Anda di halaman 1dari 1

SOAL MANAJEMEN KEUANGAN 1.

Suatu toko elektronik merencanakan akan menjual secara kredit kepada para karyawan dan dosen perguruan tinggi di daerahnya. Jangka waktu angsuran adalah 12 bulan, diangsur, mulai bulan pertama, tetapi pembayaran di muka (down payment) dilakukan sebesar 10% dari harga jual tunai. Apabila diinginkan pembayaran secara kredit, dan pembayaran per bulan ditentukan Rp 1.000.000, berapakah tingkat bunga per bulan yang ditanggung oleh pembeli jika harga tunai televisi Rp 10.000.000,- ? Berapa tingkat bunga yang sebenarnya ditanggung oleh seseorang yang membeli barang secara kredit untuk jangka waktu 3 tahun, apabila dia membayar per tahun sebesar Rp 4.822.000, sedangkan kalau dibeli dengan tunai cukup dengan harga Rp 10.000.000? Apakah tawaran pembelian dengan cara pada soal No. 3 cukup menarik, apabila pembeli tersebut memperoleh kredit dengan bunga 18% per tahun? Manajer PT. Parabola mengamati bahwa pengeluaran kas setiap hari dari perusahaan ternyata bersifat acak. Biaya tetap untuk melakukan transaksi ditaksir sebesar Rp 150.000,-. Kas yang menganggur bisa diinvestasikan pada obligasi diharapkan memberikan tingkat keuntungan 10% per tahun. Variance arus kas masuk bersih harian ditaksir sebesar (Rp 7 juta)2. Manajer tersebut ingin menerapkan model Miller dan Orr untuk pengelolaan kas perusahaan. a. Berapa jumlah kas yang diinginkan perusahaan. b. Berapa jumlah obligasi yang harus dijual pada saat saldo kas mencapai batas bawah (Rp 0), dan berapa kas yang harus diubah menjadi obligasi saat saldo kas mencapai batas atas. PT. Aroma ingin menerapkan model EOQ untuk pengawasan persediaan bahan baku. Kebutuhan baku dalam satu tahun sebesar 50.000 unit, dengan harga Rp 2.000 per unit. Untuk pemesanan diperlukan biaya sebesar Rp 150.000 sekali pesan, dan biaya modal yang relevan ditaksir sebesar 20%. Berapa jumlah bahan baku yang seharusnya dibeli setiap kali pembelian. Berapa biaya pesan dan biaya simpan. Perusahaan semula melakukan penjualan tunai dengan penjualan per tahun rata-rata sebesar Rp 200 juta. Perusahaan merencanakan akan melakukan penjualan kredit dengan syarat 2/10, n/30. Diperkirakan 60% akan memanfaatkan diskon dan sisanya akan membayar pada hari ke-30. Dengan penjualan kredit tersebut perusahaan ditaksir bisa meningkatkan penjualan sampai dengan Rp 300 juta. Profit margin 20%. Apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit, jika biaya dana 15%? Seorang pembeli akan membeli dengan kredit suatu barang dengan harga Rp 3.000.000,-. Harga pokok barang tersebut Rp 2.300.000,-. Diperkirakan probabilitas pembeli tersebut akan melunasi pembeliannya adalah 0,80. Apakah permohonan tersebut sebaiknya dikabulkan. PT. Maju, data-data tanggal 31 Desember 2010 (Lanjutan PT. Maju, 31 Desember 2009): -Penjualan Rp 40.000.000,-Kas Rp 15.000.000,-Potongan penjualan Rp 2.000.000,-Efek Rp 5.000.000,-Pembelian Rp 13.000.000,-Piutang dagang Rp 2.000.000,-Persediaan akhir Rp 4.000.000,-Perlengkapan Rp 500.000,-Beban gaji Rp 6.000.000,-Peralatan Rp 7.000.000,-Beban iklan Rp 4.000.000,-Gedung Rp 40.000.000,-Beban Asuransi Rp 3.000.000,-Utang gaji Rp 5.012.500,-Beban serba-serbi Rp 3.000.000,-Utang dagang Rp 10.000.000,-Prive Rp 100.000,-Utang Obligasi Rp 13.000.000,Buat laporan keuangan PT. Maju 31 Desember 2010, dan hitung rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas.

2.

3. 4.

5.

6.

7.

8.