Anda di halaman 1dari 8

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

BERANDA

Search

BERANDA

CERPEN

PUISI

DRAMA

NOVEL

ESAI/KRITIK

TEORI SASTRA

SASTRA LAMA

TOKOH

LAIN2

KRITIK SASTRA
3:17 PM AGEPE 8 COMMENTS

Popular

Tags

Blog Archives

Subscribe

POPULAR POSTS
Follow Us! Puisi-puisi Taufiq Ismail Taufiq Ismail Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk ... Unsur Ekstrinsik Novel UNSUR EKSTRINSIKALITAS DALAM NOVEL INDONESIA Setiap karya sastra adalah hasil pengaruh yang rumit dari faktor-faktor sosial dan kultural,... Paragraf dan Pengembangannya PARAGRAF DAN PENGEMBANGANNYA 01. Pengertian Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam sebuah... Dongeng lucu Dongeng Lucu: Si Luncai Si Luncal hidup sengsara karena ia seorang yatim piatu. Beberapa kali ia mohon kepada penjaga istana untuk menghad...

KRITIK SASTRA (catatan ringkas utk keperluan sendiri) 1. Pengertian Menurut Rene Wellek dan Austin Warren, Studi sastra (ilmu sastra) mencakup tiga bidang, yakni: teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra. Ketiganya memiliki hubungan yang erat dan saling mengait. Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra. 2. Manfaat Kritik Sastra Setidaknya, ada 4 (empat) manfaat kritik sastra. Keempat manfaat tersebut adalah sebagai berikut. a. Kritik sastra berguna bagi perkembangan sastra dalam mengkritik, kritikus akan menunjukkan hal yang bernilai/tidak bernilai dari suatu karya sastra. Kritikus bisa jadi akan menunjukkan kebaruan-kebaruan dalam karya sastra, hal-hal apa saja yang belum digarap oleh sastrawan. Dengan demikian sastrawan dapat belajar dari kritik sastra untuk lebih meningkatkan kecakapannya dan memperluas cakrawala kreativitas, corak, dan mutu karya sastranya. Jika sastrawan-sastrawan dalam di negara tertentu menghasilkan karya-karya yang baru, kreatif, dan berbobot, maka perkembangan sastra negara tersebut juga akan meningkat pesat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Dengan kata lain, kritik yang dilakukan kritikus akan meningkatkan kualitas dan kreativitas sastrawan, dan pada gilirannya akan meningkatkan perkembangan sastra itu sendiri. b. Kritik sastra berguna untuk penerangan bagi pembaca Dalam melakukan kritik, kritikus akan memberikan ulasan, komentar, menafsirkan kerumitan-kerumitan, kegelapan-kegelapan makna dalam karya sastra yang dikritik. Dengan demikian, pembaca awam akan mudah memahami karya sastra yang dikritik oleh kritikus. Di sisi lain, ketika masyarakat sudah terbiasa dengan apresiasi sastra, maka daya apresiasi masyarakat terhadap karya sastra akan semakin baik. Masyarakat dapat memilih karya sastra yang bermutu tinggi (karya sastra yang berisi nilai-nilai kehidupan, memperhalus budi, mempertajam pikiran, kemanusiaan, dan kebenaran). c. Kritik sastra berguna bagi ilmu sastra itu sendiri Analisis yang dulakukan kritikus dalam mengkritik tentulah didasarkan pada referensi-referensi, teori-teori yang akurat. Tidak jarang pula, perkembangan teori sastra lebih lambat dibandingkan dengan kemajuan proses kreatif pengarang. Untuk itu, dalam melakukan kritik, kritikus seringkali harus meramu teori-teori baru. Teori-teori sastra yang baru inilah yang justru akan semakin memperkembangkan ilmu sastra itu sendiri.

