Anda di halaman 1dari 1

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran Kepolisian RI untuk melakukan koreksi diri, agar tidak terjadi

lagi kesalahan-kesalahan prosedur pen indakan di lapangan akibat ketidaksiapan dan kurangnya profesionalitas oknum pet ugas kepolisian. Dalam pengarahan pada rapat pimpinan Polri di Markas Besar Kepolisian RI Jakarta , hari ini, Presiden Yudhoyono menyoroti sejumlah hal yang harus menjadi bahan k oreksi kepolisian, agar semakin baik menangani sejumlah permasalahan dan mengura ngi ekses negatif yang dapat merugikan masyarakat. join_facebookjoin_twitter "Evaluasi dan observasi saya, sering dengar apa yang disampaikan masyarakat dan media massa yang sampaikan kritik, karena sebagian kritik memang harus diterima secara terbuka," kata Presiden. Kepala Negara mengatakan kritik yang disampaikan oleh masyarakat dan juga media massa hendaknya ditanggapi secara positif dan menjadi masukan perbaikan internal . Presiden mengatakan salah satu hal yang harus dilakukan pembenahan adalah kesi apan petugas dalam melaksanakan tugasnya yang harus dilakukan sampai tuntas. "Da lam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat salah tugas saudara dalam tangani aksi kekerasan masih ada yang tidak siap. Ada yang kurang responsif, ada yang k urang profesional dan ada yang tidak tuntas, sehingga dikesankan ada semacam pem biaran, saya tahu itu bukan pembiaran, karena tidak siap maka dengan mudah ditud uh pembiaran, bahkan yang dianggap pembiaran bukan hanya Polri tapi juga negara, " kata Presiden. Hal lain yang menjadi perhatian Presiden adalah mencegah adanya pelanggaran huku m sekecil apapun yang dilakukan oleh anggota kepolisian. "Ada kesalahan dan pela nggaran yang dilakukan oknum Polri. Kenapa kalau Polri satu orang saja langsung disorot, karena Anda adalah penegak hukum," ujarnya, menegaskan. Presiden mengingatkan agar penindakan terhadap oknum anggota kepolisian yang mel anggar harus disampaikan secara transparan, sehingga masyarakat dapat mengetahui nya. Kepala negara juga menyoroti masih terjadinya kesalahan prosedur yang dilakukan sejumlah aparat kepolisian dalam menangani sejumlah masalah yang berakibat kerug ian yang dialami masyarakat. "Masih terjadi kesalahan teknis di lapangan, menunj ukkan profesionalitas sebagian anggota Polri belum seperti yang diharapkan. Ada ekses yang tidak perlu, ini eksesive dan melebihi kepatutan," kata Presiden. Hal terakhir yang oleh Presiden ditekankan adalah mengenai kelanjutan reformasi birokrasi di jajaran Kepolisian RI. Presiden mengharapkan dalam 3 tahun hingga 5 tahun ke depan kondisinya semakin baik. Rapat pimpinan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Kapolda dari seluruh Indon esia. Juga dihadiri oleh unsur pimpinan Polri dan perwira tinggi di lingkungan M abes Polri. Presiden didampingi oleh sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI dan Kepala Staf dari tiga angkatan.