Anda di halaman 1dari 23

Mitos Pada Masa Nifas

(Aspek Sosial Budaya Dasar Pada Masa Nifas)

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang majemuk oleh yang memiliki keanekaragaman, ini banyak budaya dan adat istiadat yang terus dijaga masyarakatnya. Dewasa aspek-aspek sosial budaya yang mempengaruhi masyarakat Indonesia. Aspek sendiri untuk sosial memiliki budaya arti pada sebagai bersama masa nifas hal masa suatu pada

yang berkaitan dengan budi dan akal manusia mencapai tujuan sesudah persalinan. Banyak mitos atau aspek social budaya pada masa nifas yang sangat

merugikan namun tak sedikit pula mitos yang memiliki dampak negative. Adapun sosial berbagai pada macam-macam masa nifas aspek baik di budaya

masyarakat desa maupun masyarakat kota 1. Macam-macam aspek sosial budaya pada masa nifas pada masyarakat Pada daun Adapun laut nanas, pada yang masa nifas kota makan nenas, telur, gula dilarang pare, akan

daging, udang, ikan laut dan lele, keong, lembayung, dampak keong, gula buah negative telur, daun merah ibu dan merah, dan makanan yang berminyak. dilarangnya udang, buah makanan ikan pare, yang karena makanan bayi dari mengkonsumsi daging, lembayung, dan dapat

berminyak masa

adalah nifas

merugikan agar ibu

membutuhkan dampak

bergizi sehat

seimbang

dan

menjadi

positif

larangan ini tidak ada.

Setelah melahirkan atau setelah operasi, ibu hanya boleh makan tahu dan tempe tanpa garam atau biasa disebut makan / dengan dibakar ibu ngayep, dan sebelum apabila hanya tanpa karena karena akan dampak dilarang makanan Adapun setelah dapat banyak harus dampak dan minum,

disangan negative atau tahu

dikonsumsi. pada di dan melahirkan operasi tempe

mengkonsumsi adalah

garam dan makanan harus dibakar sebelum di konsumsi dapat pada dapat makanan merugikan luka sehat dan yang luka menghambat dasarnya penyembuhan

mempercepat

penyembuhan

positif dari larangan ini tidak ada. Pada masa nifas, ibu dilarang tidur siang Adapun dampak negative dari dilarangnya seorang ibu tidur siang, ibu menjadi kurang istirahat sedangkan pada masa ini seorang ibu harus kerja cukup istirahat tenaga dan mengurangi tersedia berat karena yang

sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi Pada dan dampak akan dilarangnya seorang ibu untuk tidur siang tidak ada. masa nifas dan saat menyusui, ibu harus puasa, tidak makan makanan yang padat setelah waktu maghrib. Dampak positif : Hal ini dibenarkan karena dalam faktanya masa nifas setelah maghrib dapat menyebabkan penimbunan badan masa nifas itu mengalami lemak,disamping

organ-organ kandungan pada masa nifas belum pulih kembali. Dampak nutrisi berkurang Masa nifas tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari. Dampak positif : tidak ada Dampak karena negative masa : Hal dan ini bayi tidak baru perlu lahir periksa nifas negative sehingga : ibu menjadi ASI kurang menjadii produksi

(pemberian

imunisasi)

harus

kesehatannya 8-30 hari

sekurang-kurangnya

kali

dalam bulan pertama yaitu umur 0-7 hari dan Ibu setelah melahirkan dan bayinya harus dipijat/ diurut, diberi pilis / lerongan dan tapel. Dampak positif : jika pijatannya benar maka peredaran lancar Dampak negative : pijatan yang salah sangat berbahaya karena dapat merusak kandungan. Pilis dan tapel dapat merusak kulit bagi yang tidak kuat / menyebabkan alergi. Masa nifas harus minum abu dari dapur dicampur air, disaring, dicampur garam dan asam diminumkan supaya ASI banyak. Dampak positif : tidak ada Dampak asam negative tidak oleh : karena ibu abu, zat garam gizi dan yang untuk mengandung darah ibu dan bayi menjadii

diperlukan

menyusui

memperbanyak produksi ASI nya.

Masa

nifas

tidak

diperbolehkan

berhubungan intim Dampak positif : dari sisi medis, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini jalan akan menghambat maupun rahim proses ke penyembuhan rahim, yakni dan bentuk lahir involusi kembali

mengecilnya

ukuran semula. Contohnya infeksi atau malah perdarahan. Belum lagi libido yang mungkin memang robeknya belum muncul semisal maupun ataupun pengaruh akan bakal psikologis, hamil lagi. dampak negative : tidak ada. Ibu menyusui akan membuat payudara mengendur Aspek social budaya pada masa nifas pada daerah yang lain : kekhawatiran ketakutan

jahitan

1. 2. 3.

