Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KEPERAWATAN DEWASA I

OLEH KELOMPOK 5: Nur Agia Ningsih (0910321009) Fitri Aprilia Sari (0910322027) Selfi Fauzia (0910322045) Destri Wulandari (0910322063) Muhammad Fauzan Ikbal (0910323079) Fitriana (0910323097)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNAND 2010


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Istirahat dan Tidur.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Reni Prima Gusty, S.Kep.,M.Kes. dan pihak lain yang telah membantu hingga selesainya tulisan ini.

Penulis juga menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan, dan memiliki banyak kesalahan serta kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran agar kedepannya penulis dapat memberikan yang terbaik.

Padang, Maret 2010

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..........................i DAFTAR ISI ...........................................ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang....................................................... 1 1 1.2 Tujuan.........................................................1 1 1.3 Rumusan Masalah...........................2 BAB II ISI 2.1 Pola Fungsional Gordon........................................................................ 2.2 Pengaplikasian dalam Sebuah Kasus..................................................... BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan........................................................................... 3.2 Saran.................................................... DAFTAR PUSTAKA I

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 PENDAHULUAN 1.1.1 LATAR BELAKANG Konsep adalah keyakinan yang kompleks terhadap suatu objek benda, suatu peristiwa atau fenomena berdasarkan pengalaman dan persepsi seseorang berupa ide, pandangan atau keyakinan. Teori adalah hubungan beberapa konsep atau suatu kerangka konsep / defnisi yang memberikan suatu pandangan sistematis terhadap gejala-gejala atau fenomena-fenomena dengan menentukan hbungan spesifik antara konsep-konsep tersebutdengan maksud untuk menguraikan, menerangkan, meramalakan dan atau mengendalikan suatu fenomena. Teori dapat diuji, diubah atau digunakan sebagai pedoman dalam penelitian. Ada tiga cara pendekatan dalam pengembangan dan pembentukan teori keperawatan, yaitu meminjam teori-teori dari disiplin ilmu lain yang relevan dengan tujuan untuk mengintegrasikan teori-teori ini ke dalam ilmu keperawatan, menganalisa situasi praktik keperwatan dalam rangka mencari konsep yang berkaitan dengan praktik keperawatan, serta menumbuh-kembangkan praktek keperawatan dan pendidikan keperawatan. Pola-konsep di definisikan seperti pembentukan tingkah laku yang terjadi secara berangkai. (Gordon, 1994 : 70) Pola Fungsional Kesehatan (cara hidup) klien, apakah pribadi keluarga atau masyarakan, berkembangan dari interaksi klien-lingkungan. Masing-masing pola adalah penjabaran dari gabungan biopsikososial. Tidak satupun pola yang dimengerti tanpa mengetahui pola yang lain. Pola fungsional kesehatan dipengaruhi oleh faktor biologi, perkembangan, budaya, sosial, dan spiritual (Gordon, 1994 : 318) 1.1.2 TUJUAN Penulisan ini ditujukan untuk pemenuhan tuntutan akademik sebagai tugas penulisan makalah. Selain itu penulisan makalah ini ditujukan untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan tentang 11 macam pola fungsional Gordon dan diaplikasikan dalam sebuah kasus. Sementara itu tujuan dari dokumentasi itu sendiri adalah:

1. Sebagai sarana komunikasi antara pasien dengan perawat 2. Sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat 3. Sebagai sumber data perencanaan dalam proses keperawatan berkelanjutan 1.1.3 RUMUSAN MASALAH 1. Apa saja 11 macam pola fungsional Gordon? 2. Bagaimana pengaplikasian pola fungsional Gordon dalam sebuah kasus lengkap dengan proses keperawatan dengan menggunakan NANDA, NIC, dan NOC?

