Skripsi. Sedangkan tugas akhir mahasiswa program studi adalah dengan melakukan pembuatan proposal penelitian yang disetujui oleh tim skripsi. Kemudian ditentukan Pembimbing I dan II setelah Mahasiswa menyelesaikan kerangka skripsi yang bersangkutan. Seminar dilakukan untuk mendapatkan umpan balik bagi kelayakan proposal yang dibuat oleh mahasiswa. Bila mahasiswa telah melakukan penelitian dan menyelesaikan pembuatan laporan skripsi yang selanjutnya dilakukan pengujian secara komprehenship, tim penguji yang telah ditunjuk oleh Dekan akan melakukan evaluasi dalam sidang meja hijau (ujian sarjana lengkap). Struktur dan Isi Kurikulum. Kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum yang berlaku sejak 2010 yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusional yang berjumlah 155 SKS. E.1.6. Jenjang dan Sistem Pendidikan. Program Studi Agroteknologi dengan jenjang pendidikan strata 1 (S1), sejak tahun 1999, telah melaksanakan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Beban Studi mahasiswa dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS) dengan besaran rata-rata 18 22 SKS per semester. Program studi mempunyai beban studi 155

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

35

SKS yang terbagi di dalam 8 (delapan) semester yang mengacu kemasa depan dan tuntutan baru, baik dari segi keilmuan, teknologi maupun segi sosial budaya. Pada tahun pertama konsentrasi mata kuliah ditetapkan pada mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) dan mata kuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK), sebagai dasar pembentukan kepribadian dan dasar-dasar pengetahuan umum dan dasar pengetahuan keahlian seperti yang dapat dilihat pada daftar kurikulum. Pada tahun kedua penerapan mata kuliah sudah mengarah pada mata kuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK), dan sudah melangkah pada mata kuliah prilaku berkarya (MPB), sehingga pendalamannya keahlian dan berkarya. Pada tahun ketiga perkuliahan dititikberatkan untuk menyampaikan materi mata kuliah keahlian dan ketrampilan (MKK), pada tahap ini mahasiswa banyak dituntut untuk mengerjakan tugas-tugas, diskusi-diskusi dan melakukan pendalaman keahlian kearah mata kuliah keahlian berkarya (MKB) sehingga mahasiswa diperkenalkan pada pola dasar-dasar praktikum dalam bidang ilmu pertanian. Pada tahun keempat wawasan mahasiswa diperluas dan didorong untuk melakukan pengembangan keahliannya. Pada tahun ini wawasan mereka diperluas dengan lebih mengintensifkan mereka pada mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) untuk mengenal dunia profesi dengan mengunjungi berbagai instansi secara terstruktur maupun mandiri. Pada semester akhir yaitu pada semester ketujuh, mahasiswa melakukan persiapan menulis skripsi, pembuatan proposal, seminar proposal, dilanjutkan dengan riset dan tahap akhir penyusunan skripsi, serta sidang komprehenship untuk menentukan validitasnya sebagai seorang sarjana. Isi kurikulum yang telah disusun menyangkut keluasan, kedalam, kompetensi, penataan dan organisasinya dibuat sedemikian rupa sehingga bersifat fleksibel terhadap perubahan maupun perkembangannya Kompetensi yang diharapkan dari kurikulum yang telah disusun terutama dapat menganalisis permasalah pertanian. Kompetensi ini terjawab dengan materi mata kuliah yang diberikan pada semester pertama sampai selesai perkuliahan. Interaksi materi pembelajaran intra dan antar disiplin ilmu tertuang dalam mata kuliah yang telah disusun. Pada integrasi tersebut terlihat struktur vertikal dari materi yang bersifat dasar, materi bersifat teori, materi bersifat keahlian program studi.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

