Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn U DENGAN SALAH SATU ANGGOTA KECANDUAN MIRAS

Merupakan Tugas Kelompok Mata Kuliah Asuhan Keperawatan KeluargaTugas Dosen : H. Nasrudin Spd., S. Kep.

Disusun oleh : II HARDAN SOPIAN HAMDI HAYADIN HJ.SRIHATUN HJ. MARHAMAH A HJ. MARHAMAH B H. FAHRUL AZRIN H. HERNAN HAERIL ANWAR JAMALI

S EK O LAH TI NG GI I L MU K ES EH ATAN H AM ZAR PR OGR A M ALI H J ENJ ANG S I K EPE RA WA TAN LO M BOK T I MUR 201 1

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn U DENGAN KECANDUAN MIRAS

I.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN Hari/tanggal : Kamis, 5 Agustus 2011 Oleh Metode : Kelompok II : Wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik

A. DATA KELUARGA 1. Identitas Keluarga a. Nama KK b. Jenis Kelamin c. Umur d. Pendidikan e. Agama f. Pekerjaan g. Alamat : Tn U : Laki-laki : 47 tahun : SMA : Islam : Wiraswasta swasta : RT 01 RW 27 Dusun Karang Asem, pringggasela, Lotim, NTB h. Suku/kebangsaan i. : Sasak/Indonesia

Jumlah anggota keluarga : 3 orang

2. Susunan anggota keluarga


No 1 2 Nama Ny S An A umur 44 th 18 th Sex P L Hub dg KK Isteri Anak I Pendd SMP SMA Pekerjan IRT Pelajar Ket Sehat Sehat

3. Tipe keluarga Tipe keluarga Tn. U adalah Nuclear family dimana Tn. U merupakan kepala keluarga dan memiliki satu orang anak remaja.

4. Genogram

Keterangan : : Perempuan : Laki-laki : Garis Perkawinan : Garis Keturunan : Tinggal dalam satu rumah 5. Suku Bangsa dan Agama Keluarga Tn U semuanya suku Sasak asli dan masih memegang adat kebiasaan sasak yang ditampakkan dengan hubungan keluarga yang masih kuat. Semua anggota keluarga beragama Islam. 6. Status Sosial Ekonomi Keluarga K e l u a r g a Tn. U mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk cukup hingga da pat men y ek ol a hka n : Meninggal

a na knya ke S M A s wa s t a da n t i da k p er na h t er l emb a t u nt u k pemba yara n s ek ol a h. Barang-bara n g

d i m i l i k i d i r u m a h y a i t u T n . U m e m i l i k i kendaraan sepeda motor, kulkas, mesin cuci, tv, dll. 7. Aktifitas Rekreasi K e l u a r g a Karena kesibukan Tn. U berdagang di pasar, keluarga Tn. U jarang pergi berekreasike tempat yang jauh dari rumah, sehingga keluarga Tn. U terbiasa nonton TV untuk mengisi waktu agar tidak stress dan pusing. B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga 1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini Tahap perkembangan keluarga Tn. U saat ini adalah pada tahap keluarga dengan anak remaja. 2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga Tn. U sedang mengalami masalah karena anaknya jarang sekolah dan kadang pulang malam dengan kondisi tubuh yang lemes serta mulut bau alkohol. 3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti Tn U Tn. U sering mengalami sakit kepala dan merasa bingung dengan tingkah laku anaknya yang sering mabuk-mabukan. Pemeriksaan fisik TD : 120/80 mmHg, Nadi 78 x/menit, Ny. S Ny. S sama dengan T. U sering mengalami sakit kepala dan merasa bingung dengan tingkah laku anaknya yang sering