BAB II ISI

2.1. POLA FUNGSIONAL GORDON


Pola pengkajian fungsional menurut Gordon adalah bahwa pola fungsional Gordon ini mempunyai aplikasi luas untuk para perawat dengan latar belakang praktek yang beragam model pola fungsional kesehatan terbetuk dari hubungan antara klien an lingkungan dan dapat diguakn untuk perseorangan, keluarga, dan omunitas. Setiap pola merupakan suatu rangkaian perilaku yang mmbantu perawat mengumpulkan, mengorganisasikan dan memilah-milah data. (Potter, 1996 : 15). Pola-pola fungsional kesehatan menurut Gordon adalah: 1. Persepsi dan Penanganan Kesehatan Menggambarkan persepsi, pemeliharaan dan penanganan kesehatan. Persepsi terhadap arti kesehatan, dan piata laksanaan kesehatan, kemampuan menyusun tujuan, pengetahuan tentang praktek kesehatan. Komponen: a. Gambaran kesehatan secara umum dan saat ini, b. alasan kunjungan dan harapan, c. gambaran terhadap sakit dan penyebabnya dan penanganan yang dilakukan, Kepatuhan terhadap pengobatan Pencegahan/tindakan dalam menjaga kesehatan Penggunaan obat resep dan warung, Penggunaan produk atau zat didalam kehidupan sehari-hari dan frekuensi (misal : rokok, alkohol) Penggunaan alat keamanan dirumah/sehari-hari, dan faktor resiko timbulnya penyakit Gambaran kesehatan keluarga 2. Nutrisi-Metabolik

Menggambarkan intake makanan, keseimbangan cairan dan elektrolit, nafsu makan, pola makan, diet, fluktuasi BB dalam 6 bulan terakhir, kesulitan menelan, mual / muntah, kebutuhan julah zat gizi, masalah / penyembuhan kulit, akanan kesukaan. Komponen Gambaran yang biasa dimakan (Pagi,siang,sore,snack) Tipe dan intake cairan Gambaran bagaimana nafsu makan, kesulitan dan keluhan yang mempengaruhi makan dan nafsu makan Penggunaan obat diet Makanan Kesukaan, Pantangan,alergi Penggunaan suplemen makanan Gambaran BB, perubahan BB dalam 6-9 bln, Perubahan pada kulit (lesi, kering, membengkak,gatal) Proses penyembuhan luka (cepat-lambat) Adakah faktor resiko terkait ulcer kulit (penurunan sirkulasi, defisit sensori,penurunan mobilitas) 3. Eliminasi Menggambarkan pola fungsi eksresi, kandung kemih dan kulit. Komponen Berapa kali miksi dalam sehari, karakteristik urin Adakah masalah dalam proses miksi, adakah penggunaan alat bantu untuk miksi Gambaran pola BAB, karakteritik Penggunaan alat bantu Bau bdn, Keringat berlebih,lesi & pruritus 4. Aktivitas-Latihan Menggambarkan pola aktivitas dan latihan, fungsi pernafasan dan sirkulasi.

Komponen Gambaran level aktivitas, kegiatan sehari-hari dan olahraga Aktivitas saat senggang/waktu luang Apakah mengalami kesulitan dalam bernafas, lemah, batuk, nyeri dada,palpitasi,nyeri pada tungkai, gambarkan! Gambaran dalam pemenuhan ADL 1. Level Fungsional (0-IV) 2. Kekuatan Otot (1-5) 5. Tidur-Istirahat Menggambarkan pola tidur-istirahat dan persepsi pada level energi. Komponen Berapa lama tidur dimalam hari Jam berapa tidur-Bangun Apakah terasa efektif Adakah kebiasaan sebelum tidur Apakah mengalami kesulitan dalam tidur 6. Kognitif-Persepsi Menggambarkan pola pendengaran, penglihatan, pengecap, taktil, penciuman, persepsi nyeri, bahasa, memori dan pengambilan keputusan. Komponen Kemampuan menulis dan membaca Kemampuan berbahasa Kemampuan belajar kesulitan dalam mendengar Penggunaan alat bantu mendengar/melihat Bagaimana visus

