Anda di halaman 1dari 33

SENIN, 12 APRIL 2010

KETERKAITAN PAUD DENGAN POSYANDU


OLEH : DEDI SAPUTRA, SE.

Dalam GarisGaris Besar Haluan Negara ( GBHN ) Tahun 1999 antara lain menyatakan bahwa arah kebijakan pengembangan Sumber Daya Manusia di Indonesia mengacu kepada Pengembangan sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan meyeluruh, melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa, agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya. Mendesaknya kebutuhan akan Pendidikan Dini juga dipicu oleh hasilhasil penelitian terbaru, yang menyimpulkan bahwa perkembangan Intelektual terjadi sangat pesat pada tahuntahun awal kehidupan anak. Pada usia 4 tahun seorang anak sudah membentuk 50 % intelegensi yang akan dimiliknya setelah dewasa, 30 % lagi pada usia 8 tahun, dan 20 % sisanya pada pertengahan akhir dasa warsa ke dua, oleh karena itu dapat dipahami bila usia 4 (empat) tahun pertama dalam perkembangan anak disebut sebagai usia emas ( Golden Age ). Artinya pada usiausia tersebut selain gizi yang cukup dan layanan kesehatan yang baik, rangsanganrangsangan intelektualspritual amat diperlukan bagi perkembangan anak selanjutnya.

Desakan akan perlunya Pendidikan Dini juga muncul dari Dunia Internasional. Belakangan ini telah ada komitmen Internasional untuk mendesak setiap negara agar segera memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak dini usia, terutama bagi mereka yang sangat rawan dan kurang beruntung ( deklarasi Dakar tahun 2000 ).

Bagi Indonesia, dengan kondisi Sumber Daya Manusia yang amat terpuruk dimata Dunia (peringkat ke 109 dari 175 yang diteliti, th2003), layanan Pendidikan Dini merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditundatunda lagi. Kita harus mencari terobosan secepatnya agar sekitar 83 % dari 26 juta anak dini usia (0-6 tahun) yang saat ini belum tersentuh oleh Pendidikan Pra sekolah apapun dapat segera dilayani, th 2005. Salah satu terobosan tersebut adalah melalui Program Pendidikan Anak Dini Usia, yang menekankan pada pendekatan Pelayanan secara Holistik dan terintegrasi.

Holistik dalam arti semua aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak seperti gizi, kesehatan, Psiko-Sosial dan rangsangan intelektual anak diperhatikan secara simultan selain itu layanan Pendidikan Dini juga sedapat mungkin bisa menjangkau seluruh anak uisa 06 tahun, melalui berbagai Program yang sesuai dengan perkembangan anak dan status social ekonomi orang tuanya. Terintegrasi dalam pengertian ada keterpaduan dengan berbagai pihak (Instansi dan swasta/masyarakat) dalam penangannya.artinya lembagalembaga layanan pengasuh dan Pendidikan Dini yang saat ini sudah ada dimasyarakat perlu lebih diberdayakan dan disinergikan sepertihalnya Posyandu yang tumbuh dan berkembang dipedesaan harus terus dibina dan tingkatkan melalui Posyandu yang

terintegrasi dengan PAUD. Dengan demikian keberadaan prasarana dan sarana layanan pengasuhan dan pendidikan dini yang telah ada dimasyarakat supaya dapat lebih dioptimalkan pemanfaatanya.

Agar layanan terhadap pendidikan dini tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka perlu adanya pedoman yang dapat dijadikan acuan oleh semua pihak yang bergerak pada pendidikan dini. Mengingat kondisi masyarakat yang berbedabeda serta sesuai dengan jiwa otonomi daerah, maka pedoman ini masih bersifat fleksibel.artinya pedoman ini masih sangat terbuka untuk dikembangkan atau disesuaikan berdasarkan kebutuhan, keadaan masyarakat dan kondisi setiap daerah.

Guna mendukung pemerataan dan perluasan layanan pendidikan bagi anak dini usia (06 tahun), pemerintah melalui jalur pendidikan luar sekolah dewasa ini tengah mengembangkan berbagai program layanan pendidikan bagi anak dini usia, antara lain melalui kelompok bermain, penitipan anak dan satuan pendidikan anak dini usia sejenis.dalam upaya pemerataan dan perluasan layanan pendidikan anak dini usia, pemerintah banyak menghadapi tantangan dan permasalahan, khususnya minimnya data yang tersedia atau sudah tidak validnya data yang ada, dan bahkan data yang diperlukan sama sekali tidak tersedia.data dimaksud antara lain adalah : (a) jumlah anak usia 06 tahun disetiap lokasi yang belum memperoleh layanan PADU yang ada; (b) data tentang berbagai lembaga layanan PADU yang ada; (c) jumlah sarana dan prasarana serta fasilitas layanan PADU yang telah ada dan mampu memberikan layanan pendidikan bagi anak dini usia belum adanya data akurat yang dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan kebijakan pelaksanaan program dilapangan merupakan permasalahan yang harus segera diatasi. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dilakukan pendataan terhadap mereka yang akan menjadi sasaran layanan PADU serta terhadap berbagai sarana, prasarana dan fasilitas pendidikan guna mendukung pelaksanaan program mendatang. Kegaitan tersebut akan dilaksanakan oleh proyek PADU yang tersebar pada 30 Propinsi, melalui kegiatan Baseline Survey dan konsolidasi Data Pendidikan Anak Dini Usia, mulai dari tingkat Desa / Kelurahan, Kecamatan , Kabupaten/Kota, Propinsi sampai tingkat Nasional.

Tujuan dilaksanakanya Baseline Survey dan Konsolidasi Data Pendidikan Anak Dini Usia adalah untuk memperoleh kepastian data dan informasi, baik kuantitatif maupun Kualitatif sebagai dasar penyusunan perencanaan program Pendidikan anak dini Usia dalam bentuk pengumpulan, pengolahan dan analisa, dokumnetsi dan publikasi serta peremajaan data yang tepat, cepat, akurat dan mutkahir dan dapat dipercaya serta memperhitungkan kemudahan dalam pelaksanaanya.

Data dasar adalah data pokok yang diperlukan untuk menyusun perencanaan program, yang mencakup data wilayah, data kependudukan, dan data kelembagaan. Baseline Survey dan Konsolidasi Data Pendidikan Anak Dini Usia adalah kegiatan pendataan yang mencakup kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan analisa, dokumentasi dan publikasi, serta peremajaan data.

Lingkup kegiatan Baseline Survey dan Konsolidasi Data Pendidikan Anak Dini Usia adalah, Pengumpulan data, pengolahan dan analisa data dokumentasi dan publikasi data peremajaan data.

