Anda di halaman 1dari 8

hembusan nafas ini, hembusan nafas sang alam, hembusan nafas jiwa-jiwa yang ada disinimenjadi saksi keabadian

cinta kita berdua. Sampai jumpa di keabadian wahai kekasihku. Dan disela-sela kesedihan inilah terlihat sebuah kejutan yang hampar. Terlihatlah sebuah tragedi yang memilukan. Sebuah drama yang tersaji dalam kegelapan. Menjadikan semua nampak mencekam. Menjadikan detak jantung tak karuan. Hingga bisa dilihat hanya tubuh yang terbaring tanpa hembusan nafas. Dan memeluk kekasihnya yang tealah menunggunya disana. Mungkin kejadian ini takkan terlupakan oleh dunia dan akan menjadi cerita berabad-abad yang akan datangsaat mata akan terlelap.
Bukan Untuk kebahagiaan cinta datang, tapi untuk menerima kebahagiaan, maka dari itu cinta penuh pengorbanan di antara senyum dan airmata. Ketika Cinta telah Datang jangan pernah kau sia-siakan. Jaga dan sayangi dia dengan setulus hatimu

END

Hand Excel Collection

16

Hand Excel Collection

Bulan telah menyandarkan tudung tipisnya di atas batas-batas pergantian malam dia menyenandungkan syairnya, Aku adalah petunjuk cinta. Aku adalah bunga yang membuka keromantisan dalam hiasan sang pelaku cinta. Namun dalam syair itu terselip tangisan yang membelah kesunyian malam. Yaitu tangisan sang kekasih yang terselubung di balik gelapnya malam. Dan tangisan itu membisikkan, Keindahan ini hanya hiasan dikala mimpi tetap terjaga, dan raga telah terlelap jatuh dalam buaian harum unga tidur. Sempat kurasakan belaian tangannya, sempat kurasakan peluk hangat

Jejak langka kaki dari belakang telah memalingkan mata jiwa-jiwa yang ada disana. Sosok perempuan yang tertutupi oleh jubah hitam mendekat dan bersandar di antara dua batu nisan. Dia berkata, Wahai kekasihku lihatlah! Aku telah datang untukmu, aku telah mendengar nyanyian sang malam yang telah kau bisikkan kepadaku. Bangunlah kekasihku! Dengarkan aku! Walaupun ragamu telah terkubur disini, tapi cintamu akan selalu tersimpan dalam hatiku. Walaupun raga ini telah menjadi milik orang lain, namun hati ini hanya milikmu sampai kapanpun. Hingga nafas ini tak lag menaungi ragku, hingga ku dapat

tubuhnya sempat kurasakan wangi aroma tubuhnya, namun kini hanya tinggal bayangannya saja yang selalu menemani kita ku terlelap. Ku teteskan airmata ini sebagai saksi kesunyian hati yang telah terbawa hilir angin malam ini. Suasana sendu telah menjadi temanku setiap ku terjaga. Hilir angin semakin dingin terasa membuat bayang-bayang yang telah hinggap dalam pelukan
Hand Excel Collection 2

memelukmu dalam alam keabadian. Matanya telah terlumuri oleh airmata yang membisu. Dan muutnya telah penuh dengan kecupan senandung kesdihan. Dia berkata lagi, Izinkan aku menyusulmu, wahai

kekasihku! Aku sudah tak mampu lagi bertahan dalam kepalsuan dunia ini. Biarkan aku kembali dalam pelukkanmu, seperti yang dulu. Biarkan
Hand Excel Collection 15

sebelum kata ini selesai bersenandung. Ku titipkan satu pesan padamu. Sampaikan pesan ini pada kekasihku yang jauh disana. Sebab aku tak mampu lagi berjalan. Mungkin kata ini yang akan menjadi saksi senandung terakhirku disaat raga ini tak lagi bernafas. Katakan padanya wahai malam! Cinta ini akan selalu abadi dalam goresan takdirnya. Dan janganlah kau menangis wahai kekasihku! Karna cinta ini akan selalu menjagamudalam lelap mimpimu. Hingga kita bisa bersama lagi dalam keabadian dan takkan ada lagi yang memisahkan kita. Batu nisan telah berdiri tegak tanah yang masih basah oleh tetesan airmata jiwa-jiwa yang iba melihatnya. Alam pun ikut bersenandung dalam airmatanya, Betapa kekuatan cinta telah menjadi ikatan kematian dalam raganya. Dan batu nisan ini akan menjadi temannya ketika dia kesepian. Tak ada kekasih hati yang menemani, kini hanya kegelapan yang menemaninya.