Adakah keluhan pusing bagaimana gambarannya Apakah mengalami insensitivitas terhadap dingin, panas,nyeri Apakah merasa nyeri (Skala dan karaketeristik) 7. Persepsi Diri Konsep Diri Menggambarkan sikap terhadap diri dan persepsi terhadap kemampuan,harga diri,gambaran diri dan perasaan terhadap diri sendiri. Komponen Bagaimana menggambarkan diri sendiri Apakah ada kejadian yang akhirnya mengubah gambaran terhadap diri Apa hal yang paling menjadi pikiran Apakah sering merasa marah, cemas, depresi, takut, bagaimana gambarannya 8. Peran Hubungan Menggambarkan keefektifan hubungan dan peran dengan keluarga-lainnya. Komponen Bagaimana gambaran pengaturan kehidupan (hidup sendiri/bersama) Apakah mempunyai orang dekat?Bagaimana kualitas hubungan?Puas? Apakah ada perbedaan peran dalam keluarga, apakah ada saling keterikatan Bagaimana dalam mengambil keputusan dan penyelesaian konflik Bagaimana keadaan keuangan Apakah mempunyai kegiatan sosial? 9. Seksualitas Reproduksi Menggambarkan kepuasan/masalah dalam seksualitas-reproduksi. Komponen Apakah kehidupan seksual aktif Apakah menggunakan alat bantu/pelindung Apakah mengalami kesulitan/perubahan dalam pemenuhan kebutuhan seks

Khusus wanita : TMA, gambaran pola haid, usia menarkhe/ menopause riwayat kehamilan, masalah terkait dengan haid 10. Koping Toleransi Stres Menggambarkan kemampuan untuk menangani stres dan menggunakan sistem pendukung. Komponen Apakah ada perubahan besar dalam kehidupan dalam bbrp thn terakhir Dalam menghadapi masalah apa yang dilakukan?efektif? Apakah ada orang lain tempat berbagi?apakah orang tersebut ada sampai sekarang? Apakah anda selalu santai/tegang setiap saat Adakah penggunaan obat/zat tertentu 11. Nilai Kepercayaan Menggambarkan spiritualitas, nilai, sistem kepercayaan dan tujuan dalam hidup. Komponen Apakah anda selalu mendapatkan apa yang diinginkan Adakah tujuan,cita-cita,rencana di masa y.a.d Adakah nilai atau kepercayaan pribadi yang ikut berpengaruh Apakah agama merupakan hal penting dalam hidup?Gambarkan

2.2. Pengaplikasian dalam Sebuah Kasus

2.2.1. Contoh Kasus


Nama klien Hj. H berumur 85 tahun. Masuk RS tgl 20 September 2010 dengan keluhan tidak bisa buang air kecil dan sakit pinggang sebelah kanan. Keluhan ini berlangsung 3 hari di rumah. Awalnya klien tidak bisa buang air besar 2 hari lalu. Klien menggunakan dulcolax suppositoria selama 2 hari berturut-turut dan klien bisa BAB. Sehari kemudian klien susah kencing, walau mengejan air kencing tidak bisa keluar, lalu keluarga

membawanya ke RS. Sesampai di RS dipasang kateter dan air kecing lancar keluar berwarna agak merah kemudian yang keluar berwarna agak coklat seperti air teh. 2.2.2 Pengkajian Identitas klien Nama : Hj. H Jenis kelamin : perempuan Umur : 85 tahun Tanggal masuk : 20 September 2010 Diagnosa medis : Gagal ginjal kronik Data subjektif: Klien mengatakan tidak bisa buang air kecil dan sakit pinggang sebelah kanan selama 3 hari Klien mengatakan tidak bisa buang air besar 2 hari lalu dan menggunakan dulcolax sehingga BAB keluar Data objektif: keadaan umum klien agak lemah tungkai bawah lemas tidak bertenaga kulit keriput tidak elastis edema pretibial tonus otot kurang selalu berbaring di tempat tidur aktivitas sehari-hari sering dibntu anak-anaknya terpasang kateter urine warna coklat seperti air teh TD 160/90 mmHg

Nadi 82 x/menit Suhu badan 36,20oC Sclera tampak pucat Secret mata (+) Mulut / napas berbau amonia.

Pola fungsional Gordon: 1. aktivitas dan istirahat gejala: keletihan kelemahan malaese tanda: kelemahan otot dan kehilangan tonus 2. sirkulasi tanda: hipotensi/hipertensi, disritmia jantung, nadi lemah/ halus hipotensia ortostatik (hipovalemia), pucat, kecenderungan perdarahan. 3. eliminasi gejala : perubahan pola berkemih, peningkatan frekuensi, poliura (kegagalan dini), atau penurunan frekuensi/ oligura (fase akhir) disuria, ragu-ragu, dorongan, dan retensi (inflamasi/obstruksi, infeksi) abdomen kembung diare atau konstipasi. tanda : perubahan warna urine contoh kuning pea, merah, coklat, berawan. Oliguri (biasanya 12-21 hari) Poliuri (2-6 liter/hari) 4. makanan/cairan gejala : peingkatan berat badan (deidrasi) mual, muntah, anoreksia, nyeri uluhti penggunaan diuretik tanda : perubahan turgor kulit/kelembaban. Edema (umum, bagian bawah) 5. persepsi-sensori gejala : sakit kepala penglihatan kabur. Kram otot/kejang sindrom kaki Gelisah).