Data yang dihasilkan dari kegiatan Baseline Survey dan Konsolidasi Data Pendidikan Anak Dini Usia dimanfaatkan sebagai Bahan penyusunan perencanaan program dalam menyusun perencanaan program data yang diperlukan adalah data dasar, yang diperoleh dari kegiatan Baseline Survey. Bahan penilaian dan pengembangan program sebagai bahan penilai dan pengembangan program, disamping data dasar diperlukan data kemajuan program, yang diperoleh dari kegiatan konsolidasi data.

Penanganan data dinas pendidikan menunjukkan petugas atau membentuk kelompok kerja yang khusus menangani data pendidikan anak dini usia, petugas yang ditunjuk atau kelompok kerja yang dibentuk, disamping menangani pendataan sekaligus menagani informasi pendidikan anak dini usia bagi masyarkat maupun instansi pemerintah lainnya

Pusat data dan Informasi PADU, jika memungkinkan, Dinas Pendidikan dapat meningkatkan kelompok kerja/petugas pendataan menjadi Pusat Data dan Informasi PADU. Pusat Data dan Informasi PADU tersebut diberi tugas khusus untuk menangani data dan informasi pendidikan anak dini usia yang yang ada diwilayah Kabupaten/Kota dan Propinsi.

Bagi pemerintah Daerah yang memiliki Pusat Data dan Informasi PADU dan memikiki alamat serta petugas yang jelas akan mendapatkan bahan informasi PADU terbitan pusat secara teratur. Bagi pemerintah daerah yang secara rutin mengirimkan laporan data ke pusat akan dilibatkan dalam program yang direncanakan pemerintah pusat untuk daerah.

Demikian yang dapat kami sajikan mudah-mudah apa yang menjadi pemikiran untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dimasa datang akan menjadi terwujud, amien. Artikel 2005 PNF.
DIPOSKAN OLEH PNF BATANGHARI DI 09:34:00

PENGELOLAAN PAUD TERINTEGRASI POSYANDU DI POS PAUD TUNAS BANGSA

Ernawati Abstrak Proses pengelolaan Pos PAUD Tunas Bangsa dilakukan secara terorganisir sejak proses pendirian, teknis pembentukan, teknis penyelenggaraan, pelaksanaan kegiatan dan pelaksanaan evaluasi serta dalam pembinaan. Melalui pengelolaan yang terorganisir didapatkan hasil sesuai dengan harapan. Anak didik berkembang semakin kreatif, mandiri, dan berprestasi. Pendidik menjadi lebih kreatif, berprestasi dan memiliki pemahaman PAUD yang meningkat. Peningkatan juga terjadi pada program pembelajaran, sarana prasarana, proses pendanaan, serta pada kegiatan belajar. Pengelola dan pendidik memiliki peran yang sangat besar dalam pengelolaan Pos PAUD. Peran tersebut meliputi menyusun program pembelajaran, melaksanakan program pembelajaran, mengadministrasikan kegiatan lembaga, melakukan evaluasi perkembangan anak, dan melakukan koordinasi dengan berbagai lintas sektor. Kata kunci : Pendidikan, Anak usia Dini, Pos PAUD PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia. Manusia tanpa pendidikan akan menjadi sesosok raga tanpa isi. Dalam agama juga ada hadist Nabi yang mengatakan Tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai keliang lahat. Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia sekolah dasar adalah tidak benar. Bahkan pendidikan yang dimulai pada usia Taman Kanak-kanak pun sebenarnya sudah terlambat. Hasil penelitian di bidang neurologi oleh Osborn, White dan Bloom menyebutkan bahwa pada usia 4 tahun pertama separuh kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Bila pada usia tersebut otak anak tidak mendapat rangsangan yang maksimal, maka potensi otak anak tidak akan berkembang. Pada usia 8 tahun 80% kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Selanjutnya kapasitas kecerdasan anak tersebut akan mencapai 100% setelah berusia sekitar 18 tahun. Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan (golden age) sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia, yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa , sosial emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama. Sehingga upaya pengembangan seluruh potensi anak harus dimulai agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini telah mendorong pemerintah dalam hal ini Direktorat PAUD untuk memfasilitasi terbentuknya lembaga pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan melalui kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan paud sejenis. Hal ini secara resmi tertuang didalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang diperkuat dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.58 tahun 2009 tentang standar pendidikan anak usia dini. Penyelenggaraan PAUD berfungsi membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki

pendidikan selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Salah satu jalur terselenggaranya PAUD adalah jalur pendidikan nonformal. PAUD non formal memiliki peran yang sangat besar dalam membantu pemerintan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Untuk itu, pemerintah hendaknya memberikan perhatian baik terhadap sarana prasarana, pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan, dan memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang kepedulian terhadap PAUD. Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya PAUD. Hal ini sebagaimana terjadi di lingkungan sekitar kita dimana banyak masyarakat yang tidak menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan anak usia dini. Hal ini diperburuk dengan fakta bahwa jumlah lembaga anak usia dini masih sangat kurang. Kondisi ini juga terjadi di Desa Tasikmadu. Berdasarkan data Posyandu Desa Tasikmadu tahun 2010, jumlah anak usia dini seluruhnya 633 anak, dan yang telah terlayani sebesar 193 anak sebagaimana tampak pada tabel berikut: Tabel 1.1. Data jumlah Anak usia Dini Desa Tasikmadu Usia 0 - < 2 th 2 - < 4 th 4 - 6 th Jumlah Jumlah Anak 139 anak 210 anak 284 anak 633 anak Terlayani di PAUD Formal 193 anak 193 anak

Berdasarkan data tersebut, hanya sekitar 35% anak yang mendapat layanan pendidikan di desa Tasikmadu. Keadaan ini jelas sangat mengkhawatirkan mengingat masa ini merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
KAJIAN TEORI

Pengelolaan Pendidikan Sebagaimana telah ditetapkan dalam UUSPN Nomor 20 Tahun 2003 dan PP Nomor 19 Tahun 2005, dan lebih dijabarkan dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 bahwa setiap satuan pendidikan wajib memenuhi standar pengelolaan pendidikan yang berlaku secara nasional, beberapa aspek standar pengelolaan sekolah yang harus dipenuhi adalah meliputi:
1. perencanaan program sekolah meliputi: rumusan visi sekolah, misi sekolah, tujuan sekolah, rencana kerja sekolah. 2. pelaksanaan rencana kerja, yaitu tersedianya pedoman sekolah berupa struktur organisisi sekolah, pelaksanaan kegiatan, bidang kesiswaan, bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran, bidang pendidik dan tenaga kependidikan, bidang sarana dan prasarana, bidang keuangan dan pembiayaan, budaya dan peran serta masyarakat dan kemitraan. 3. Pengawasan dan evaluasi meliputi program pengawasan, evaluasi diri, evaluasi dan pengembangan, evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan, dan akreditasi sekolah. 4. Kepemimpinan sekolah/madrasah yang melakukan kegiatan program pengawasan, evaluasi diri, evaluasi dan pengembangan, evaluasi

pendayagunaan sekolah.

