P. 1
01. SEKITAR PROKLAMASI

01. SEKITAR PROKLAMASI

|Views: 797|Likes:
Dipublikasikan oleh IPINK

More info:

Published by: IPINK on Jan 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

INDONESIA PADA AWAL KEMERDEKAAN HINGGA TAHUN 1950 A. Upaya Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia B. Peristiwa Seputar Proklamasi C. Kebijakan Pemerintah Indonesia Pada Masa Awal Kemerdekaan BAB D. Perkembangan Situasi Politik dan Kenegaraan Indonesia di Awal Kemerdekaan 6

Standar Kompetensi 

Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak masa Proklamasi hingga lahirnya Orde Baru.

Kompetensi Dasar 

Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia

A. Upaya

Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia
PEMBENTUKAN BPUPKI

LATAR BELAKANG 

   

Pada tahun 1944 Saipan jatuh ke tangan Sekutu. Pasukan Jepang di Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Kepulauan Marshall, dipukul mundur oleh pasukan Sekutu. Seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik sudah hancur dan bayang-bayang kekalahan Jepang mulai nampak. bayangJepang mengalami serangan udara di kota Ambon, Makasar, Menado dan Surabaya. Pasukan Sekutu telah mendarat di daerah-daerah minyak daerahseperti Tarakan dan Balikpapan.   

 

Pada tanggal 1 maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada, Harada, BPUPKI Tujuan BPUPKI untuk menyelidiki hal-hal penting halmenyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. KETUA : dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat Ketua Muda (Fuku Kaico) pertama : Icibangase. Icibangase. Kepala Sekretariat : R.P. Suroso dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo. Pringgodigdo.

PERESMIAN BPUPKI
Pada tanggal 28 Mei 1945 bertempat di gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon, Jakarta. In,  Dihadiri pula oleh dua pejabat Jepang, yaitu : Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Ketujuh yang bermarkas di Singapura dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas yang baru).  Dikibarkan bendera Jepang, Hinomaru oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh Toyohiko Masuda. Masuda. 

SIDANGSIDANG-SIDANG BPUPKI
Untuk itulah pada kata pembukaannya, ketua BPUPKI, dr. Radjiman Wediodiningrat meminta pandangan para anggota mengenai dasar Negara Indonesia merdeka tersebut.  Pada hari pertama persidangan pertama tanggal 29 Mei 1945, Muh. Yamin mengemukakan lima Azas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia sebagai berikut : 

1. Peri Kebangsaan; 2. Peri Kemanusiaan; 3. Peri Ke-Tuhanan; Ke4. Peri Kerakyatan; 5. Kesejahteraan Rakyat.

Dua hari kemudian pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Supomo mengajukan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah sebagai berikut :
1. 2. 3. 4. 5. persatuan kekeluargaan keseimbangan musyawarah keadilan sosial

Keesokan harinya pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai Lahirnya Pancasila .  Keistimewaan pidato Ir. Sukarno adalah selain berisi pandangan mengenai Dasar Negara Indonesia Merdeka, Merdeka, juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara, negara, yaitu : Pancasila, Trisila, atau Ekasila. Pancasila, Trisila, Ekasila.  Sidang memilih nama Pancasila sebagai nama dasar negara. negara.  Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Sukarno adalah sebagai berikut : 

1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau periperikemanusiaan; kemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial; sosial; 5. Ke-Tuhanan Yang KeBerkebudayaan

PANITIA SEMBILAN
Persidangan pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945. Selanjutnya diadakan masa reses selama satu bulan lebih.  Pada tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang. AnggotaAnggotaanggota Panitia Sembilan ini adalah sebagai berikut : 

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Ir. Sukarno Drs. Moh. Hatta Muh. Yamin Mr. Ahmad Subardjo Mr. A.A. Maramis Abdulkadir Muzakkir K.H. Wachid Hasyim K.H. Agus Salim Abikusno Tjokrosujoso.

PANITIA PERANCANG UNDANGUNDANG-UNDANG DASAR  

Panitia Perancang UndangUndangundang Dasar yang diketuai oleh Ir. Sukarno dan beranggotakan 21 orang. Pada tanggal 11 Juli 1945, 1945, Panitia Perancang UndangUndangundang Dasar dengan suara bulat menyetujui isi preambule (pembukaan) yang diambil dari Piagam Jakarta.

