Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS DATA MONEV ( Materi Workshop Pengembangan Sistem Monev keterlaksanaan program pengembangan SMK Direktorat Pembinaan Sekolah

Menengah Kejuruan 2006) A. Pengantar Data yang diperoleh dari monev atau penelitian dapat berupa numerik atau kuantit aif dalam bentuk angka, atau huruf yang dapat dikonversi ke angka secara konsist en. Hal ini tergantung dari instrumen yang digunakan. Jika data tersebut bukan d alam bentuk numerik, biasanya dalam bentuk kualitatif yang menunjukkan kualitas kondisi objek yang diamati petugas monev atau peneliti. Jika data dalam bentuk numerik, analisis data yang dapat dilakukan adalah dengan statististik deskriptif untuk merangkum kecenderungan yang ditemukan di lapanga n. Statistik deskriptif mencakup ukuran tendensi sentral data (misalnya dengan m enghitung mean atau rata-rata) dan ukuran sebaran data yang menggambarkan keraga man data dari lapangan (misalnya dengan menghitung range atau rentang data). Car a lain yang sangat bermanfaat untuk merangkum temuan monev atau penelitian dari data kualitatif adalah menggunakan grafik atau tabel. Jika data dalam bentuk kua litatif, maka perlu penanganan yang berbeda. Dalam penelitian, untuk menguji atau mengembangkan teori pengujian hipotesis ser ing kali dilakukan. Untuk tujuan ini, maka digunakan statistik inferensial. Dala m monev, hal ini jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan karena tujuan monev b iasanya adalah untuk melihat CIPO (context, input, process, output, dan outcome) suatu kegiatan. Karena itu dalam kesempatan ini statistik inferensial tidak aka n dibahas. B. Analisis Data Kuantitatif 1. Mean Mean dihitung dengan menjumlah seluruh data kemudian membagi dengan jumlah parti sipan/responden. Mean dari data nominal dan ordinal tidak bermakna, bahkan menye satkan. 2. Median Cara lain untuk mendeskripsikan data adalah dengan median. Median merupakan nila i yang membatasi 50% data bagian atas dengan 50% data bagian bawah. Keuntungan p enggunaan median adalah tidak dipengaruhi oleh data ekstrem, karena fokusnya han ya pada bagian tengah distribusi data. Selain itu, median juga mudah dihitung. K elemahannya adalah median mengabaikan sebagian besar data, sehingga kurang presi si dibanding mean. 3. Mode Mode adalah data yang sering muncul. Keuntungan utama penggunan mode adalah tida k terpengaruh oleh nilai ekstrem dan juga mudah dihitung. Kelemahannya adalah ku rang handal karena informasi nilai sebenarnya dari data yang diperleh dari lapan gan diabaikan dalam perhitungan, selain itu juga bisa terjadi lebih dari satu mo de dari data yang ada. 4. Range Cara termudah untuk mendeteksi sebaran data adalah dengan menghitung range. Rang e merupakan selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dari data yang ad a.