36

Disamping itu derajat integrasi tersebut menggambarkan keterkaitan kurikulum inti nasional dan keterkaitannya intra dan antar sesama materi dasar, materi teoritis, materi keahlian dan keterampilan. Program studi juga menyusun kurikulum institusional yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kepentingan internal lembaga. Untuk memperluas dan memperdalam harapan antar kebutuhan mahasiswa, program studi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah pilihan sesuai dengan kebutuhan secara individu ataupun secara berkelompok. Mata kuliah tersebut dikelola oleh Bagian (konsentrasi) pada Program Studi Agroteknologi. Peluang mahasiswa sangat terbuka untuk mengembangkan diri dari kurikulum yang telah disusun. Pengembangan diri misalnya melanjutkan studi, mengembangkan keterampilan dalam bidang pertanian dan pengembangan diri dalam memudahkan memperoleh pekerjaan serta pengambangan karir di dalam pekerjaan. Mata kuliah yang ada praktikum atau praktek kerja lapang membuat mahasiswa dapat mengembangkan kepribadiannya dan mendapat pengetahuan tembahan di lapangan. E.2. Pembelajaran. E.2.1. Misi Pembelajaran. Proses belajar dilakukan untuk merubah tingkah laku karena adanya latihan atau pengalaman yang dialami mahasiswa selama di kampus maupun diluar kampus. Latihan atau pengalaman yang diperoleh melalui belajar aktif dan belajar mandiri. Dengan belajar aktif diperlukan lebih besar keaktifan mental dibandingkan keaktifan fisik dimana dosen sebagai fasilitator. Keadaan kondisi dosen di Program Studi berjumlah 16 orang (aktif 11 orang) dengan tingkat pendidikan S1, S2 dan para praktisi, memungkinkan terciptanya suatu pengalaman belajar yang bermakna sehingga dapat membentuk mahasiswa sebagai manusia yang seutuhnya didukung dengan fasilitas sarana ruang kuliah, lahan percobaan, labor computer dan perpusatkaan. E.2.2. Belajar dan Mengajar. Dosen cendrung melaksanakan tugas secara rutin berdasarkan satuan acara perkuliahan dan jadwal perkuliahan yang ditentukan. Hal ini menunjukkan kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah serta sangat mendukung terjadinya

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

37

interaksi secara aktif antara dosen dan mahasiswa. Kegiatan praktikum atau klinis pertanian yang dilakukan mengurangi kesenjangan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dari kampus dengan pengetahuan di masyarakat atau di lapangan. Selain itu masalah Pertanian dapat dijadikan sebagai peluang untuk pemilihan judul skripsi dan melatih ketrampilan mengalihkan atau mengaplikasikan pengetahuan (teori) kepada keadaan sebenarnya. Pemberian tugas rumah, turut serta dalam seminar, proyek penelitian dan diskusi, merupakan salah satu usaha agar mahasiswa dapat menerima informasi baru, mengaplikasikan, menganalisis bahkan mengevaluasi informasi tersebut. Dalam hal ini dosen harus mampu memahami dan mengerti tujuan belajar mahasiswa, dan oleh karena itu di program studi diadakan pembagian materi perkuliahan dan pembimbing yang sesuai dengan keahliannya. E.2.3. Penilaian Kemajuan dan Kebershasilan Belajar. Sistem peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa telah berjalan dengan baik. Adanya buku pedoman tentang Panduan Akademik STIPER Labuhanbatu yang dimiliki oleh setiap dosen berguna untuk mengarahkan dan membimbing mahasiswa dalam pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Keberhasilan mahasiswa untuk menyelesaikan studi yang mencapai selama 4,0 5,0 tahun menunjukkan bahwa starategi dan metode yang diberikan oleh dosen wali cukup baik.

E.3. Suasana Akademik. Kebijaksanaan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif dilingkungan Sekolah Tinggi, khususnya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. Kebijakan tentang suasana akademik (Otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebesan mimbar akademik). Kebijakan suasana akademik diatur dalam kode etik dosen yank kode etik mahasiswa melalui Surat Keputusan Ketua STIPER Labuhanbatu Nomor : 33

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

38

dan 34 Tahun 2006. dengan demikian otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dapat dijalankan dengan baik oleh sivitas akademika. b. Ketersediaan dan jenis sarana, prasarana dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika. Fasilitas-fasilitas ataupun sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan, baik oleh dosen maupun mahasiswa untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar antara lain : 1) Ruang Program Studi. 2) Ruang dosen. 3) Ruang tata usaha. 4) Ruang kuliah. 5) Ruang perpustakaan. 6) Papan pengumuman/informasi bagi mahasiswa tentang : a) b) c) d) e) f) g) c. kegiatan mahasiswa. kegiatan akademik. nilai UTS/UAS. beasiswa. seminar/kursus/pelatihan. lowongan kerja. dll. Program dan kegiatan akademik dan non

akademik (didalam maupun diluar kelas) untuk menciptakan suasana akademik (seminar, symposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama, pengenalan kehidupan kampus dll). 1) Suasana akademik didalam kelas Dilaksanakan dengan metode diskusi kelompok untuk membahas permasalahan disekitar yang berkaitan dengan mata kuliah. Dengan demikian mahasiswa dituntut untuk dapat memproyeksikan muatan materi perkuliahan dengan kondisi real dilapangan. 2) Suasana akademik diluar kelas a) Seminar akademik diluar kelas