menjauh. Sinar bulan semakin redup tertutupi kegelapan yang telah mengambil kuasa malam itu. Bintang yang selalu berpesona menebar ke

anggunannya kini harus meninggalkan panggung pertunjukkan. Hiasan lampu disekitar telah padam dan hilang dari perantauan kaki yang melintas. Namun tangisan itu masih berbisik mencoba menggugah hati kekasihnya yang telah jauh meninggalkannya, Bukankah cinta itu harus saling memiliki, bukankah cinta itu harus selalu bersama, bukankah cinta itu akan selalu ada saat kita senang maupun saat kita sedih, baik itu saat kita terjaga maupu sat kita terlelap. Tapi kenapa cinta meninggalkan aku, pergi meninggalkan sisa kenangan saat lambaian tangan mulai mengurai airmata ini. Haruskah ku habiskan airmata ini untuk memanggilnya kembali dalam pelukkanku. Haruskah ku lari dari kenyataan hidup ini yang semakin menghimpitku. Apakah aku harus terus bertanya hingga dapat ku gali jawaban yang ada dalam senyumannya.

Hand Excel Collection

14

Hand Excel Collection

Dengan

wjah

yang

masih terbungkus

tangisan langit. Namun dia telah terperangkap dalam ketakutan dan kesedihan hatinya, yang semakin menyeretnya dalam keterpurukan. Matanya telah terbuka dan terbangun, namun raganya masih terbaring diatas ranjang kepedihan. Kesedihan hatinya telah membuat tubuhnya rapuh dan selalu dihinggapi bayangbayang kehilangan. Wajahnya smakin pucat dan raganya semakin tak terjaga. Hampir satu tahun telah berlalu, raganya masih tebaring lemah diantara kepedihan dan keputusasaan. Hingga saat senja telah

airmata ia sandarkan tubuhnya untuk sekedar merenungkan apa yang telah terjadi, hingga tanpa sadar raga dan jiwanya telah terlelap. Mentari pagi telah menyingsing dari ufuk timur menebar kehangatan. Embun pagi yang sempat bertahta kini telah hilang larut terbawa pergi angin lalu. Angin yang telah melangkah mencoba membangunkan jiwa-jiwa manusia yang telah terikat oleh alam bawah sadar. Saat itulah tidur yang telah mengikat jiwanya terlepas dan mengangkatnya dalam pelukkan mimpi. Dengan mata yang masih tersisa dia kembali berbisik, Bangunlah kekasihku! Jiwa ini

menyandarkan sinarnya dalam kegelapan malam, hembusan nafasnya telah menghilangmenyatu

memanggilmu, tinggalkan tempat tidurmu, karna mimpimu telah tersembunyi dalam lipatan selimut tidur. Engkau cintaku! Dengarkanlah rintihan hati ini. Aku selalu memangilmu berharap kau akan kembali dalam pelukkanku. Karna cintamu telah menyeretku dekat dalam pelukkanmu. Walaupun sekarang raga kita telah jauh terpisah, namun hati ini selalu merasakan helaan nafasmu yang selalu
Hand Excel Collection 4

dengan tetes airmatanya. Raganya tak lagi bergerak diam dalam ketenangan malam. Bukan karna tertidur, tapi terlelap dalam keabadian yan seakan telah menunggunya. Senandung terakhir yang dia ucapkan telah membahana menjadi saksi arti dari cinta seorang kekasih, Wahai malam, Tataplah mataku ini! Dan dengarlah senandungku ini! Tetaplah terjaga
Hand Excel Collection 13