5. Standard Deviation Standard deviasi atau simpangan baku merupakan ukuran sebaran data yang sering d igunakan. Standard deviasi lebih sulit dihitung dibanding range. Namun program s tatistik atau program olah angka seperti Excel, bahkan kalkulator, menyediakan f asilitas untuk menghitung standard deviasi dengan sangat cepat dan mudah. Semaki n kecil standard deviasi maka data semakin homogen. C. Presentasi Data Informasi dari data dapat ditampilkan dengan berbagai cara. Jika ditampilkan dal am grafik atau chart, kemungkinan besar informasi akan lebih mudah dipahami oleh orang dibanding dengan jika dibandingkan dengan ukuran tendensi sentral atau uk uran sebaran data. Tetapi agar grafik mudah dipahami pembaca, grafik atau chart harus diberi label dibuat agar mudah dibaca. 1. Polygon Salah satu cara untuk meringkas data adalah dalam bentuk poligon frekuensi. Poli gon merupakan grafik sederhana yang dibuat dengan cara meletakkan skor dari yang terendah sampai yang tertinggi pada sumbu x dan meletakkan frekuensi dari setia p skor yang ada pada sumbu y. Garis-garis yang menghubungkan titik skor-frekuens i tersebut adalah poligon. Tingi garis dari sumbu x menunjukkan besarnya frekuen si. 2. Histogram Histogram dibuat mirip dengan poligon. Bedanya adalah titik skor-frekuensi dibua t dalam bentuk persegi. Tinggi persegi menunjukkan besarnya frekuensi dari skor yang ada. 3. Bar Chart Poligon dan histogram cocok digunakan jika data yang diperoleh dapat diurutkan d ari rendah sampai tinggi, atau secara lebih teknis, data harus dalam bentuk inte rval atau rasio. Tapi kadang-kadang data yang diperoleh dari lapangan berupa dat a nominal atau kategorikal, misalnya jumlah karyawan berdasarkan latar belakang pendidikan, jenis buku berdasarkan bidang studi, dan lain-lain. Data yang demiki an cocok digambarkan dengan bar chart. D. Analisis Data Kualitatif Data kualitatif dapat juga dianalisis dengan berbagai cara. Cara yang paling umu m adalah dengan mengelompokkan berdasarkan kategori yang dibuat sendiri oleh par tisipan/responden sebelum peneliti menggunakan kategorinya sendiri. Dalam pengel ompokan berdasarkan kategori tersebut dapat juga dilakukan perhitungan frekuensi , walaupun perhatian utama peneliti sebetulnya adalah pada pemaknaan atau interp retasi dari setiap kategori. Ketika peneliti kualitatif melaporkan temuannya, se ring kali ia juga menampilkan data aslinya dalam bentuk kutipan langsung. E. Analisis Data Monev 1. Karakteristik Instrumen Monev Instrumen monev yang dikembangkan Direktorat PSMK menjaring data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif dijaring oleh instrumen monev melalui pertanyaan te rbuka. Pertanyaan terbuka tersebut meminta responden untuk memberikan pendapat a tau fakta terkait dengan pertanyaan yang ada. Penjaringan data kuantitatif dilak ukan dengan membuat pertanyaan tertutup dengan empat alternatif jawaban. Alterna

tif jawaban dari pertanyaan yang ada dapat dipilih salah satu atau dapat dipilih lebih dari satu. Skor jawaban responden terhadap setiap pertanyaan bernilai ant ara 1 sampai dengan 4. Alternatif jawaban dari pertanyaan yang hanya dapat dipilih salah satu oleh resp onden mempunyai bobot yang berbeda untuk setiap alternatif dan telah disusun sed emikian rupa sehingga urutan bobotnya membesar dari 1 sampai dengan 4 dari kode a sampai d yang ada. Alternatif jawaban yang dapat dipilih lebih dari satu mempu nyai bobot yang sama untuk setiap alternatif, yaitu 1, jumlah jawaban yang dipil ih menunjukkan skor jawaban responden. 2. Karakteristik Format Entry Data Format entry data monev yang disediakan Direktorat PSMK dibuat menggunakan progr am olah angka Excel. Program ini dipilih karena program tersebut user friendly d an popular karena merupakan satu paket dengan Ms Word, Ms Access, dll. dalam kel ompok Ms Office. Selain itu pengembangan aplikasi dengan Excel mudah dilakukan f ormat data dan rumus pengolahannya mudah dipahami. Penggunaan format entry data tersebut adalah sebagai berikut: a) pada kolom jawa ban untuk pertanyaan yang hanya boleh memilih 1 jawaban diisi dengan huruf yang dipilih responden; b) pada kolom jawaban untuk pertanyaan yang boleh memilih leb ih dari 1 jawaban diisi dengan jumlah alternatif jawaban yang dipilih oleh respo nden (1, 2, 3, atau 4); dan c) pada kolom jawaban untuk pertanyaan terbuka ketik an jawaban responden. Dengan cara demikian maka format entry data yang ada akan menampilkan rangkuman hasil monev yang telah dilaksanakan di suatu SMK. 3. Tampilan Hasil Analisis Data Forma entry data monev yang dikembangkan Direktorat PSMK menampilkan rangkuman h asil analisis data yang diperoleh dari setiap kelompok responden dan dari seluru h responden dari SMK yang dimonev. Rangkuman merupakan rata-rata jawaban respond en dan klasifikasi keberhasilan dari aspek perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan dampak program yang dimonev. Selain itu format entry data tersebut juga menampil kan informasi SMK, tanggal monev, dan petugas monev.