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

39

Seminar skripsi diadakan secara terbuka, pembahasan seminar tidak saja dilaksanakan oleh komisi penguji, akan tetapi juga oleh peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa. b) Studi Banding Kegiatan studi banding dilakukan, baik didalam maupun diluar negeri untuk memperoleh wawasan yang luas tentang kehidupan kampus. d. Interaksi akademik antara dosen dengan mahasiswa, antar mahasiswa, serta antar dosen. Interaksi akademik antar dosen dengan mahasiswa dicapai melalui kegiatan : 1) Proses pembelajaran/perkuliahan. Suasana kondusif dapat tercapai pada saat penyampaian materi kuliah, diskusi/Tanya jawab, penyelesaian tugas-tugas terstruktur, praktikum. 2) Bimbingan akademik. Suasana kodusif dicapai melalui kontak langsung antara dosen dengan mahasiswa, baik diluar maupun didalam kelas untuk membahas atau mengerjakan pengisian rencana studi/perwalian dan bimbingan akademik lainnya. 3) Asistensi dan response tugas terstruktur. 4) Seminar dan sidang tugas akhir. 5) Sosialisasi peraturan akademik. 6) Umpan balik dari mahasiswa evaluasi kinerja oleh para mahasiswa dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif antara dosen dengan mahasiswa, dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, yang pelaksanaannya dilakukan melalui penyebaran dan pengisian kuisioner. 7) Kunjungan lapangan/proyek. himpunan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan kegiatan mata kuliah atau diluar mata kuliah yang dibimbing oleh dosen. e. Interaksi akademik antar mahasiswa Suasana kondusif antar mahasiswa dengan mahasiswa terbentuk atas inisiatif dari kalangan mahasiswa sendiri atau motivasi dari dosen, diantaranya melalui kegiatan-kegiatan berikut :

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

40

1) Kelompok-kelompok belajar. 2) Organisasi kemahasiswaan. Melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan, baik Himpunan Mahasiwa Agroteknologi maupun BEM serta UKM, maka suasana kondusif untuk mewujudkan interaksi akademik antar mahasiswa dengan mahasiswa lebih mudah terbentuk, tidak hanya untuk lignkungan program studi saja tetapi sampai lingkup Sekolah Tinggi. f. Interaksi akademik antar dosen. 1) Rapat koordinasi dosen pembina mata kuliah KDBK. 2) Seminar dan siding tugas akhir. 3) Rapat koordinasi yang diselenggarakan Program Studi. 4) Penelitian bersama oleh dosen mata kuliah KDBK. 5) Diskusi pengembangan keilmuan lintas Program Studi diluar lingkungan Sekolah Tinggi. 6) Diskusi non formal antara dosen sebelum dan sesudah memberikan kuliah. 7) Menjadi pembimbing bersama pada kegiatan kunjungan lapangan/ proyek yang dilakukan oleh Program Studi. g. Pengembangan prilaku kecendikiawanan Untuk mewujudkan prilaku kecendikiawanan diwujudkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk alih teknologi bagi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memupuk kesadaran dosen dan mahasiswa dalam pengembangan keilmuan. Peran dosen dalam kegiatan belajar mengajar juga memiliki konstribusi yang besar terhadap pembentukan prilaku kecendikiawanan. Bebarapa tugas mandiri yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa adalah mereview laporan penelitian terbaru, sehingga mahasiswa memperoleh informasi yang cukup tentang tahapan penelitian. Suasana kondusif antar dosen dengan dosen dicapai melalui kegiatan :

Deskripsi SWOT Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik. 1. Kekuatan (Strength):

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

41

a. Masih adanya kemungkinan untuk mengembangkan materi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal. b. Tingkat pendidikan dosen yang berkualifikasi S2 sebanyak 37,5 % sedangkan sisanya masih berkualifikasi S1 (tidak termasuk yang sedang tugas belajar). c. Dosen pada program studi sudah mencukupi untuk mengasuh mata pelajaran yang ada. d. Laboratorium/Lahan Percobaan mendukung untuk praktikum mahasiswa dan penyelesaian tugas akhir. 2. Kelemahan (Weakness) : a. b. c. Evaluasi kurikulum dan SAP dari setiap mata kuliah belum berjalan seperti yang diharapkan. Belum adanya teknologi informasi yang canggih (internet di prodi). Belum tersedianya sarana belajar memeprgunakan internet bagi mahasiswa.