pendidik

dan

tenaga

kependidikan,

dan

akreditasi

5. Sistem informasi manajemen dengan berbasis komputer/internet. (http://agus.blogchandra.com/standar-pengelolaan-pendidikan)

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), adalah suatu tempat pelayanan dalam wilayah kerja tertentu dengan kegiatan terpadu, yang bersifat dari, oleh dan untuk masyarakat secara terpadu dengan program-program dari instansi terkait untuk mencapai tujuan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera atau KKBS. Instansi tersebut melalui Departemen Kesehatan, BKKBN, Depdagri, PKK serta sector lainnya. Posyandu mempunyai dua kegiatan pokok, yaitu penyuluhan dan pelayanan kesehatan. Kegiatan Posyandu mencakup 5 hal pokok, yaitu pendaftaran, penimbangan, pemberian makan tambahan, imunisasi, dan penyuluhan kesehatan Posyandu merupakan kegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan jantung program ini. Tujuan Posyandu adalah memberikan pengetahuan serta membentuk sikap masyarakat tentang masalah yang berkaitan dengan KB, kesehatan, P-4, serta usaha pendataan serta aspek pembangunan lainnya. Sasaran kegiatan Posyandu adalah anak-anak usia balita yang juga merupakan sasaran program PAUD. Pos PAUD Pos PAUD adalah bentuk layanan pendidikan anak usia dini yang penyelenggaraannya diintegrasikan dengan layanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu. Pos PAUD dibentuk atas kesepakatan masyarakat dan dikelola berdasarkan azas gotong rotong, kerelaan, dan kebersamaan. Didalam pelaksanaannya Pos PAUD senantiasa menggunakan prinsip kesederhanaan, murah, mudah dan bermutu. Aspek-aspek dalam pengelolaan Pos PAUD meliputi: 1. Peserta didik Untuk anak usia 0-2 tahun stimulasi dilakukan oleh orangtua dengan dibimbing oleh kader. Kegiatan ini disebut pengasuhan bersama. Untuk anak usia 2-6 tahun stimulasi dilakukan oleh kader. Orangtua diminta menyaksikan. Mereka dikelompokkan menurut usia. Setiap kelompok dibimbing oleh seorang kader. Konsep sederhananya: Bermain bersama anak. 2. Pendidik Pendidik Pos PAUD dapat disebut dengan Kader atau sebutan lain sesuai kebiasaan setempat. Seorang kader minimal lulusan SLTA atau sederajat, menyayangi anak kecil, dan memiliki waktu untuk melaksanakan tugasnya. Kader memiliki tugas dari penyiapan administrasi kelompok, menyiapkan rencana kegiatan anak, menyambut anak dan orang tua, dan memandu anak-anak dalam kegiatan pembukaan. 3. Pengelola Seorang pengelola Pos PAUD dipilih dari masyarakat setempat. Pengelola Pos PAUD minimal terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Pengelola boleh merangkap sebagai kader. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di Pos PAUD, diantaranya bermain, bercerita, bernyanyi, karya wisata, dan sentra.

Pengorganisasian Pos PAUD Pengelolaan Pos PAUD merupakan tanggung jawab para kader PKK. Masing-masing pokja mempunyai peranan dalam proses pengelolaan Pos PAUD, khususnya pada pokja II dan pokja IV. Pokja II khusus menangani tentang pendidikan dan pokja IV tentang kesehatan anak. Pengorganisasian Pos PAUD meliputi kegiatan perencananan, pelaksanaan dan evaluasi yang terdiri dari kegiatan teknis pembentukan Pos PAUD, teknis penyelenggaraan, pelaksanaan/proses kegiatan dan evaluasi serta pembinaan (Direktorat PAUD 2008).
PELAKSANAAN KEGIATAN

Berdasarkan data posyandu Desa Tasikmadu tahun 2010, jumlah anak usia 0 6 tahun pada tahun 2008 mencapai 633 anak. Sebagian besar yaitu sebanyak 440 anak belum mendapat layanan pendidikan. Anak-anak ini berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah dimana kesadaran orangtua tentang pendidikan masih rendah. Kondisi ini diperparah dengan kenyataan bahwa lembaga pendidikan anak usia dini yang ada hanya menerima siswa yang berusia 4 - 6 tahun. Dari permasalahan tersebut diatas, pada tanggal 28 April 2008 Tim Penggerak PKK resmi mendirikan Pos PAUD Tunas Bangsa. Pos PAUD ini menempati sebuah tempat bekas lumbung desa dan bersebelahan dengan Polindes yang menjadi pusat pelayanan Posyandu Desa Tasikmadu. Penentuan lokasi merupakan hasil kesepakatan dengan perangkat desa. Dalam proses pembentukannya, pengelola melakukan koordinasi dengan petugas lapangan, tokoh lingkungan dan pengurus Posyandu untuk bisa memberikan informasi kepada orang tua yang mempunyai anak usia 0-6 tahun tentang pentingnya layanan PAUD. Dan hasilnya didapat 44 anak usia 2-5 tahun ikut bergabung dalam Pos PAUD Tunas Bangsa Tasikmadu. Pengelola juga melakukan rekruitmen pendidik dengan kualifikasi latar belakang pendidikan minimal SLTA/ sederajat, berpengalaman sebagai pendidik, dan sayang kepada anak. Sebagai acuan dalam melangkah, Pos PAUD Tunas Bangsa Desa Tasikmadu merumuskan visi lembaga yaitu mengantarkan anak anak menjadi pribadi cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Visi ini disusun dalam misi yang meliputi melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak, memberikan kegiatan pembelajaran yang membebaskan proses berkembangnya potensi anak sehingga anak semakin cerdas dan kreatif, melakukan pembimbingan dan pengasuhan yang terbaik agar anak mendapat pembelajaran yang terbaik dan berakhlak mulia, melaksanakan kerja sama dengan pihak lain seperti orangtua, dinas pendidikan, dinas kesehatan, Bapemas, Himpaudi serta lintas sektorat terkait lainnya, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar anak usia dini memperoleh pembelajaran dan pengasuhan yang terbaik. Pos PAUD Tunas Bangsa memiliki tujuan yang meliputi :
1. Meningkatkan perluasan akses dan pemerataan memperoleh pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini terutama yang belum siap memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut. 2. Memberi layanan secara keseluruhan bagi anak usia dini yang meliputi pelayanan pendidikan, kesehatan, gizi bagi anak usia dini serta keikutsertaan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak, 3. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam membentuk anak usia dini yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.

