Anda di halaman 1dari 22
Dosen: Prof. DR. Mas bakar, S.H., M.H.
Dosen: Prof. DR. Mas bakar, S.H., M.H.
Dosen: Prof. DR. Mas bakar, S.H., M.H.
Dosen: Prof. DR. Mas bakar, S.H., M.H.
Kajian tentang Konstitusi suatu negara merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar kita dapat belajar

Kajian tentang Konstitusi suatu negara merupakan

hal yang penting untuk dilakukan agar kita dapat

belajar dari negara lain yang telah sukses

menjalankan pemerintahannya, namun mengingat begitu luasnya cakupan tersebut maka pada

kesempatan ini kami membatasi masalah kajian

pada bidang Lembaga Legislatif saja itupun

dibatasi lagi dengan hanya membandingkan

antara negara Indonesia dan Australia.

1. Bagaimana Kedudukan dan fungsi Lembaga Legislatif di Indonesia? 2. Bagaimana Kedudukan dan fungsi Lembaga

1. Bagaimana Kedudukan dan fungsi Lembaga Legislatif di Indonesia?

2. Bagaimana Kedudukan dan fungsi Lembaga Legislatif di Australia?

3. Bagaimana Perbandingan Lembaga Legislatif di Indonesia dan Australia?

1. Bentuk Negaranya; 2. Bentuk Lembaga Legislatif 3. Jumlah Kamar; 4. Pengisian Kamar-kamar;

1.

Bentuk Negaranya;

2.

Bentuk Lembaga Legislatif

3.

Jumlah Kamar;

4.

Pengisian Kamar-kamar;

5.

Bikameral kuat atau Lemah

Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan

Indonesia adalah negara kesatuan

berbentuk republik, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan

sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan

Rakyat (MPR). Indonesia menganut sistem

pemerintahan presidensil, di mana Presiden

berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Fungsi pokok MPR selaku lembaga tertinggi negara adalah menyusun konstitusi negara; mengangkat dan memberhentikan

Fungsi pokok MPR selaku lembaga tertinggi negara adalah

menyusun konstitusi negara; mengangkat dan

memberhentikan presiden/wakil presiden; dan menyusun

Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Fungsi pokok MPR yang disebut di atas dapat berubah

bergantung pada proses amandemen UUD 1945 yang

sedang berlangsung. Jumlah anggota MPR adalah 700

orang, yang terdiri atas 500 anggota DPR dan 200 anggota

Utusan Golongan dan Utusan Daerah, dengan masa

jabatan lima tahun.

Selaku lembaga legislatif, DPR berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan dan bersama-sama dengan pemerintah menyusun

Selaku lembaga legislatif, DPR berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan dan

bersama-sama dengan pemerintah

menyusun Undang-undang. Jumlah anggota

DPR adalah 500 orang, yang dipilih melalui

Pemilihan Umum setiap lima tahun sekali.

Sebagai lembaga negara yang baru dibentuk setelah amandemen UUD, DPD dibentuk dengan fungsi untuk mengakomodasi

Sebagai lembaga negara yang baru

dibentuk setelah amandemen UUD, DPD

dibentuk dengan fungsi untuk mengakomodasi kepentingan daerah

sebagai wujud keterwakilan daerah di

tingkat nasional

1. Gubernur Jenderal (mewakili Ratu) 2. Senate (Majelis Tinggi) 3. The House of Representatives (Majelis

1. Gubernur Jenderal (mewakili Ratu)

2. Senate (Majelis Tinggi)

3. The House of Representatives (Majelis Rendah) & Committee-Committee

bentukan Majelis Rendah.

Persemakmuran Australia adalah sebuah monarki konstitusional dan mempunyai sistem pemerintahan parlementer. Ratu Elizabeth

Persemakmuran Australia adalah sebuah

monarki konstitusional dan mempunyai sistem

pemerintahan parlementer. Ratu Elizabeth II

adalah Ratu Australia, namun tugasnya

sebagai Ratu berbeda dari tugasnya di Britania

Raya. Sang Ratu diwakili oleh seorang

Gubernur Jenderal Australia, yang sendiri

hanya menggunakan kekuatan eksekutifnya melalui nasehat dari Perdana Menteri.