PANITIA KECIL PERANCANG UNDANGUNDANGUNDANG DASAR
Selanjutnya panitia tersebut membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-undang UndangDasar yang diketuai Prof. Dr. Mr. Supomo  Anggotanya Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Subardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim dan Sukiman.  Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri dari Husein Djajadiningrat, Agus Djajadiningrat, Salim dan Supomo. 

PEMBENTUKAN PPKI   

Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan. Sebagai gantinya pemerintah pendudukan Jepang membentuk PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai). Sebanyak 21 anggota PPKI yang terpilih tidak hanya terbatas pada wakil-wakil wakildari Jawa, tetapi juga dari berbagai pulau, yaitu : 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatera, 2 wakil dari Sulawesi, seorang dari Kalimantan, seorang dari Sunda Kecil (Nusatenggara), seorang dari Maluku dan seorang lagi dari golongan penduduk Cina. Ir. Sukarno ditunjuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Moh. Hatta ditunjuk sebagai wakil ketuanya. Sedangkan Mr. Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai penasehatnya.

MENUJU MARKAS BESAR TERAUCI DI DALAT
Jenderal Besar Terauci memanggil tiga tokoh Pergerakan Nasional, Nasional, yaitu Ir. Sukarno, Drs. Moh. Sukarno, Moh. Hatta dan dr. Radjiman Wediodiningrat. Wediodiningrat.  Pada tanggal 9 Agustus 1945 mereka berangkat. berangkat.  Pada tanggal 12 Agustus 1945 Jenderal Besar Terauci menyampaikan kepada ketiga tokoh itu bahwa Pemerintah Kemaharajaan telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.  Pelaksanaannya dapat dilakukan segera setelah persiapannya selesai oleh PPKI. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda. Belanda. 

Ketika ketiga tokoh itu berangkat kembali menuju Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang telah dibom atom oleh Sekutu di kota Hirosima dan Nagasaki.  Uni Soviet mengingkari janjinya dan menyatakan perang terhadap Jepang seraya menyerbu Manchuria.  Keesokan harinya, pada tanggal 15 harinya, Agustus 1945 Sukarno-Hatta tiba Sukarnokembali di tanah air. Dengan bangganya Ir. Sukarno berkata : Kalau dahulu saya berkata Setelah jagung berbuah, Indonesia akan berbuah, merdeka : sekarang saya dapat memastikan Indonesia akan merdeka, merdeka, sebelum jagung berbuah. berbuah.  Perkataan itu menunjukkan bahwa Ir. Sukarno pada saat itu belum mengetahui bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Sekutu. 

Berita tentang kekalahan Jepang, diketahui oleh sebagian golongan muda melalui radio siaran luar negeri.  Pada malam harinya Sutan syahrir menyampaikan berita itu kepada Moh. Hatta. Syahrir juga menanyakan mengenai kemerdekaan Indonesia sehubungan dengan peristiwa tersebut.  Moh. Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunseikanbu. Gunseikanbu.  Setelah yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, Moh. Hatta mengambil keputusan untuk segera mengundang anggota PPKI. 

RAPAT GOLONGAN MUDA
Rapat golongan muda dilakukn di Lembaga Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, pada Timur, tanggal 15 agustus 1945, pukul 20.30 1945, 20. waktu Jawa. Jawa.  Rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan :  kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tak sendiri, dapat digantungkan pada orang dan negara lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan diadakan perundingan dengan golongan muda agar mereka diikutsertakan dalam pernyataan proklamasi. proklamasi.     

Keputusan rapat itu disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada pukul 22.30 waktu Jawa kepada Ir. Sukarno di rumahnya. Isi keputusan golongan muda : agar Ir. Sukarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu hadiah dari Jepang. Tuntutan Wikana yang disertai ancaman bahwa akan terjadi pertumpahan darah jika Ir. Sukarno tidak menyatakan proklamasi keesokan harinya telah menimbulkan ketegangan. Ir. Sukarno marah dan berkata Ini leher saya, seretlah saya ke pojok itu dan sudahilah nyawa saya malam ini juga, jangan menunggu sampai besok. Saya tidak bisa melepaskan tanggungjawab saya sebagai ketua PPKI. Karena itu saya tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok . wakil-

