Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

I.1

LATAR BELAKANG Ada tiga jenis klinis diare:


1) 2) 3)

diare akut - berlangsung selama beberapa jam atau hari, dan termasuk kolera; and diare akut berdarah - juga disebut disentri, dan lasts 14 days or longer. diare persisten - berlangsung selama 14 hari atau lebih lama.

Yang parah ancaman yang paling yang ditimbulkan oleh diare adalah dehidrasi. Selama air, episode diare dan elektrolit (natrium, klorida, kalium dan bikarbonat) yang hilang melalui tinja cair, muntah, keringat, urin dan pernapasan. Dehidrasi terjadi ketika kerugian ini tidak diganti. Derajat dehidrasi dinilai pada skala tiga.
1) 2)

Awal dehidrasi - tidak ada tanda-tanda atau gejala. Moderat dehidrasi:


a) b) c) d)

haus gelisah atau pemarah perilaku penurunan elastisitas kulit mata cekung gejala-gejala menjadi lebih parah shock, dengan kesadaran berkurang, kurangnya output urin, dingin, kaki lembab, denyut nadi menjadi cepat dan lemah, tekanan darah rendah atau tidak terdeteksi, dan kulit pucat.

3)

Dehidrasi berat:
a) b)

Kematian bisa mengikuti dehidrasi parah jika cairan tubuh dan elektrolit tidak diisi ulang, baik melalui penggunaan garam rehidrasi oral (ORS) solusi, atau melalui tetesan infus.
1

Penyebab diare dapat dilihat sebagai berikut: Infeksi: Diare merupakan gejala infeksi yang disebabkan oleh tuan rumah, virus dan parasit organisme bakteri, yang sebagian besar tersebar oleh kotoran-air yang terkontaminasi. Infeksi lebih sering terjadi ketika ada kekurangan air bersih untuk minum, memasak dan membersihkan. Rotavirus dan Escherichia coli adalah dua penyebab paling umum diare di negara-negara berkembang. Gizi Buruk: Anak-anak yang meninggal karena diare sering menderita kekurangan gizi yang mendasari, yang membuat mereka lebih rentan terhadap diare. Setiap episode diare, pada gilirannya, membuat mereka bahkan kekurangan gizi buruk. Diare adalah penyebab utama kekurangan gizi pada anak di bawah lima tahun. Sumber: Air yang terkontaminasi dengan kotoran manusia, misalnya, dari kotoran, tangki septik dan jamban, menjadi perhatian khusus. Tinja hewan juga mengandung mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare. Penyebab lain: penyakit Diarrhoeal juga dapat menyebar dari orang-orang untuk, diperburuk oleh kebersihan yang rendah. Makanan merupakan penyebab utama diare ketika disiapkan atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis. Water can contaminate food during irrigation. Air dapat mengkontaminasi makanan selama irigasi. Ikan dan makanan laut dari air yang tercemar juga dapat menyebabkan penyakit (WHO, 2009). Berdasarkan latar belakang diatas makan penulis merasa tertarik untuk membuat makalah dengan judul Kemitraan dalam Menangani Masalah Diare di Kelurahan Penkase-Oeleta, Alak 2011.

I.2

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah Bagaimana Kemitraan Yang

terjalin dalam mengatasi masalah diare di Penkase-Oeleta, Alak, Kota Kupang?


2

I.3

TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah

I.3.1 Mengidentifikasi masalah kesehatan I.3.2 Mengidentifikasi kemitraan yang dapat dijalin I.3.3 Menjelaskan Tujuan kemitraan I.3.4 Menjelaskan Manfaat Kemitraan I.3.5 Menjelaskan Langkah-Langkah Membentuk Kemitraan

I.4

METODE PENULISAN Metode yang dipakai dalam penulisan karya tulis ini adalah metode studi pustaka

dimana penulis menggunakan semua refrensi yang berhubungan dengan tema, dan menggunakan metode internet, dengan mencari di internet semua materi yang berhubungan dengan tema yang diambil.

BAB II PEMBAHASAN

II.1

MASALAH KESEHATAN Masalah Kesehatan yang saya ambil adalah masalah kesehatan di Kelurahan

Penkase-Oeleta, Alak, Kota Kupang selama bulan Agustus-September 2011 dimana terdapat masalah penyakit Diare dengan rincihan dapat dilihat pada tebel berikut: Bulan September Oktober Jumlah Kasus 21 7 Sumber: data sekunder Pustu Penkase-Oeleta Kategori II.2 KEMITRAAN YANG DIJALIN Kemitraan yang dapat dijalin dari masalah itu dapat dilihat sebagai berikut: 1. Sektor Kesehatan a. Pustu Penkase-Oeleta b. Puskesmas Alak c. Dinas Kesehatan Kota d. Dinas Kesehatan provinsi NTT 2. Sektor di Luar Kesehatan dan legislative a. Dinas peternakan b. Dinas perkebunan c. Dinas Pendidikan d. Dinas Kebersihan 3. Organisasi Profesi a. IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) b. IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
4. a. Organisasi Masyarakat: Kecamatan dan Kelurahan serta seluruh RT dan RW di