Seorang pemabuk lewat, dan berkata cinta adalah anggur dari tegukkanku, yang selalu memabukkan jiwa yang meminumnya, dan akan selalu hidup diluar kesadaran dan akan mati dalam keabadian. Hatinya semakin terbawa oleh luapan emosi yang tak menentu. Kematian seakan telah tersandar dibalik tatapannya. Kini yang dia lihat hanya kegelapan, yang dia dengar hanya rintihan dan tangisan, yang dia rasakan hanya kepalsuan yang polos. ***

menungguku disana. Bangun, bangun kekasihku! Dan dengarkan kau! Aku telah berdiri di bawah pohon ini untuk mengingat kebersamaan kita yang telah menjadi saksi airmata ini. Ku akan selalu menunggumu pelukkanmu. Pagi hari telah datang, jari-jari kesadaran telah menyentuh mata yang tela tertidur disini dan mendekapku dalam

semalaman. Cahaya lembayung memberkas dari balik malam, mengoyak kegelapan malam yang telah menyembunyikan sinar mentari pagi.

Membangukan raga-raga yang telah tersandar dalam ketenangan dan kesunyian dimalam itu.

Nafas mimpi telah memacu kesadaran untuk menyentuhnya yang telah terlelap dibalik tangisan langit. Tanah yang basah, udara bertiup dingin, membuat jiwa tak mampu berpijak dalam

Suara gemercik air yang jatuh dari pegunungan telah mengisi udara pagi. Keksih hati yang telah dinanti belum juga datang. Kesunyian masih membayangi kehidupannya, hanya tiupan angin yang selalu menjadi teman di setiap langkahnya. Di saat tubuh telah tersandar dalam panas terik sinar matahari, kenng telah terbasahi oleh keringat yang terus menetes dari senyuman yang telah hilang. Dari kejauhan terdengar langkah yang
Hand Excel Collection 5

kesadaran. Jiwanya telah terbuai oleh harum bunga dan kecupan manis sang pujangga mimpi.

Walaupun sinar mentari telah mendekap pepohonan yang nampak kedinginan, sinarnya telah tertumpah diatas bayang-bayang kegelapan dan sisa-sisa
Hand Excel Collection 12

semakin keras, dan terus mendekat. Masih samar terlihat dari kejauhan. Sosok yang semakin mendekat, dari kejauhan lambaian tangan mulai membuka matanya yang sudah terbasahi oleh cucuran keringat semakin dekat langkah merapat, terbukalah senyuman yang sempat hilang terbawa oleh luapan emosi sesaat. Seperti halnya raksasa yang telah bangun dari tidurnya dan mencoba mencari mangsa untuk dimakan, dia mendekat dan memeluk sosok yang ada dihadapannya. Airmata kembali mengalir kembali menyelubung diantara kebahagiaan dan kesedihan. Namun kerinduan telah menghapus gejolak emosi yang sempat meledak. Dari balik jubah yang membungkus raganya tersimpan kehangatan pelukkan dari kerinduan seorang kekasih. Mimpi yang sempat menjadi sandaran renungan panjang telah terikat dalam pelukkan hangat dan rangkulan yang erat tak sempat lepas dari raganya. Senandung syair kerinduan membahana menyeret dua jiwa yang tak lagi menghiraukan hembusan angin yang melintas
Hand Excel Collection 6

pujangga hanya

bisa berandai-andai, seorang

pujangga hanya mampu berucap dengan tulisannya, dan semua itu takkan pernah hilang dari

pribadinya, ***

Hatinya

telah

mati

oleh

nyanyian

kekasihnya. Dan dia terus larut dalam sunyinya kepalsuan dunia. Setiap melihat langkah dia terus bertanya tentang cinta, beritahu aku wahai jiwa-jiwa yang berlalu dihadapanku, apa itu cinta! Seorang lelaki setengah baya lewat, dia berkata cinta telah melemahkan kekuatan yang mengikatku dari balik mimpiku. Lewat seorang pemuda tubuhnya tegap dan gagah, dia berkata cinta adalah keteguhan hati yang telah menunjukkan aku apa arti dari kekuatan yang sebenarnya. Seseorang dengan mata sayu lewat, dai berkata cinta adalah racun yang mematikan, nafas ular yang brbisa.
Hand Excel Collection 11