3. Kesempatan (Opportunity) : a. b. c. Adanya dukungan yang positip dari setiap dosen dalam melaksanakan Adanya dukungan instansi pemerintah, dan KIPP dalam melakukan Besarnya kemauan pengelola program studi untuk melakukan perbaikan tugas perkuliahan, praktikum dan bimbingan tugas akhir. praktek tugas akhir. penataan akademik. d. Masih terbukanya kerjasama dalam bidang pengembangan jaringan internet dengan beberapa lembaga pemerintahan dan swasta.

4. Ancaman (Threat) : a. Kurikulum program studi harus berbasis kompetensi memenuhi kebutuhan dan permintaan stakeholder secara nasional maupun internasional. b. Masih belum tersedia secara lengkap alat-alat informasi canggih tersebut di Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

42

d.

Keterbatasan dana dalam pengembangan mata kuliah baik perbaikan

SAP dan Modul.

F.

Pembiayaan, Sarana dan Prasarana. F.1. Pembiayaan. F.1.1. Struktur Penerimaan. Dana yang diperoleh melalui biaya pendidikan dan mahasiswa atau uang kuliah,

Prosesnya adalah : biaya pendidikan diterima oleh Sekolah Tinggi dan dikelola secara proporsional. Dalam proses pengelolaan selalu diupayakan agar sesuai dengan Rencana Anggaran dan Perbelanjaan Sekolah Tinggi (RAPBST) yang telah ditetapkan di awal tahun. Yang pasti, antara lain, antara anggaran penerimaan (pendapatan dengan pengeluaran (belanja) harus berimbang. F.1.2. Pengelolaan. Pengelolaan keuangan dilaksanakan secara open management, langsung di bawah kendali Ketua STIPER Labuhanbatu c.q. Pembantu Ketua II yang dilaksanakan oleh Bendahara yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua mengenai keuangan. F.1.3. Akuntabilitas. Adanya keseimbangan antara anggaran penerimaan dengan anggaran pengeluaran selama ini masih berimbang, dengan pertanggungjawaban secara terstruktur mulai ketua program studi menyampaikan pertanggungjawaban keuangan secara berkala kepada Pembantu Ketua II STIPER Labuhanbatu, kemudian dilanjutkan kepada Ketua. Setelah pertanggungjawaban selesai kemudian dievaluasi penggunaannya untuk menentukan kebijakan tahun depan.

F.1.4. Kecukupan. Dengan kondisi keuangan STIPER yang ada, aktivitas program studi dan sekolah tinggi baik yang menyangkut administrasi dan kebutuhan insidentil programprogram kegiatan lainnya, dana-dana yang ada tersebut dapat dicukupkan untuk operasional.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

43

F.2. Sarana dan Prasarana Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu, memiliki secara keseluruhan 2,5 hektar prasarana yang berwujud 1 (satu) gedung dengan 3 lantai, sedangkan berwujud 3 (tiga) gedung, dengan lantai bervariasi, ada yang berlantai 1 dan berlantai 3 dapat di Jalan Sisingamangaraja No. 126A Km 3,5 Aek Tapa Rantauprapat. Secara rinci gedung tersebut terbagi dalam beberapa bagian atau ruang, antara lain : 1. Ruang Kuliah yang berfungsi sebagai tempat untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar dari seluruh angkatan. Jumlah ruangan untuk program studi Agroteknologi ini sebanyak 5 (lima) ruang yang memiliki daya tampung 35 orang peruangan. 2. Ruang Program Studi, berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan fungsionaris program studi Agroteknologi dan staf pengajar lainnya. Ruangan ini berukuran 4m x 6m, sehingga keberadaannya memadai untuk pelayanan mahasiswa yang memerlukan pelayanan pendidikannya dan berbagai kepentingan lainnya. 3. Ruang Kepala Tata Usaha (KTU) berfungsi sebagai tempat Kepala Tata Usaha dalam mengemban tugasnya menjalankan perputaran roda administrasi. Ruangan ini berukuran 3m x 4m, keadaannya kondusif untuk pelayanan administrasi mahasiswa. 4. Ruang Seminar/Diskusi, berfungsi sebagai salah satu tempat untuk pertemuan ilmiah khususnya program studi Agroteknologi, kendati program studi lain juga menggunakan ruangan ini. Ruangan ini berukuran 8m x 22m. Dengan demikian aktivitas seminar dan diskusi ilmiah yang menggunakan ruangan ini dapat tertampung dalam jumlah yang cukup besar. Saat ini keadaannya masih dalam renofasi. 5. Ruangan Meja Hijau, merupakan salah satu tempat yang berfungsi untuk melaksanakan ujian kompreheship dan skripsi pada saat mahasiswa telah memenuhi syarat akhir di program studi Agroteknologi. Ruangan ini berukuran 5m x 4m, ruangan ini sudah dianggap layak untuk ruang presentasi dan sebagainya. 6. Ruang informasi, ini berfungsi sebagai tempat publikasi dari berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan akademik seperti