Be Our Fan

LABELS
Analisis Cerpen (15) Analisis Novel (15) Analisis Puisi (37) CERPEN (204) Dongeng (46) Download (7) Drama (39) Esai (77) Esai ttg Cerpen (15) Esai ttg Puisi (39) Hikayat (38) homework (2)

BLOG ARCHIVE
2012 (1) 2011 (91) 2010 (171) 2009 (209) 2008 (216) December (9) November (18) October (21) September (16) August (12) July (14) June (13)

intermezo (2) Kritik Sastra (31) Legenda (19) LESSON (39) Majas (1) Monolog (16) Musikalisasi Puisi (32) Novel (45) Peribahasa (1) Proses Kreatif (3) PUISI (158) Sastra Bandingan (2) Sastra Melayu (11)

May (17) Sejarah Sastra (5) April (29) March (32) Sinopsis Drama (4) Sinopsis Novel (49)

1 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

February (32) d. Memberi sumbangan pendapat untuk menyusun sejarah sastra Dalam melakukan kritik, kritikus tentu akan menunjukkan ciri-ciri karya sastra yang dikritik secara struktural (ciri-ciri intrinsik). Tidak jarang pula kritikus akan mencoba mengelompokkan karya sastra yang dikritik ke dalam karya sastra yang berciri sama. Kenyataan inilah yang dapat disimpulkan bahwa kritik sastra sungguh membantu penyusunan sejarah sastra. January (3) 2007 (3) 2001 (1)

Teori Sastra (22) Tokoh Sastra (23) Ujian Nasional (1)

BLOGROLL

YANG MASIH SETIA


3. Aktivitas Kritik Sastra

SINCE AUGUST 7, 2008


Dari pengertian kritik sastra di depan, terkandung secara jelas aktivitas kritik sastra. Secara rinci, aktivitas kritik sastra mencakup 3 (tiga) hal, yakni menganalisis, menafsirkan, dan menilai. Analisis adalah menguraikan unsur-unsur yang membangun karya sastra dan menarik hubungan antarnsur-unsur tersebut. Sementara menafsirkan (interpretasi) dapat diartikan sebagai memperjelas/memperjernih maksud karya sastra dengan cara: (a) memusatkan interpretasi pada ambiguitas, kias, atau kegelapan dalam karya sastra, (b) memperjelas makna karya sastra dengan jalan menjelaskan unsur-unsur dan jenis karya sastra. Sedangkan penilaian dapat diartikan menunjukkan nilai karya sastra dengan bertitik tolak dari analisis dan penafsiran yang telah dilakukan. Penilaian seorang kritikus sangat bergantung pada aliranaliran, jenis-jenis, dan dasar-dasar kritik sastra yang dianut/dipakai/dipahami seorang kritikus

rank blog indonesia

My site is worth $3569.7. atawa Rp 35.697.000.

How much is yours worth? (siapa yang mau beli ya?)