Langkah

sang

kekasih

mulai

jauh

dihadapan mereka, yang mencoba memisahkan mereka lagi. Dengan senyuman manis tatapan 4 mata yang saling memandang menyenandungkan kata-kata. Menyatukan kecupan manis dari 2 bibir yag telah lelah bersenandung. Menyatukan 2 jiwa yang telah terseret dalam batas-batas kerinduan. Dalam kecupan itu dia mengatakan, Apakah mimpi yang sedang terjadi

meninggalkannya. Airmata mulai terurai, raga yang sempat gagah berdiri kini telah berlutut dihadapan sang pencipta dia membisikkan jeritan hatinya, Lihatlah wahai Sang Pencipta! Airmata ini tak pernah berhenti bersenandung dan selalu haru terluka. Apakah takdirMu tak pernah kau berikan kepadaku. Hingga nafas ini tak sanggup lagi merangkul kekasihku untuk tetap dalam pelukkan ini. Kegelapan telah mengiringi peraduan senja. Awan hitam telah menyelimuti langit biru. Jiwajiwa telah terikat oleh nyanyian tidur dan

dhadapan ini. Tapi kurasa tidak, sebab dapat kurasakan kecupan lembut darinya. Namun dibalik genggaman tangannya

terselip secarik kertas yang membungkus sebuah rahasia. Kecupan lembut telah berhenti dan tatapan matanya beralih ke kertas itu, dan dengan perasaan ragu ia bertanya, Apa yang telah kau genggam wahai kekasihku? Yang sepertinya engkau enggan

melelapkan raga mereka. Dinginnya hilir angin mencoba mengusik jiwa-jiwa yang telah

terlelap.mata yang semakin redup telah hilang dibalik kesadaran. ***

melepasnya. Dengan wajah yang gugup kekasihnya

Sang pujangga hanya bisa merasakan cinta yag semudalam setiap goresan karyanya, seorang pujangga hanya bisa gila dalam puitisnya, seorang
Hand Excel Collection 10

menjawab, Ini adalah coretan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, dan keikhlasan.


Hand Excel Collection 7

Apa yang kau maksud wahai kekasihku? Ini adalah kebahagiaanku yang akan menjadi awal hidupku yang baru, ini adalah kesedihan yang membungkus ending dari kisah kasih kita, ini adalah kekecewaan yang mungkin akan tergores dalam hatimu, ini adalah keikhlasan yang harus kau ikat dalam hatimu sebagai janji ketulusan kita berdua yang sempat menghiasi kehidupan kita. Dengan tangan yang masih menggenggam kerinduan sepucuk surat yang terselip diantara kejujuran dan keikhlasan. Saat surat itu dibuka terurailah airmatanya, yang sempat terhapus oleh pelukan hangat dan kecupan lembut dari sang kekasih. Seperti berhenti detak jantungnya, ketik kata dalam sepucuk surat itu terurai oleh senandung nyanyian. Disitu tergores nama sang kekasih bersanding dengan nama laki-laki lain, dalam ikatan yang suci dalam goresan takdir sang kuasa. Hati yang sempat senang merasakan

***

Senja yang buta telah terhampar dalam lukisan warna keemasan. Kebisingan udara telah mlemah dan menghilang. Burung telah berlarian kembali dari perantauannya, dan mengiringi hari yang mulai menutup matanya. Keheningan dan kesuyian akan mengendap di balik kegelapan. Dan kembali sang bulan akan menguasai dengan senar perak yang tertumpah dalam kesepian. Hati yang telah hancur kini hanya bisa tersenyum di balik tangisan. Tangan yang erat berpegangan telah terlepas, dengan langkah yang berat jejak sang kekasih menapak pergi dari kehidupannya dan terucap satu kata darinya, Jangan pernah menangis wahai kekasihku. Kepergian ini tak harus disesali karna kepergian ini adalah takdir dari goresan tangan sang pencipta. Dan janganlah kau menyalahkan cinta, karna cinta takkan mengerti apa yang terjadi. Tetaplah tenang dalam kehidupanmu dan temukan kebahagiaanmu dalm jiwamu sendiri.

kecupan hangat sang kekasih yang menghapus kerinduannya kini harus berlalu dari sandaran hati.
Hand Excel Collection 8

Hand Excel Collection