mabuk-mabukan. Pemeriksaan fisik TD : 100/80 mmHg, Nadi 78 x/menit, An A Anaknya yang bernama An. A, mempunyai perilaku yang kuang baik dibanding teman-temannya. Pemeriksaan fisik TD : 100/70 mmHg, Nadi 80 x/menit, 4. Riwayat Penyakit Keluarga a. Riwayat penyakit dahulu Tn. U mengatakan tentang riwayat kesehatan Tn. U dan Ny. S jarang sakit kecuali kalau ada masalah di keluarga khususnya masalah anaknya. b. Penyakit keturunan Menurut keluarga Tn U tidak ada penyakit keturunan. c. Penyakit kronis/menular Tn U mengatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular. d. Kecacatan anggota keluarga Tidak ada anggota keluarga yang mengalami cacat fisik. e. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Keluarga mengatakan merasa sakit kalau sudah parah (sakit berat), kalau keluhan sakit ringan biasanya dibelikan obat di warung dan bila tidak sembuh atau semakin parah baru dibawa ke Puskesmas atau dokter praktek swasta. 5. Riwayat Kesehatan Mental, Psikologis, Spiritual.  Keluarga Tn U merasa aman tinggal di rumah saat ini, karena tetangganya baik-baik dan saling gotong royong.   Riwayat spiritual anggota keluarga Semua anggota keluarga taat beribadah, kegiatan

keagamaan di kampung selalu diikuti rutin baik pengajian bapak dan ibu.

 

Gangguan mental dan psikologis anggota keluarga Tidak ada anggota keluarga yang merasa tertekan atau mengalami gangguan mental, komunikasi antar anggota keluarga harmonis .

6. Persepsi dan Tanggapan Keluarga terhadap Layanan Kesehatan. Tanggapan Keluarga Terhadap Layanan Kesehatan baik, terbukti dengan kebiasaan anggota keluarga memeriksakan diri ke Puskesmas dan dokter praktek swasta. 7. Pola Pengambilan Keputusan Setiap ada masalah selalu dimusyawarahkan untuk mengambil keputusan, biasanya Tn U yang dominan dalam mengambil keputusan. 8. Kebiasaan Anggota keluarga sehari-hari. a. Makan Keluarga Tn U terbiasa makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, lauk pauk, sayuran, buah. b. Minum Semua anggota keluarga mempunyai kebiasaan minum air putih yang sudah dimasak rata-rata 6 8 gelas per hari. c. Pola aktivitas dan Istirahat Kebiasaaan istirahat masing-masing anggota keluarga Tn U berbeda beda .Tn U bila tidak bekerja ikut membantu isteri jualan. Anggota keluarga kadang-kadang tidur siang.

Kebiasaan tidur siang 1-2 jam, malam hari 6-8 jam. Tidak ada anggota keluarga mengeluh mengalami gangguan dalam hal tidur. d. Kebiasaan keluarga yang merugikan kesehatan Kebiasaan keluarga Tn U yang merugikan kesehatan adalah merokok yang dilakukan oleh Tn U dan An. A seing minum minuman keras. C. Struktur Keluarga

1. Pola Komunikasi Keluarga Cara berkomunikasi antar anggota keluarga yaitu antara Tn. U merasa kurang baik,karena sekarang sedang mengalami masalah yang serius dengan anaknya yang suka mabuk. Jika Tn. U

memberi nasihat, An.A tidak seolah-olah tidak mendengar dan malahan sering marah-marah. 2. Struktur Kekuatan Keluarga Tn. U merasa tidak dapat mempengaruhi anaknya untuk lebih baik dan menghentikan kebiasaan buruknya. 3. Struktur Peran Peran Tn. U sebagai kepala rumah tangga dan Ny. S Ibu rumah tangga, sedangkan An. Asebagai pelajar di tingkat SMA C. Fungsi Keluarga Secara umum keluarga Tn U sudah memenuhi fungsi keluarga baik fungsi afektif dan sosialisasi, namun fungsi perawatan kesehatan belum maksimal dilakukan karena bila ada anggota keluarga yang sakit tidak dibawa langsung ke puskesmas melainkan cukup dengan membeli obat di warung atau minum jamu D. Stres dan Koping Keluarga 1. S t r es s or ja ngka p end e k da n pa nj a n g y Stressor jangka pendek : Tn. U merasa stress saat ini, bingung apa yang harus dilakukan dengan anaknya y Stressor jangka panjang : Harapan Tn. U terhadap anaknya merasa terputus setelah mengetahui An. A mabuk-mabukan. 2.Kema mpuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor

Tn. U merasa tidak mampu mendidik anaknya karena setiap perkataan Tn. U tidak didengrkan An.A 3. S t r at e gi ko p i ng ya ng di g u na ka n Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi An. A hanya dengan nasehat. Tn. U tidak melibatkan keluarga besarnya karena merasa malu oleh keluarganya. E. Faktor Lingkungan dan Masyarakat 1. Rumah Keluarga menempati rumah sendiri, jenis permanen, dinding dari tembok. Lantai rumah keramik dan sebagian diplester semen, mempunyai 1 ruang tamu, 4 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi dan WC, sumur menjadi satu dengan saudaranya. Ventilasi dan pencahayaan cukup baik, penerangan dengan listrik. Denah Rumah Keluarga Tn U

2 2

2 2

Keterangan :

1.

Kamar tamu

2. Kamar tidur 3. Dapur 4. Kamar mandi dan WC

2. Sampah Sampah rumah tangga dibuang di belakang rumah dan dibakar. 3. Sumber air minum Keluarga menggunakan sumur gali selongsong yang terletak dibelakang rumah, kualitas air baik, tidak berbau dan tidak berasa. 4. Jamban Keluarga Keluarga Tn U mempunyai jamban sendiri, jenis leher angsa. 5. Pembuangan Air Limbah Keluarga Tn U mempunyai saluran pembuangan air limbah

dengan peresapan dan kondisi baik. 6. Halaman rumah Pada saat kunjungan halaman rumah tampak bersih, halaman rumah sudah dimanfaatkan ditanami tanaman dan untuk ternak ayam. 7. Lingkungan rumah Lingkungan disekitar rumah tampak bersih, padat pemukiman, dan rumah keluarga dan rumah tetangga. Hubungan dengan tetangga baik dan keamanan terpelihara. 8. Fasilitas Fasilitas perdagangan seperti pasar yang berjarak 300 meter dari rumah, fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas berjarak + 1 km, dokter praktek 1-2 km, rumah sakit masjid 100 meter dari rumah. 5-6 km, fasilitas peribadatan seperti

II. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


Data Data Subyektif Masalah Keperawatan Kemungkinan Penyebab Typologi Masalah Aktual

Koping Ketidak Tn. U mengatakan tidak mampu mampuan mendidik anaknya karena setiap keluarga tdk keluarga perkataan Tn. U tidak didengrkan efektif melakukan An.A komunikasi yangn efektif Tn. U mengatakan jika memberi

nasihat, An.A seolah-olah tidak mendengar dan malahan sering marah-marah.


Data Obyektif

Koping Tidak Tn. U mengatakan anaknya jarang mampuan sekolah dan kadang pulang malam keluarga tdk keluarga dengan kondisi tubuh yang lemes efektif merawat serta mulut bau alkohol. anggota Tn. U merasa kurang baik,karena keluarga sekarang sedang mengalami masalah dengan yang serius dengan anaknya yang penggunaan suka mabuk. nafza (Alkohol)Data Subyektif Data Obyektif

Aktual

III. PERENCANAAN 1. Penentuan Prioritas Masalah 1. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan tidak mampuan keluarga melakukan komunikasi yangn efektif dengan An.A

No 1.