ABOUT

4. Aliran-aliran Kritik Sastra Menurut Rene Wellek dan Austin Warrent, ada 3 (tiga) aliran kritik sastra, yakni: (a) relativisme, (b) absolutisme, dan (c) perspektivisme. (a) Relativisme adalah paham penilaian yang didasarkan pada tempat dan waktu terbitnya karya sastra (penilaian karya sastra tidak sama di semua tempat dan waktu. Paham ini berkeyakinan bahwa nilai karya sastra melekat pada karya itu sendiri. Bila ada karya sastra yang dianggap bernilai oleh masyarakat di suatu tempat dan periode tertentu, karya sastra tersebut terus dianggap bernilai di jaman dan tempat yang lain (dulu dianggap baik, sekarang harus dipandang baik pula. Paham ini merupakan reaksi terhadap penilaian karya sastra yang menganut paham abslutisme. (b) Absolutisme adalah paham penilaian karya sastra yang didasarkan pada paham-paham di luar sastra seperti: politik, moral, atau ukuran-ukuran tertentu. Dengan kata lain, paham ini menilai karya sastra tidak didasarkan pada hakikat sastra. Sastra yang baik menurut paham ini adalah karya sastra yang memiliki tendensi politis, memiliki nilai moral, dsb. Sehingga paham ini cenderung menilai karya sastra secara dogmatis dan statis. Contoh kritik sastra dengan paham ini adalah kritikus penganut paham humanis baru dan marxis. Di Indonesia, kritik model ini berkembang pada tahun 60-an seperti penganut paham bahwa sastra adalah seni bertendensi (seni untuk seni). (c) Perspektivisme adalah paham penilaian karya sastra dari berbagai perspektif tempat, waktu, dan sudut pandang sehingga karya sastra bisa dinilai dari waktu terbitnya dan pada masa berikutnya. Paham ini berpendapat bahwa karya sastra bersifat abadi dan historis. Abadi karena memelihara ciri-ciri tertentu, historis karena karya sastra itu melampaui suatu proses yang dapat dirunut jejaknya. Dengan kata lain, karya sastra dapat dibandingkan sepanjang masa berkembang, berubah penuh kemungkinan penilaian. Karya sastra itu strukturnya dinamis melalui penafsirnya sepanjang jaman (berubah menurut tanggapan penafsirnya). Wellek-Warren menganjurkan, hendaknya para kritikus memilih aliran ini dalam menilai karya sastra. 5. Jenis-jenis Kritik Sastra

weather Recent Visitors

SHARE

2 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

(a) Menurut BENTUKNYA, ada 2 jenis kritik sastra, yakni kritik teoretis (theoritical criticism) dan kritik terapan (practical/applied criticism). 1) Kritik teoretis adalah jenis kritik sastra yang berusaha menerapkan kriteriakriteria tertentu(teori) untuk menilai karya sastra dan pengarangnya. Kritik teoretis mencoba menerapkan prinsip-prinsip umum, menetapkan suatu perangkat istilah yang mengkait, perbedaan-perbedaan, kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan, interpretasi-interpretasi karya sastra. Beberapa buku kritik sastra jenis ini antara lain: -. Beberapa Gagasan Dalam Bidang Kritik Sastra Indonesia Modern karya Rahmad Djoko Pradopo -. Kritik Sastra Sebuah Pengantar, Andre Hardjana 2) Kritik terapan berupaya menerapkan teori sastra berdasarkan keperluannya. Kritik ini berupaya agar prinsip dan kriteria yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik karya sastra yang bersangkutan. Contoh buku kritik sastra jenis ini antara lain: -. Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei karya HB Jassin. -. Buku dan Penulis karya R. Sutia S. (b) Menurut PELAKSANAANNYA, ada 3 jenis kritik sastra, yakni kritik judisial (judicial criticism), kritik impresionistik (impresionistic criticism), dan kritik induktif (inductive criticism). 1) Kritik Judisial menurut Abrams adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya, organisasinya, teknik, serta gayanya; dan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar yg umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan 2) Kritik Impresionistik adalah kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat yang terasa dalam berdasarkan kesan-kesan/tanggapantanggapan (impresi) kritikus yg ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Pelaksanaan Kritik model ini biasanya kritikus melakukan kritik praktis. Contoh paling konkrit adalah kritik sastra yang sering dilakukan HB Jassin. 3) Kritik induktif adalah kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Kritikus pada paham ini meneliti karya sastra seperti ahli ilmu alam meneliti gejala alam secara objektif tanpa menggunakan standar yang berasal dari luar dirinya. Contoh kritik model ini di Indonesia adalah kritik sastra aliran Rawamangun (akademisi UI). (c) Menurut PENDEKATANNYA thd. Karya sastra, ada 4 jenis kritik sastra, yakni kritik mimetik (mimetic criticism), kritik pragmatik (pragmatic criticism), kritik ekspresif (ekspresive criticism) dan kritik objektif (objective criticism). 1) Kritik mimetik Menurut Abrams, kritikus pada jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam. Sastra merupakan pencerminan/penggambaran dunia kehidupan. Sehingga kriteria yang digunakan kritikus sejauh mana karya sastra mampu menggambarkan objek yang sebenarnya. Semakin jelas karya sastra menggambarkan realita semakin baguslah karya sastra itu. Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dan Plato yang menyatakan bahwa sastra adalah tiruan kenyataan. Di Indonesia, kritik jenis ini banyak digunakan pada Angk. 45. Contoh lain misalnya: -. Novel Indonesia Mutakhir: Sebuah Kritik, Jakob Sumardjo -. Novel Indonesia Populer, Jakob Sumardjo -. Fiksi Indonesia Dewasa Ini, Jakob Sumardjo -. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang, Sapardi Joko Damono