Moh. Hatta berkata, Dan kami pun tak dapat ditarik-tarik atau didesak ditariksupaya mesti juga mengumumkan proklamasi itu. Kecuali jika SaudaraSaudarasaudara memang sudah siap dan sanggup memproklamasikan. Cobalah! Saya pun ingin melihat kesanggupan SaudaraSaudara-saudara !  Utusan itu pun menjawab Kalau begitu pendirian Saudara-saudara Saudaraberdua, baiklah ! Dan kami pemudapemudapemuda tidak dapat menanggung sesuatu, jika besok siang proklamasi belum juga diumumkan. Kami pemudapemuda-pemuda akan bertindak dan menunjukkan kesanggupan yang saudara kehendaki itu! 

A. Peristiwa

Seputar Proklamasi

PERISTIWA RENGASDENGKLOK
Dini hari tanggal 16 Agustus 1945 di asrama Baperpi, golongan muda kembali mengadakan rapat.  Selain juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi dari Barisan Pelopor dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. Syu.  Rapat ini membuat keputusan menyingkirkan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang .  Untuk menghindari kecurigaan dari pihak Jepang, Shudanco Singgih mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rencana tersebut. 

Rencana ini mendapatkan dukungan perlengkapan Tentara PETA dari Cudanco Latief Hendraningrat. Hendraningrat.  Maka pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 waktu Jawa sekelompok 04. pemuda membawa Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota menuju Moh. Rengasdengklok, Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di pantai utara Kabupaten Karawang. Karawang.  Alasan yang mereka kemukakan ialah bahwa keadaan di kota sangat genting, genting, sehingga keamanan SukarnoSukarno-Hatta di dalam kota sangat dikhawatirkan. dikhawatirkan.  Tempat yang dituju merupakan kedudukan sebuah cudan (kompi) kompi) tentara PETA Rengasdengklok dengan komandannya Cudanco Subeno. Subeno.  

 

Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Dalam suatu pembicaraan berdua dengan Ir. Sukarno, Shudanco Singgih beranggapan Sukarno bersedia untuk menyatakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Oleh karena itulah Singgih pada tengah hari itu kembali ke Jakarta untuk menyampaikan rencana proklamasi kepada kawankawankawannya.  

  

 

Di Jakarta para anggota PPKI memenuhi undangan rapat pada tanggal 16 agustus dan berkumpul di gedung Pejambon 2. Akan tetapi rapat itu tidak dapat dihadiri oleh pengundangnya Sukarno-Hatta. SukarnoSatuSatu-satu jalan untuk mengetahui mereka adalah melalui Wikana salah satu utusan yang bersitegang dengan Sukarno-Hatta malam Sukarnoharinya. Antara Mr. Ahmad Subardjo mendekati Wikana tercapai kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Maka Jusuf Kunto bersedia mengantarkan Mr. Ahmad Subardjo ke Rengasdengklok. Di Rengasdengklok Ahmad Subardjo memberikan jaminan bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya tanggal 17 Agustus 1945 Dengan adanya jaminan itu, maka komandan kompi PETA Rengasdengklok, Cudanco Subeno bersedia melepaskan Ir. Sukarno dan Drs. Moh Hatta kembali ke Jakarta.

PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI
Rombongan tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.30 waktu Jawa.  Setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing rombongan masingkemudian menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta.  Hal itu juga disebabkan Laksamana Tadashi Maeda telah menyampaikan kepada Ahmad Subardjo (sebagai salah satu pekerja di kantor Laksamana Maeda) bahwa ia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya. 

Sebelum merumuskan naskah proklamasi, proklamasi, terlebih dahulu Sukarno dan Hatta menemui Somubuco (Kepala Pemerintahan Umum) Umum) Mayor Jenderal Nishimura, Nishimura, untuk menjajagi sikapnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Kemerdekaan.  Mereka ditemani oleh Laksamana Maeda, Shigetada Nishijima dan Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penterjemah. penterjemah.  Nishimura menegaskan bahwa garis kebijakan Panglima Tentara Keenambelas di Jawa adalah dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi merubah status quo (status politik Indonesia).  Berdasarkan garis kebijakan itu Nishimura melarang Sukarno-Hatta untuk Sukarnomengadakan rapat PPKI dalam rangka proklamasi kemerdekaan. kemerdekaan.       

