Anda di halaman 1dari 7

BAB II PEMBAHASAN

A. Timbulnya Gerakan Reformasi 1998 di Indonesia Reformasi merupakan suatu gerakan yang menghendaki adanya perubahan kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ke arah yang lebi h baik secara konstitusional.Artinya, adanya perubahan kehidupan dala m bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, danb u da ya ya n g l eb i h ba i k, de mo kr a t i s b e r da s a r ka n pr i ns i p k eb eb a s a n, p er s a ma a n,

da npersaudaraan. G er a ka n r ef or ma s i l a h i r s e ba ga i j a wa ba n a t a s kr i s i s ya ng me l a n da b er ba ga i s egi kehidupan. Krisis politik,

ekonomi, hukum, dan krisis sosial merupakan faktor-faktor yang mendorong lahirnya gerakan reformasi. Bahkan, krisis kepercayaan telah menjadi salah satu indikator yang menentukan. Reformasi dipandang sebagai gerakan yang tidak boleh ditawartawar lagi dan karena itu, hampir seluruh rakyat Indonesia mendukung sepenuhnya gerakanreformasi tersebut. D e n ga n s e ma nga t r ef or ma s i , r a kya t I n d on es i a me n gh e nda ki a da ny a p er ga nt i a n kepemimpinan

nasional sebagai langkah awal menuju terwujudnya masyarakat yang adil danma k mu r . P er ga nt i a n k ep e mi mp i na n n a s i ona l di ha r a p ka n da pa t me mp e r ba i k i ke hi du pa n politik, ekonomi, hukum, sosial, dan budaya. Indoenesia harus dipimpin oleh orang yangmemiliki kepedulian terhadap kesulitan dan penderitaan rakyat.

Latar belakang R ef or ma s i mer u pa ka n s ua t u p er uba ha n tatatan p er i k e hi du pa n l a ma ket a t a na n perikehidupan baru yang lebih baik. Gerakan refor masi yang terjadi di Indonesia padatahun 1998 merupakan suatu gerakan yang bertujuan untuk melakukan perubahan

dan pembaruan, terutama perbaikan tatanan perikehidupan dalam bida ng politik, ekonomi,hukum, dan sosial. Dengan demikian, gerakan

reformasi

telah

memiliki

formulasi

ataugagasan

tentang

tatanan

perikehidupan baru menuju terwujudnya Indonesia baru.

Persoalan pokok

yang mendorong atau menyebabkan lahirnya gerakan refor masi a da l a h ke s u l i t a n wa r ga ma s ya r a ka t da l a m me me n u hi ke b ut u ha n p ok ok. H a r ga - ha r ga sembilan bahan pokok (s embako), seperti beras, terigu, minyak goreng, minyak tanah, gula, susu, telur, ikan kering, dan garam mengalami kenaikan yang tinggi. Bahkan, warga masyarakat harus antri untuk membeli sembako itu.Sementara, situasi politik dan kondisi ekonomi Indonesia semakin tidak menentudan tidak terkendali. Harapan

masyarakat akan perbaikan politik dan ekonomi semakin jauh dari kenyataan. Keadaan itu menyebabkan masyarakat Indonesia semakin kritis dantidak percaya terhadap pemerintahan Orde Baru. Pemerintahan Orde Baru dinilai tidak mampu menciptakan kehidupan masyarakatyang adil dalam kema kmuran dan makmur dala m keadilan berdasarkan Pancasila danUUD 1945. Oleh karena itu, tujuan lahirnya gerakan reformasi adalah untuk memperbaikitatanan perikehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kesulitan masyarakat dala m

memenuhi kebutuhan pokok merupakan faktor atau penyebab utama lahirnya gerakan reformasi. Na mun, persoalan itu tidak muncul

secaratiba-tiba. Banyak faktor yang mempengaruhinya, terutama ketidakadilan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan hukum.Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin Presiden Suharto selama 32 tahun, ternyatat i da k k o ns i s t e n da n ko n s ek u en da l a m m el a ks a na k a n c it a -c i t a Orde Ba r u. P a da

a wa l kelahirannya tahun 1966, Orde Baru bertekad untuk menata kehidupan ber masyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. N a m u n d a l a m p e l a k s a n a a n n y a , p e m e r i n t a h a n Or de Baru banyak m e l a k u k a n penyimpangan terhadap nilai-nilai

Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalamUUD 1945 yang sangat merugikan rakyat kecil. Bahkan, Pancasila dan UUD 1945 hanya dijadikan legitimasi untuk mempertahankan kekuasaan. Penyimpangan-penyimpangan itu me l a hi r ka n kr i s i s mu lt i di me ns i on a l ya n g me nj a di p e n y eba b

u mu m l a hi r nya ge r a ka nreformasi, seperti berikut ini:a. Krisis politik K r i s i s p ol i t i k ya ng t er j a di pa da t a hu n 1 9 9 8 mer up a ka n p u nca k da r i b er ba ga i k e b i j a k a n Berba ga i politik p emer i nta ha n politik Or de Baru.

keb ija ka n

ya ng d i k e l u a r k a n

pemeri ntaha n Or de Bar u selalu denga n alasan dala m k e r a n g k a p e la ks a na a n de m o kr a s i P a nc a s i l a . Na mu n ya n g

s e b en a r n ya t er j a di a da l a h da l a mrangka mempertahankan kekuasaa n Presiden Suharto dan kroni-kroninya. Artinya,d e m o k r a s i ya n g

dila ks a na ka n p e mer int a ha n Or de Ba r u bu ka n de mo kr a s i y a n g semestinya, melainkan demokrasi rekayasa.Dengan demikian, yang terjadi bukan demokrasi yang berarti dari, oleh, dan untuk rakyat, melainkan demokrasi yang berarti dari, oleh, dan untuk penguasa. Pada masaOr de Baru, kehidupan politik sangat represif, yaitu adanya tekanan yang kuat dari p e m er i nt a h t er ha d a p pi ha k op os i s i a t a u or a ng- or a ng ya n g b er p i ki r kr it i s . C i r i - ci r i kehidupan politik yang represif, di antaranya: 1. S et i a p or a n g a t a u k e l o mp ok y a ng me ng kr i t i k k eb i j a ka n p e m er i nt a h di t u du h sebagai tindakan subversif (menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia). 2. P el a ks a n a a n L i ma P a ket UU P ol it i k ya ng mel a hi r ka n

de mo kr a s i s emu a t a u demokrasi rekayasa. 3. Terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merajalela dan masyarakattidak memiliki kebebasan untuk mengontrolnya.2 4. Pelaksanaan Dwi F ungsi ABRI yang memasung kebebasan setiap warga negara(sipil) untuk ikut berpartisipasi dalam pemerintahan. 5. Terciptanya masa kekuasaan presiden yang tak terbatas. Meskipun Suharto dipilih menjadi presiden melalui Sidang Umum MPR, tetapipemilihan itu merupakanhasil rekayasa dan tidak demokratis. b. Krisis hukumRekayasa-rekayasa yang dibangun pemerintahan Orde Baru tidak terbatas pada bidang politik. Dalam bidang hukumpun, pemerinta h melakukan int ervensi. Artinya,kekuasaan peradilan harus dilaksanakan untuk melayani kepentingan para penguasadan bukan untuk melayani

masyarakat dengan penuh keadilan.Bahkan, hukum sering dijadikan alat pembenaran dengan para penguasa. Kenyataan 24 itu b e r t e n t a n g a n UUD 1945 yang

ketentuan

pasa

m e n y a t a k a n bahwakehakiman memiliki kekuasaan yang merdeka dan terlepas dari kekuasaan pemerintah (eksekutif). Krisis ekonomi K r i s is mo n et er ya n g me l a nda ne ga r a - ne ga r a Asia T e ngga r a s e ja k J ul i 1 99 6 mempengaruhi perkembangan