3 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

2) Kritik pragmatik Kritikus jenis ini memandang karya sastra terutama sebagai alat untuk mencapai tujuan (mendapatkan sesuatu yang daharapkan). Sementara tujuan karya sastra pada umumnya: edukatif, estetis, atau politis. Dengan kata lain, kritik ini cenderung menilai karya sastra atas keberhasilannya mencapai tujuan. Ada yang berpendapat, bahwa kritik jenis ini lebih bergantung pada pembacanya (reseptif). Kritik jenis ini berkembang pada Angkatan Balai Pustaka. STA pernah menulis kritik jenis ini yang dibukukan dengan judul Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan. 3 Kritik ekspresif Kritik ekspresif menitikberatkan pada pengarang. Kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran, persepsi-persepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra. Kritikus cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan, kesejatian, kecocokan pengelihatan mata batin pengarang/keadaan pikirannya. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalamanpengalaman sastrawan yang sadar/tidak, telah membuka dirinya dalam karyanya. Umumnya, sastrawan romantik jaman BP/PB menggunakan orientasi ekspresif ini dalam teori-teori kritikannya. Di Indonesia, contoh kritik sastra jenis ini antara lain: -. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan, karya Arif Budiman -. Di Balik Sejumlah Nama, Linus Suryadi -. Sosok Pribadi Dalam Sajak, Subagio Sastro Wardoyo -. WS Rendra dan Imajinasinya, Anton J. Lake -. Cerita Pendek Indonesia: Sebuah Pembicaraan, Korrie Layun Rampan 4) Kritik objektif Kritikus jenis ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, bebas terhadap sekitarnya, bebas dari penyair, pembaca, dan dunia sekitarnya. Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya, tersusun dari bagian-bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan mengehndaki pertimbangan dan analitis dengan kriteria-kriteria intrinsik berdasarkan keberadaan (kompleksitas, koherensi, keseimbangan, integritas, dan saling berhubungan antarunsur-unsur pembentuknya) Jadi, unsur intrinsik (objektif)) tidak hanya terbatas pada alur, tema, tokoh, dsb; tetapi juga mencakup kompleksitas, koherensi, kesinambungan, integritas, dsb. Pendekatan kritik sastra jenis ini menitikberatkan pada karya-karya itu sendiri. Kritik jenis ini mulai berkembang sejak tahun 20-an dan melahirkan teori-teori: -. New Critics (Kritikus Baru di AS) -. Kritikus formalis di Eropa -. Para strukturalis Perancis Di Indonesia, kritik jenis ini dikembangkan oleh kelompok aliran Rawamangun. -. Bentuk Lakon Dalam Sastra Indonesia, Boen S. Oemaryati -. Novel Baru Iwan Simatupang, Dami N. Toda -. Pengarang-pengarang Wanita Indonesia, Th. Rahayu Prihatmi -. PerkembanganNovel-Novel di Indonesia, Umar Yunus -. Perkembangan Puisi Indonesia dan Melayu Modern, Umar Yunus -. Tergantung Pada Kata, Teeuw 6. Ketegangan antarKritikus di Indonesia -. Para pakar sastra (akademisi-kampus): Rahmat Joko Pradopo (UGM), Panuti Sudjiman, MS. Hutagalung, Saleh Saat, Boen S. Oemarjati, Roman Ali, S. Effendi (UI), Th. Rahayu Prihatmi (Undip), Buyung Saleh (UNHAS)