SukarnoSukarno-Hatta berkesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi membicarakan kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Akhirnya mereka hanya mengharapkan pihak Jepang tidak menghalang-halangi menghalangpelaksanaan proklamasi. Mereka kembali ke rumah Laksamana Maeda. Sebagai tuan rumah Maeda mengundurkan diri ke lantai dua. Sedangkan di ruang makan, naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh golongan tua, yaitu : Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Subardjo. Subardjo. Peristiwa ini disaksikan oleh Miyoshi sebagai orang kepercayaan Nishimura, bersama dengan tiga orang tokoh pemuda lainnya, yaitu : Sukarni, Mbah Diro dan B.M. Diah. Diah. Sementara itu tokoh-tokoh lainnya, baik dari tokohgolongan muda maupun golongan tua menunggu di serambi muka. 

Ir. Sukarno yang menuliskan konsep naskah proklamasi, sedangkan Drs. Moh. Hatta dan Mr Ahmad Subardjo menyumbangkan pikiran secara lisan. Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr. Ahmad Subardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI. Sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs. Moh. Hatta. Hal Hatta. itu disebabkan menurut beliau perlu adanya tambahan pernyataan pengalihan kekuasaan (transfer of sovereignty). sovereignty).

PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI   

Ir. Sukarno yang menuliskan konsep naskah proklamasi, sedangkan Drs. Moh. Hatta dan Mr Ahmad Subardjo menyumbangkan pikiran secara lisan. Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr. Ahmad Subardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI. Sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs. Moh. Hatta. Hal itu disebabkan menurut beliau perlu adanya tambahan pernyataan pengalihan kekuasaan (transfer of sovereignty). sovereignty).     

Pada pukul 04.30 waktu Jawa konsep naskah proklamasi selesai disusun. Selanjutnya mereka menuju ke serambi muka menemui para hadirin yang menunggu. Ir. Sukarno meminta kepada semua hadirin untuk menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. wakilPendapat itu diperkuat oleh Moh. Hatta dengan mengambil contoh naskah Declaration of Independence dari Amerika Serikat. Usulan tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh tokohpemuda. Karena mereka beranggapan bahwa sebagian tokoh-tokoh tua yang hadir adalah tokohbudakbudak-budak Jepang. Jepang. Selanjutnya Sukarni, salah satu tokoh Sukarni, golongan muda, mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi cukup SukarnoSukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

PELAKSANAAN PROKLAMASI 
    

Pagi hari itu, rumah Ir. Sukarno dipadati oleh sejumlah massa pemuda yang berbaris dengan tertib. Untuk menjaga keamanan upacara pembacaan proklamasi, dr. Muwardi (Kepala Keamanan Ir. Sukarno) meminta kepada Cudanco Latief Hendraningrat untuk menugaskan anak buahnya berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. berjagaSukarno. Sedangkan Wakil Walikota Suwirjo memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan pengeras suara. Untuk itu Mr. Wilopo dan Nyonopranowo pergi ke rumah Gunawan pemilik toko radio Satria di Jl. Salemba Tengah 24, untuk meminjam mikrofon dan pengeras suara. Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud (Komandan Pengawal Rumah Ir. Sukarno) untuk menyiapkan tiang bendera. Suhud kemudian mencari sebatang bambu di belakang rumah. Bendera yang akan dikibarkan sudah dipersiapkan oleh Nyonya Fatmawati. Fatmawati.      

Menjelang pukul 10.30 para pemimpin bangsa Indonesia telah berdatangan ke Jalan Pegangsaan Timur. Diantara mereka nampak Mr. A.A. Maramis, Ki Hajar Dewantara, Sam Ratulangi, K.H. Mas Mansur, Mr. Sartono, M. Tabrani, A.G. Pringgodigdo dan sebagainya. Lima menit sebelum acara dimulai, Bung Hatta datang dengan berpakaian putihputihputih. Setelah semua siap, Latief Hendraningrat memberikan aba-aba abakepada seluruh barisan pemuda dan mereka pun kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna. Dengan suara yang mantap Bung Karno mengucapkan pidato pendahuluan singkat yang dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi. Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh S. Suhud dengan bantuan Cudanco Latif Hendraningrat. Bendera dinaikkan perlahan-lahan. perlahanTanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Walikota Suwirjo dan dr. Muwardi.  

Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh Jakarta disebarkan ke seluruh Indonesia. Pagi hari itu juga, teks proklamsi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Berita Domei, Waidan B. Palenewen. Palenewen. Berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan UndangUndangundang Dasar Negara Republik Indonesia.

SOALSOAL-SOAL LATIHAN
1. 2.

3. 4. 5.

6. 7. 8.

PeristiwaPeristiwa-peristiwa apa yang melatarbelakangi terbentuknya BPUPKI ? Ketika lr.Soekarno, Moh. Hatta dan dr. Radjiman dalam perjalanan lr.Soekarno, Moh. ke Vietnam Selatan, Amerika menjatuhkan bom di kota Hirosima dan Nagasaki sehingga Jepang menyerah kepada Sekutu. Sekutu. Bagaimana reaksi golongan muda mendengar kekalahan Jepang tersebut ? Bagaimanakah perbedaan pendapat golongan muda dan golongan tua mengenai pelaksanaan proklamasi kemerdekaan! kemerdekaan! Apa tujuan golongan muda melakukan penculikan Rengasdengklok ? Apa alasan Sumubuco Mayor Jendral Nishimura melarang SoekarnoSoekarnoHatta mengadakan rapat PPKI dalam rangka pelaksanaan Proklamasi kemerdekaan ? Mengapa tokoh-tokoh pemuda tidak menyetujui jika semua tokoh tokohyang hadir di rumah Maeda menandatangani proklamasi ? Bagaimanakah upaya-upaya yang dilakukan oleh kaum muda untuk upayameyebarkan berita proklamasi kemerdekaan RI ? Menurut pendapatmu apakah sekarang Jepang masih berpotensi untuk menginvasi Indonesia, apa alasannya ?

KEBIJAKAN EKONOMI KEUANGAN 
1. 2. 3.

Tantangan ekonomi diawal kemerdekaan a.l: Tingakat Infalasi yang tinggi Blokade laut dari Belanda Adanya maklumat AFNEI ttg pemberlakuan mata uang NICA 

Usaha-usaha Usaha-

Pemerintah untuk mengatasi masalah dibidang ekonomi a.l :
1.

2.

3. 4.

Membentuk bank umum pada 5 Juli 1946 melalui PP pengganti UU No. 2 tahun 1946, BNI 46 ditunjuk sebagai bank umum petama Pada 1 Oktober 1946 mengeluarkan UU No 17 tahun 1946 tentag pemberlakukan ORI. Tujuannya untuk menekan inflasi Kebijakan wajib menabung bagi rakyat Menasionalisasi De Javasche Bank menjadi BI dgn mengeluarkan UU No 24 tahun 1951

Pembentukan Badan Perancang Ekonomi 6. Plan Kasimo 7. Pmberlakuan sistim Ekonomi Gerakan Benteng Sedang untuk keuangan inernasional usaha yang dilakuka pemerintah adalah : 1. Pembentukan BTC 2. Pembentukan Indoff (Indonesia Office)
5.

KEBIJAKAN BIROKRASI PEMERINTAHAN

SIDANG PPKI TANGGAL 18 AGUSTUS 1945
Rapat PPKI pertama di Gedung Cuo Sangi-In Sangi-

1.

2.

3.

Pembahasan dan Pengesahan UndangUndangundang Dasar Masalah Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden Pembentukan Komite Nasional

Pembahasan dan Pengesahan UUD
Sebelum rapat PPKI dimulai, SukarnoSukarno-Hatta meminta Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Wachid Hasjim, Mr. Kasman Singodimejo dan Teuku Moh. Hassan untuk membahas kembali Piagam Jakarta.  Hal itu disebabkan pemeluk agama lain merasa keberatan terhadap kalimat ³Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syari¶at Islam bagi pemeluk-pemeluknya´. pemeluk Rapat sepakat untuk merubah kalimat itu menjadi ³Ketuhanan Yang Maha Esa´. 

Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden   

Oto Iskandardinata mengusulkan agar pemilihan presiden dilakukan secara aklamasi. aklamasi. Ia mengajukan Ir. Sukarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden. Usulan tersebut disetujui oleh para hadirin, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pembentukan Komite Nasional   

Pembentukan sebuah Komite Nasional untuk membantu presiden selama Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat belum terbentuk. Sebelum rapat PPKI ditutup, Presiden meminta 9 orang anggota sebagai Panitia Kecil untuk membahas halhalhal yang yang meminta perhatian mendesak. Panitia Kecil ini dipimpin oleh Oto Iskandardinata.