Harus Harus Minum

pakai

sandal

kemana

pun

Bufas

pergi, selama 40 hari. memakai jamu, agar Stagen/udet/centing. rahim cepat kembali (positif) seperti semula. 4. Pakai lulur param kocok seluruh badan, biar capek pada badannya cpat ilang. 5. Tidak boleh bicara dengan keras-keras 6. tiap pagi cepat harus segar mandi dan keramas, peredaran biar darah badannya lancar. 7. kalau tidur/duduk kaki harus lurus. Tidak boleh di tekuk/posisi miring, hal itu dapat mempengaruhi bufas seperti posisi bayi tulang, baru cos tulang melahirkan/mudah

terkena Varises. 8. Harus banyak makanan yang bergizi atau yang mengandung sayur-sayuran. 9. Tidak usah memakai perhiasan, karena dapat mengganggu aktifitas Bayi.

Daftar Pustaka images by google/ibu http://www.scribd.com/doc/39993453/AspekSosial-Budaya-Dalam-Masa-Nifas

Mitos dan Fakta pada Ibu yang telah Melahirkan (Masa Nifas)
June 20th, 2011 admin

Meski masyarakat sudah semakin modern dengan gaya hidup yang semakin berkembang sesuai peradaban jaman, tetapi masih banyak mitos- tentang ibu nifas yang sudah menjadi kepercayaan bagi sebagian besar masyarakat. Kebanyakan mitos yang berkembang malah berdampak buruk bagi kesehatan ibu pada saat pasca melahirkan. Untuk, itulah perlu diungkap beberapa fakta tentang mitos yang sudah salah kapprah berkembang di masyarakat. Mitos : Mobilisasi dini bagi ibu nifas dalam masyarakat awam masih merupakan hal yang tidak biasa dilakukan oleh ibu dalam masa nifas sebab rasa takut akan terjadinya perdarahan dan lepasnya jahitan pada perineum ibu dan rasa sakit yang ditimbulkan. Fakta : Ada banyak manfaat dari mobilisasi dini ini, yaitu ibu akan merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation, dengan bergerak maka otot-otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perutnya menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit, sirkulasi darah menjadi normal dan lancar sehingga risiko terjadinya thrombosis dan tromboemboli dapat dihindarkan. Mitos : Masyarakat Indonesia masih banyak yang mempercayai obat tradisional atau jamu daripada obat yang sudah melalui uji klinis. Fakta : Jamu-jamuan sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu nifas karena dapat menimbulkan efek yang buruk bahkan dapat membahayakan ibu nifas karena jamu yang beredar kebanyakan telah banyak diberi campuran zat lain bahkan zat yang justru berbahaya bagi ibu nifas. Mitos : Di suatu daerah, minggu ke dua pasca melahirkan ibu pantang makan minum beberapa jenis makanan tertentu, biasanya berlansung selama lima bulan atau lebih. Misalnya pantang daging kerbau, daging bebek, dan semua jenis buah-buahan. Fakta : Kebutuhan gizi pada masa nifas meningkat 25% dari kebutuhan biasa karena untuk proses kesembuhan sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup sehingga daging dan buah-buahan sangat dianjurkan bagi ibu untuk kebutuhan protein, mineral, serta vitamin.

Mitos : Selama minggu pertama ibu postpartum diurut oleh dukun beranak dengan menggunakan minyak kelapa pada daerah punggung serta bagian perut ibu yang dipercaya mempercepat penyembuhan. Fakta : Justru dengan pemijatan akan berdampak buruk pada ibu karena mengganggu kontraksi uterus sehingga terjadi perdarahan, menyebabkan disposisi uterus atau ruptur, dan menyebabkan pemulihan (involusi) uterus terganggu. Mitos : Paradigma masyarakat menganggap bahwa berkemih dan defekasi dapat menghambat proses penyembuhan luka setelah melahirkan. Fakta : Kandung kemih harus dikosongkan setelah persalinan agar tidak mengganggu kontraksi uterus sehingga dapat mencegah terjadinya perdarahan. Sedangkan untuk defekasi, secara spontan memang biasanya tertunda selama 2-3 hari setelah ibu melahirkan dikarenakan tonus otot usus menurun selama proses persalinan dan masa pospartum. Untuk itu perlu dilakukan diet teratur agar dapat memperlancar proses defekasi. Mitos : Budaya masyarakat tertentu mensugesti para wanita untuk menggunakan stagen karena dipercaya dapat mengecilkan perut. Fakta : Dari segi kesehatan tidak dianjurkan menggunakan stagen karena stagen tidak memberikan efek positif dalam mengecilkan atau mengencangkan perut karena sifatnya pasif. Mitos : Masih banyak yang menganggap bahwa merawat bayi yang dipisahkan dari ibunya dianggap baik oleh sebagian besar orang. Fakta : Berdasarkan penelitian, disebutkan bahwa memisahkan ibu dan bayi setelah proses persalinan bisa memperbesar timbulnya infeksi nosokomial pada bayi dan mengurangi kontak batin antara ibu dan bayinya.