4 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

-. Seniman sekaligus pakar sastra: Sapardi Joko Damono, Arif Budiman, Subagio Sastro Wardoyo, Yakob Sumardjo, Darmanto Yatman, Gunawan Mohammad, Taufiq Ismail, Rendra, HB. Jassin, Budi Darma, Suripan -. Kritikus seniman: Sutardji Calzoum Bachri, Linus Suryadi, Abdul Hadi WM, MH Ainun Najib, Korrie Layun Rampan -. Antara pakar sastra VS Kritikus seniman saling bertentangan. Para pakar menyatakan bahwa ketika membuat kritik, kritikus perlu membuat jarak sehingga lebih objektif, sementara para seniman menyatakan bahwa pakar melihat sastra seperti benda yang dipilah-pilah.

7. Penutup Bertolak dari perkembangan kritik sastra ini berkembang pula teori-teori sastra seperti: strukturalisme (intrinsik-ekstrinsik), psikologi sastra, sosiologi sastra, semiotika sastra, resepsi sastra, dsb. Ingin download tulisan ini. Silakan klik di sini
Posted in: Kritik Sastra,LESSON,Teori Sastra

Newer Post

Home

Older Post

8 comments:
Anonymous says:
March 31, 2008 8:53 PM

terimakasih atas isi blog anda yang sangat berguna ini,,,moga anda terus mengupdatenya,,dan terus menyadarkan kami untuk terus menghormati sastra, khusunya sastra Indonesia sendiri. sekali lagi terimakasih.. ab_prdk_ga2l@yahoo.com
Reply

Anonymous says:
May 4, 2008 10:25 PM

Terima kasih, thank you, domo arigato gozaimasu,, atas isi blognya yang sangat membantu. Semoga terus diupdate. Salam, Fachrul. Mahasiswa Sastra Inggris Unair.
Reply

andre says:
December 25, 2008 7:02 PM

sastra adalah isi hati manusia dan isi hati para sastrawan sungguh sangat berpengaruh bagi kami para amatiran dalam sastra, aku cinta sastra dan kebudayaanku merci beaucoup for this blog. andre sastra inggris UGM.
Reply

T-Bo says:
March 8, 2010 7:31 PM

tq pak untung materi-materi SMA di post hehe ^_^ sangat membantu untuk menyelesaikan tugas kuliah
Reply Reply

5 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

srie maniez says:


June 22, 2010 6:06 PM

dapet deh tugasnya tengkyu bgt y mas...

Anonymous says:
October 6, 2010 8:57 PM

terima kasih mas. ini sangat membantu ku dalam tugas literary critism (Septywhite@yahoo.co.id)
Reply

Anonymous says:
October 14, 2010 8:19 AM

thx bget ya mas.... aku dah dpet tgsnya


Reply

Ginda Satria says:


November 7, 2010 6:13 AM

thak's atas info kritik sastranya sob??? lumayan buat tambah pengetahuan ane!!! salam kenal
Reply

Post a Comment

Comment as:

Server not found

Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono Klik di sini... Aku Ingin - Hujan Bulan Juni - Dalam Diriku - Hutan Akulah si Telaga - Jarak - Nokturno - Ketika Kau - Dalam Sakit Pada Suatu Pagi - Metamorfosis - Di Restoran - Karena Kata Kepada Istriku - Pada Suatu Hari Nanti - Ketika Kau Tak Ada Sehabis Hujan - Hujan dalam Komposisi - Kuhentikan Hujan Ketika Jari-jari Bunga Terbuka - Kartu Pos Bergambar Jembatan Hujan, Jalak, dan Daun Jambu - Bagaimana Mungkin kau Berkata Buat Ning Sajak Putih (puisi Chairil Anwar)