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

44

informasi tentang beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi, informasi tentang kesempatan staf pengajar yang akan meningkatkan jenjang pendidikannya, informasi tentang kesempatan para staf dan pengajar yang akan meningkatkan jenjang pendidikannya, dan informasi kegiatan proses perkuliahan. 7. Perpustakaan, selain perpustakaan STIPER yang letaknya sekitar 20 (dua puluh) meter dari Sekolah Tinggi, di Program Studi juga ada perpustakaan yang merupakan salah satu tempat untuk menginventarisir buku-buku ilmiah yang diperlukan semua bahwa dan staf pengajar. Ruangan ini berukuran 6m x 8m, sehingga dapat menampung beberapa orang dan ruang baca yang dianggap layak untuk tingkat Program Studi. Kendati persediaan buku-buku menyangkut berbagai disiplin ilmu masih kurang, persediaan buku untuk program studi Agroteknologi cukup memadai. 8. Ruang Dosen, tempat ini berfungsi sebagai ruang untuk staf pengajar di STIPER Labuhanbatu yang berukuran 6m x 6m, ruangan ini dianggap memadai, karena suasananya yang kondusif. Apabila unsur-unsur prasarana tersebut merupakan wadah penyelenggaraan aktivitas yang berkaitan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, maka kesemuanya itu juga harus didukung oleh sarana-sarana penunjang lain. F.2.1. Ketersedian Sarana Penunjang. Beberapa sarana penunjang yang berfungsi sebagai elemen untuk melancarkan kegiatan pembelanjaran pada program studi Agroteknologi, ialah dengan tersedianya barang inventarisir seperti : 1. Bangku kuliah, sarana ini berfungsi untuk tempat duduk para mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena dalam butir prasarana disebutkan bahwa kapasitas untuk masing-masing ruangan kuliah ialah sebanyak 35 orang, maka jumlah bangku kuliah sebanyak 350 (tiga ratus lima puluh) buah. 2. Meja dan Kursi, sarana ini tersedia pada setiap ruangan, mulai dari ruangan pimpinan STIPER Labuhanbatu, Pembantu Ketua, Ketua Program Studi, Ruangan Kepala Tata Usaha, Kasubag Akademik, Ruangan Dosen, Ruang Seminar, dan Ruang Diskusi, Ruang Meja Hijau dan Ruang Perpustakaan sampai pada Ruang Tunggu sebanyak 112 (seratus dua belas) pasang.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

45

3. White Board, sarana ini tersedia pada setiap ruang kuliah, sedangkan papan pengumuman tersedia di ruangan fungsionaris yang dipergunakan untuk memaparkan jadwal kegiatannya sebanyak 10 (sepuluh) buah. 4. OHP (Over Head Proyektor), sebagai alat yang sering dipergunakan oleh staff pengajar dalam kegiatan perkuliahan guna mempermudah dalam penyampaian materi perkuliahan sebanyak 4 (empat) unit. 5. LCD/in focus dan wire less sebagai alat yang sering dipergunakan oleh staff pengajar dalam kegiatan perkuliahan guna mempermudah dalam penyampaian materi perkuliahan sebanyak 3 (tiga) unit. 6. Peralatan olah raga, sarana ini tersedia mulai yang berbentuk lapangan lapangan badminton, lapangan bola volley dan sejenisnya. 7. Lemari dan filling kabinet, sarana ini senantiasa di setiap ruangan fungsionaris seperti Ketua, Pembantu Ketua, Ketua Program Studi dan Kepala Tata Usaha dipergunakan untuk penyimpanan arsip-arsip dan dokumen-dokumen penting sebanyak 2 (dua) buah. 8. Fasilitas barang inventaris yang lain berbentuk alat tertulis seperti computer, spidol yang senantiasa tersedia di beberapa ruangan antara lain di ruangan Kepala Tata Usaha dan Kasubag Akademik serta Kasubag Umum. 9. Buku-buku, sarana ini tersedia di ruang perpustakaan selain dari yang dimiliki perpustkaan pusat/sekolah tinggi sebagai koleksi asset perpustakaan yang telah terpilah-pilah menjadi berbagai judul sesuai dengan spesialisasi atau disiplinnya. 10. Komputer sebagai salah satu alat yang juga tidak kalah pentingnya dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar 2 (dua) unit terletak di ruangan pimpinan STIPER dan 1 (satu) unit dipakai ruangan Tata Usaha dan 40 (empat puluh) unit untuk praktikum mahasiswa, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 43 (empat puluh tiga) unit. Deskripsi SWOT Pembiayaan, Sarana dan Prasarana. 1. Kekuatan (Strength) : a. Memiliki sumber pendanaan yang berasal dari masyarakat seperti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) mahasiswa.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

46

b.

