Anda di halaman 1dari 3

Nama : NOVIE NURFADHILLAH NIM : 3212101034 Tugas : Kimia Fisik 1 Materi : Zat Padat

1. Sifat-sifat zat padat yaitu : y Partikel-partikel menempati posisi yang teratur y Gaya tarik antar-partikel sangat kuat y Gerakan partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya (tidak bisa bergerak bebas) y susunannya berdekatan satu sama lain Kesimpulannya: posisi partikel-partikel yang relatif tetep menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap. Gerakan partikel yang hanya bergetar di sekitar titik tetapnya menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir 2. Zat padat Kristalin didefinisikan sebagai zat padat yang molekulnya tersusun secara berulang dan teratur dalam rantai yang panjang. 3. Zat padat Amorf didefinisikan sebagai zat padat yang molekulnya tersusun dengan keteraturan yang pendek. Contoh : Gelas, plastik dll. 4. Struktur Kristal adalah suatu susunan khas atom-atom dalam suatu kristal. Suatu struktur kristal dibangun oleh sel unit, sekumpulan atom yang tersusun secara khusus, yang secara periodik berulang dalam tiga dimensi dalam suatu kisi. Spasi antar sel unit dalam segala arah disebut parameter kisi. Sifat simetri kristalnya terwadahi dalam gugus spasinya. Struktur dan simetri suatu memainkan peran penting dalam menentukan sifat-sifatnya, seperti sifat pembelahan, struktur pita listrik, dan optiknya. Kristal merupakan susunan atom-atom yang teratur dalam ruang tiga dimensi. Keteraturan susunan tersebut terjadi karena kondisi geometris yang harus memenuhi adanya ikatan atom yang berarah dan susunan yang rapat. Walaupun tidak mudah untuk menyatakan bagaimana atom tersusun dalam padatan, namun ada hal-hal yang diharapkan menjadi faktor penting yang menentukan terbentuknya polihedra koordinasi susunan atom-atom. Secara ideal, susunan polihedra koordinasi paling stabil adalah yang memungkinkan terjadinya energi per satuan volume yang minimum. Keadaan tersebut dicapai jika: (1) kenetralan listrik terpenuhi, (2) ikatan kovalen yang diskrit dan terarah terpenuhi,

(3) gaya tolak ion-ion menjadi minimal, (4) susunan atom serapat mungkin. 5. Sistem Kristal Dasar penggolongan sistem kristal tersebut ada tiga hal, yaitu: jumlah sumbu kristal, letak sumbu kristal yang satu dengan yang lain, parameter yang digunakan untuk masing-masing sumbu kristal. 7 macam system Kristal : 1. sistem kubik (isometric:sama) : Jumlah sumbu kristalnya tiga dan saling tegak lurus satu dengan yang lainnya. Masing-masing sumbu sama panjang. Sistem kubus ini terbagi menjadi tiga, yaitu : 1. Sistem kubik pemusatan ruang ( dcc) 2. Sistem kubik pemusatan sisi( fcc ) 3. Sistem kubik sederhana (sc) 2. sistem hexagonal : Sistem ini menggunakan 4 sumbu berpotongan. Perpotongannya simetri membentuk sudut 120o antar bagian positif tiap sumbu. Pada sistem ini tidak ada perbedaan antara sumbu positif dan negatifuntuk setiap sumbu a membuat sebuah sudut 60o antara perpotongan Terdapat tujuh kelas dalam sistem ini, yaitu ; 1. Kelas Dihexagonal Dipyramidal 2. Kelas Hexagonal Trapezohedral 3. Kelas Dihexagonal Pyramidal 4. Kelas Ditrigonal Dipyramidal 5. Kelas Hexagonal Dipyramidal 6. Kelas Trigonal Dipyramidal 7. Kelas Hexagonal Pyramidal 3. sistem trigonal : Sistem trigonal mempunyai tiga sisi perputaran sumbu. Meskipun hanya memiliki tiga sisi putar sumbu, tapi simetri kristal terbentuk dari enam sisi pembedaan. Sistem trigonal terbagi menjadi lima kelas sistem, yaitu : 1. Kelas Hexagonal Scalenohedral 2. Kelas Trigonal Trapezohedral 3. Kelas Ditrigonal Pyramidal 4. Kelas Rhombohedral 5. Kelas Trigonal Pyramidal 4. sistem tetragonal : sistem ini mempunyai 3 sumbu kristal yang masing-masing saling tegak lurus. Sumbu a dan b mempunyai satuan panjang yang sama. Sedangkan sumbu c berlainan, dapat lebih panjang atau lebih pendek. Sistem kristal tetragonal dapat dibagi menjadi tujuh kelas, yaitu : 1. Kelas Ditetragonal Dipyramidal

2. Kelas Tetragonal Trapezohedral 3. Kelas Ditetragonal Pyramidal 4. Kelas Tetragonal Scalahedral 5. Kelas Tetragonal Dipyramidal 6. Kelas Tetragonal Disphenoidal 7. Kelas Tetragonal Pyramidal 5. sistem orthorombik : Sistem ini mempunyai 3 sumbu kristal yang saling tegak lurus satu dengan yang lain. Ketiga sumbu kristal tersebut mempunyai panjang yang berbeda. Sistem orthorombik dibagi menjadi tiga kelas simetri, yaitu : 1. Kelas orthorombik dipiramidal 2. Kelas orthorombik disphenoidal 3. Kelas orthorombik piramidal 6. sistem monoklin : Monoklin artinya hanya mempunyai satu sumbu yang miring dari tiga sumbu yang dimilikinya. Sistem monoklin dibagi menjadi tiga kelas, aitu : 1. Kelas prismatic 2. Kelas sphenoidal 3. Kelas domatik 7. sistem triklin : Sistem ini mempunyai tiga sumbu yang satu dengan lainnya tidak saling tegak lurus. Demikian juga panjang masing-masing sumbu tidak sama. Sumbu c membujur vertical, sumbu b melintang dari kiri ke kanan, dan sumbu a melintang menuju pengamat. Sistem triklin terbagi menjadi 2 kelas, yaitu : 1. Kelas pinakoid 2. Kelas pedial 6. Indeks Weiss menunjukkan adanya perpotongan sumbu-sumbu utama oleh bidang-bidang atau sisi-sisi sebuah kristal, nilai perpotongan tersebut menjadi pembilang dengan nilai penyebut sama dengan satu. Untuk indeks Weiss, memungkinkan untuk mendapat nilai indeks tidak terbatas, yaitu jika sisi atau bidang tidak memotong sumbu (nilai perpotongan sumbu sama dengan nol). 7. Indeks Miller membentuk suatu sistem notasi dalam kristalografi untuk pesawat dan arah dalam kristal (Bravais) kisi, menunjukkan adanya perpotongan sumbu-sumbu utama oleh bidang-bidang atau sisi-sisi sebuah kristal, nilai perpotongan yang telah didapat sebelumnya dijadikan penyebut, dengan dengan nilai pembilang sama dengan satu.