6 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

The connection has timed out Rendra Baca Puisi

1. Sajak Burung-burung Kondor 2. Sajak Seorang tua untuk Istrinya 3. Kupanggil Namamu 4. Pamplet Cinta 5. Wajah Dunia Yang Pertama 6. SAJAK CINTA (1) : a. Bunga Gugur b. Serenada Biru c. Surat Cinta d. Serenada Merjan e. Serenada Merah Padam f. Nyanyian Pengantin g. Hutan Bogor 7. SAJAK CINTA (2) : a. Nyanyian Dunia b. Kepada ME c. Di Bawah Bulan d. Sajak Joki Tobing Untuk Widuri e. Sajak Widuri Untuk Joki Tobing f. Wanitaku-wanitaku g. Kangen h. Sawojajar 5 Yogya i. Sajak Seorang Tua untuk Istrinya

Mustafa Bisri Baca Puisi (wav. format. Download? klik judulnya) 1. Aku merindukanMu oh... Muhammadku 2. Aku tak lagi bisa menyanyi 3. Di Basrah 4. Bila kutitipkan 5. Buah mata 6. Dzikir malam 7. Gelombang Gelap 8. Kau ini bagaimana 9. Lirboyo 10. Nasihat Ramadhan 11. Q.S. Asy-Syu-ara' 12. Selamat idul Fitri 13. Tadarus 14. Wanita di Multazam

Emha Baca Puisi 1. Untuk Bangsa Yang Terkeping-keping Download Novel Sastra

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)

DOWNLOAD NASKAH DRAMA/MONOLOG 1.Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi 2.Mangir(Pramudya Ananta Tuur) 3.Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek (Danarto) 4.Bunga Rumah Makan (Utuy Tatag Sontani 5.Titik-Titik Hitam (Nasyah Djamin) 6.Kapai-Kapai (Arifin C. Noer) 7. Orkes Madun 1 alias Madekur & Tarkeni (Arifin C. Noer) 8. Orkes Madun 2 atawa Umang-Umang (Arifin C. Noer) 9. Malam Terakhir (terj. Toto Sudarto Bachtiar) 10. Sidang Susila (Agus Noor) 11. Caligula (Albert Camus) 12. Suara-suara Mati (Manuel van Loggem) 13. Come and Go (Samuel Beckett) 14. Bencana (Samuel Beckett) 15. Bara (Samuel Beckett) 16. Malam dan Mimpi-mimpinya (Samuel Beckett) 17. Lawan Catur (Kenneth Sawyer Goodman -terj. WS Rendra) 18. Tanda Silang (Eugene O'Neill- Terj. WS Rendra) 19. Pagi Bening (Serafin & Joaquin A. - Terj. Sapardi DD.) 20. Kereta Kencana (Eugene Ionesco - Terj. WS Rendra) 21. KOOR (Kidung Orang-orang Rakus) 22. Pesta Terakhir (Ratna Sarumpaet) 23. Cermin (Monolog Riantiarno)

7 of 8

08/01/2012 14:43

Kritik Sastra ~ Agepe

http://goesprih.blogspot.com/2008/02/kritik-sastra.html

24. Kasir Kita (Monolog Arifin C Noer) 25. Matinya Toekang Kritik (Monolog Agus Noor) 26. Topeng-Topeng (Monolog Rachman Sabur) DOWNLOAD KUMPULAN CERPEN Robohnya Surau Kami - A.A. Navis Detak dalam Detik - Endik Koeswoyo Jangan Main-main (dengan kelaminmu) - Djenar Maesa Ayu Ahmadun Yosi Herfanda Motinggo Busye Arie MP Tamba goesprih.blogspot.com Overview goesprih.blogspot.com has 1183191 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 929 pageviews per day and making USD 4.52 daily. goesprih.blogspot.com has 205 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 3299.6 according to websiteoutlook

8 of 8

08/01/2012 14:43