Angka kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi


oleh: dhi_u Pengarang : syafrudin Summary rating: 2 stars (326 Tinjauan) Kunjungan : 24148 kata:600 Comments : 1

More About : angka kematian ibu nifas di indonesia tahun 201...


Angka kematian Ib

/sort-popular/medicine-and-health/

ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI MASIH TINGGI Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi Jakarta, Kompas - Indonesia masih juga belum mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu (AKI) yang 307 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35 per 1.000 kelahiran hidup. "Itu berarti setiap tahun ada 13.778 kematian ibu atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas yang meninggal karena pelbagai penyebab," kata Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Prof dr Azrul Azwar MPH dalam diskusi panel terkait Hari Kesehatan Sedunia 2005 yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jakarta, Selasa (5/4). Hari Kesehatan Sedunia tahun ini bertema "Ibu Sehat, Anak Sehat Setiap Saat" sehingga angka kematian ibu dan bayi menjadi sorotan. AKI memang telah turun dibandingkan dengan 1990 yang masih 450 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, dilihat kecenderungannya, maka target millennium development goals 125 per 100.000 kelahiran hidup tidak akan tercapai tanpa upaya percepatan. Sedangkan penurunan AKB dan angka kematian balita (Akba) pada kurun waktu yang sama cukup tajam, yaitu AKB dari 51 per 1.000 menjadi 35 per 1.000 kelahiran hidup, dan Akba 82,6 per 1.000 menjadi 46 per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama. Angka kematian bayi baru lahir (neonatal) penurunannya lambat, yaitu 28,2 per 1.000 menjadi 20 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung berkaitan dengan kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan nifas yang tidak tertangani dengan baik dan tepat waktu.

Dari hasil survei (SKRT 2001) diketahui bahwa komplikasi penyebab kematian ibu yang terbanyak adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (eklampsia), infeksi, partus lama, dan komplikasi keguguran. Angka kematian bayi baru lahir terutama disebabkan oleh antara lain infeksi dan berat bayi lahir rendah. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan kondisi kehamilan, pertolongan persalinan yang aman, dan perawatan bayi baru lahir. Pencegahan Kegiatan imunisasi pada bayi harus dipertahankan atau ditingkatkan cakupannya sehingga mencapai Universal Child Immunization (UCI) sampai di tingkat desa. Peningkatan pelaksanaan ASI eksklusif dan peningkatan status gizi serta peningkatan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang jadi modal awal untuk sehat. Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan malaria terutama di daerah endemik perlu ditingkatkan melalui Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM). Kejadian komplikasi pada ibu dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan sehingga pemeriksaan kesehatan pada saat hamil dan kehadiran serta pertolongan tenaga kesehatan yang terampil pada masa persalinan menjadi sangat penting. (LOK) Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1799371-angka-kematian-ibudan-bayi/#ixzz1jmCWphq4

