Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010

BAB IV PENGERJAAN MESIN FRAIS (MILLING MACHINE) 4.1 Tujuan Praktikum     Mengenal dan dapat mengoperasikan mesin frais Memahami cara membuat roda gigi Mengetahui definisi dan jenis-jenis Frais (milling) Mengetahui rumus untuk menentukan jumlah gerigi yang dapat dibuat pada benda kerja.  Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen mesin frais serta fungsinya   Mahasiswa dapat membaca gambar kerja serta ukuran Mahasiswa dapat mengetahui benda kerja apa saja yang dihasilkan dari mesin frais

4.2

Landasan Teori Mesin frais adalah salah satu jenis mesin perkakas yang mampu melakukan bebagai macam tugas dibandingkan dengan mesin perkakas lainya. Permukaan yang datar maupun yang belekuk, dapat diproses dengan mesin ini dengan ketelitian yang tinggi, termasuk pemotongan sudut, celah, roda gigi, dan ceruk juga dapat diproses dengan baik menggunakan mesin ini. Bila alat pemotong dan bornya dilepas maka dapat digunakan untuk pahhat gurdi, alat pembesar lubang,dan bor. Karena mesin ini dilengkapi mesin penyetel micrometer untuk mengatur gerakan dari mejanya, maka lubang dan pemotongan yang lain dapat diberi jarak ecara tepat.

42

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


4.2.1 Prinsip Kerja Mesin Frais Mesin frais, pisau terpasang pada arbor dan diputar oleh spindel. Benda terpasang pada meja dengan bantuan catok (vice) atau alat bantu lainnya. Meja bergerak vertikal (naik turun), horisontal (majumundur dan ke kiri ke kanan). Dengan perakan ini, maka dapat dihasilkan benda-benda kerja seperti pembuatan :

1. Bidang rata 2. Alur 3. Roda gigi 4. Segi banyak beraturan 5. Bidang bertingkat .

Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kerja mesin frais, maka mesin ini dapat dikalsifikasikan sebagai berikut : - Mesin frais Horizontal - Mesin frais vertikal - Mesin Frais Universal.

43

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010

Kemampuan mesin frais dalam melakukan proses-proses pemesinan tersebut dikaitkan dengan keragaman mata pahat/pemotongnya. Bentukbentuk mata pahat tersebut tersebut secara umum adalah: a. b. c. d. e. Slab milling cutters face milling cutters End milling cutters Singular cutters T-slot cutters

44

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


4.2.2 Bagian-bagian Mesin Frais Bagianbagian mesin scrap dapat dilihat pada gambar di bawah ini A. Lengan untuk kedudukan
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.

penyongkong obor B. Penyongkong obor C. Tunas untuk mengerakan meja secara otomatis D. Nok pembatas, untuk membatasi jarak gerakan otomatis meja E. Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dengan perlengkapan mesin F. Engkol untuk mengerakan meja dalam arah memanjang G. Tuas untuk mengunci meja H. Baut menyetel, untuk menghilangkan getaran meja I. Engkol untuk menggerakan lutut dalam arah melintang. J. Engkol untuk menggerakan lutut dalam arah tegak K. Tuas untuk mengunci meja L. Tabung pendukung dengan batang ulir, untuk mngatur tingginya meja M. Lutut untuk kedudukan alas meja N. Tuas untuk mnegunci sadel O. Alas meja, tempat kedudukan untuk meja P. Tuas untuk merubah kecepatan motor listrik Q. Engkol meja R. Tuas untuk menentukan besarnya putaran spindel/pisau frais S. Tuas untuk mengatur angka-angka kecepatan spindel/pisau frais

45

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


T. Tiang, untuk mengantar turun naiknya meja U. Spindel, untuk memutarkan arbor dan pisau frais V. Tuas untuk menjalankan spindle

Pisau frais

Beberapa bentuk pisau frais sesuai dengan penggunaanya, antara lain: (a) Pisau mantel, (b) Pisau sudut tunggal dan sudut ganda, (c) Pisau roda gigi, (d) Pisau alur, (e) Pisau sisi muka, (f) Pisau gergaji, (g) Pisau alur T, (h) Pisau jari

Kepala Pembagi Untuk membuat alur dan segi banyak beraturan, seperti roda gigi/ bentuk-bentuk lainnya dengan bentuk dan jarak beraturan, seperti poros transmisi, pembuatannya menggunakan kepala pembagi.

46

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


a) Cara kerja kepala pembagi Pada kerja kepala pembagi pembagi ini terpasang roda gigi cacing (worn gear) dan poros cacing (worn shaft). Apabila poros cacing diputar 1 putaran, maka roda gigi cacing akan berputar 1/40 putaran atau 1/60 putaran dan ada juga 1/80 putaran. Untuk mengatur pembagian-pembagian tersebut, dilengkapi dengan plat pembagi. Untuk memegang benda kerja dan alatalat bantu lainnya dilengkapi dengan cekap dan kepala lepas. Untuk membuat segi banyak beraturan atau membuat roda gigi, dapat menggunakan rumus sebagai berikut: N n= z Keterangan: n = putaran poros cacing N= karakteristik kepala pembagi z = jumlah alur atau gigi yang akan dibuat b) Cara Menghitung Roda Gigi Roda gigi dibedakan dalam dua bentuk, yaitu: Modul (M) Diametral pitch (DP) Maka pisau roda gigi (gear cutter) pun ada dua macam sesuai mana yang akan digunakan. Roda gigi terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut: Lingkaran kepala Lingkaran tusuk