SIDANG PPKI TANGGAL 19 AGUSTUS 1945 

Pembagian Wilayah
RI Menjadi 8 Propinsi Menetapkan 12 Kementerian Pembahasan anggotaanggotaanggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). 



12 Kementerian Dalam Lingkungan Pemerintahan
Ahmad Subardjo mengusulkan dibentuknya 13 kementerian. Setelah diakukan pembahasan, sidang memutuskan adanya 12 kementerian dan satu menteri negara, yaitu :
1. Departemen Dalam Negeri;(Wiranata Kusuma) 2. Departemen Luar Negeri;(Ahmad Subarjo) 3. Departemen Kehakiman;(Supomo) 4. Departemen Keuangan;(A.A Maramis) 5. Departemen Kemakmuran;(Surachman Adisurjo) 6. Departemen Kesehatan; (Buntaran Martoatmodjo) 7. Departemen Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan;(ki Hadjar Dewantara) 8. Departemen Sosial;(Iwa Kusuma Sumantri) 9. Departemen Pertahanan;(Suprijadi) 10. Departmen Perhubungan;(Abikusno Cokrosujoso) 11. Departemen Pekerjaan Umum.

Pembentukan Komite Nasional   

 

Anggota KNIP berasal dari tokohtokohtokoh golongan muda dan tokoh-tokoh tokohmasyarakat dari berbagai daerah jumlahnya 137 orang. Anggota KNIP dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung Kesenian, Pasar Baru, Jakarta. Sidang KNIP pertama berhasil memilih ketua dan wakil ketua. Kasman Singodimedjo dipilih sebagai Ketua, dengan Wakil Ketua I : M. Sutardjo; Wakil Ketua II : Latuharhary; Wakil Ketua III : Adam Malik. Karena situasi keamanan yang tidak menentu, pembentukan Komite Nasional Daerah gagal dibentuk.

Pembentukan Partai Nasional Indonesia
Pada mulanya pembentukan partai nasional Indonesia ini bertujuan untuk menjadikannya sebagai partai tunggal di Indonesia yang baru merdeka.  Adapun susunan pengurus Partai Nasional Indonesia diantaranya sebagai berikut : 

Pemimpin Utama Pemimpin Kedua Dewan Pemimpin

: : :

Ir. Sukarno Drs. Moh. Hatta Mr. gatot T Mr. Iwa K. Mr. A.A. Maramis Sayuti Melik Mr. Sujono 

KEBIJAKAN

DIBIDANG MILITER

Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Pada tanggal 23 Agustus 1945, Presiden Sukarno dalam pidato di radio menyatakan pembentukan tiga badan baru, yaitu :  Komite Nasional Indonesia(KNI)  Partai Nasional Indonesia(PNI)  Badan Keamanan Rakyat(BKR) BKR hanya bertugas sebagai penjaga keamanan umum di daerah-daerah di bawah koordinasi KNI daerah.

Pada umumnya golongan muda menyambut kecewa pidato presiden tersebut.  Sebab mereka menghendaki agar segera dibentuk Tentara Nasional.  Tetapi sebagian yang lain, utamanya bekas tentara PETA, KNIL dan Heiho menanggapinya dengan segera membentuk BKR di daerahnya sebagai wadah perjuangan. 

Reaksi Rakyat terkait Pembentukan BKR
Disaebagian kalangan pemb. BKR kurang tepat, mereka menghendaki pemb. TNI  Para pemuda menanggapinya dengan membentuk Komite Van Aksi pimp. Adam Malik 

Badan perjuangan dibawah naungan Komite Van Aksi a.l.: a.l.: 
API  BARA  BBI  Barisan  PIM  KRIS  Hisbullah  Sabilillah

Banteng 

PESINDO  BPRI

BKR dan Badan-Badan Perjuangan BadanPemuda inilah yang mempelopori perebutan kekuasaan dari Jepang  Mereka pula yang melakukan perlawanan hebat terhadap NICA yang membonceng Sekutu  Karena Peran mereka akhirnya meyadarkan pemerintah untuk segera membentuk TNI  Tgl 5 Oktober 1945 keluar maklumat pemerintah yg berisi pembentukan TKR 