Askeb Nifas
Posted on Juni 5, 2009 by ratihrochmat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan dan kelahiran dianggap sebagai suatu kejadian fisiologis yang pada sebagian besar wanita berakhir dengan normal dan tanpa komplikasi (Departmen of Health, 1993). Pada akhir masa puerperium, pemulihan persalinan secara umum dianggap telah lengkap. Pandangan ini mungkin terlalu optimis. Bagi banyak wanita, pemulihan adalah sesuatu yang berllangsung terjadi dan menjadi seorang ibu adalah proses fisiologis yang normal. Namun, beberapa studi terbaru mengungkapkan bahwa masalah-masalah kesehatan jangka panjang yang terjadi setelah melahirkan adalah masalah yang banyak ditemui (Hillan, 1992b; glazener et al. 1993; bick dan MacArthur, 1995a) dsan dapat berlangsung dalam waktu lama (macArthur et al. 1991). Pengetahuan menyeluruh tenytang perubahan fisiologis dan psikologis pada masa puerperium adalah sangat penting jika bidan menilai status kesehatan ibu secara akurat dan memastikan bahwa pemulihan sesuai dengan standar yang diharapkan. Hal yang sama pentingnya adalah menyadari potensi morbiditas pascapartum dalam jangka panjang dan factor-faktor yang berhubungan dengannnya seperti obstetric, anestesi dan factor social. B. Tujuan Penulisan a. Mengetahui perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada system musculus atau otot pada ibu nifas. b. Mengetahui perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada system skeleton atau rangkapada ibu nifas. c. Mengetahui masalah system musculoskeletal pada ibu nifas d. Mengetahui intervensi yang diberikan pada ibu nifas yang berhubungan dengan masalah system musculoskeletal. C. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan C. Sistematika Penulisan BAB II KONSEP DASAR A. Definisi Nifas B. Perubahan Fisiologis Pada Ibu Nifas C. Beberapa Gejala Musculoskeletal Yang Timbul Pada Pascapartum D. Intervensi dalam Menghadapi Perubahan Fisiologi Pada Pascapartum BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA BAB II ISI

A. Definisi Nifas Periode pascapartum ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. Periode ini kadang-kadang disebut puerperium atau trimester ke empat kehamilan. Perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas, walaupun dianggap normal, di mana proses-proses pada kehamilan berjalan terbalik. Banyak factor, termasuk tingkat energi, tingkat kenyamanan, kesehatan bayi baru lahir, dan perawatan serta dorongan semangat yang diberikan tenaga kesehatan professional ikut membentuk respons ibu terhadap bayinya selama masa ini. Untuk memberi perawatan yang menguntungkan ibu, bayi, dan keluarganya, seorang perawat harus mampu memanfaatkan pengetahuannnya tentang anatomi dan fisiologi ibu pada periode pemulihan. B. Perubahan Fisiologi Ibu Nifas pada Sistem Muskuloskeletal 1. Afterpains Pada primipara, tonus uterus meningkat sehingga fundus pada umumnya tetap kencang. Relaksasi dan kontraksi yang periodic sering dialami multipara dan sering menimbulkan nyeri yang bertahan sepanjang masa awal puerperium. Rasa nyeri setelah melahirkan ini lebih nyata setelah ibu melahirkan, di tempat uterus terlalu teregang (misalnya pada bayi besar dsan kembar). Menyusui dan oksitoksin tambahan biasnya sering meningkatkan nyeri ini karena keduanya merangsang kontraksi uterus. 2. Topangan Otot Panggul Struktur penopang uterus dan vagina bisa mengalami cidera sewaktu meahirkan dan masalah ginekologi dapat timbul di kemudian hari. Jaringan penopang dasar panggul yang terobek atau teregang saat ibu melahirkan memerlukan waktu sampai enam bulan untuk kembali ke tonus semula. Istilah relaksasi panggul berhubungan dengan pemanjangan dan melemahnya topangan permukaan struktur panggul. Struktur ini terdiri atas uterus, dinding vagina posterior atas,, uretra, kandung kemih, dan rectum. 3. Abdomen Dalam dua minggu setelah melahirkan, dinding abdomen wanita itu akan rileks. Diperlukan sekitar enam minggu untuk dinding abdomen kembali ke keadaan sebelum hamil. Pengembalian tonus otot bergantung pada kondisi tonus sebelum hamil, latihan fisik yang tepat, dan jumlah jaringan lemak. Pada keadaan tertentu dengan atau tanpa ketegangan yang berlebihan, seperti bayi besar atau hamil kembar, otot-otot dinding abdomen memisah, disebut diastasis rekti abdominis. Apabila menetap, defek ini dapat dirasa mengganggu pada wanita, tetapi penanganan melalui upaya bedah jarang dibutuhkan. 4. Uretra dan Kandung Kemih Rasa nyeri pada panggul yang timbul akibat dorongan saat melahirkan, laserasi vagina, atau episiotomi menurunkan atau mengubah reflek berkemih. Distensi kandung kemih yang muncul segera setelah melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebih karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi dengan baik. Pada masa pascapartum tahap lanjut, distensi yang berlebihan ini dapat menyebabkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga menggganggu proses berkemih. Apabila terdapat distensi berlebih pada kandung kemih dalam jangka waktu lama, dinding kandung kemih dapat mengalami kerusakan lebih lanjut (atoni). Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat, tonus kandung kemih biasanya akan pulih kembali dalam lima sampai tujuh hari setelah bayi lahir. 5. Rongga Panggul Ligamen, fasia, dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke

belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligament rotundum menjadi kendor. Stabilisasi secara sempurna terjadi pada 6-8 minggu setelah persalinan. Sebagai akibat putusnya serat-serat elastic kulit dan distensi yang berlangsung lama akibat besarnya uterus pada saat hamil, dinding abdomen masih lunak dan kendur untuk sementara waktu. Pemulihan ini dapat dibantu dengan latihan. C. Beberapa Gejala Muskuloskeletal Yang Timbul Pada Masa Pascapartum Terdapat beberapa gejala musculoskeletal yang dapat terjadi pada periode pascapartum, diantaranya adalah: 1. Nyeri Punggung Nyeri punggung adalah gejala pascapartum jangka panjang yang sering terjadi. Mekanisme yang menghasilkan nyeri punggung yang dihipotesis oleh beberapa ahli peneliti adalah ketegangan postural pada system musculoskeletal akibat posisi pada saat persalinan. Nyeri punggung umumnya tidak berat. 2. Sakit Kepala, Sakit pada leher dan Nyeri pada bahu Sakit kepala jangka pendek yang timbul setelah persalinan terjadi selama minggu pertama pascapartum dan mengalami migren dalam tiga bulan setelah melahirkan yang berlangsung selama enam minggu. Sakit kepala pascapartum sangat menyakitkan, timbul beberapa kali dalam satu minggu dan memengaruhi aktivitas. Sakit kepala akibat fungsi postdural pada wanita yang mendapat anastesi epidural atau spinal harus dimonitor. Sakit pada leher dan nyeri bahu jangka panjang telah dilaporkan timbul setelah pemberian anastesi umum. D. Intervensi Dalam Menghadapi Perubahan Fisiologi Masa Nifas 1. Rasa Nyaman Kebanyakan Ibu mengalami nyeri segera setelah mengalami persalinan.Penyebab umum nyeri meliputi nyeri pasca melahirkan sampai pembesaran payudara. Intervensi yang dapat dilakukan diantaranya dengan memberikan kompres hangat ,distraksi, membayangkan sesuatu, sentuhan terapiutik, relaksasidan interaksi dengan baik bisa mengurangi nyeri yang ditimbulkan kontraksi rahim. Intervensi lain yang bisa diberikan adalah dengan pemberian obat analgesik. Bila wanita mengeluh tentang adanya afterpains,dapat diberi analgetika atau sedatifa supaya ia dapat beristirahat atau tidur. 2. Istirahat Intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan cara menggosok-gosok punggung, tindakan lain yang dapat memberi kenikmatan selama beberapa malam pertama setelah melahirkan. 3. Ambulasi Intervensi ini bermanfaat untuk mengurangi insiden tromboembolisme dan mempercepat pemulihan kekuatan ibu. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Periode pascapartum ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. 2. Pada primipara, tonus uterus meningkat sehingga fundus pada umumnya tetap kencang. Relaksasi dan kontraksi yang periodic sering dialami multipara dan menimbulkan rasa nyeri. 3. Jaringan penopang dasar panggul yang terobek atau teregang saat ibu melahirkan memerlukan waktu sampai enam bulan untuk kembali ke tonus semula. Istilah relaksasi panggul berhubungan

dengan pemanjangan dan melemahnya topangan permukaan struktur panggul. 4. Pengembalian tonus otot-otot dinding perut bergantung pada kondisi tonus sebelum hamil, latihan fisik yang tepat, dan jumlah jaringan lemak. 5. Distensi kandung kemih yang muncul segera setelah melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebih karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi dengan baik. Pada masa pascapartum tahap lanjut, distensi yang berlebihan ini dapat menyebabkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga menggganggu proses berkemih. 6. Ligamen, fasia, dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang 7. Intervensi yang dapat diberikan kepada ibu yang mengalami perubahan pada masa nifas diantaranya adalah intervensi yang dapat mmberikan rasa nyaman,istirahat dan ambulasi. B. SARAN Lakukan kompres hangat,istirahat dan ambulasi untuk meringankan rasa nyeri atau berkunjung ke dokter untuk mendapatkan obat analgesic. DAFTAR PUSTAKA Bobak,dkk.2005.Buku Ajar Keperawatan Maternitas.Jakarta.:EGC Prawirohardjo,Sarwono.2006.Ilmu Kebidanan.Jakarta:FKUI Handerson,Cristine.2005.Buku Ajar Konsep Kebidanan.Jakarta:EGC