Dengan tersedianya sarana dan prasarana gedung perkuliahan dan

laboratorium untuk kegiatan akademik dan penunjang lainnya di Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu. c. Dengan tersedianya berbagai peralatan tersebut memberikan peluang yang segar bagi para mahasiswa untuk memperoleh berbagai kegiatan. 2. Kelemahan (Weakness) : a. b. c. fasilitas yang lengkap. Ruang kerja tersebut merupakan tempat yang terpadu antara, tugas yang dibagi seorang dosen terhadap mahasiswa dengan tugas-tugas kemandirian seorang dosen. 3. Kesempatan (Oppurtunity) : a. Kemungkinan kerjasama yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan swasta. b. Keterlibatan organisasi alumni untuk membantu pengembangan Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu. c. Adanya dukungan yang positip dari instansi-instansi Pemerintah di Kabupaten Labuhanbatu. d. Adanya kepercayaan dari Pemerintah Masyarakat dan dunia usaha terhadap Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu. 4. Ancaman (Threat) : a. Peningkatan biaya pendidikan dapat membuat masyarakat tidak ingin kuliah. b. Dana yang tersedia sangat terbatas untuk pembangunan sarana dan prasarana. c. Belum membudayanya dunia usaha menginvestasikan dananya di perguruan tinggi. G. Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama G.1. Penelitian. Kegiatan penelitian dosen dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian STIPER Labuhanbatu. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa program studi cukup memadai, Penerimaan SPP yang kurang lancar. Ruang kerja yang diperuntukkan untuk setiap dosen belum mempunyai

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

47

hal ini disebabkan tugas akhir/skripsi mahasiswa dalam bentuk penelitian. Agenda penelitian yang berkelanjutan belum direncanakan di Program Studi Agroteknologi para dosen melakukan penelitian apabila terdapat bantuan dosen-dosen yang ingin mendapatkan KUM pada bidang penelitian untuk kenaikan golongan/pangkat. Kegiatan penelitian bersama dosen dan mahasiswa dilakukan sangat terbatas, kerjasama yang dilakukan hanya memanfaatkan mahasiswa untuk mengumpulkan datadata penelitian seperti penyebaran angket dan lain-lain. Hubungan pengajaran dan penelitian saling mendukung untuk meningkatkan kedua bidang tersebut. Materi mata kuliah merupakan sumber untuk mendapatkan topik-topik penelitian serta proses penelitian. Sedangkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai kasus-kasus yang menarik dalam pengajaran. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dikoordinasikan oleh Lembaga Pengabdian pada Masyarakat STIPER Labuhanbatu. Namun dalam hal-hal tertentu kegiatan ini dapat dilakukan secara mandiri, atau Program Studi sendiri atau dalam lingkup Sekolah Tinggi dan wajib dilaporkan untuk memperoleh akreditasi. Produktivitas pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Program studi ini cukup beragam, kegiatan dilakukan lebih banyak berbentuk ceramahceramah/penyuluhan pertanian, baik ke masyarakat umum maupun ke instansi-instansi lain serta ke beberapa sekolah dengan memberi bimbingan dan konseling serta dalam bentuk penyuluhan pertanian dan sejenisnya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan mahasiswa dapat juga berupa aktivitas mengumpulkan dana untuk korban bencana alam, pengumpulan barang bekas untuk anak yatim piatu atau juga pembersihan lingkungan sekitar dan lain-lain. Sebagai pengabdian pada masyarakat dilakukan secara bersama-sama dengan mahasiswa program studi lainnya yang ada di lingkungan Yayasan Universitas Labuhanbatu pada saat temu karya ilmiah mahasiswa yang dilakukan setiap tahun. Program studi bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan beberapa Instansi Pemerintah di Kabupaten Labuhanbatu telah banyak melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