Pada proses pendirian, Pos PAUD Tunas Bangsa memilih Posyandu di pos I yang terletak didusun Prambatan RT.02/01 Desa Tasikmadu karena beberapa alasan yaitu jumlah anak yang banyak yaitu 146 anak, lokasi strategis karena bersebelahan dengan polindes, dan tersedia gedung milik desa.

Saat ini, Pos PAUD Tunas Bangsa memiliki gedung sendiri yang berasal dari alokasi dana PNPM mandiri. Gedung terbagi atas 2 ruang dan 1 kamar mandi. Masing - masing ruang berukuran 5 x 7 m2 dan disekat menjadi 2 ruang yang digunakan pembelajaran untuk dua kelompok usia. Sedangkan kamar mandinya berukuran 2 x 2 m2. Pada awal kegiatan, pengelola melakukan identifikasi untuk mengetahui dukungan lingkungan. Pada kegiatan ini didapatkan data:
1. Terdapat anak usia 0-6 tahun yang belum terlayani PAUD sebanyak 440 anak 2. Adanya dukungan dari pengelola PKK desa dan adanya kesediaan 5 orang kader untuk terlibat aktif dalam kegiatan Pos PAUD. 3. Memperoleh dukungan dari orangtua, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pamong desa 4. Mempunyai gedung sendiri yang layak untuk kegiatan pos PAUD. 5. Sumber pembiayaan dari iuran orang tua, donator. Pada awal pembentukan, Pos Paud Tunas Bangsa mempunyai APE yang sangat terbatas. APE tersebut di dapat dari bantuan dinas kesehatan yaitu dari Puskesmas Desa Sumurgung Kec. Palang berupa 1 set APE dalam. Saat ini, tenaga pendidik berusaha melengkapi APE dengan membuat sendiri dari bahanbahan bekas yang ada dilingkungan sekitar. Pos PAUD Tunas bangsa juga mendapat sumbangan APE luar dari masyarakat sekitar dan dari dana rintisan APBD II.

Anak didik di Pos PAUD Tunas Bangsa dikelompokkan berdasarkan usia. Jumlah anak seluruhnya 44 anak. kelompok usia 2-4 tahun terbagi atas 2 kelas, yaitu kelas gembira dan kelas ceria, sedangkan usia 4-5 tahun terbagi atas 2 kelas, yaitu kelas kreatif dan kelas smart. Data anak didik di Pos PAUD Tunas Bangsa tertera dalam tabel berikut: Tabel 3.5. Jumlah peserta didik Pos PAUD Tunas Bangsa Desa Tasikmadu Tahun ajaran 2009-2010 Usia 2 - 3 th 3 - 4 th 4 - 5 th Laki - laki 4 anak 9 anak 10 anak 22 anak Perempuan 3 anak 6 anak 12 anak 21 Anak

Pembiayaan di Pos Paud Tunas Bangsa berasal dari swadaya wali murid yang dilakukan setiap bulan dengan nominal Rp.13.000,- yang digunakan untuk pembelian ATK siswa dan pemberian makanan tambahan setiap hari Jumat pada minggu ke 4. Pos PAUD Tunas Bangsa juga pernah mendapatkan dana rintisan dari APBD II pada Oktober tahun 2008 sebesar Rp. 5.000.000,- .

Program belajar di Pos PAUD Tunas Bangsa menggunakan kurikulum Menu Generic. Keseluruhan proses pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan 6 aspek pengembangan yang meliputi nilai nilai moral dan agama, fisik motorik, bahasa, kognitif, socialemosional, dan seni. Penyusunan rencana kegiatan di Pos PAUD Tunas Bangsa dimaksudkan

sebagai acuan dalam menentukan indikator kemampuan yang ingin dikembangkan, tema kegiatan, jenis main yang akan dilakukan, waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan. Tabel 3.3: Kegiatan pembelajaran HARI WAKTU 07.30 07.45 WIB 07.45 08.00 WIB 08.00 08.30 WIB SENIN , RABU, JUMAT KEGIATAN Penyambutan Anak Pembukaan sambutan pagi Pijakan sebelum bermain Doa sebelum belajar Pembahasan tema Istirahat bersama makan bekal

08.30 09.00 WIB 09.00 09.45 WIB 09.45 10.00 WIB

Pijakan saat bermain Bermain sentra Pijakan setelah bermain Recalling Doa sesudah belajar

Penyusunan kegiatan pembelajaran bulanan dilakukan berdasarkan tema-tema. Pembahasan 1 tema membutuhkan waktu 3 4 minggu. Dalam pelaksanaan kegiatan, Pos PAUD Tunas Bangsa Desa Tasikmadu menggunakan 5 Sentra, yaitu sentra persiapan, sentra pembangunan, sentra ibadah, sentra seni dan kreatifitas, dan sentra main peran. Evaluasi program di Pos PAUD Tunas Bangsa dilakukan terhadap seluruh komponen penyelenggaraan. Kegiatan evaluasi dilakukan secara berkesinambungan, namun belum terjadwal secara rutin. Evaluasi program dilakukan oleh pengelola bersama dengan pendidik. Proses evaluasi kegiatan dilakukan setiap hari selesai proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh proses pembelajaran dan hal hal yang mendukung proses tersebut. Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan dan pengayaan anak didik. Evaluasi perkembangan peserta didik Pos PAUD Tunas Bangsa dilakukan setiap hari dan dilaporkan pada orang tua setiap 6 bulan sekali. Evaluasi dilakukan terhadap semua aspek perkembangan yang tertuang dalam menu generik. Hasil evaluasi di Pos PAUD Tunas Bangsa digunakan untuk perbaikan dan pengayaan anak didik. Selain hal tersebut, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi orang tua untuk memberikan stimulasi sesuai kebutuhan anak di rumah. Selain itu, Pos PAUD Tunas Bangsa juga memberikan laporan secara rutin kepada UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Palang melalui penilik PLS PAUD. Laporan ini disampaikan setiap bulan sekali berkaitan dengan kondisi peserta didik, dan pendidik. Kegiatan pembinaan di Pos PAUD Tunas Bangsa dilakukan oleh unsur UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Palang, dalam hal ini PLS PAUD/Pos PAUD Kecamatan Palang. Pelaksanaannya dilakukan setiap bulan bersamaan dengan pertemuan Himpaudi Kecamatan Palang. Pada awal proses pendirian, Pos Paud Tunas Bangsa Desa Tasikmadu sepenuhnya berada dalam pengelolaan PKK Desa Tasikmadu. Namun dalam perkembangannya, banyak sekali pihak yang ikut mendukung hingga keberadaan Pos PAUD Tunas bangsa dapat berkembang lebih optimal. Beberapa instansi yang memberikan dukungan pada Pos PAUD