Penkase-Oeleta
4

b. LSM di Penkase-Oeleta c. Agama: Gereja (Kumpulan Bapak,Ibu, Pemuda serta Anak geraja), Mesjid di penkase Oleta d. Institusi Pendidikan : SD Penkase Oeleta, SD Petra Penkase-Oeleta 5. Media massa dan media elektronik a. POS Kupang b. RRI Kupang 6. Lembaga Swasta a. Lifeboy b. Nuvo dan Remaja

II.3

TUJUAN KEMITRAAN Tujuan dari kemitraan pada point II.2 adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Umum Meningkatkan percepatan, efektivitas dan efisiensi upaya kesehatan untuk mencapai Penkase-Oeleta bebas diare 2. Tujuan Khusus a. Meningkatkan Pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang diare dan cara pencegahannya b. Meningkatkan pengetahuan peternak mengenai cara beternak yang sehat dan kandang sehat c. Meningkatkan pengetahuan pekebun dan petani di Penkase-Oeleta menenai cara berkebun yang sehat dan bersih d. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hygiene pribadi (cuci tangan) yang baik dan benar
5

e. Meningkatkan kemampuan masyarakat tentang pentingnya makanan dan minuman yang sehat dan bersih
f. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat mengenai sampah

dan cara memberantasnya yang baik dan benar g. Mendayagunakan dan mengaktifkan masyarakat untuk memberantas sampah melalui kegiatan jumat bersih dan kegiatan ketrampilan daur ulang sampah h. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang cara membuat oralit sebagai langkah awal penanganan diare II.4 MANFAAT KEMITRAAN Manfaat dari kemitraan pada poin II.2 adalah: Secara umum manfaat dari kemitraan ini adalah mempermudah, mempercepat dan mengefektifkan serta mengefisiensikan kegiatan yang akan dilakukan untuk memberantas diare di penkase-oeleta, baik sebagai sumber materi (Biaya, Sponsor, dll) dan Non-materi (tenaga penyuluh, koordinir dll). Secara khusus manfaat dari bermitra dilihat dari tiap kemitraan yang dijalin 1. Bermitra dengan dinas kesehatan bermanfaat sebagai pusat pelayanan kesehatan di NTT (Provinsi) dan Kota Kupang (Kota) sehingga dapat mengkoordinir pelayanan kesehatan dibawahnya untuk dapat meningkatkan kemampuan terutama dalam mengatasi masalah diare
2. Bermitra dengan Puskesmas Alak dan Pustu Penkase-Oeleta agar pusat kesehatan

yang terdekat dengan masyarakat ini dapat lebih aktif dan berperan dalam memutuskan matarantai penyebab diare sehingga masalah diare di penkase-Oeleta dapat diselesaikan 3. Bermitra dengan dinas perternakan agar dapat memberikan penerangan yang baik kepada peternak yang ada di penkase-oeleta karena sebagian besar penduduk di Penkase-Oeleta adalah peternak, sehingga dengan memberikan penerangan mengenai beternak yang sehat, kandang yang sehat dapat memutuskan matarantai penyebab diare
6

4. Bermitra dengan dinas perkebunan dan pertanian agar dapat memberikan

penerangan pada petani dan pekebun di Penkase-oeleta, dan memberikan penerangan mengenai makanan yang sehat untuk pencegahan penyakit diare 5. Bermitra dengan dinas pendidikan sebagai pengontrol sekolah-sekolah sehingga dapat membantu dalam pendekatan ke sekolah-sekolah di Penkase untuk memberikan pendidikan kesehatan pada anak terutama mengenai cara mencuci tangan untuk mencegah diare 6. Bermitra dengan dinas kebersihan dalam kegiatan jumat bersih dan terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan 7. Bermitra dengan IAKMI dan IDI agar dapat menjadi pengajar dan pelatih dari berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang akan dilakukan 8. Bermitra dengan kelurahan dan kecamatan agar dapat mengkoordinir RW dan RT dibawahnya untuk turut ambil bagian dalam kegiatan nanti 9. Bermitra dengan pihat Gereja dan Masjid berguna untuk melakukan pendekatan pada setiap kelompok dalam tempat ibadah itu agar kegiatan dapat berjalan dengan baik 10. Bermitra dengan LSM di Penkase-Oeleta sebagai sumber daya dukun dari kegiatan yang berlangsung 11. Bermitra dengan Media Massa Pos Kupang sehingga dapat diberikan penjelasan seperti undangan dan hasil kegiatan sehingga masyarakat dapat terus mengingat dan masyarakat di luar penkasepun dapat menerima hal yang sama untuk meningkatkan kesehatan terutama memberantas Diare 12. Bermitra dengan RRI sebagai media Iklan baik iklan kegiatan maupun promosipromosi kesehatan sehingga masyarakat dapat terus mengingat pentingnya memberantas diare dan semua masyarakat di penkase-oeletapun dapat mengetui dan membantu dalam pemberantasan diare 13. Perusahaan Swsta sebagi penyumbang dalam kegiatan terutama kegiatan cuci tangan.