Sebagai pimp. Tertinggi ditunjuk Suprijadi, tapi karena menghilang maka digantikan oleh Oerip Soemohardjo  12 Nov 1945 dalam konvrensi TKR di Yogya, diangkat Jend. Sudirman sebagai Pimp. TKR  Januari 1946 TKR dirubah menjadi TRI  3 Juni 1947 TRI dirubah menjadi TNI 

Di Jakarta bekas tentara PETA membentuk BKR Pusat agar BKR-BKR BKRdaerah dapat dikoordinasikan.  Kasman Singodimedjo, bekas daidanco Jakarta, terpilih sebagai pimpinan BKR Pusat.  Setelah Kasman diangkat sebagai Ketua KNIP, ketua BKR digantikan oleh Kaprawi, Kaprawi, bekas daidanco Sukabumi. 

Dengan demikian susunan pengurus BKR Pusat adalah sebagai berikut :  Kaprawi (Ketua Umum),  Sutalaksana (Ketua I),  Latief Hendraningrat (Ketua II)  Dibantu oleh Arifin Abdurachman, Mahmud dan Zulkifli Lubis.

Evaluasi
1. 2.

3. 4. 5.

Sebutkan tempat gol Muda mengadakan rapat tgl 15 Agustus 1945 ! Sebutkan 2 orang yang diutus utk menyampaikan hasil sidang para pemuda ! Dimanakah alamat asrama Baperpi ? Sebutkan tempat diculiknya Sukarno Hatta ! Sebutkan 3 perubahan naskah proklamasi dari yang klad ke Autentik !

6. 7.

8.

9. 10.

Sebutkan 3 hal yang diagendakan dalam Sidang PPKI 1 ! Berapakah provinsi yang dibentuk sesuai keputusan PPKI dlm sidangnya yang ke 2, sebutkan ! Berapakah departemen yang dibentuk sesuai keputusan PPKI dlm sidangnya yang ke 2, sebutkan ! Dengan cara apakah para pemuda menanggapi dibentuknya BKR ! Siapakah orang pertama yang ditujuk untuk memimpim BKR !

Evaluasi
1. 2. 3. 4. 5.

Sebutkan tantangan ekonomi pada awal kemerdekaan Apa itu AFNEI ? Apa isi UU No 2 tahun 1946 ? Sebutkan UU yang berisis Kebijakan pemberlakuan ORI ? Bagaimana aturan yang diterapkan terkait dengan pemberlakuan ORI

6.

7. 8. 9. 10.

Siapakah yang mempelopori aturan tentang kewajiban menabung rakyat dan apa jabatanya ? Apa fungsi dari BI ? Apa tugas dari Badan Perancang Ekonomi ? Apa yang dimaksud dengan Plan Kasimo dan apa tujuanya ? Apa tujuan dari Ekonomi Gerakan Benteng ?

PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DAN KENEGARAAN INDONESIA AWAL KEMEDEKAAN
A.

Keragaman Idiologi Parpol Berdasar maklumat 3 Nov 1945 tentang sistim multipartai, maka banyak parpol yang berdiri saat itu. Dari berbagai Parpol yang berdiri dapat diklasifikasikan berdasarkan idiologinya yaitu :

Idiologi Nasionalis, a.l :  PNI yang merupakan penggabungan dari Partai Rakyat Indonsia, Serikat Rakyat Indonesia, dan Gabungan Republik Indonesia. 2. Idologi Agama, a.l :  Masyumi, NU, Parkindo, PKRI, 3. Idiologi Sosialis-Komunis, a.l : Sosialis PKI, PBI, PRS, PRJ
1.

Hubungan antar Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah
Terkait dengan 3 lembaga yang ada pada waktu itu yaitu : Pemerintah, KNIP dan KNID  Hubungan ketiga lembaga itu dapat digambarkan sbb : Bahwa KNIP/KNID bertugas membantu dan mengawasi kinerja presiden sebelum DPR terbentuk  

Keberadaan KNIP sebagai lembaga legislatif diperkuat dengan dibentuknya BP KNIP berdasarkan Maklumat No. X 1945

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->