Anda di halaman 1dari 3

PEREMPUAN PEKERJA, PERSIAP DANA PENSIUN ANDA Oleh : Shinta Rahmani (dimuat majalah Blok A, edisi Oktober-November 2011).

Jangan berfikir lebih baik mempersiapkan pensiun di usia tengah baya, apalagi bagi perempuan. Makin dini mempersiapkannya, makin sejahtera hidup anda kelak! Sudahkah anda mempersiapkan dana pensiun anda? Ini bukan pertanyaan aneh, bahkan jika anda adalah perempuan pekerja yang masih usia muda. Karena tak ada kata terlalu dini untuk mempersiapkan hari tua. Kebanyakan perempuan muda tidak memikirkan pentingnya perencanaan keuangan untuk hari tuanya. Lebih buruk lagi jika mereka tak mau belajar berinvestasi. Perempuan tengah baya umumnya mengerti pentingnya jaminan keuangan untuk masa pensiun, tapi mereka terlambat bertindak karena kurangnya penghasilan, keterbatasan pengetahuan dan kurang percaya diri. Perempuan juga takut akan resiko dan menghindari investasi berisiko, yang umumnya akan berakhir dengan aset keuangan yang kecil. Kim Kiyosaki penulis buku Rich woman dalam salah satu artikelnya mengungkapkan, ada beberapa alasan mengapa perempuan perlu memikirkan investasi atas namanya sendiri. Kebanyakan perempuan tergantung secara finansial kepada suami, orang tua atau pekerjaan. Sayangnya, tidak selamanya ketergantungan ini dapat dilakukan. Perceraian, suami kehilangan pekerjaan, kematian suami atau dipecat dari pekerjaannya membuat perempuan semakin kehilangan pegangan finansial. Tak sedikit pula perempuan pekerja yang terpaksa meninggalkan anaknya dirumah demi mendapatkan penghasilan. Padahal jika berinvestasi, mereka tetap dapat mengurus anak dirumah sekaligus mendapat penghasilan dari investasinya. Penelitian membuktikan, Perempuan lebih memerlukan investasi dibanding laki-laki karena hal-hal berikut :

Perempuan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Data dari Kementrian Pemberdayaan Wanita menunjukkan bahwa di Indonesia rata-rata perempuan Indonesia memiliki harapan hidup 3 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki. Artinya perempuan perlu menabung yang lebih banyak untuk membiayai masa pensiunnya. Perempuan menabung lebih sedikit. mereka menabung kira-kira setengah dari tabungan rata-rata laki-laki. Perempuan lamban memulai untuk menabung dibanding laki-laki, sehingga jangka waktu mereka untuk menabung lebih pendek. Perempuan menghindari pengambilan keputusan untuk berinvestasi, banyak wanita takut untuk melakukan kesalahan investasi. Hasil investasi perempuan lebih rendah dari laki-laki. Umumnya perempuan merupakan kelompok investor yang konservatif. Ini berarti mereka memperoleh hasil rendah karena memilih investasi yang aman. Hal ini tentunya akan merusak kemampuan mereka menghimpun dana untuk keperluan pensiunnya.

INI YANG DILAKUKAN PEREMPUAN PEKERJA SEPERTI ANDA!

Meski Uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang. Uang berperan penting untuk memenuhi segala keperluan dimasa tua. Memang masa tua belum ada saat ini, tapi masa itu pasti datang. Perempuan pekerja adalah kelompok yang memiliki kekuatan lebih besar untuk dapat menyiapkan masa tuanya. karena mereka memiliki kekuatan mengalokasikan uang yang dihasilkannya sendiri tanpa harus meminta persetujuan pihak lain. Inilah yang harus dipersiapkan untuk merencanakan dana pensiun anda 1. Mengestimasi pendapatan yang akan diperoleh saat pensiun, termasuk pensiun dari pemerintah, penghasilan pensiun dari tempat kerja, dari jamsostek dan sebagainya. 2. Tentukan ingin pensiun seperti apa kelak, apakah pensiun dan pindah kedaerah dengan biaya hidup lebih rendah dan hidup sederhana, atau tetap mempertahankan gaya hidup saat ini. Asumsikan berapa biaya yang akan diperlukan kelak. 3. Periksa riwayat keluarga, cari tahu berapa kira-kira harapan hidup keluarga. 4. Selisih dari keduanya (1-2) adalah biaya yang kelak harus dipersiapkan selama kira-kira umur hidup pensiun, sesuai riwayat keluarga. Setelah mengetahui perkiraan kebutuhan keuangan Anda dimasa pensiun atau dimasa tua, kini saatnya untuk berinvestasi. Perempuan biasanya menghindari risiko saat berinvestasi. Tapi melalui pengetahuan yang cukup tentang investasi, segala risiko yang memang melekat pada setiap investasi dapat diantisipasi. Berikutnya kita dapat mempelajari bagaimana meminimalkan risiko yang mampu ditanggung. makin besar risiko, makin besar hasil investasi yang diperoleh. kunci utamanya cari pengetahuan tentang berbagai investasi, sehingga kepercayaan diri untuk menanggung risiko dan memperoleh hasil investasi yang lebih besar akan didapatkan. Cara lain yang mungkin lebih praktis adalah berhubungan dengan penasehat keuangan independen. Kenyataannya karena perempuan kurang tahu berbagai produk investasi keuangan, akan lebih aman jika berhubungan dengan penasehat keuangan independen, Bukan penasehat keuangan yang terikat untuk menjual produk keuangan tertentu, seperti asuransi. Penasehat keuangan independen lebih obyektif dalam memberikan nasehat keuangan yang disesuaikan dengan profil kliennya, mereka juga akan memberikan masukan atas berbagai produk investasi keuangan tanpa memaksa klien membeli produk tertentu, karena dia tidak terikat pada satu perusahaan yang menjual produk investasi keuangan. Perempuan pekerja memiliki kekuatan untuk menentukan bagaimana kehidupannya dimasa tua. Tanpa harus bergantung pada pihak lain, anak-anaknya atau keluarga lainnya. Kehidupan dimasa mendatang diperkirakan membuat anak-anak lebih sulit untuk mampu mengurus orang tuanya. Sehingga tak ada salahnya perempuan pekerja seperti anda mempersiapkan diri menghadapi kehidupan masa tua. Perempuan pekerja disarankan mampu mengelola uangnya sendiri. Kemampuan mereka menghasilkan uang juga merupakan bentuk kekuatan yang lebih bersifat asertif terhadap pengelolaan uangnya. Karena sesungguhnya tak ada yang lebih berkepentingan terhadap uang Anda kecuali Anda sendiri. Sebagai penutup, meskipun dalam ajaran Islam, kerja adalah ibadah, sehingga sampai akhir hayatpun manusia tetap diwajibkan beribadah, namun perlu juga kita simak hadist berikut

Allah memberi rahmat kepada seseorang yang berusaha dengan baik, membelanjakan secara sederhana dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya HR. Bukhari dan Muslim Semangat mempersiapkan pensiun adalah meyisihkan sebagian harta untuk masa-masa dimana seseorang tak mampu lagi memiliki penghasilan serta membutuhkan harta. Sehingga menjaga diri kita dari menadahkan tangan, dari meminta-minta. www.amanahsharia.com