1. Pemerintah Federal (pemerintah nasional atau pemerintah persemakmuran). Berhubungan dengan masalah yang

1.

Pemerintah Federal (pemerintah nasional atau

pemerintah persemakmuran). Berhubungan dengan

masalah yang menyangkut kepentingan nasional

Australia

2.

Pemerintah Negara bagian serta daerah

istimewa (special territory), ada 6 negara bagian

dan 2 teritori. Sebagai komplemen aktifitas

pemerintah nasional

3.

Pemerintahan lokal, secara keseluruhan terdapat 900 pemerintahan lokal yang melaksanakan

seluruh aktifitas kehidupan masyarakat sehari-hari.

1. Legislatif : Parlemen Australia yang terdiri dari Gubernur-Jenderal, Senat, dan Dewan Perwakilan. 2. Eksekutif

1.

Legislatif: Parlemen Australia yang terdiri

dari Gubernur-Jenderal, Senat, dan Dewan

Perwakilan.

2. Eksekutif: Dewan Eksekutif Federal; sang Gubernur-Jenderal dinasehati para

penasehat eksekutif, yang terdiri dari

perdana menteri dan para menteri. Biasanya

Gubernur-Jenderal tidak akan menolak

nasehat- nasehat tersebut.

3. Kejaksaan: Mahkamah Agung Australia dan pengadilan-pengadilan federal lainnya.

Senat berfungsi sebagai wakil rakyat dari berbagai negara bagian dan menjamin adanya persamaan hak bagi

Senat berfungsi sebagai wakil rakyat dari berbagai negara

bagian dan menjamin adanya persamaan hak bagi setiap negara bagian tanpa adanya perbedaan. Selain ketua,

senat juga memilih seorang deputy dan ketua komite yang

berperan pada saat ketua senat berhalangan. Masing-

masing dari 6 negara bagian sebagai six original states

(New South Wales, Victoria, South Australia, Western

Australia, Quensland, dan Tasmania) harus mempunyai 6

senator sampai dilaksanakannya pemilu pada Desember

1949, setelah pemilu Desember 1949 itu terdapat 10

senator dari setiap negara bagian.

1. Majelis bagi Negara-negara bagian ( House of States ), menjaga dan melindungi kepentingan Negara-negara

1.

Majelis bagi Negara-negara bagian (House of States), menjaga

dan melindungi kepentingan Negara-negara bagian.

2.

Majelis peninjauan legislasi pemerintah (House of Review),

a.

Memberikan pendapat kedua (second opinion) terhadap legislasi,

dan memberikan waktu yang seukupnya, sejak dari pengajuan

(dari HoR) sampai persetujuan RUU, kepada kelompok-kelompok

yang berkepentingan dengan RUU tersebut mengetahui dan

memberikan reaksinya.

b.

Memeriksa penyelenggaraan legislasi oleh eksekutif, dan

khususnya mengenai penggunaan peraturan-peraturan dan

petunjuk pelaksanaannya (regulations and ordinances)

c.

Mengajukan RUU yang menyangkut masalah keuangan dan tidak

bersifat controversial.

Secara teoritis, Senat mempunyai kekuasaan yang sama dengan Majelis rendah dalam Undang-undang pengajuan suatu RUU.

Secara teoritis, Senat mempunyai kekuasaan yang sama dengan

Majelis rendah dalam Undang-undang pengajuan suatu RUU.

Sebahagian besar RUU dapat diubah oleh kedua majelis (Senate dan

Dewan Perwakilan (House Of Representative).

Tetapi Senat atau Majelis Tinggi mempunyai beberapa keterbatasan

dalam pengajuan suatu RUU, bila dibandingkan dengan Majelis rendah

yang tidak mempunyai keterbatasan.

Senat tidak diperbolehkan:

1. Mengajukan RUU di bidang keuangan.

2. Mengubah RUU di bidang keuangan atau mengubah

RUU yang berkenaan dengan Anggaran Belanja Negara.

