Anda di halaman 1dari 5

Mungkin masih banyak orang yang belum pernah mendengar tentang resveratrol, tidak terkecuali di kalangan praktisi kesehatan

seperti dokter. Tulisan ini bermaksud untuk memberikan sedikit informasi tentang senyawa ini dan kaitannya dengan kesehatan manusia. Nama kimia resveratrol adalah 3,5,4`trihydroxystilbene. Adalah ilmuwan Jepang, Takaoka MJ di Hokkaido Imperial University yang pertama kali melaporkan isolasi senyawa ini dari White Hellebore pada tahun 1940 (1). Senyawa resveratrol termasuk golongan senyawa phytoalexin yang diproduksi tanaman tertentu {anggur, tanaman golongan kacang-kacangan (legumes)}sebagai respon terhadap kerusakan atau jejas seperti jejas fisik dan infeksi. Secara garis besar struktur senyawanya bisa dalam bentuk trans-resveratrol dan cis-resveratrol yang keduanya bisa bersenyawa dengan karbohidrat glukosa dalam bentuk trans-resveratrol glucoside dan cis-resveratrol glucoside (2). Dari keempat macam senyawa resveratrol ini, sejauh ini hanya bentuk transresveratrol dan trans-resveratrol glucoside yang dianggap memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Mamfaat Resveratrol bagi Kesehatan Ada begitu beragam mamfaat resveratrol seperti menghambat pertumbuhan sel kanker dengan berbagai macam mekanisme, mengurangi resiko penyakit jantung koroner dan stroke, dan menghambat proses penuaan (1). Percobaan-percobaan baik pada organisme rendah seperti Jamur Saccharomyces cerevisiae, lalat buah (drosophila melanogaster) menunjukkan bahwa resveratrol bisa memperpanjang umur melalui mekanisme yang sama dengan pembatasan kalori (calorie restriction). Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan dengan singkat bukti penelitian jangka panjang bahwa dengan mengurangi konsumsi kalori sekitar 30% bisa memperpanjang umur pada kera (3). Resveratrol telah diindikasikan bisa meningkatkan ekspresi gen yang terkait berfungsi memperlambat penuaan dan memperpanjang umur yaitu Sirtuin/Sir2 family gene. Apakah ini berarti dengan mengkonsumsi resveratrol dari diet sehari-hari bisa memperpanjang umur atau paling tidak memperlambat penuaan serta penyakit-penyakit terkait penuaan? Dibutuhkan penelitian yang mendalam dan waktu yang panjang untuk menjawab pertanyaan ini. Sebagian besar percobaan pada binatang yang menunjukkan hasil yang menjanjikan memakai resveratrol secara langsung dan bukan dari makanan yang mengandung resveratrol. Namun salah satu penelitian yang menarik yang diterbitkan di Nature (4), memakai dosis resveratrol yang kadarnya bisa secara praktis diperoleh manusia dalam diet sehari hari sekitar 5.2-22.4 mg/kgBB per hari pada tikus yang diberi diet tinggi lemak (60% lemak) mulai dari umur satu tahun hingga akhir hidup tikus. Mereka mendapatkan data yang menunjukkan bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak dan resveratrol memiliki umur yang lebih panjang dari tikus dengan diet tinggi lemak tanpa resveratrol, dan sebanding dengan tikus yang diberi makanan biasa. Tikus-tikus yang diberi resveratrol ini meskipun gemuk namun memiliki kesehatan yang prima terbukti dari umur yang panjang, fungsi motorik yang baik, sensitivitas insulinnya yang baik, dan organ-organ berfungsi dengan baik sampai hari tua mereka. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan sementara bahwa dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang kaya resveratrol bisa memberikan efek yang bermamfaat bagi tubuh.

Sumber-Sumber Resveratrol dari Diet Manusia Sumber-sumber resveratrol dari diet manusia bisa dilihat dari daftar dibawah ini yang disalin referensi 1. _____________________________________________________________ Sumber Anggur Merah (Red Wine ) Anggur Putih (White Wine) Buah Anggur Kulit buah anggur kering Jus buah anggur merah Kacang tanah Kacang tanah yang disangrai Kacang tanah yang dimasak Peanut butter Kacang Pistachio Itadori Tea Kandungan trans-resveratrol 0.1 14.3 mg/L <0.1 2.1 mg/L 0.16-3.54 ug/gr 24.06 ug/gr 0.5 mg/L 0.02 -1.92 ug/gr 0.055 ug/gr 5.1 ug/gr 0.3-0.4 ug/gr 0.09- 1.67 ug/gr 0.68 mg/ L

______________________________________________________________ Bagi orang indonesia semua makanan di atas sudah lazim kecuali teh itadori. Dengan kandungannya yang cukup tinggi, teh itadori mungkin bisa menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang tidak mungkin meminum anggur karena kandungan alkoholnya. Bagi yang tertarik mencari informasi lanjut tentang teh itadori ini, bisa klik di sini. Kacang tanah yang dimasak juga memiliki kandungan yang cukup tinggi, jadi bisa pula menjadi alternatif yang lebih murah. Hanya saja perlu berhati-hati dengan kandungan lemaknya yang cukup tinggi agar tidak kelebihan masukan kalori. Kacang tanah yang disangrai (roasted peanut) per 30 gramnya mengandung sekitar 15 gram lemak (50%), namun sebagian besarnya adalah monounsaturated fatty acid dan PUFA . Untuk informasi lebih lengkap tentang kandungan gizi kacang tanah bisa dilihat di sini. Referensi: 1. Baur JA, Sinclair DA: Therapeutic Potential of resveratrol: the in vivo evidence. Nature Reviews/Drug Discovery, Vol.5 June 2006

