Anda di halaman 1dari 32

Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental

Rr Tini Anggraeni, ST, MSi

1. Analisis Teknikal
 

  

Analisis teknikal menilai harga saham berdasarkan refleksi harga di masa lalu dengan membaca sentimen, tren dan proyeksi yang mungkin terjadi di masa depan. Analisis ini juga membantu investor maupun manajer investasi dalam memperkirakan arah pergerakan harga, membuat batas pergerakan dalam kondisi tertentu dan menunjukkan target arah beserta risikonya. Lazimnya dilakukan dengan bantuan software aplikasi dan banyak mengeksploitasi grafik Analisis teknikal digunakan sebagian orang sebagai salah satu tools dalam berinvestasi. Lebih cocok untuk trading (spekulasi) jangka pendek atau perlindungan (hedging)

Analisis ini merumuskan bahwa apapun kondisi fundamental, dengan sendirinya terrefleksikan di harga. Jika pemerintah berencana untuk menghapus subsidi minyak. Apa yang akan terjadi di pasar Harga sudah naik, padahal pemerintah belum memutuskan, hal ini diakibatkan tekanan psikologis pasar. Hal ini menyebabkan harga minyak naik diatas valuenya. Kondisi ini disebut Bullish

Interaksi antara permintaan dan penawaran secara kolektif dan kumulatif menghasilkan grafik gerak harga, yang jika dibaca dengan benar bisa menjadi pedoman tindakan jual beli yang menguntungkan. Semua faktor fundamental sudah masuk ke dalam dan dipresentasikan oleh harga yang terbentuk sehingga tidak perlu lagi mempertimbangkan segi fundamental suatu saham

Ruang Lingkup Analisis Teknikal




Ruang lingkup analisis teknikal hanya memperlihatkan sifat dan pola gerak harga, bandingkan dengan analisis fundamental yang mencakup ilmu akunting, ekonomi mikro, makro, bidang sosial politik, cuaca dll Namun analisis teknikal juga memanfaatkan lebih dari 150 indikator atau alat analisis untuk seleksi yang terbaik diantara ribuan saham dalam waktu beberapa menit saja.

Mana yang paling tepat?




Kedua pendekatan ini (analisis fundamental dan teknikal) sama-sama berupaya memecahkan masalah yang sama, yaitu menentukan ke arah mana kecenderungan harga akan bergerak, hanya pendekatannya yang berbeda. Analisis fundamental mempelajari penyebab pergerakan harga, sedangkan analisis teknikal mempelajari efek (akibatnya). Jadi pada intinya analisis fundamental dan analisis teknikal saling membutuhkan, yaitu untuk pembentukan harga dan kelanjutan gerak harga.

HOPE Fundamental Kinerja saham Kondisi Mikro Kondisi makro Long Term

REALITY Technical Historical Price Indicator Trading system Short Term

Prinsip Dasar


   

Price Discount Everything, dalam sisi fundamental mungkin kita ketahui bahwa harga akan dipengaruhi oleh berita-berita mengenai laporan keuangan, nilai penjualan ataupun harga komoditi yang dihasilkan, namun teknikal mempercayai bahwa harga akan mendiskon semua berita tsb ketika harga bergerak melewati harga teoritis secara fundamental Price Fluctuates in Trends, harga saham atau komoditi biasanya akan bergerak dalam suatu trend tertentu History Repeat Itself, jika harga suatu saham dengan pola tertentu terjadi, maka dikemudian hari pola seperti itu dapat terjadi lagi Follow the smart money Contrarian, tanpa melihat fundamental, terkadang teknikalis akan melakukan trading pada saham yang dianggap bagus secara teknikal

Grafik dan Pola


Sering digambarkan dalam bentuk :  Line Chart, hanya menampilkan garis yang menghubungi penutupan harga saham pada periode tertentu  Bar Chart, menggambarkan harga pembukaan, tertinggi, terendah serta penutupan  Volume/Channel, Harga bergerak dalam trend, trend ini bisa naik, turun atau mendatar saja. Garis yang dibuat untuk melihat trend yang sedang terjadi di pasar disebut channel. POLA  Up Trend  Down Trend  Accumulation

Line Chart

Bar Chart

Candlestick Chart

Support dan Resistance


 

 

Support dan resistance adalah salah satu alat bantu saat bertransaksi. Ketika harga bergerak ke atas dan kemudian turun lagi, harga tertinggi yang dicapai disebut resistance. Harga terendah sebelum pergerakan harga naik ke atas disebut support. Nilai resistance selalu lebih tinggi dari support

2. Analisis Fundamental
Adalah suatu analisa yang mempelajari halhal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan publik

Sebelum melakukan analisa fundamental ada bbrp analisa yang harus dilakukan sebelumnya, yaitu Analisa Ekonomi Analisa Industri Analisa Keuangan Perusahaan