II.5

LANGKAH-LANGKAH MEMBANGUN KEMITRAAN Langkah-Langkah Membangun Kemitraan dapat dilihat sebagai berikut 1. Penjajakan Mencakup identifikasi, pengenalan calon mitra dengan potensi yang dimiliki 2. Penyamaan presepsi Pertemuan dengan semua mitra kerja untuk menentukan kedudukan, tugas dan fungsi serta peran masing-masing secara terbuka dan jelas. 3. Pengaturan peran Peran masing-masing mitra dapat dilihat sebagai berikut: a) Dinas Kesehatan Kota dan provinsi sebagai koordinator Puskesmas Alak dan Pustu Penkase Oeleta serta Menjadi sumber dana dalam melakukan kegiatan. b) Puskesmas Alak dan Pustu Penkase-Oeleta mengirim petugas guna mengatur jalannya kegiatan, berkejasama dengan IAKMI dan IDI untuk menentukan petugas penyuluhan dan pelatihan (penyuluhan diare, mencuci tangan, makanan dan minuman sehat, dan pelatihan pembuatan oralit) c) Dinas Peternakan melatih cara membuat kandang dan cara beternak yang sehat d) Dinas pertanian dan perkebunan member masukan mengenai penyuluhan makanan dan minuman sehat, serta menyuluhkan cara bertani dan berkebun yang sehat e) Dinas Pendidikan mengkoordinir kegiatan penyuluhan di Sekolah-sekolah di Penkase-Oeleta f) Dinas Kebersihan sebagai koorninator kegiatan jumat bersih dan pelatihan keterampilan daur ulang sampah g) POS Kupang dan RRI mengumumkan iklan jalannya kegiatan dan menjadi promoter untuk iklan-iklan kesehatan yang berkaitan dengan diare h) Sekolah-sekolah mengatur jalannya kegiatan penyuluhan cuci tangan
8

i) Kelurahan dan kecamatan mengatur jalannya kegiatan di wilayah RW dan RT j) Pihak Gereja dan Masjid sebagai informator kegiatan dan promoter untuk terus mengingatkan jemaatnya mengenai kebersihan diri k) Lifeboy dan Nuvo penyedia dukungan dana dan sabun untuk penyuluhan mencuci tangan l) LSM sebagai penyedia sumber dana 4. Komunikasi Intensif Komunikasi antara mitra agar kegiatan dapat berjalan dengan baik 5. Melakukan kegiatan Kegiatan yang disepakati harus dilakukan dengan baik sesuai perencanaan 6. Pemantauan dan penilaian Bedasarkan Indikator keberhasilah: a) Input Jumlah Mitra yang menjadi anggota b) Proses Kontribusi mitra, frekuensi pertemuan, jumlah kegiatan dan keberlangsungan c) Output Jumlah produk, pencapaian upaya, efektivitas dan efisiensi

BAB III PENUTUP

III.1

SIMPULAN III.1.1 Masalah yang diidentifikasi adalah Diare di Penkase-Oeleta III.1.2 Kemitraan yang terjalin antara lain dalam sector kesehatan, di luar kesehatan dan legislative, organisasi profesi, organisasi social, masyarakat, LSM, keagamaan, institusi pendidikan, media masa dan elektronik, lembaga swasta. III.1.3 Tujuannya kemitraan dalam bentuk tujuan umum dan khusus III.1.4 Manfaat kemitraan secara umum adalah mempermudah, mempercepat dan mengefektifkan serta mengefisiensikan kegiatan yang akan dilakukan untuk memberantas diare di penkase-oeleta, baik sebagai sumber materi (Biaya, Sponsor, dll) dan Non-materi (tenaga penyuluh, koordinir dll). III.1.5 Langkah membangun kemitraan adalah penjajagan, penyamaan persepsi, pengaturan peran, komunikasi intensif dan kegiatan.

III.2

SARAN Untuk mengatasi masalah diare di penkase-oeleta dapat dilakukan dengan kemitraan.

10

DAFTAR PUSTAKA

Laporan Bulanan Data Kesakitan Pustu Penkase-Oeleta, Alak Agustus-September 2011 Hiswani. 2003. Diare Merupakan Salah Satu Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Kejadiannya Sangat Erat Dengan Keadaan Sanitasi Lingkungan. Sumatera utara; Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Dikutip dari: http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-hiswani7.pdf.

11