48

G.2. Pengabdian kepada Masyarakat. Sebagai wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi maka Program Studi Agroteknologi juga dengan aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan berbagai kegiatan, antara lain : a. b. Melakukan penyuluhan pertanian kepada masyarakat pedesaan, dengan Memberikan konsultasi pertanian terhadap masyarakat yang mengalami melibatkan dosen dan mahasiswa. masalah-masalah. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan Program Studi sebagai institusi perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang pertanian G.3. Kerjasama. Dalam melakukan pengelolaan Program Studi juga melakukan berbagai bentuk kerja sama (MoU) kepada instansi pemerintah maupun swasta yang berada didalam negeri maupun dalam negeri, kerjasama tersebut dilakukan untuk melakukan pendidikan, penelitian dan pengabdian dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi di institusi yang melakukan kerjasama tersebut. Dalam jangka panjang kerjasama ini akan terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait agar lulusan Program Studi Agroteknologi dapat dikenal dan mempunyai wawasan yang lebih baik lagi. 1. Kekuatan (Strength) : a. b. c. Memiliki ruangan laboratorium/lahan percobaan yang Pengelolaan dan pelayanan informasi ilmiah di digunakan antara lain untuk praktek lapangan. perpustakaan sekolah tinggi. Telah bekerjasama dengan instansi dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. 2. Kelemahan (Weakness) :

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

49

a. ilmiah (text book) masih sangat terbatas. b. dan mahasiswa. c. disebarkan secara elektronik. 3. Kesempatan (Oppurtunity) : a. b. tertentu. 4. Ancaman (Threat) : a. b.

Sumber

daya

informasi

ilmiah

dalam bentuk jurnal belum ada di perpustakaan Program Studi, sedangkan buku Penggunaan internet untuk

penelusuran dan perolehan artikel ilmiah masih sangat rendah di kalangan dosen Hasil penelitian dan karya ilmiah

dosen maupun mahasiswa yang tidak diterbitkan (impublished) belum dapat

Kerjasama untuk lebih ditingkatkan dengan Pemda, dunia Kerjasama untuk lebih ditingkatkan dengan badan-badan

usaha, dan di bidang penelitian.

Dana STIPER Labuhanbatu yang Perawatan sarana prasarana yang

sangat terbatas untuk pembelian peralatan laboratorium. belum dilakukan oleh mahasiswa sebagai pemakai peralatan tersebut.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

50

II ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI SECARA KESELURUHAN, MERUJUK KEPADA DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN
Evaluasi diri merupakan upaya program studi Agroteknologi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh program studi berkenaan dengan kekuatan dan kelemahan yang merupakan penilaian terhadap kondisi internal serta peluang dan ancaman yang merupakan kondisi eksternal. Kedua hal tersebut berpengaruh besar dan sebagai faktor penentu terhadap keberhasilan program studi Agroteknologi masa mendatang. A. Analisis Komponen

Berdasarkan hasil evaluasi diri program studi Agroteknologi yang disusun untuk setiap komponen, maka pada bagian ini akan disajikan analisis SWOT secara keseluruhan, analisis ini meliputi Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Kesempatan), dan Threat (Ancaman). Strength merupakan kekuatan yang dimiliki oleh program studi secara internal, Weakness merupakan kelemahan yang ada pada program studi secara internal, Opportunity merupakan kesempatan dari luar atau eksternal yang menjadi kesempatan (peluang) untuk program studi, dan Threat merupakan ancaman yang membahayakan program studi. Kekuatan (Strength) Kondisi Internal yang Menjadi Kekuatan (S) Program Studi adalah : a. b. Peminat setiap tahun terhadap program studi masih banyak. Enam orang (37,5 %) telah memiliki pendidikan pasca sarjana dengan

keaneka ragaman latar perguruan tinggi dalam negeri.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

51

c. d. e. f. Tinggi. g.

Masih banyak terdapat peluang untuk mengembangkan materi kurikulum Tersedianya sarana dan prasarana gedung ruang kuliah, laboratorium, Sebagian besar dosen mempunyai semangat dan mempunyai kemampuan Mengadakan rapat dosen Program Studi Agroteknologi tiga bulan sekali

yang sesuai dengan kebutuhan lokal. lahan percobaan dan sarana ibadah. untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. dalam rangka mengevaluasi yang berhubungan dengan Tri Dharma Perguruan Menjalin hubungan baik dengan alumni untuk membantu informasi

lapangan kerja bagi lulusan. Kelemahan (Weakness) Kondisi Internal Yang Menjadi Kelemahan (W) Program Studi adalah : a. b. c. d. e. f. g. Jumlah mahasiswa yang diterima selalu belum mencapai daya tampung. Belum optimalnya pelaksanaan penelitian oleh dosen, dosen, karena Kurikulum yang ada belum dilaksanakan sepenuhnya. Tidak memiliki sumber dana yang lain kecuali SPP mahasiswa dan Kekurangan tenaga administrasi, tenaga laboran dan teknisi untuk Pengembangan sistem informasi belum merata sampai ke program studi. Masih banyaknya Dosen yang belum memiliki kepangkatan dan

keterbatasan dana yang tersedia.

penyetorannya kurang lancar. kelancaran proses belajar mengajar.

memiliki ijazah S1. Kesempatan (Opportunity) Kondisi Eksternal Yang Menjadi Peluang (O) Program Studi adalah : a. b. Tersedianya perusahaan-perusahaan baik pemerintah maupun swasta dan Adanya dukungan yang positif dari dosen program studi untuk instansi pemerintah. melakukan tugas.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

52

c. d. swasta. e.