2. Burns J, Yokota T, Ashihara H et.al.: Plant foods and herbal sources of resveratrol. Jour. Agric.Food Chem. 2002, 50, 3337-3340 3. Colman RJ et.al: Calorie restriction delays disease onset and mortality in rhesus monkeys. Science 325, 201. 2009 4. Baur JA, Pearson KJ, Price NL et.al: Resveratrol improves health and survival of mice on a high-calorie diet.Nature Vol.444, November 2006 Resveratrol dalam anggur merah dikenal sebagai kandungan menyehatkan. Penelitian terbaru menunjukkan zat ini bisa mencegah penurunan fungsi tubuh pada manusia yang malas berolahraga atau penjelajah di luar angkasa. Tubuh manusia membutuhkan kegiatan fisik guna menjaga massa otot, kekuatan tulang, dan kemampuan mengolah insulin. Sayangnya, tuntutan ini sulit dilakukan manusia yang mengambang di lokasi mikrogravitasi, seperti di luar angkasa. Akibatnya, manusia yang hidup di luar angkasa lebih mudah cedera atau terserang penyakit. "Resveratrol bisa memperlambat kemunduran fungsi tubuh manusia sampai kegiatan fisik bisa dilakukan lagi," kata Gerald Weissmann, penyunting jurnal biologi eksperimentasi FASEB. Percobaan yang dilakukan peneliti terhadap tikus mendukung kesimpulan ini. Peneliti memasukkan tikus-tikus ke dalam ruang mikrogravitasi. Satu kelompok tikus diberi asupan resveratrol setiap hari, sedangkan kelompok lainnya hanya diberi nutrisi biasa. Riset ini menunjukkan tikus yang tidak mengkonsumsi resveratrol mengalami penurunan massa otot dan kerapatan mineral pada tulang, serta mengalami penolakan terhadap insulin. Sebaliknya, kelompok tikus lain yang mengasup kandungan khusus anggur merah tidak menunjukkan tanda-tanda kemunduran ini. Peneliti juga menyimpulkan kandungan resveratrol bisa mencegah dampak buruk gaya hidup manusia modern yang malas bergerak. "Anda bisa menikmati resveratrol dalam anggur merah sambil menikmati perjalanan menelusuri Galaksi Bima Sakti," ujar Weissmann.
Dalam jumlah tertentu anggur merah bisa melindungi kardiovaskular. Efek ini berasal dari antioksidan yang ada di dalamnya, terutama resveratrol. Selain itu polifenol lain dalam anggur merah telah terbukti mengurangi bekuan darah sehingga mencegah platelet menggumpal yang bisa menyumbat arteri koroner. Manfaat lainnya adalah turut menurunkan tekanan darah dan risiko jantung koroner, serta memiliki kandungan protein C-reaktif rendah yang merupakan penanda peradangan pembuluh koroner.

Resveratrol
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Resveratrol

Nama lain[sembunyikan] trans-3,5,4'-Trihydroxystilbene; 3,4',5-Stilbenetriol; trans-Resveratrol; (E)-5-(p-Hydroxystyryl)resorcinol (E)-5-(4hydroxystyryl)benzene-1,3-diol Identifikasi Nomor CAS PubChem SMILES InChI [501-36-0] 445154
Oc2ccc(C=Cc1cc(O)cc(O)c1)cc2 1/C14H12O3/c1512-5-3-10(4-6-12) 1-2-11-7-13(16)914(17)8-11/h1-9,1517H/b2-1+

Sifat Rumus kimia Massa molar Penampilan Kelarutan dalam air Kelarutan dalam DMSO Kelarutan dalam ethanol C14H12O3 228.24 g mol1 bubuk putih dengan sedikit warna kuning 0.03 g/L 16 g/L 50 g/L

Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25C, 100 kPa) Sangkalan dan referensi

Resveratrol adalah salah satu senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan dan dimanfaatkan dalam bidang medis.[1] Senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa fitoaleksin, yaitu senyawa yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap masuknya patogen atau penyakit.[2] Pada tahun 1940, resveratrol ditemukan pertama kali di akar tanaman ''Veratrum grandiflorum''.[2] Resveratrol banyak terdapat pada Polygonum cuspidatum, kacang, ekaliptus, lili, stroberi, anggur dan produk olahannya, seperti wine.[1]

[sunting] Manfaat

Resveratrol dapat mencegah kanker, melindungi jantung, dan mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan umur, seperti diabetes, inflamasi, penyakit neurodegeneratif, dan penyakit kardiovaskular.[3] Dalam dosis yang rendah, resveratrol dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel, sedangkan dalam dosis yang tinggi, resveratrol akan meningkatkan kematian sel.[3] Oleh karena itu, penggunaan resveratrol dalam jumlah tinggi umumnya digunakan untuk pengobatan atau perawatan kanker.[3] Namun, konsumsi resveratrol juga diteliti dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti mencegah penyerapan metal dalam tubuh, menurunkan hemoglobin, dll.[2]