Tunas Bangsa adalah dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bapemas, TP PKK Kabupaten, Kesra, Pemerintah Desa, dan Masyarakat. Pos PAUD Tunas Bangsa Tasikmadu telah terlaksana selama 2 tahun dan mengalami perkembangan pada komponen-komponen sebagai berikut : 1. Peserta didik Anak-anak di Pos PAUD Tunas Bangsa menunjukkan perkembangan selama mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari kemandirian, kreatifitas, prestasi yaitu pada tahun 2009 Pos PAUD Tunas Bangsa mendapat predikat terfavorit dalam kontes mewarnai yang diadakan PG AR Rohmah Kecamatan Palang dalam rangka HUT RI. Penilaian ini didasarkan pada kreatifitas dan kemandirian anak dalam mewarnai. Prestasi lainnya adalah Pada tahun 2009 salah seorang anak didik Pos PAUD Tunas Bangsa mendapat predikat 10 terbaik dalam kontes mewarnai yang diadakan PG AR Rohmah Kecamatan Palang dalam rangka HUT RI. 2. Orangtua Selain anak didik, orangtua di Pos PAUD Tunas Bangsa juga memiliki prestasi yaitu pada tahun 2010 wali murid Pos PAUD Tunas Bangsa memenangkan lomba dongeng wali murid dan anak pada HAN tingakat Kabupaten Tuban sebagai juara I dan juara harapan II pada HAN tingkat Propinsi Jawa Timur. 3. Kinerja pendidik (guru / kader / pamong) Pendidik Pos PAUD Tunas Bangsa menunjukkan perkembangan sejak awal terbentuknya lembaga. Hal ini dapat terlihat dari kreatifitas, pemahaman tentang PAUD, prestasi yang meliputi Juara II lomba mendongeng Pendidik se Kab. Tuban tahun 2010, dan Juara I Jambore PTK PNF tingkat Jawa Timur 2010 KESIMPULAN Dalam penyelenggaraan pos PAUD, pengelola dituntut untuk menjalin koordinasi dan hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak yaitu dinas pendidikan, Bapemas, Kesra, Dinas Kesehatan, Himpaudi, Masyarakat sekitar dan lembaga-lembaga lain yang terkait. Program pendidikan usia dini tidak cukup hanya dengan pemberian stimulasi pendidikan tetapi juga harus memberikan layanan pendidikan kesehatan dan gizi. Selain itu lembaga kegiatan usia dini hendaknya juga mempunyai program parenting education sehingga penyelenggaraan pembelajaran disekolah selaras dengan di rumah. Untuk meningkatkan mutu layanan, Pos PAUD membutuhkan dukungan berupa dana, kegiatan peningkatan SDM misalnya pelatihan, workshop, seminar, magang, studi banding, serta lebih menggalakkan sosialisasi kemasyarakat tentang program PAUD. Peran lintas sektoral terkait lainnya perlu ditingkatkan peran sertanya dalam memberikan daya dukung kepada penyelenggaraan program Pos PAUD. Perlunya koordinasi antara berbagai lintas sektor yang menangani anak usia dini sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan secara optimal.

STANDAR PERKEMBANGAN DASAR PAUD


STANDAR PERKEMBANGAN DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI I. PENDAHULUAN A. RASIONAL Pada hakikatnya pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi: (1) pemersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan, dan (3) pengembangan potensi diri. Pendidikan diharapkan dapat memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memberi kesempatan yang sama bagi setiap warga Negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dan memungkinkan setiap warga Negara untuk mengembangkan, potensi yang dimilikinya secara optimal. Sementara itu, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi system pendidikan nasional. Undang-undang tersebut memuat visi, misi, fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta strategi pembangunan pendidikan nasional, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat , dan berdaya saing dalam kehidupan global. Visi pendidikan nasional adalah mewujudkan system pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Misi pendidikan nasional adalah: (1) mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; (2) meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing di tingkat nasional, regional dan internasional; (3) meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global; (4) membantu dan menfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; (5) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas kepribadian yang bermoral; (6) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar yang bersifat nasional dan global; dan (7) mendorong peran serta masyarakat prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indinesia. Anak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia dini (0-6 tahun) merupakan masa keemasan (golden age) dimana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masa awal kehidupan anak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seseorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat (eksplosif). Mengingat pentingnya masa ini, maka peran stimulasi berupa penyediaan lingkungan yang kondusif harus disiapkan oleh para pendidik, baik orang tua, guru, pengasuh ataupun orang dewasa lain yang ada disekitar anak, sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya. Potensi yang dimaksud meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni. Pendidikan anak usia dini diberikan pada awal kehidupan anak untuk dapat berkembang secara optimal. Upaya pengembangan harus dilakukan melalui kegiatan bermain agar tidak membuat anak kehilangan masa bermainnya. Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, bermain juga membantu anak mengenal dirinya, dengan siapa ia hidup, serta lingkungan tempat di mana ia hidup. Melalui bermain anak memperoleh kesempatan untuk berkreasi, bereksplorasi, menemukan, dan mengekspresikan perasaannya. Atas dasar hal tersebut di atas, maka perlu dirumuskan standar kompetensi / standar perkembangan bagi anak usia dini yang dikembangkan berdasarkan karakteristik perkembangan anak agar dapat digunakan oleh para pendidik anak usia dini dalam mengembangkan seluruh potensi anak. B. TUJUAN DAN FUNGSI 1. Tujuan Adanya standar kompetensi perkembangan anak diharapkan dapat membantu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak anak usia dini, meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni, sebagai

persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 2. Fungsi a. Mengetahui perkembangan sikap dan perilaku yang baik sesuai kaidah agama dan norma yang dianut. b. Mengetahui kemampuan sosialisasi dan kemampuan mengendalikan emosi. c. Mengetahui perkembangan kemampuan menolong diri sendiri. d. Mengetahui kemampuan perkembangan bahasa. e. Mengetahui kemampuan daya pikir dan kemampuan untuk memecahkan masalah. f. Mengetahui pertumbuhan fisik dan perkembangan keterampilan motorik dan panca indera. C. RUANG LINGKUP Standar kompetensi pendidikan anak usia dini merupakan seperangkat kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai oleh anak sesuai dengan tahapan usianya. Standar ini dikembangkan berdasarkan aspek perkembangan anak, yang meliputi: Perkembangan moral dan nilai-nilai agama Perkembangan sosial