Tanda : gangguan status mental, contoh penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran (azotemia, ketidak seimbangan elektrolit/asam basa. Kejang, faskikulasi otot, aktifitas kejang. 6. Nyeri dan keamanan Gejala : nafas pendek Tanda : takipnoe, dispnoe, peningkatan frekuensi, kusmaul, nafas amonia, batuk produktif dengan spuum kental merah muda (edema paru) 7. keamanan gejala : adanya reaksi transfusi tanda : demam, sepsis (dehidrasi), ptekie atau kulit ekimosis, pruritus, kulit kerin. 8. Penyuluhan /pembeajaran Gejala : riwayat penyakit polikistik keluarga, nefritis herediter, batu urinarius, malignansi, riwayat terpapar toksin, (obat, racun lingkungan) Obat befrotik penggunaan berulang. Contoh : aminoglikosida, amfoterisisn B, anestetik vasodilator, tes diagnostik dengan media kontras radiografik, kondisi yang terjadi bersamaan tumor di saluran perkemihan, sepsis gram negatif, rauma/cedera kekerasan, perdarahan, cedera listrik, autoimun DM, gagal jantung/hati. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan I: perubahan kelebihan volume cairan berhubungan dengan gagal ginjal dengan kelebihan air kriteria hasil: keseimbangan cairan indikator 1. arteri rata-rata dalam tingkat nilai yang diharapkan 2. tekanan vena sentral dalam tingkat nilai yang diharapkan 3. tekanan darah dalam tingkat nilai yang dharapkan intervensi: 1. manajemen elektrolit

Implementasi: monitor elektrolit sebelum abnormal monitor manifestasi keseimbangan airan berikan cairan pertahankan keakuratan intake dan output berikan elektrolit tindakan tambahan (oral, NGT, 10) sesuai resep ajarkan pasien degan keluarga tentang tipe, penyebab, tremorit dalam keseimbangancairan 2. manajemen cairan Implementasi: naikkan masukan obat oral cairan intravena: berikan cairan IV temperatur ruang monitor kelebihan cairan dan reaksi fisik

diagnosa keperawatan II: Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengn katabolisme protein Kriteria hasil: mempertahankan status nutrisi adekuat Indikator Berat Badan Stabil Tidak ditemukan edema Albumin dalam batas normal Intervensi: 1. manajemen nutrisi: Aktivitas : Menanyakan pada klien apakah memiliki alergi terhadap makanan Beri dukungan kepada klien untuk mendapatkan intake kalori yang adekuat sesuai dengan tipe tubuh dan pola aktivitasnya Beri klien makanan yang mengandung protein, tinggi kalori Monitor catatab intae kandungan nutrisi pada makanan

2. manajemen gangguan makan Aktivitas: Tentukan kemajuan BB harian yang diharapkan bersama klien Monitor masukan kalori perharinya Monitor klien berkaitan dengn makan, penurunan berat badan, dan kenaikan BB Anjurkan klien untuk mengurangi aktivitasnya sehingga bisa mendukung program kenaikan BB DAFTAR PUSTAKA Aziz Alim Hidayat. 2004. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika Anonim. Chronic Kidney Disease. http://www.baharisatriaperwira.co.cc/. diakses tanggal 23 September 2010. Anonim. Gagal Ginjal Kronik. http://hernawatiaj.wordpress.com/. diakses tanggal 25 September 2010. Anonim. Konsep Dasar Keperawatan dokumentasi pengkajian. http://www.scribd.com/. diakses tanggal 25 September 2010 Herdman, Heather T. 2009. Nursing Diagnosis: Definitions & Classification. Singapore: Maroko Print Media Pte Ltd. MccLoskey, Joanne C. 1996. Nursing Intervention Classification. United States of America: Mosby. Potter P. A, Perry Anne. 2005. Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik, Edisi 4, Volume 1. Jakarta: EGC