Anda di halaman 1dari 2

Tretinoin

Risiko hiperpigmentasi meningkat seiring proses aging, terutama untuk mereka yang tinggal di daerah tropis. Saat ini, golongan retinoat masih menjadi gold standar untuk fotoaging. Salah satu fungsi kulit adalah melindungai tubuh dari sinar matahari. Sinar matahari merupakan sumber radiasi ultraviolet yang bisa merusak sel-sel tubuh. Paparan sinar matahari berlebihan dalam waktu singkat menyebabkan luka bakar dan penebalan lapisan kulit paling atas (epidermis) serta peningkatan pembentukan pigmen (melanin) oleh sel-sel penghasil pigmen (melanosit). Melanin merupakan zat pelindung alami yang menyerap energi dari sinar ultraviolet dan mencegah masuknya sinar ke jaringan yang lebih dalam. Tetapi produksi melanin berlebihan mengakibatkan kulit menjadi hitam dan kusam atau sering disebut hiperpigmentasi. Risiko hiperpigmentasi juga meningkat seiring proses aging, menyebabkan munculnya "noda-noda", kerut, dan manifetasi ketuaan lain di kulit. Dalam pikiran sebagian besar orang, perubahan ini adalah alamiah. Tetapi sebenarnya semua proses kerusakan kulit tadi bisa dicegah sejak dini. Proses penuaan kulit dini sebagai konsekuensi paparan sinar ultraviolet sering disebut fotoaging (photoaging atau photodamage). Untuk orang yang tinggal di daerah tropis yang berlimpah matahari, maka proses fotoaging bisa jadi semakin progresif. Kerusakan kulit ini bisa terjadi di usia muda. Beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi fotoaging kini sudah tersedia, mulai dari operasi atau cukup dengan mengoleskan obat topikal. Tujuannya sama, membuat tampilan kulit lebih muda dan cerah. Berdasarkan salah satu makalah yang dilansir Journal for Primary Care Physician, saat ini obat topikal yang merupakan "gold standard" dalam mengatasi fotoaging adalah obat dari golongan retionoat (derivate vitamin A). Salah satu obat topikal dari kelompok ini yang sudah dikenal sejak lebih dari 30 tahun lalu adalah asam retinoat atau tretinoin. Jenis retinoat topikal lain untuk fotoaging dengan efek yang hampir sama dengan tretinoin antara lain krim emollient 0,05%. Beberapa penelitian sudah banyak dipublikasikan tentang kemampuan tretinoin memperbaiki kondisi kulit karena proses fotoaging dengan mengurangi kerut, menghilangkan titik-titik hiperpigmentasi, dan memperhalus wajah sehingga wajah lebih berkilau. Manfaat lain tretinoin termasuk memperbaiki atropi epidermal, menambah produksi kolagen, memicu pertumbuhan pemubuluh darah baru (angiogenesis), dan memperbaiki mitogenesis atau mempercepat pergantian sel-sel kulit. Pergantian sel kulit yang cepat akan memicu proses bleaching di kulit sehingga terjadi depigmentasi. Studi oleh Weiss dkk dari Departemen Dermatologi, Universitas Michigan, Amerika Serikat menunjukkan tretinoin topikal mampu memperbaiki kerusakan kulit akibat proses fotoaging. Dalam studi RCT selama 16 minggu, 30 pasien dengan kerusakan kulit akibat fotoaging dibagi menjadi kelompok penerima tretinon topikal atau krim kosong (vehicle cream). Separuh pasien menerima pengobatan tretinoin topikal untuk kulit wajah, sama halnya dengan kelompok krim kosong. Semua peserta mampu menyelesaikan studi dan terlihat bahwa ada perbaikan yang signifikan pada kulit wajah peserta yang menerima tretinoin topikal. Sebaliknya perbaikan tidak nampak sama sekali pada kelompok krim kosong. Dari 15 pasien yang diterapi tretinoin di kulit wajah, 14 orang mengalami perbaikan. Secara statistik, jumlah ini sangat signifikan di-

bandingkan kelompok kontrol. Perubahan histologis juga signifikan pada kelompok tretinoin. Efek samping berupa iritasi sangat jarang dilaporkan. Isu keamanan memang bukan isu besar dalam terapi dengan tretinoin. Dalam penggunaan obat ini selama bertahun-tahun, tidak ada efek samping berupa parut di kulit, kecacatan janin, atau abnormalitas lain dalam tubuh yang pernah dilaporkan. Cara kerja tretinoin yang mempercepat pergantian sel-sel kulit juga efektif untuk mengatasi jerawat. Dengan mekanisme ini, maka lapisan-lapisan sel kulit akan menipis secara bertahap. Pada pasien jerawat, sel-sel baru akan menggantikan lesi jerawat dan mencegah lesi baru muncul. Dengan mekanisme yang hampir sama, tretinoin bisa mengurangi kerut, pigmentasi kulit, dan kulit yang kasar. Hasil tersebut bisa dicapai dengan pengobatan sekitar 3-4 minggu.

Contoh obat: Retin-A, eudyna cream