Anda di halaman 1dari 16

Organizational Behavior

Organisasi Informal M-10

Tony Soebijono

Kelompok / Group
A collection of people Kelompok didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung antara satu dengan yang lain, yang bersama-sama ingin mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Tony Soebijono

Bentuk kelompok
FORMAL Terdiri dari kelompok tugas dan kelompok kerja yang merupakan bagian dari struktur organisasi. Dalam kelompok formal, prilaku yang ditunjukkan seseorang ditentukan dan diarahkan untuk tujuan organisasi.

KELOMPOK

INFORMAL

Merupakan aliansi yang tidak tersetruktur atau tidak ditetapkan secara organisasional. Kelompok ini terbentuk secara alamiah sebagai suatu tanggapan terhadap kebutuhan untuk mengadakan kontak sosial.

Tony Soebijono

Kelompok formal
Terdiri dari subklasifikasi kelompok perintah (command group) dan kelompok tugas (task group). Kelompok perintah yang terdiri dari para bawahan yang melapor langsung pada manajer tertentu. Contoh seorang kepala sekolah dan dua belas guru membentuk suatu kelompok perintah. Kelompok tugas juga ditentukan secara organisasional, mewakili orangorang yang bekerjasama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, yang keanggotaannya tidak terbatas pada hierarki dari atasan langsungnya.

Tony Soebijono

Kelompok informal
Terbentuknya suatu kelompok informal dapat ditimbulkan oleh banyak faktor, diantaranya: adanya rasa kebersamaan, adanya identifikasi diri, adanya pengertian - perhatian dari sesama anggota kelompok, adanya tingkah laku yang dapat diterima, adanya kesempatan untuk berinisiatif dan berkreatif, adanya bantuan dari sesama anggota dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya dan adanya perlindungan terhadap semua anggota kelompok. Terdiri dari kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok persahabatan (frienship group).

Tony Soebijono

Fungsi yang dilaksanakan kelompok informal:


1. Menetapkan, memperkuatkan dan meneruskan norma-norma dan nilai sosial budaya penting para anggota kelompok. 2. Memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi dan bantuan terhadap tugas manajer. 3. Menstimulasi komunikasi efektif dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan 4. Memberikan kepuasan dan status sosial kepada anggota yang tidak dapat diberikan organisasi formal.

Tony Soebijono

Sifat pemimpin kelompok informal


1. EMPATI (Empathy) = Kemampuan seseorang ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain. 2. ANGGOTA KELOMPOK (Group membership) = Dapat diterima oleh kelompok. = Dia adalah milik kelompok. 3. BIJAKSANA / PENUH PERTIMBANGAN (Considerate) = Peduli / Memperhatikan kepentingan anggota- anggota kelompok lainnya. 4. LINCAH (Surgency) = Penggembira (Cheerful) = Bersemangat (Enthusiastic) = Suka bicara (Talkful) = Dinamis (Dynamic) 5. BEREMOSI STABIL (Emotional stability) = Bertemperamen tenang (Even tempered)

Tony Soebijono

6. BERKEINGINAN MEMIMPIN : = Karena bersifat sukarela, maka seyogyanya memang orang itu memiliki keinginan dan kemauan untuk memimpin atau menjadi pemimpin. 7. BERKEMAMPUAN : = Kemampuan mengendalikan orang dan kemampuan-kemampuan lain yang berkaitan dengan tugas, tujuan dan keperluan kelompok. 8. CERDAS (Intelligence) : = Kemampuan berfikir, banyak akal. 9. KONSISTEN (Consistence) : = Berfikiran mantap, tidak mudah berubah. 10. PERCAYA DIRI (Self confidence) : = Tidak gampang putus asa. = Bersikap penuh harapan. 11. KEMAMPUAN BERBAGI KEPEMIMPINAN (Capacity for sharing leadership) : = Tidak bersifat/berkeinginan mendominasi kelompok. = Tidak memutuskan segalanya sendiri. = Mampu mendelegasikan kewenangan.

Tony Soebijono

Kelompok informal dalam organisasi


Hampir tidak diragukan bahwa kelompok-kelompok informal ada kalanya menciptakan suatu problem untuk organisasi. Mereka meneruskan informasi palsu atau belum pasti kebenarannya (desas-desus) melalui slentingan, menentang perubahan, mengakibatkan kecocokan yang berlebihan dengan norma-norma kelompok, dan ada kalanya membuat suatu tujuan yang bertentangan dengan tujuan organisasi formal. Para anggota kelompok mungkin mengasingkan dan mengeluarkan seorang dari interaksi sosial. Contoh: seorang karyawan yang kerjanya lebih cepat rajin mungkin dipandang sebagai seorang pendobrak yang berusaha untuk mengungguli anggota-anggota kelompok yang lain.

Tony Soebijono

Komunikasi dalam kelompok


Komunikasi Interpersonal Komunikasi Lisan Komunikasi Tertulis Komunikasi dalam Bentuk Jejaring Komunikasi Pola Roda Pola huruf Y Pola komunikasi bersambung Pola komunikasi melingkar Pola komunikasi menyeluruh

3 4 1 1 2 5 5 1

2 3

4
Roda

5 3 Y 1 1 2 2 3
Bersambung

melingkar

2 3

4 2

5 5
Menyeluruh

Pola Komunikasi dalam Stuktur Organisasi

Komunikasi Informal Komunikasi Formal

Bentuk Komunikasi Grapevine

CLUSTER Banyak orang berkomunikasi secara terbatas GOSIP Satu orang berkomunikasi kepada banyak orang

Dalam banyak hal, organisasi informal membantu organisasi formal, dan tanpa adanya organisasi informal, organisasi formal akan menghadapi hambatan hambatan yang lebih berat. Dapat disimpulkan bahwa manfaat organisasi informal adalah : 1. Sebagai pendukung tujuan organisasi 2. Sebagai alat komunikasi tambahan 3. Sebagai alat pemuas kebutuhan sosial 4. Dapat membantu manajer yang kurang mampu

Tony Soebijono

14

Kesimpulan
Kelompok informal tidak dapat dihindarkan kehadirannya, dan manajemen akan melakukan tindakan sia-sia dan bila mencoba menetang dan menghapuskannya hal ini akan menimbulkan konflik terus- menerus. Sikap manajemen yang baik adalah memahami, mencari penyesuaian, dengan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan kelompok informal. Manajemen organisasi formal lebih memusatkan perhatian untuk memelihara kesatuan untuk pencapaian tujuan organisasi, dan organisasi informal memberikan kepaduan, kerjasama dan kepuasan sosial bagi para anggota organisasi.

Tony Soebijono

15

thx