Anda di halaman 1dari 2

diuretik itu obat yang sering digunakan oleh para orang lanjut usia artikel ini fokusnya pada

loop diuretik yang sering digunakan pada pasien gagal jantung kongestif tapi kadang diagnosisna terkadang kurang tepat (diagnosis CHF) pada orang lanjut usia jika hanya berdasarkan tanda dan gejala, sehingga mengantarkannya pada pen ggunaan terapi yang kurang tepat / rasional. prevalensi penggunaan diuretik bertambah sejalan dengan bertambahnya usia sebanyak 40 % lanjut usia diatas 80 tahun menggunakan diuretik dan meningkat hingga 50 % lansia usia diatas 90 tahun menggunakan diuretk Loop diuretik merupakan jenis diuretik yng sering digunakan, berdasarkan survey, sekitar 2/3 dari semua diuretik yang digunakan pada pelayanan primer adalah loo p diuretik Kondisi apa yang mengharuskan kita menggunakan loop diuretik??? pad survey 338 pasien yang berumau 75 tahun keatas pada pelayanan primer yang me ngadministrasi loop diuetik, gagal jantung merupakan indikasi pada 75 % dari sam pel tersebut. 25 % sisanya didominasi oleh hipertenis dan statis oedema. obat ini dapat berguna pada pasien dengan hipertensi, khusunya ketika berkaitan dengan gangguan pada ginkal, meskipun thiazin lebih diplih pada kondisi hiperten si ringan hingga sedang. loop diuretik dapat pula berguna pada pasien dengan edama yang diakibatkan kare na gangguan renal atau hepatik. namaun penggunaan loop diuretik pada pasieen stasis oedema dianggap tidak tepat dan mungkin seharusnya diatasi gejala simptomatisnya seperti elevasi dan kompres i. ? PENGGUNAAN YANG BERLEBIHAN DARI LOOP DIURETIK kapan dikatakan penggunaan yang berlebihan / overuse?? 1. penggunaan nya pada usia lanjut ternyata melebihi insidens gagal jantung pad a populasi yang sama, yang mendekati 10 % pada usia 80 tahun keatas. gagal jantu ng kongestif merupakan indikasi utama penggunaan loop diuretik dengan tidak memp erdulikan apakah gangguan ventrikel kiri termasuk alam sistolik atau diastolik. walaupun obat ini meredakan gejala dan meningkatkan kulitas hidup pasien, perawa tan diperlukan untuk menghindari dehidrasi pad pasien dengan gagal janung diasto lik yang mungkin saja sensitif terhadap perubahan volume dengan adanya ventrikel yang non komplian??? 2. kajian menunjukkan bahwa gagal janutng sekunder karena disfungsi sistolik ven trikel kiri terjadi pada setangah kasus. pada kajian yang lain gagal jantung jen is ini menempati sejumlah 29% kasus. namun pada kajian kajian ini tidak menginvestigasi frekuensi gagal jantung sekun der yang disebebkan karena disfungsi diastolik terisolasi, jadi insidensi false positif pada kajian kajian tersebt dapat menyebabkan overestimasi. 3. beberapa kajian non invasif untuk mengamati pengisian diastolik menunjukkan bahwa terdapat banyak pasien yang didiagnosa gagal jantung tetapi masih memiliki fungsi sistolik yang normal dan tidak ada kelaianan fungsi diastolik. hal ini menunjukan terdapat banyak pasien dengan diagnosis pelayanan primer gaga l jantung, dengan bukti klinis yang mungkin kurang kuat, di diagnosa salah dan m endapat diuretik yang sebarnya tidak diperlukan. BERARTI AKU HARUS MENEMUKAN GIAMANA CARANYA BIAR BISA MENENTUKAN ITU BENER BENER GAGAL JANTUNG KONGESTIF APA NGGAK, DENGAN CARA APA??\DAN BISA JUGA MENEMUKAN GI MANA CARANYA BIAR TAU SEBENERNYA ITU BUKAN GAGAL JANTUNG,, DARI APA??? faktor terpenting terjadinya overuse loop diuretik adalah karena diagnosis gagal jantung yang berlebihan pada pelayanan primer dimana pasien memulai pengobatan gagal jantung berdasarkan riwayat kesehatan dan pemerikaan klinis.

bahkan dokter spesilais tidak mau ambil pusing dalam pemberiannya tanpa informas i tambahan dari pemerikssaan yang lebih lanjut KENAPA INI JADI MASALAH? diuretik merukapakan penybab tersering dari efek samping dan interaksi obat pada pasien usia lanjut. WITHDRAWAL EFFECTNYA pada studi dimana ada 108 dari 141 pasien yang cocok untuk dilakukan diuretik wi thdrawal (penarikan) (kriteria eksklusi : adnaya gagal jantung pada 3 bulan terakhir, hipertensi, ata u episode oedem pulmo) jadi trus ke 108 orang tadi di acak n dijaddiin 2 kelompokk, jadi kelompok place bo, n kelompok obat diuretik (ni dilanjtuin ceritanya) kemudian didapat 52 orang dikasi placebo, sedangkan sisanya 89 orang diterusin o bat diuretiknya, ====3 bulan kemudian:===== ternyata terdapat oedema tungkai yang meingkat pada kelompok placebo 8 orang) \trus kesimpulannya hampir 2/3 odari seluruh pasein disitu telah diobati secara salah dengan diuretik bla blabla dan akhirnya bahwa sebagian besar pasien yang dihentikan tiba tiba d iuretiknya (mengingt kriteria inklusi) maka pasien tersebut sehat sehat saja. jadi intine asline rak perlu nggo diuretik