Home > Askeb III (Nifas) > Kebutuhan Dasar Ibu Nifas: Nutrisi dan Cairan

Kebutuhan Dasar Ibu Nifas: Nutrisi dan Cairan


Nov 30, 2010 No Comments by lusa

Ibu nifas memerlukan nutrisi dan cairan untuk pemulihan kondisi kesehatan setelah melahirkan, cadangan tenaga serta untuk memenuhi produksi air susu. Ibu nifas dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan akan gizi sebagai berikut:

1. Mengkonsumsi makanan tambahan, kurang lebih 500 kalori tiap hari 2. Makan dengan diet gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral 3. Minum sedikitnya 3 liter setiap hari 4. Mengkonsumsi tablet besi selama 40 hari post partum 5. Mengkonsumsi vitamin A 200.000 intra unit

Zat-zat yang dibutuhkan ibu pasca persalinan antara lain:


1. Kalori 2. Protein 3. Kalsium dan vitamin D 4. Magnesium 5. Sayuran hijau dan buah 6. Karbohidrat kompleks 7. Lemak 8. Garam 9. Cairan 10.Vitamin 11.Zinc 12.DHA

Kalori Kebutuhan kalori pada masa menyusui sekitar 400-500 kalori. Wanita dewasa memerlukan 1800 kalori per hari. Sebaiknya ibu nifas jangan mengurangi kebutuhan kalori, karena akan mengganggu proses metabolisme tubuh dan menyebabkan ASI rusak. Protein Kebutuhan protein yang dibutuhkan adalah 3 porsi per hari. Satu protein setara dengan tiga gelas susu, dua butir telur, lima putih telur, 120 gram keju, 1 gelas yoghurt, 120-140 gram ikan/daging/unggas, 200-240 gram tahu atau 5-6 sendok selai kacang. Kalsium dan vitamin D Kalsium dan vitamin D berguna untuk pembentukan tulang dan gigi. Kebutuhan kalsium dan vitamin D didapat dari minum susu rendah kalori atau berjemur di pagi hari. Konsumsi kalsium pada masa menyusui meningkat menjadi 5 porsi per hari. Satu setara dengan 50-60 gram keju, satu cangkir susu krim, 160 gram ikan salmon, 120 gram ikan sarden, atau 280 gram tahu kalsium. Magnesium Magnesium dibutuhkan sel tubuh untuk membantu gerak otot, fungsi syaraf dan memperkuat tulang. Kebutuhan megnesium didapat pada gandum dan kacang-kacangan. Sayuran hijau dan buah

Kebutuhan yang diperlukan sedikitnya tiga porsi sehari. satu porsi setara dengan 1/8 semangka, 1/4 mangga, cangkir brokoli, wortel, -1/2 cangkir sayuran hijau yang telah dimasak, satu tomat. Karbohidrat kompleks Selama menyusui, kebutuhan karbohidrat kompleks diperlukan enam porsi per hari. Satu porsi setara dengan cangkir nasi, cangkir jagung pipil, satu porsi sereal atau oat, satu iris roti dari bijian utuh, kue muffin dari bijian utuh, 2-6 biskuit kering atau crackers, cangkir kacangkacangan, 2/3 cangkir kacang koro, atau 40 gram mi/pasta dari bijian utuh. Lemak Rata-rata kebutuhan lemak dewasa adalah 41/2 porsi lemak (14 gram perporsi) perharinya. Satu porsi lemak sama dengan 80 gram keju, tiga sendok makan kacang tanah atau kenari, empat sendok makan krim, secangkir es krim, buah alpukat, dua sendok makan selai kacang, 120140 gram daging tanpa lemak, sembilan kentang goreng, dua iris cake, satu sendok makan mayones atau mentega, atau dua sendok makan saus salad. Garam Selama periode nifas, hindari konsumsi garam berlebihan. Hindari makanan asin seperti kacang asin, keripik kentang atau acar. Cairan Konsumsi cairan sebanyak 8 gelas per hari. Minum sedikitnya 3 liter tiap hari. Kebutuhan akan cairan diperoleh dari air putih, sari buah, susu dan sup. Vitamin Kebutuhan vitamin selama menyusui sangat dibutuhkan. Vitamin yang diperlukan antara lain:
1. Vitamin A yang berguna bagi kesehatan kulit, kelenjar serta mata. Vitamin A terdapat dalam telur, hati dan keju. Jumlah yang dibutuhkan adalah 1,300 mcg. 2. Vitamin B6 membantu penyerapan protein dan meningkatkan fungsi syaraf. Asupan vitamin B6 sebanyak 2,0 mg per hari. Vitamin B6 dapat ditemui di daging, hati, padi-padian, kacang polong dan kentang. 3. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Terdapat dalam makanan berserat, kacang-kacangan, minyak nabati dan gandum.

