Anda di halaman 1dari 3

-materi dan metodePenelitian ini dilakukan di Columbia univ.

Medical Center dari juli '08 - Oct '09 dengan persetujuan dari institusi pengamat lokal, kepada wanita sehat yang dapat berbahasa inggris atau spanyol yang membutuhkan aborsi secara medis sampai dengan 63 hari setelah periode mens terakhir. Wanita-wanita tersebut dapat diikut-sertakan dalam penelitian ini jika mereka menginginkan sebuah IUD tembaga (ParaGuard, DuraMed Pharmaceuticals, Pomona, NY) sebagai alat kontrasepsi dalam 6 bulan terakhir. Kriteria tambahan berikutnya adalah nomor telefon yang bisa dihubungi dan rencana untuk berada di dalam area penelitian dalam 6 bulan terakhir. Kami tidak memasukkan wanita-wanita yang memiliki kontraindikasi terhadap penggunaan IUD yang mengakibatkan gonorrhea atau infeksi Chlamydia dalam 3 bulan terakhir, pendarahan, serum hemoglobin kurang dari 10g/dl, atau squamous intraeithelial lesion tingkat tinggi yang belum terobati.

Semua wanita yang menjalani aborsi medis menerima konseling kontraseptif rutin dan semua yang memilih penggunaan IUD tembaga ditawarkan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Semua partisipan diberikan penjelasan tertulis mengenai penelitian ini. Kami menyeleksi calon partisipan dari gonorrhea dan infeksi Chlamydia, jika hasil tes menunjukkan negatif dalam waktu 3 bulan terakhir maka dinyatakan lulus seleksi. Asisten peneliti kemudian mendaftarkan partisipan dan mendistribusikan kuisioner untuk mengetahui demografi, contraseptif, dan sejarah kehamilan.

Kami menspesifikasikan umur kehamilan berdasarkan transvaginal ultrasonografi dan hari pertama dari mens terakhir. Kami memberikan 200 mg oral mifepristone di tempat dan diberikan 800 mg misoprostol dan buccal mucosa di rumah 24 - 48 jam kemudian.

Obat

penunjang

berupa

promethazine,

ibuprofen

dan

acetaminophen dengan codeine. Semua partisipan menerima resep doxycycline 100 mg 2x sehari secara oral dalam 1 minggu sebagai prophylaxis infeksi. Setiap partisipan menerima diary untuk 4 minggu untuk mendokumentasikan pendarahan, flek, atau kram awal pada penggunaan mifepristone.

Partisipan kembali 1 minggu setelah penggunaan mifeprestone sesuai protokol umum klinik. Partisipan yang tertarik pada IUD tembaga dipilih secara acak oleh penelti melalui pengambilan amplop tertutup untuk menentukan pemberian IUD secara langsung atau tertunda dengan rasio alokasi 5:6. Kami memutuskan untuk memilih lebih banyak wanita untuk mendapatkan IUD yang tertunda untuk mengantisipasi kegagalan di fase awal.Setelah pengacakan, kami melakukan pengecekan transvaginal ultrasound untuk meyakinkan bahwa aborsi telah benar-benar selesai. Pengacakan sebelum tes ultrasound bertujuan untuk menghindari seleksi terpilih berdasarkan hasil ultrasound. Partisipan yang secara acak terpilih untuk mendapatkan IUD langsung mendapatkan pemasangan IUD pada hari yang sama, sedangkan untuk mereka yang mendapatkan penundaan akan dipanggil ke klinik lagi setelah 4-6 minggu untuk pemasangan IUD setelah diberikan mifepristone. Kami memberikan dosis misoprostol yang sama dan berulang untuk partisipan yang tetap menginginkan aborsi atau memberikan vacuum aspiration jika partisipan menginginkan kehamilannya kembali. Kami juga merencanakan pembedaan pemasangan IUD dengan ketebalan lebih dari 3cm, partisipan yang membutuhkan penangan berbeda tersebut tetap dipantau dan IUD dipasang setelah aborsi telah sepenuhnya selesai.

Partisipan mendapatkan 800 mg ibuprofen setelah pemasangan IUD dan kami melakuan test transvaginal ultrasound setelah pemasangan untuk mendokumentasikan lokasi IUD tersebut.

[text kurang]

[bagan kabur]

[text kabur]