perekonomian Indonesia. Ternyata, ekonomi Indonesia tidak mampu menghadapi krisis global yang melanda dunia. Krisis ekonomi Indonesia diawali dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Padatanggal 1 Agustus 1997, nilai tukar rupiah turun dari Rp 2,575.00 menjadi Rp 2,603.00 per dollar Amerika Serikat. Pada bulan Des ember 1997, nila i tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat turun menjadi Rp 5,000.00 per dollar. Bahkan, pada bulan Maret 1998, nilai tukar rupiah terus melemah dan mencapai titik terendah, yaitu Rp 16,000.00 per dollar Krisisekonomi yang melanda Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai kondisi, seperti: 1 . Hutang luar negeri Indonesia yang sangat besar menjadi penyebab terjadinyakrisis ekonomi. Mes kipun, hutang itu bukan sepenuhnya hutang negara, tetapisangat besar pengaruhnya terhadap upaya-upaya untuk mengatasi krisis ekonomi. 2. Industrialisasi, pemerintah Orde Baru ingin menjadikan negara RI sebagai

negaraindustri. Keinginan itu tidak sesuai dengan kondisi nyata masyarakat Indonesia.M a s ya r a ka t I nd o n es ia mer u pa ka n

s e bua h ma s ya r a ka t a gr a r i s de nga n t i ng ka t pendidikan yang sangat rendah (rata-rata). 3. Pemerintahan Sentralistik , pemerintahan Orde Baru sangat sentralistik sifatnyas e hi n gg a s e mu a k e b i j a ka n di t ent u ka n da r i J a ka r t a . Ol e h k a r e na i t u,

p er a na n p e m er i nt a h

pusat

s a nga t

me n ent u ka n

da n

p e m er i nt a h da er a h ha ny a s e b a ga i kepanjangan tangan pemerintah pusat.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Reformasi merupakan gerakan moral untuk menjawab ketidak puasan dankeprihatinan atas kehidupan politik, ekonomi, hukum, dan sosial: 1. Reformasi bertujuan untuk menata kembali kehidupan bermasayarakat, berbangsa,dan bernegara yang lebih baik berdasarkan nilainilai luhur Pancasila. 2. Dengan demikian, hakikat gerakan reformasi bukan untuk

menjatuhkan pemerintahanorde baru, apalagi untuk menurunkan Suharto dari kursi kepresidenan. 3. Namun, karena pemerintahan orde baru pimpinan Suharto dipandang sudah tidak mampu mengatasi persoalan bangsa dan negara, maka Suharto diminta untuk mengundurkan secara legawa dan ikhlas demi perbaikan kehidupan bangsa dannegara Indonesia di masa yang akan datang Gerakan refor masi merupakan sebuah perjuangan karena hasil-hasilnya tidak dapatdinikmati dala m waktu yang singkat. Hal ini dapat dimaklumi karena gerakan refor masimemiliki agenda pembaruan dalam segala aspek kehidupan.Oleh karena itu, semua agenda refor masi tidak mungkin dilaksanakan dala m waktuyang bersamaan dan dalam waktu yang singkat. Agar agenda reformasi dapat dilaksanakandan berhasil dengan baik, maka diperlukan strategi yang tepat, seperti:1. Menetapkan prioritas, yait u

menentukan aspek mana yang harus direformasi lebihdahulu dan aspek mana yang direformasi kemudian.2. Melaksanakan kontrol agar pelaksanaan reformasi dapat tepat.R ef or ma s i ya ng mencapai tujuan dan sasaransecara a ka n ke hi l a ng a n

t i d a k t er ko nt r ol

a r a h, da n ba hka n c e nd er u ng menyimpang dari nor ma-norma hukum. Dengan demikian, cita-cita refor masi yang telah banya k

sekali menimbulkan korban baik jiwa maupun harta akan gagal. Untuk itu, kitasebagi pelajar Indonesia harus dan wajib menjaga kelangsungan reformasi agar berjalansesuai dengan harapan para pahlawan reformasi yang gugur mendahuli kita.