Zinc (Seng) Berfungsi untuk kekebalan tubuh, penyembuhan luka dan pertumbuhan. Kebutuhan Zinc didapat dalam daging, telur dan gandum. Enzim dalam pencernaan dan metabolisme memerlukan seng. Kebutuhan seng setiap hari sekitar 12 mg. Sumber seng terdapat pada seafood, hati dan daging. DHA DHA penting untuk perkembangan daya lihat dan mental bayi. Asupan DHA berpengaruh langsung pada kandungan dalam ASI. Sumber DHA ada pada telur, otak, hati dan ikan. Referensi Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 97-115). Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 71-76).

Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 101-118). blogs.unpad.ac.id/lidyasuhana/files/2010/04/Kebutuhan-dasar-ibu-nifas-PTM-6.pdf diunduh tgl 21 okt.2010,10.11 AM bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/kebutuhan-dasar-ibu-nifas-dan-menyusui.html diunduh tgl 21 okt.2010,10.13 AM tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/kebutuhan-dasar-ibu-nifas.html diunduh tgl 21 okt.2010,10.14 AM

Kata Kunci
gizi ibu nifas, nutrisi ibu nifas, Ibu nifas, kebutuhan ibu nifas, gizi pada ibu nifas, kebutuhan gizi ibu nifas, nutrisi pada ibu nifas, nutrisi dan cairan, nutrisi dan cairan pada ibu nifas, gizi untuk ibu nifas, kebutuhan nutrisi pada ibu nifas, kebutuhan kalori ibu nifas, gizi pada masa nifas, KEBUTUHAN GIZI PADA MASA NIFAS, nutrisi masa nifas, Nutrisi pada masa nifas, nutrisi bagi ibu nifas, nutrisi pada ibu post partum, nutrisi ibu masa nifas, tujuan perubahan fisiologis masa nifas, kebutuhan pada ibu nifas, vitamin a pada ibu nifas, kebutuhan nutrisi masa nifas, askeb iii masa nifas, kebutuhan nutrisi post partum.

KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS


Posted on 18:22 No Comments Label: Kebidanan Periode post partum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali ke keadaan tidak hamil. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas, maka ibu nifas membutuhkan diet yang cukup kalori dan protein, membutuhkan istirahat yang cukup dsb. Kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan ibu nifas antara lain: 1. Kebutuhan nutrisi dan cairan Ibu nifas membutuhkan nutrisi yang cukup, bergizi seimbang, terutama kebutuhan protein dan karbohidrat. Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari, (ibu harus mengkonsumsi 3 sampai 4 porsi setiap hari) Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui) Pil zat besi harus diminum, untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya.

2. Kebutuhan Ambulasi Sebagian besar pasien dapat melakukan ambulasi segera setelah persalinan usai. Aktifitas tersebut amat berguna bagi semua sistem tubuh, terutama fungsi usus, kandung kemih, sirkulasi dan paru-paru. Hal tersebut juga membantu mencegah trombosis pada pembuluh tungkai dan membantu kemajuan ibu dari ketergantungan peran sakit menjadi sehat. Aktivitas dapat dilakukan secara bertahap, memberikan jarak antara aktivitas dan istirahat. 3. Kebutuhan Eliminasi : BAB/BAK Kebanyakan pasien dapat melakukan BAK secara spontan dalam 8 jam setelah melahirkan. Selama kehamilan terjadi peningkatan ektraseluler 50%. Setelah