PUSKESMAS
Latar belakang Pelayanan kesehatan (BKIA, BP, BP4) berjalan sendiri sendiri Keinginan untuk menyatukan payanan kesehatan tingkat pertama Rakernas I di Jakarta th 1968 Puskesmas tingkat desa Puskesmas tingkat kecamatan Puskesmas tingkat kawedanan Puskesmas tingkat kabupaten Rakernas II di Jakarta th 1969 Puskesmas A, dipimpin seorang dokter penuh Puskesmas B, dipimpin oleh dokter tidak penuh Puskesmas C, dipimpin oleh paramedic Rakernas th 1970 Pembagian puskesmas A, B dan C dianggap kurang sesuai. Ditetapkan satu macam puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi satu kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30.000 sampai 50.000 jiwa. Yang dikenal dengan konsep wilayah Berdasarkan Inpres No. 5 tahun 1974 dan No. 4 tahun 1976 konsep wilayah diperkecil menjadi suatu wilayah dengan jumlah penduduk 30.000 jiwa. Tahun 1979 dirintis puskesmas di tingkat desa atau kelurahahan yang memiliki jumlah penduduk 30.000 jiwa. Untuk koordinasi kegiatan di tingkat kecamatan, salah satu ditunjuk menjadi sebagai penanggung jawab dan disebut Puskesmas Kecamatan atau Puskesmas pembina Dan puskesmas yang ada di desa/kelurahan disebut sebagai puskesmas pembantu Definisi Depkes 1991 Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

Fungsi Puskesmas Fungsi Pokok Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat. Membina peran serta masyarakat Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu Cara-cara yang ditempuh 1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. 2. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif. 3. Memberikan bantuan teknis 4. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat 5. Kerjasama lintas sector Program Pokok Puskesmas 1. KIA 2. KB 3. Usaha Kesehatan Gizi 4. Kesehatan Lingkungan 5. Pemberantasan dan pencegahan penyakit menular 6. Pengobatan termasuk penaganan darurat karena kecelakaan 7. Penyuluhan kesehatan masyarakat 8. Kesehatan sekolah 9. Kesehatan olah raga 10. Perawatan Kesehatan 11. Masyarakat 12. Kesehatan kerja 13. Kesehatan Gigi dan Mulut 14. Kesehatan jiwa 15. Kesehatan mata 16. Laboratorium sederhana 17. Pencatatan dan pelaporan dalam rangka SIK 18. Pembinaan pemgobatan tradisional

19. Kesehatan remaja 20. Dana sehat

Satuan Penunjang 1. Puskesmas Pembantu 2. Puskesmas Keliling 3. Bidan desa

Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam rung lingkup wilayah yang lebih kecil Puskesmas Keliling Unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasiserta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas. Memberi pelayanan kesehatan daerah terpencil Melakukan penyelidikan KLB Transport rujukan pasien Penyuluhan kesehatan dengan audiovisual Bidan desa Bagi desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan ditempatkan seorang bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung jawab kepada kepala puskesmas. Wilayah kerjanyadengan jumlah penduduk 3.000 orang \ Tugas utama bidan desa Membina PSM Memberikan pelayanan Menerima rujukan dari masyarakat Micro Planning Pengertian Perencanaan micro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas

untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya Tujuan Umum Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi puskesmas sehingga meningkatkan fungsi puskesmas. Khusus Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangaka waktu 5 tahun secara tertulis. Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas, sebagai penjabaran rencana kerja 5 tahunan. Langkah dalam penyusunan Identifikasi keadaan dan masalah Penyusunan rencana Penyusunan POA Penulisan dokumen pencatatan

Identifikasi keadaan dan masalah Mengetahui kebijakan Mengumpulkan data Data umum Data wilayah Data penduduk Data Sumber daya puskesmas Data status kesehatan Data Cakupan Analisa data Analisa derajat kesehatan Analisa kependudukan Analisa upaya pelayanan kesehatan Analisa perilaku Analisa lingkungan Perumusan masala Penentuan prioritas Delbeq: dengan cara mendiskusikan dengan anggota kelompok dan mendengarkan saran dari nara sumber Hanlon: sistem skoring

Besarnya masalah meniputi Prosentase penduduk yang terkena Biaya per orang/bulan Kerugian Skor 0 -10 Tingkat kegawatan Ganas Urgensi Kecenderungan Skor 0 10 Kemudahan cara penanggunangan Nilai 0,5 1,5 Faktor PEARL Menentukan dapat tidaknya program tersebut dilakukan P: Appropriatness (tepat guna) E: Economic feasibility A: acceptability R: Resourse availability L: Legality Penentuan skor melalui voting 1:ya, 0:tidak Penyusunan rencana kegiatan Perumusan tujuan dan sasaran Perumusan kebijakan dan langkah-langkah Perumusan kegiatan Perumusan sumber daya Penyusunan POA Penjadwalan Penentuan waktu Penentuan lokasi dan sasaran pengorganisasia Pengalokasian sumber daya Dana: sumber, besarnya dan pemanfaatannya

Jenis dan jumlah sarana yang diperlukan Jumlah dan tenaga yang diperlukan Pelaksanaan Persiapan Penggerakan dan pelaksanaan Pengawasan, pengendalian dan penilaian Penulisan dokumen 1. Pendahuluan 2. Keadaan dan masalah 3. Tujuan dan sasaran 4. Pokok kegiatan dan pentahapan 5. Kebutuhan sumber daya 6. Pemantauan dan penilaian 7. Penutup Lokakarya Mini Puskesmas Definisi Upaya untuk menggalang kerjasama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan rencanayang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatan pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatannya. Tujuan Umum Meningkatkan kemampuan tenaga puskesmas bekerja sama dengan tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral. Khusus Terlaksananya kerjasama tim lintas program Terlaksananya kerjasama lintas sektoran dalam rangka pembinaan PSM Terlaksananya rapat kerja bulanan Terlaksananya rapat kerja triwulan dan pembinaan kerjasama lintas Sektoral Ruang lingkup Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggota Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela keberhasilan tim

Komponen Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas Penggalangan kerjasama lintas sektoral Rapat kerja bulanan puskesmas Rapat kerja triwulan lintas sektoral Supervisi Definisi Upaya pengarahan dengan cara mendengar alasan dan keluhan-keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalan yang dihadapi pelaksana, sehingga meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas Tujuan Umum Terselenggaranya upaya kesehatan puskesmas secara berhasil guna dan berdayaguna Khusus Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan pedoman pelaksanaan Kekeliruan dan penyimpangan dalat diluruskan. Meningkatkan mutu pelayanan Meningkatkan hasil pencapaian puskesmas Meningkatkan hasil pencapaian pelayanan puskesmas Ruang lingkup Bimbingan kepala puskesmas kepada pelaksana meliputi: Masukan Sarana dan prasarana Anggaran Keternagaan Perlengkapan administrasi Proses Sesuai pedoman puskesmas Keluaran Cakupan