Analisa Ekonomi
analisa yang mempelajari kondisi perekonomian sekarang dan pengaruhnya di masa yang akan datang pada suatu negara. Beberapa ukuran aktivitas ekonomi , seperti : PDB, Inflasi, Tingkat Bunga, Fluktuasi Nilai Tukar

Analisa Industri


Adalah analisa yang mempelajari keadaan kompetitif dari suatu sektor industri dalam hubungannya dengan yang lain serta mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang mempunyai potensi pada suatu sektor industri tertentu. Beberapa indikator penting dalam analisa industri : Penjualan, Laba, Dividen, Struktur modal, Regulasi,Inovasi

Langkah-langkah dalam analisa industri


 

Mengidentifikasi tahap kehidupan produk, yaitu dengan mengenali apakah industri tsb pada tahapan. Identifikasi perekonomian makro, beberapa industri mampu beroperasi cukup baik dalam kondisi resesi. 1. Growth Industry, yaitu industri yang mempunyai laba jauh lebih tinggi dari rata-rata industri. contoh : TLKM 2. Defensive Industry, yaitu industri yang tidak banyak terpengaruh dengan kondisi perekonomian, contoh : UNVR 3. Cyclical Industry, yaitu industri yang sangat peka terhadap perubahan kondisi perekonomian, contoh : ASII

Melakukan analisa kualitatif, yaitu untuk menilai prospek industri di masa yang akan datang. Aspek-aspek kualitatif tsb : Kinerja, historis, kebijakan pemerintah, perubahan struktural

Analisa keuangan perusahaan


Untuk melakukan analisa keuangan perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan analisa rasio : 1.Rasio Likuiditas, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek 2.Rasio Aktivitas, kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset-aset yang dimiliki 3.Rasio Rentabilitas, menunjukkan seberapa besar tingkat perusahaan dalam menghasilkan keuntungan 4.Rasio Solvabilitas, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya, biasa disebut rasio leverage 5.Rasio Pasar, menunjukkan informasi penting dari perusahaan yang diungkapkan dalam bentuk kinerja saham

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Rasio laba thdp saham yang beredar (earning per share / EPS) Rasio pertumbuhan EPS Rasio harga saham terhadap laba per lembar saham (price earning ratio/PER) Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan (price earning growth ratio / PEG Ratio) Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio) Rasio harga saham terhadap nilai buku Rasio utang perseroan (debt ratio) Debt to Equity Ratio (DER) Margin pendapatan bersih (net profit margin)

1. Rasio laba thdp saham yang beredar (earning per share / EPS)
EPS = keuntungan bersih/jumlah saham beredar  Digunakan untuk mengukur pertumbuhan tingkat keuntungan perusahaan.  Dapat digunakan untuk memperkirakan kenaikan ataupun penurunan harga saham suatu perusahaan


2. Rasio pertumbuhan EPS


Diperoleh dengan membandingkan nilai EPS pada tahun berjalan dengan nilai EPS pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.  Dapat digunakan untuk memperkirakan kenaikan ataupun penurunan harga saham suatu perusahaan


3. Rasio harga saham terhadap laba per lembar saham (price earning ratio/PER) PER = Harga saham / EPS  Digunakan untuk membandingkan suatu perusahaan dengan PER rata-rata perusahaan dalam kelompok industri sejenis


4. Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan (price earning growth ratio / PEG Ratio) PEG Ratio = PER / Pertumbuhan tahunan EPS  Semakin rendah PEG ratio suatu perusahaan, berarti harga saham dibawah harga semestinya dan perusahaan itu memiliki rasio pertumbuhan EPS yang tinggi


5. Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio)


 

P/S Ratio = Harga saham/ Penjualan per lembar saham Digunakan untuk menilai suatu perusahaan yang masih baru atau belum mendapatkan laba. Semakin rendah P/S ratio sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam kelompok industri sejenis, semakin baik perusahaan itu.

6. Rasio harga saham terhadap nilai buku


PB/V Ratio = Harga saham / (Total Harta Total Utang)  Semakin rendah PB/V rasio, berarti harga saham tsb murah atau berada dibawah harga riilnya. Hal ini dapat berarti ada sesuatu yang menjadi kesalahan mendasar pada perusahaan tsb.


7. Rasio utang perseroan (debt ratio) Debt Ratio = Total Utang / Total Asset  Untuk mengukur seberapa banyak asset yang dibiayai dengan hutang.  Perusahaan yang memiliki debt ratio tinggi berpotensi besar mengalami masalah keuangan, tetapi selama ekonomi baik dan suku bunga rendah, perusahaan msh dapat meningkatkan keuntungan


8. Debt to Equity Ratio (DER)


DER = Rasio utang dibagi modal  Disebut juga rasio leverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki perusahaan, yaitu perimbangan antara utang thdp modal. Semakin kecil ratio, semakin baik nilai perusahaan


Margin pendapatan bersih (net profit margin) Margin Pendapatan Bersih = Pendapatan bersih / Total penjualan  Menunjukkan keuntungan bersih yang diperoleh dari total penjualan


Anda mungkin juga menyukai