Perbandingan…

Bandingan
Bandingan
Indonesia
Indonesia
Australia
Australia
Bentuk Negara
Bentuk
Negara

Bentuk Negara Indonesia adalah Negara kesatuan

berbentuk Republik dimana

kedaulatan berada

ditangan rakyat dan

dijalankan sepenuhnya

oleh Majelis

Permusyawaratan Rakyat

(MPR). Indonesia

menganut sistem

pemerintahan presidensil dimana presiden sebagai

kepala negara sekaligus

kepala pemerintahan

Australia adalah negara Persemakmuran berbentuk

monarki konstitusional dan

mempunyai sistem pemerintahan parlementer.

Ratu Elizabeth II adalah

Ratu Australia, namun tugasnya sebagai Ratu

berbeda dari tugasnya di

Britania Raya (Inggris). Sang Ratu di Ausralia

diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal, yang

sendiri hanya menggunakan

kekuatan eksekutifnya

melalui nasehat dari

Perdana Menteri.

Perbandingan…

Bandingan
Bandingan
Indonesia
Indonesia
Australia
Australia

1. Majelis Tinggi (Senate)

2. Majelis Rendah (The

House of Representative) ditunjang oleh tiga commitee di senat (Three fold Committee System)

yang dibentuk oleh Majelis

tinggi (senat) guna

1. Majelis

Permusyawaratan

Rakyat (MPR)

2. Dewan Perwakilan

Rakyat. (DPR)

3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Bentuk Lembaga Legislatif
Bentuk
Lembaga
Legislatif

membantu tugas majelis.

Perbandingan…

Bandingan Indonesia Australia Pengisian kamar-kamar Pengisian kamar-kamar dari ketiga majelis dilakukan dengan dari
Bandingan
Indonesia
Australia
Pengisian kamar-kamar
Pengisian kamar-kamar dari ketiga
majelis dilakukan dengan
dari kedua majelis
dilakukan dengan
Pemilihan Umum (PEMILU).
Mekanisnme pengisian jabatan
keanggotaan DPD ini lebih berat
Pemilihan Umum
(PEMILU).
bila dibandingkan dengan
Majelis Tinggi (Senate)
Pengisian
mekanisme pengisian
keanggotaan DPR. Anggota DPD
dan Majelis rendah
(House of
masing-
dipilih dari setiap propinsi melalui
pemilu, anggota DPD dari tiap
Representatives) dipilih
langsung oleh rakyat
masing
propinsi jumlahnya sama dan
Kamar
seluruh anggota DPD tidak lebih
dari sepertiga jumlah anggota
melalui Pemilu dimana
jumlah anggotanya paling
DPR.
tidak dua kali lipat
Dalam pelaksanaan pemilu di
Indonesia pemilih yang memilih
dibanding majelis tinggi
(Senate) Pemilunya
Golput (tidak memilih dengan
sengaja) cukup besar nilai dan
diadakan sekali dalam tiga
tahun. Pemilu di Australia
pengaruhnya.
bersifat wajib,

Perbandingan…

Bandingan Indonesia Australia Bikameral Lemah, Bikameral Lemah, dalam lembaga Legislatif di Secara teoretis Senate
Bandingan
Indonesia
Australia
Bikameral Lemah,
Bikameral Lemah,
dalam lembaga Legislatif di
Secara teoretis Senate
(Majelis tinggi)
Indonesia DPD sama sekali
mempunyai kedudukan
tidak mempunyai kekuasaan
apapun dibidang Legislatif. Bila
yang sama dengan The
House of Representatives
dibandingkan dengan DPR,
DPD hanya memberikan
Bikameral
(Majelis Rendah) dalam
bidang pengajuan RUU.
masukan pertimbangan, usul,
Namun dalam prakteknya
kuat atau
ataupun saran, sedangkan
yang berhak memutuskan
bila dibandingkan dengan
Majelis Rendah, Senate
lemah
adalah DPR, bukan DPD.
Karena itu, keberadaan DPD di
samping DPR tidak dapat
disebut sebagai bikameralisme
tidak dibolehkan
mengajukan RUU
dibidang keuangan,
mengubah RUU dibidang
dalam arti yang lazim.
Karenanya Indonesia termasuk
dalam Bikameral Lemah,
keuangan dan mengubah
RUU terkait dengan
Anggaran Belanja Negara.