Kriteria Sifat masalah : Aktual

Hitungan 3/3 x 1

Skor 1

Pembenaran Sering mabuk dalam jangka waktu yang lama beresiko timbulnya komplikasi Dengan teknologi sekarang pengguna nafza dapat dicegah dan diobati, fasilitas kesehatan mendukung namun sumber daya keuangan, waktu dan tenaga keluarga yang kurang mendukung. Masalah ini dirasakan sudah lama dan keluarga sudah berupaya mengobati sendiri meskipun belum memanfaatkan fasilitas keehatan secara maksimal Keluarga menginginkan masalah ini segera

2.

Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian

1/2 x 2

3.

Potensial untuk dicegah : cukup

2/3 x 1

2/3

4.

Menonjolnya masalah : Masalah berat hrs segera ditangani Jumlah

2/2 x 1

3 2/3

2.

Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan tidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan penggunaan nafza (Alkohol) pada An. A

No 1. 2.

Kriteria Sifat masalah : Aktual Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian

Hitungan 1/3 x 1 1/2 x 2

Skor 1/3 1

Pembenaran Keluarga tidak mampu mngatasi kelakuan anaknya fasilitas kesehatan mendukung namun sumber daya keuangan, waktu dan tenaga keluarga yang kurang mendukung. Masalah tidak pelik, minat keluarga ada, potensi petugas ada, jarak rumah dengan Puskesmas dekat. Faktor ekonomi agak terbatas Keluarga merasa memerlukan informasi-informasi tentang kesehatan terutama masalah nafza

3.

Potensial untuk dicegah : cukup

2/3 x 1

2/3

4.

Menonjolnya masalah : Masalah berat hrs segera ditangani Jumlah

2/2 x 1

Dari hasil skoring di maka urutan prioritas pemecahan masalah adalah : 1. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan tidak mampuan keluarga melakukan komunikasi yangn efektif dengan An.A 2. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan tidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan penggunaan nafza (Alkohol) pada An. A

b. Perencanaan Keperawatan
No Dx 1 Tujuan Jangka Panjang Setelah diberikan perawatan selama 4 minggu tidak terjadi ganggguan pola komunikasi Tujuan Jangka Pendek Setelah dilakukan 5 kali kunjungan keluarga dapat : 1. Mengenal masalah komunikasi yang baik Standar Evaluasi Keluarga mengerti tentang :  Komunika si yang efektif  Dampak Intervensi

1. Jelaskan dan diskusikan dengana keluarga tentang : o Pengertian komunikasi yang efektif o Dampak

10

2.Keluarga memutuskan menciptakana komunikasi yang efektif dalam keluarga

komunikas i yang tidak efektif dalam keluarga

komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga Anjurkan Keluerga untuk menyebutkan : o Pengertian komunikasi yang efektif o Dampak komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga Diskusikan dengan keluarga mengenai :  Pengertian dan jenis Nafza  tanda dan gejala intoksikasi Alkohol  dampak alcohol terhadap tubuh  Kehidupan pasien sebelum menggunakan nafza harapan untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang  Cara meningkatkan motivasi untuk berhenti Diskusikan dengan tentang cara menghindari, mengalihkan, menolak nafza Latih pasien mengontol keinginan menggunakan zat

Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 4 minggu An. A berhenti mengkonsumsi Alkohol

Setelah dilakukan 4 kali kunjungan, keluarga Tn U mampu : 1. Mengetahui tentang nafza 2. Mengetahui tanda dan gejala intoksikasi Alkohol 3. Memahami dampak alcohol terhadap tubuh 4. Mengambil keputusan untuk me nghentikan An.A mengkonsum si alkohol 5. Merawat anggota keluarga dengan nafza

1.Kelga dapat menjelaskan tentang nafza 2. Keluarga mampu menyebautka n kembali tanda dan gejala intoksikasi Alkohol tahap 3.Keluarga mampu menyebutkan dampak alcohol terhdap tubuh 4. .Klg mampu Mengambil keputusan untuk menghentikan An.A mengkonsumsi alkohol 5.Mampu Merawat anggota keluarga dengan nafza

11

12