47

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


Lingkaran kaki Tinggi kepala Tinggi kaki

Keliling lingkaran tusuk = z x t t = busur tusuk t = T T = diameter tusuk

Jadi, zxt= xT xT t= Z T =m z

m = modul

48

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


Modul adalah perbandingan antara diameter tusuk (T) dengan jumlah roda gigi (z) dalam ukuran kesatuan mm. Ukuran-ukuran tinggi kepala gigi, tinggi kaki gigi ditetapkan dalam modul. Tinggi kepala gigi = 1 x modul Tinggi kaki gigi Tinggi gigi = 1 1/6 x modul = 1,16 modul = 2 1/6 x modul = 2,16 modul = diameter lingkaran tusuk + 2 modul = T + 2m = m x z + 2m = (z + 2) m

Diameter lingkaran kepala

4.3

Alat-alat yang Digunakan 1. Mesin Frais ( Milling Mechine ) 2. Sigmat / Jangka Sorong 3. Pahat Roda Gigi 4. Mistar Baja 5. Pisau Cutter 6. Lap

49

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


4.4 Tugas dan Pertanyaan 4.4.1 Tugas Pada saat praktikum mahasiswa ditugaskan unutuk membuat roda gigi dari bahan pinion. Dimana dari awal diameter lingkaran awal 70 mm, lalu dibuat roda gigi dengan jumlah alur sebanyak 15 buah, dengan modul sebesar 4.5, diameter tusuk sebesar 9 mm dan karakteristik kepala pembagi sebesar 40.

D =70 mm

menjadi :

Langkah Kerja:  Mengitung T terlebih dahulu setelah diketahui diatas dengan cara: Diket : DL = 70 mm, Z = 15, M = 4.5, T = 9 mm, N = 40 Ditanya : n = ? Jawab: N n= Z = 15 40 =2 15 10

T = 2,16 x M = 2. 16 x 4,5 = 9,7 = 9 mm Dari hitungan diatas didapatkan kedalaman 9 mm dan banyaknya kita memutar plat pembagi sebanyak 2,5 putaran.

50

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


a. Memasang Pinion pada mesin frais, menghidupkan mesin frais b. Memulai memfrais benda kerja dengn cara membuat kedalaman sebanyak 2 mm agar menghasilkan hasil yang diharapkan.

4.4.2 Pertanyaan 1. Selain membuat roda gigi, mesin frais dapat membuat apa saja?. Berikan contohnya dan Gambarnya Jawab: Mesin Frais juga dapat digunakan untuk membuat bidang rata, alur, segi banyak beraturan, dan bidang bertingkat.

Berikut gambarnya:

2. Bagaimana cara membuat benda A menjadi benda B dibawah ini pada mesin frais. Jelaskan!

Benda A Jawab:

Benda B

51

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010


Dalam mengefrais benda diatas (mengefrais rata) digunakan mesin frais horizontal dengan, langkah-langkah sebagai berikut: 1) Letakan benda kerja pada mulut catok yang tetap 2) Letakan benda kerja diatas parallel yang panjanganya mencukupi sesuai dengan mulut catok. 3) Bagian sebuah mulut catok yang bergerak, diganjal dengan besi bulat yang garis tengahnya kira-kira 3/4 dan panjangnya kira-kira sama dengan panjang benda kerja 4) Kencangkan benda kerja pada mesin frais 5) Mengefrais bidang 1,2,dan3 lalu bersihkan Setelah

mendapatkan hasil yang diinginkan, matikan mesin dan ambil benda kerja dari mesin lalu bersihkan.

3. Diketahui sebuah roda gigi kerucut dihubungkan dengan roda penggerak n = 1500 rpm, sisi kerucut R = 30 mm, modul m = 2 sudut poros = 90. Tentukan berapa jumlah gigi pada roda gigi

kerucut dan berapa kecepatan keliling V (m/s) dan berapa putaran dividnig head? Jawab: Diket : n = 1500 rpm, R = 30 mm = 0.3 m, m = 2, Ditanya : a). Z= ? b). V=? c). Put. N =? Jawab: = 90

52

Universitas Mercu Buana / FTI

Laporan Praktikum Proses Produksi 2010

a.

Z = T ! 30 ! 15
m 2

b. V ! IIxd ! 3,14 x60 ! 188,4mm

n!
c.

N 40 1 ! ! 1 put z 30 3

4.5

Kesimpulan dan Saran 4.5.1 Kesimpulan Dalam pengoperasian mesin frais/milling kita dapat membuat beberapa benda yang sesuai dengan kebutuhan, dikarenakan pada meja mesin frais dapat diatur sesuai dengan keinginan/kebutuhan dalam membuat sebuah benda. Disamping hal tersebut pisau dari mesin frais beragam yaitu:         Pisau mantel Pisau roda gigi Pisau sisi muka Pisau alur T Pisau sudut tunggal Pisau alur Pisau gergaji Pisau jari

Hal tersebut yang menjadikan mesin frais diklasifikasikan menjadi 3 jenis

4.5.2 Saran Dalam praktikum kami mencoba membuat sebuah benda berupa roda gigi yang berbahan polymer, dengan menggunakan mesin frais maka kita bisa menghitung jumlah gigi yang akan dibuat, modul dan tinggi gigi juga jarak antar gigi yang sama dengan cara mengatur dividing plate sesuai dengan hitungan. Universitas Mercu Buana / FTI

53