Anda di halaman 1dari 1

Faktor resiko yang memudahkan seseorang tertular penyakit (HIV ) y Factor Individu berdasarkan sexual behavior seperti  inisiasi

seksual pada usia muda  memiliki beberapa mitra seksual  hubungan seks tanpa kondom  unprotected sex berakibat negative karena dapat menimbulkan kehamilan yang tidak terencana dan mendorong terjadinya aborsi yg beresiko trjadinya komplikasi dan bahkan kematian  seks koersif  seks anal dan berbagai orientasi seksual  kurangnya pengetahuan tentang hiv dan pencegahannya.  Tingkat keimanan dan ketaqwaan individu yang lemah sehingga ia tidak dapat mengontrol dirinya untuk tidak tergoda melakukan perilaku yang menyimpang.  Integritas dan kualitas kepribadian (pelaku) yang lemah sehingga kurang mampu bersikap dengan benar (sesuai aturan agama/nilai-nilai transendental).  Pemakaian jarum suntik secara bersama sama secara bergantian misalnya pada penderita ketergantungan narkotika atau kelalaian petugas kesehatan dalam menjaga sterilitas alat suntik. y Factor social :  Faktor demografik - Bertambahnya jumlah penduduk dan pemukiman yang padat (overcrowding) - Perpindahan populasi yang meningkat akibat migrasi dan mobilitas penduduk misalnya perdagangan, hiburan,pariwisata, dan lain-lain. - Urbanisasi dan industrialisasi di kota-kota besar. - Peningkatan jumlah prostitusi dan homoseksual. - Remaja lebih cepat matang di bidang seksual sehingga ingin lebih cepat menikmati kepuasan seksual. - Kontrol masyarakat yang sangat lemah - Kebebasan individu  Faktor sosial ekonomi - Kemiskinan terutama di daerah rural sering menyebabkan urbanisasi ke kota besar. - Perkembangan ekonomi yang cepat mendorong terjadinya atau meningkatnya promiskuitas, misalnya orang lebih mudah bepergian atau berlibur, berkunjung ke tempat-tempat hiburan/kelab malam/panti pijat/bar, dan penggunaan minuman keras. Faktor kebudayaan - Terlanggarnya nilai-nilai moral dan agama yang menyebabkan orang lebih bebas berbuat sesuatu termasuk hubungan seksual di luar nikah. - Melonggarnya ikatan keluarga termasuk pengawasan orang tua menyebabkan hal yang sama seperti di atas. - Anggapan bahwa pria lebih promiskuitas menyebabkan adanya prostitusi. - Adanya perubahan tingkah laku seksual kelompok masyarakat tertentu untuk mendapatkan kepuasan seksual baik pada heteroseksual maupun homoseksual. - Disorganisasi dan disintegrasi dari kehidupan keluarga, broken home, ayah atau ibu tiri, kawin lagi atau hidup bersama dengan partner lain

Pemerintah :  Tempat prostitusi yang dilegalkan  Kurangnya penyuluhan mengenai penggunaan kondom pada pekerja sex  Kurangnya program edukasi mengenai hiv dan pendidikan seksual di sekolah.  Kurangnya pencegahan dan penanggulangan kasus AIDS / STI oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten bahkan kecamatan dan kelurahan Media :  Banyaknya stimulasi seksual dalam bentuk : film, gambar, majalah dan bacaan bersifat pornografi, geng-geng anak muda yang mempraktekkan relasi seks dan lain-lain.