melahirkan cairan ini dieliminasi sebagai urine. Umumnya pada partus lama yang kemudian diakhiri dengan ektraksi vakum atau cunam, dapat mengakibatkan retensio urine. Bila perlu, sebaiknya dipasang dower catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot kandung kencing. Dengan demikian, jika ada kerusakankerusakan pada otot-otot kandung kencing, otot-otot cepat pulih kembali sehingga fungsinya cepat pula kembali. Buang air besar (BAB) biasanya tertunda selama 2 sampai 3 hari setelah melahirkan karena enema prapersalinan, diit cairan, obat-obatan analgesik selama persalinan dan perineum yang sakit. Memberikan asupan cairan yang cukup, diet yang tinggi serat serta ambulasi secara teratur dapat membantu untuk mencapai regulasi BAB. 4. Kebersihan diri/perineum Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman pada ibu. Anjurkan ibu unutuk menjaga kebersihan diri dengan cara mandi yang teratur minimal 2 kali sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal.. Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi, meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci bagian depan, baru kenudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci tangan. Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika. 5. Kebutuhan Istirahat Ibu nifas memerlukan istirahat yang cukup, istirahat tidur yang dibutuhkan ibu nifas sekitar 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang hari. 6. Hubungan Seksual Hubungan seksual dapat dilakukan dengan aman ketika luka episiotomi telah sembuh dan lokea telah berhenti. Hendaknya pula hubungan seksual dapat ditunda sedapat mungkin sampai 40 hari setelah persalinan, karena pada waktu itu diharapkan organ-organ tubuh telah pulih kembali. Ibu mengalami ovulasi dan mungkin mengalami kehamilan sebelum haid yang pertama timbul setelah persalinan. Untuk itu bila senggama tidak mungkin menunggu sampai hari ke-40, suami/istri perlu melakukan usaha untuk mencegah kehamilan. Pada saat inilah waktu yang tepat untuk memberikan konseling tentang pelayanan KB. 7. Latihan senam nifas Pada saat hamil otot perut dan sekitar rahim serta vagina telah teregang dan melemah. Latihan senam nifas dilakukan untuk membantu mengencangkan otototot tersebut. Hal ini untuk mencegah terjadinya nyeri punggung dikemudian hari dan terjadinya kelemahan pada otot panggul sehingga dapat mengakibatkan ibu

tidak bisa menahan BAK. Latihan senam nifas yang dapat dilakukan antara lain : 1. Senam otot dasar panggul (dapat dilakukan setelah 3 hari pasca persalinan) Langkah-langkah senam otot dasar panggul: Kerutkan/ kencangkan otot sekitar vagina, seperti kita menahan BAK selama 5 detik, kemudian kendorkan selama 3 detik, selanjutnya kencangkan lagi. Mulailah dengan 10 kali 5 detik pengencangan otot 3 kali sehari Secara bertahap lakukan senam ini sampai mencapai 30-50 kali 5 detik dalam sehari. 2. Senam otot perut ( dilakukan setelah 1 minggu nifas) Senam ini dilakukan dengan posisi berbaring dan lutut ttertekuk pada alas yang datar dan keras. Mulailah dengan melakukan 5 kali per hari untuk setiap jenis senam di bawah ini. Setiap minggu tambahkan frekuensinya dengan 5 kali lagi, maka pada akhir masa nifas setiap jenis senam ini dilakukan 30 kali. Langkah-langkah senam otot perut : a. Menggerakkan panggul Ratakan bagian bawah punggung dengan alas tempat berbaring. Keraskan otot perut/panggul, tahan sampai 5 hitungan, bernafas biasa. Otot kembali relaksasi, bagian bawah ounggung kembali ke posisi semula. b. Bernafas dalam Tariklah nafas dalam-dalam dengan tangan diatas perut. Perut dan tangan diatasnya akan tertarik keatas. Tahan selama 5 detik. Keluarkan nafas panjang. Perut dan tangan diatasnya akan terdorong kebawah. Kencangkan otot perut dan tahan selama 5 detik. c. Menyilangkan tungkai Lakukan posisi seperti pada langkah A Pada posisi tersebut, letakkan tumit ke pantat. Bila hal ini tak dapat dilakukan, maka dekatkan tumit ke pantat sebisanya. Tahan selama 5 detik, pertahankan bagian bawah punggung tetap rata. d. Menekukkan tubuh Lakukan posisi seperti langkah A Tarik nafas dengan menarik dagu dan mengangkat kepala. Keluarkan nafas dan angkat kedua bahu untuk mencapai kedua lutut. Tahan selama 5 detik. Tariklah nafas sambil kembali ke posisi dalam 5 hitungan. e. Bila kekuatan tubuh semakin baik, lakukan sit-up yang lebih sulit. Dengan kedua lengan diatas dada Selanjutnya tangan di belakang kepala Ingatlah untuk tetap mengencangkan otot perut

Bagian bawah punggung tetap menempel pada alas tempat berbaring. Catatan : Bila ibu merasa pusing, merasa sangat lelah atau darah nifas yang keluar bertambah banyak, ibu sebaiknya menghentikan latihan senam nifas. Mulai lagi beberapa hari kemudian dan membatasi pada latihan senam yang dirasakan tidak terlalu melelahkan. (dikumpulkan dari berbagai sumber dan catatan kuliah)