Adanya dukungan dari yayasan dan pemerintah daerah untuk melengkapi Kemungkinan kerjasama yang luas dengan instansi pemerintah dan Tersedia atau adanya tawaran bea siswa untuk peningkatan dosen ke

sarana dan prasarana yang ada.

jenjang pendidikan S2. Ancaman (Threat) Kondisi Eksternal Yang Menjadi Ancaman (T) Program Studi adalah : a. b. c. masih terbatas. d. e. program studi. B. Strategi dan Pengembangan Berdasarkan identifikasi kelemahan (W) dan peluang (O) maka disusun strategi pengembangan program studi, yaitu : a. ke berbagai SMU/SMK/Aliyah dan Sederajat. b. c. Perlunya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat melalui STIPER Labuhanabatu. Peningkatan penelitian dan Selanjutnya berdasarkan identifikasi kondisi kelemahan (W) dan ancaman (T) maka diuraikan pengembangan program studi Agroteknologi, yaitu : mendorong dan membantu dosen untuk mengikuti pendidikan lanjutan S2 dan S3. Menata dan hasilnya dipublikasikan baik melalui jurnal ilmiah maupun melalui internet. Perlu peningkatan promosi Banyaknya minat calon mahasiswa pada program Sedikitnya dana operasional yang tersedia di studi lain yang mempunyai akses tinggi terhadap lapangan kerja yang tersedia. Terdapatnya program studi yang sama Kurikulum program studi harus pada berbasis beberapa perguruan tinggi swasta di Labuhanbatu. kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan stakeholders. Dana yang tersedia untuk sarana dan prasarana

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

53

mengarahkan sistem mekanisme tenaga dosen dengan memperhatikan latar belakang pendidikan dan kemampuan akademik. Dalam rangka meningkatkan program pelatihan, seminar, dan lokakarya secara berkelanjutan.

Tabel 4 Peningkatan Program Pelatihan Seminar dan Lokakarya.

Internal/Eksternal

Kekuatan (S)

Kelemahan (W) - Promosi ke berbagai SMU/SMK/MA dan

Peluang (O)

- Pelatihan-pelatihan

sederajat. - Peningkatan penelitian dan publikasi. - Mendorong dan mem bantu dosen untuk men gikuti pendidikan lanjut an S2 dan S3 Menata dan sistem mengarahkan

Ancaman (T)

- Mengembangkan dan me kemampuan penelitian dan ningkatkan dalam pe

ngabdian masyarakat me lalui program riset terpa du. - Mengembangkan rancangan pelatihan

mekanisme tenaga dosen dengan memperha tikan latar belakang pendidikan

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

54

untuk

meningkatkan

dan -

kemam Meningkatkan

puan

pengetahuan masyarakat - Mengembangkan kurikulum yang berbasis kompetensi - Meningkatkan Penjamin an mutu baik secara internal maupun secara eksternal.

akademik. program pelatihan,

seminar, dan lokakarya secara berke lanjutan

III. REFERENSI
BAN-PT, 2002, Pedoman Evaluasi Diri Program Studi, Jakarta, BAN-PT. BAN-PT, 2005, Pedoman Evaluasi Diri Program Studi, Jakarta, BAN-PT. Beban TugasTenaga Pengajar pada Perguruan Tinggi Negeri. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Keputusan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Dept. P & K. RI No, 48/DJ/Kep.1983. PAU. 1997. Mengajar di Perguruan Tinggi Bagian 1-4 PAU untuk peningkatan dan pengembangan Aktivitas Instruksional, Direk. Jend. Perguruan Tinggi. Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penelitian Hasil Belajar Mahasiswa. Kepustakaan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 232/U/2000.

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

55

Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002. Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengambangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, SK Dirjen Dikti Nomor. 43/DIKTI/Kep/2006 Panduan Pengisian Evaluasi Diri Program Sarjana, BAN-PT Desember 2008

Evaluasi Diri Program Studi Agroteknologi STIPER Labuhanbatu

56