Anda di halaman 1dari 3

6

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ikan Ekor Kuning (Caesio cuning) Menurut saanin (1986), klasifikasi ikan ekor kuning adalah sebagai berikut: Kingdom Filum Sub-filum Class Sub-class Ordo Sub-ordo Divisi Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Pisces : Teleostei : Percomorphii : Percoidea : Perciformes : Lutjanidae : Caesio : Caesio cuning

Gambar 1. Ikan Ekor Kuning (Caesio cuning) Ciri-ciri fisik dari ikan ekor kuning (Caesio cuning) adalah badan memanjang melebar gepeng, mulut kecil, serong. Gigi-gigi kecil, lancip, tersusun beberapa baris pada rahangnya. Dua gigi taring pada rahang bawah, dan yang halus pada langit-langit. Jari-jari keras sirip punggung 10, dan 15 lemah. 3 jari-jari keras pada sirip dubur, dan 11 lemah. Sisik tipis terdapat 52-58 pada garis

7 rusuknya. Sisik-sisik kuat di bagian atas dan bawah garis rusuk tersusun horizontal, sisik pada kepala mulai dari mata. Warna bagian atas sampai punggung ungu kebiru-biruan, biru keputihan bagian belakang punggung, batang ekor, sebagian dari sirip punggung berjari-jari lemah, sirip dubur, dan ekor kuning. Bagian bawah kepala, badan, sirip perut dan dada merah jambu; pinggiran sirip punggung sedikit hitam dan ketiak sirip dada hitam. Ikan ekor kuning termasuk ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil dan crustacea. Hidup di perairan pantai, karang-karang, perairan karang, membentuk gerombolan besar. Dapat mencapai panjang 60 cm, umumnya 30-40 cm. Daerah penyebaran perairan karang seluruh Indonesia. Termasuk ikan karang ekonomis penting yang paling banyak ditangkap dengan Muro-ami, jaring klotok kadangkadang masuk ke bubu. Dipasarkan dalam bentuk segar, asin dan mulai dikembangkan dalam bentuk bakso ikan ekor kuning yang banyak dijual di Kepulauan Karimunjawa.

2.2. Perairan Karang Perairan laut dangkal daerah tropis dicirikan dengan adanya 3 ekosistem yang saling berkaitan satu sama lain, yakni hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang. Keterkaitan 3 ekosistem ini sangat erat yaitu dalam kehidupan hewan-hewan dan sumber nutrient. Hutan bakau merupakan daerah pembesaran bagi berbagai jenis ikan-ikan terumbu karang. Pergerakan air laut membawa nutrient yang dihasilkan dari hutan bakau sehingga memperkaya nutrient di daerah padang lamun dan hutan bakau

8 Perairan karang merupakan ekosistem yang paling subur dibandingkan perairan lain. Perairan ini mempunyai produktivitas tinggi dengan sumberdaya hayati yang beraneka ragam dengan hubungan diantaranya yang sangat erat. Perairan karang Indonesia merupakan perairan karang yang terluas di kawasan Asia Tenggara dengan luas daerah terumbu karang 80.000 km.

2.3. Keadaan Perairan Karimunjawa Perairan di Karimunjawa memiliki kecerahan yang tinggi yaitu bisa mencapai 8 15 meter. Kecerahan yang tinggi dan kondisi perairan yang jernih memungkinkan cahaya masuk ke permukaan air lebih banyak, proses fotosintesis akan lebih lancar sehingga perairan ini dapat dikatakan subur. Kondisi perairan yang cerah didukung dengan banyaknya terumbu karang maka banyak ikan yang dapat berkembang baik di wilayah ini. Kadar salinitas air laut di Karimunjawa juga cukup tinggi dilihat dari kadar air yang asin dan adanya kolam apung di Pulau Menjangan Kecil. Kadar salinitas Perairan Karimunjawa mencapai 35 (Restiana, et all, 2007). Arus di Kepulauan Karimunjawa yang kuat dapat dijumpai di perairan antara Pulau Karimun dengan Pulau Menjangan Besar karena merupakan daerah sempit yang menghubungkan dua wilayah perairan besar bagian timur dan barat wilayah Karimunjawa. Pada celah itu terdapat arus yang berputar pada titik pertemuan dua arus. Kondisi pasang terjadi saat siang hari hingga malam, tengah malam dan pagi hari air surut. Air psang tertinggi dapat mencapai ketinggian 1 meter. Kondisi suhu permukaan air laut mencapai 30 C (Restiana et al., 2007).