Bimbingan kepala puskesmas kepada tenaga teknis dan tenaga masyarakat dalam bentuk: 1. Pertemuan dalam puskesmas 2. Kunjungan lapangan 3. Pelaksanaan bimbingan 4. Pengaturan waktu

Puskesmas Di Era Reformasi Latar Belakang 1. Amandemen UUD 45 Pasal 28 Ayat H tentang kewajiban pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan bagi penduduk 2. UU Kesehatan no 23 tahun 1992 3. Tuntutan globalisasi 4. Pergeseran paradigma 5. Kebijakan pembangunan kesehatan dan perkembangan puskesmas Analisa Kekuatan Puskesmas 1. Puskesmas tersebar di seluruh tanah air 2. Keberhasilan puskesmas dalam meningkatkan cakupan 3. Ketersediaan sumberdaya 4. Kepopuleran Puskesmas Analisa Kelemahan Puskesmas 1. Citra puskesmas belum baik 2. Tidak memiliki visi dan misi 3. Tiga fungsi pokok puskesmas belum seimbang 4. Beban kerja belum sesuai dengan sumberdaya 5. Kemitraan dengan stake holder dan share holder masih kurang Peluan Pengembangan 1. Amandemen UUD 45 2. Tuntutan reformasi 3. Kemajuan IPTEK 4. Desentralisasi 5. Kesepakatan Bupati

Ancaman 1. Transisi epidemiologi 2. Pencemaran lingkungan 3. Perubahan peliralu dan gaya hidup masyarakat 4. Kesehatan masih menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Penyebab masalah 1. Kepemimpinan 2. Sarana tidak memadai 3. Beban berlebihan Revitalisasi Puskesmas 1. Meningkatkan kepemimpinan Puskesmas 2. Renovasi sarana dan prasarana 3. Reformasi konsep puskesmas yang sedang berjalan Perbedaan Puskesmas Dulu dan Sekarang Dulu 1. Tidak ada visi 2. Fungsi Pusbangkes Pembinaan PSM Pusyankes 3. Program pokok 4. Berbasis cakupan Sekarang 1. Ada visi 2. Fungsi Pembangunan berwawasan kesehatan Pemberdayaan kel dan mas. Pemberi pelayanan tingkat pertama 3. Basis sarana kesehatan, IPTS, IPKS Pengertian Unit pelaksana kesehatan di wilayah kerja kecamatan atau bagian dari kecamatan

dengan azas: Kewilayahan Peran serta masyarakat Keterpaduan Rujukan Fungsi Puskesmas 1. Pusat penggerakan pembangunan berwawasan kesehatan 2. Pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan 3. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama Pusat penggerakan pembangunan berwawasan kesehatan 1. Menjadi motivator, fasilitator, pemantau pembangunan di wilayah kerjanya 2. Intensif dalam kerjasama lintas sektoral 3. Kemitraan dengan sektor swasta, dunia usaha dan lainnya 4. Fasilitator dalam forum kecamatan sehat Pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga 1. Menggalang potensi masyarakat 2. Memfasilitasi tumbuh kembang Badan Penyantuhn Puskesmas (BPP) dan BPKM. 3. Peduli keluarga, peduli remaja dan peduli lansia Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama 1. Menyediakan pelayanan medik dan kesehatan masyarakat 2. Model pelayanan (statik dan mobile) 3. Peningkatan jenis mutu pelayanan kesehatan 4. Peningkatan sarana pelayanan kesehatan Program Puskesmas 1. Promosi kesehatan 2. Kesehatan lingkungan 3. P2M 4. KIA/KB 5. Perbaikan Gizi 6. Pengobatan dasar 7. Program pengembangan Pembiayaan

Fee for service Pra Upaya APBD Kerjasama Kemitraan Hibah atau Grant Indikator Pencapaian Kecamatan Sehat 1. Indikator lingkungan 2. Indikator perilaku sehat 3. Indikator pelayanan sehat 4. Indikator status kesehatan Indikator Pelaksanaan Fungsi Puskesmas Pembangunan Berwawasan kesehatan (IPTS) Pemberdayaan Masyarakat (UKBM), Kemitraan, BPP. Pemberdayaan keluarga (IPKS) Yankes; cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan IPTS(Indikator Potensi Tatanan Sehat) Tatanan sekolah Tatanan tempat kerja Tatanan tempat umum Indikator yang dipakai PHBS Indikator sekolah sehat Ada air bersih Ada jamban Ada larangan merokok Ada dokter kecil Ada tempat sampah UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) 1. Diutamakan posyandu dan polindes 2. Harus ada informasi berbasis polindes 3. Strata posyandu dinilai setahun sekali IPKS (Indikator Potensi Keluarga Sehat) Ada air bersih

Tersedia jamban saniter Lantai rumah bukan tanah Peserta KB bagi PUS Menimbang balita bagi yang punya bayi Tidah ada anggota keluarga yang merokok Menjadi peserta dana sehat/askes/JPKM IPMS (Indikator Potensi Masyarakat Sehat) 1. Cakupan dan kulitas dari program pokok 2. Cakupan dan kualitas dari program pengembangan

ALL ABOUT POSYANDU.

Posted by iindepok pada April 19, 2008


Pengertian Posyandu teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat, oleh masyarakat dan pelayanan serta pembinaan teknis berencana adalah suatu wadah komunikasi alih masyarakat dari Keluarga Berencana dari untuk masyarakat dengan dukungan dari petugas kesehatan dan keluarga

Tujuan penyelenggara Posyandu 1. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan dan nifas) 2. Membudayakan NKKBS. 3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. 4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.

Pengelola Posyandu. 1. Penanggungjawab umum : Kades/Lurah 2. Penggungjawab operasional : Tokoh Masyarakat 3. Ketua Pelaksana : Ketua Tim Penggerak PKK 4. Sekretaris : Ketua Pokja IV Kelurahan/desa 5. Pelaksana: Kader PKK, yang dibantu Petugas KB-Kes (Puskesmas).

Kegiatan Pokok Posyandu : 1. KIA 2. KB 3. lmunisasi. 4. Gizi. 5. Penggulangan Diare. Pembentukan Posyandu.

a. Langkah langkah pembentukan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan. Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB . Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan prasarana posyandu, biaya posyandu Pemilihan kader Posyandu. Pelatihan kader Posyandu. Pembinaan.

b. Kriteria pembentukan Pos syandu. Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita. c. Kriteria kader Posyandu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Dapat membaca dan menulis. Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat. Mempunyai waktu yang cukup. Bertempat tinggal di wilayah Posyandu. Berpenampilan ramah dan simpatik. Diterima masyarakat setempat.

d. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu. 1. Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader, Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas, dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu : Meja I : Pendaftaran. Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS. Meja V : Pelayanan KB & Kes : Imunisasi

Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus. Pembagian pil atau kondom Pengobatan ringan. Kosultasi KB-Kesehatan

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB). 2. Sasaran Posyandu : a. Bayi/Balita. Ibu hamil/ibu menyusui. WUS dan PUS.

Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi : 1) Kesehatan ibu dan anak : Pemberian pil tambah darah (ibu hamil) Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii dan Agustus) PMT Imunisasi. Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan. Keluarga berencana, pembagian Pil KB dan Kondom. Pemberian Oralit dan pengobatan. Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS baita dan ibu hamil. Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN

1) 2) 3)

S : Semua baita diwilayah kerja Posyandu. K : Semua balita yang memiliki KMS.

D : Balita yang ditimbang. N : Balita yang naik berat badannya. Keberhasilan Posyandu berdasarkan : 1 ) D / S : baik/kurangnya peran serta masyarakat 2) N / D : Berhasil tidaknyaProgram posyandu

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh Kader PKK sedangkan meja V merupakan meja pelayanan para medis (Jurim, Bindes, Perawat clan Petugas KB) f. Dana. Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat.

SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP) Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. OLeh sebab itu Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Konkritnya, pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual. Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat, baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas. Mekanisme Operasional SIP : 1) 2) Pemerintah Desa/kelurahan bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi Posyandu. Pengumpul data dan informasi adalah Tim Penggerak PKK dengan menggunakan instrumen :

a. Catatan ibu hamil, kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok Dasa Wisma (kader PKK) . b. Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. c. Register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. d. Register WUS- PUS alam wilayah ketiga Posyandu bulan Januari s/d Desember.

e. Register Ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. f. Data pengunjung petugas Posyandu, kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas. g. Data hasil kegiatan Posyandu. Catatan : 1. Instrumen/format SIP diatas oleh kader Posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB 2. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan bertanggungjawab dalam hal : a. b. c. Menghimpun data dan informasi dari seluruh Posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan. Menyimpulkan seluruh data dan informasi. Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (Rakorbang).

1. Puskesmas, PPLKB, Kaurbang mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor Posyandu di tingkat kecamatan. 2. Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. Masalah-masalah yang dapat diatasi oleh Pemerintah Tingkat Kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat Kabupaten/Kotamadya sebagai bahan Rakorbang Tingkat ll. STRATA POSYANDU dikelompokkan menjadi 4 : 1. Posyandu Pratama : belum mantap. kegiatan belum rutin. kader terbatas. 2. Posyandu Madya : kegiatan lebih teratur Jumlah kader 5 orang 3. Posyandu Purnama : kegiatan sudah teratur. cakupan program/kegiatannya baik. jumlah kader 5 orang mempunyai program tambahan

4. Posyandu Mandiri : kegiatan secara terahir dan mantap cakupan program/kegiatan baik. memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap. Dari konsep diatas, dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata Posyandu adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Jumlah buka Posyandu pertahun. Jumlah kader yang bertugas. Cakupan kegiatan. Program tambahan. Dana sehat/JPKM.

Posyandu akan mencapai strata Posyandu Mandiri sangat tergantung kepada kemampuan, keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader PKK, LPM sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu.

PEMBINAAN KFSEJAHTERAAN KELUARGA PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggerakan untuk membangun keluarga sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat dan bertujuan membantu pemerintah untuk ikut serta memperbaiki dan membina tata kehidupan dan penghidupan keluarga yang dijiwai oleh Pancasila menuju terwujudnya keluarga yang dapat menikmati keselamatan, ketenangan dan ketentraman hidup lahir dan bathin (keluarga sejahtera). susunan kepengurusan PKK sebagai berikut : Ketua, Wakil Ketua Sekretaris, Wakil Sekretaris. Bendara Wakil Bendahara Ketua Pokja I dan anggota Ketua Pokja II dan anggota. Ketua Pokja III dan anggota. Ketua Pokja IV dan anggota.

Sebagai Ketua disemua tingkatan dijabat secara funsional oleh istri Kepala Pemerintahan Daerah setempat sampai ke tingkat Desa/Kelurahan sedangkan yang menjadi Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara clan anggota adalah dari tokoh masyarakat setempat. Program P.K.K. Tim Penggerak PKK memiliki 10 program pokok PKK sebagai berikut : 1. Penghayatan dan l Pengamanan Pancasila. 2. Gotong royong 3. Pangan 4. Sandang. 5. Perumahan dan tatalaksana rumah tangga. 6. Pendidikan dan keterampilan 7. Kesehatan. 8. Pengembangan kehidupan berkoperasi. 9. Kelestarian lingkungan hidup. 10. Perencanaan sehat. Program tersebut bukan urut-urutan tetapi program yang satu terkait dengan program yang lain dan setiap program dapat berkembang sesuai kemajuan perkembangan pembangunan daerah setempat sehingga 10 program pokok dapat menjadi berbagai kegiatan. 4. Sepuluh (10) program pokok PKK tertuang ke dalam 4 (empat) kelompok kerja (Pokja) yaitu : 1. Kelompok kerja I (Pokja I) membidangi : Penghayatan Pengamalan Pancasila Gotong royong. 2. Kelompok Kerja (Pokja II) membidangi Pendidikan dan keterampilan. Pengembangan kehidupan berkoperasi. 3. Kelompok Kerja (Pokja I) membidangi : Sandang

Pangan Perumahan dan tatalaksana rumah tangga. 4. Kelompok KerjaIV (Pokja IV) membidangi : Kesehatan. Kelestarian lingkungan hidup. Perencanaan sehat. Secara khusus Kelompok Kerja IV (Pokja IV) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan posyandu bersama dengan kader PKK khusus Posyandu serta LPM. Disamping adanya Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan terdapat pula kelompok PKK didusun/lingkungan dan kelompok Dasa Wisma terdiri dari 10 s/d 20 Kepala Keluarga yang ketuanya diangkat dari salah seorang dari 10 atau 20 KK tersebut yang bertugas dalam melaksanakan dan membina kegiatan program Pokok PKK dan pengembangannya dicatat dalam 3 (tiga) buku catatan ketua Kelompok Dasa Wisma yaitu : 1. Buku catatan keluarga mencatat data keluarga secara lengkap. 2. Buku catatan kegiatan keluarga mencatat kegiatan kehidupan keluarga. 3. Buku catatan kelahiran dan kamatian bayi, ibu hamil, ibu meneteki (buteki) dan ibu nifas. Ketiga buku catalan kelompok Dasa Wisma merupakan salah satu format SIP.