Anda di halaman 1dari 4

Penatalaksanaan Skleritis Nodularis Pada Perempuan Usia 37 Tahun Abstrak Pasien perempuan usia 37 tahun datang dengan keluhan

mata kanan terasa perih dan mengganjal. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis skleritis nodularis. Skleritis didefinisikan sebagai gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen, sebukan sel dan kelaianan vaskuler yang mengisyaratkan adanya vaskulitis. Penatalaksanaan pada pasien ini yaitu dengan pemberian antibiotik topikal. Kata kunci : skleritis nodularis, penatalaksanaan History Pasien perempuan usia 37 tahun sejak lebih kurang 1 bulan mata terasa perih dan mengganjal, awalnya dikucek-kucek kemudian timbul benjolan yang awalnya kecil kemudian membesar, sudah diobati ke dokter umum kemudian diberi salep tapi benjolan (keluhan) tidak berkurang. Pasien tidak mengalami demam dan riwayat trauma sebelumnya. Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit/gejala-gejala yang sama seperti yang diderita oleh pasien saat ini. Di lingkungan kerja pasien tidak terdapat teman pasien yang menderita penyakit dengan gejala yang sama. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, compos mentis. A. Pemeriksaan Subjektif No. 1. 2. 3. Pemeriksaaan Visus Persepsi Sinar Persepsi Warna OD 6/6 Tdk dilakukan Tdk dilakukan OS 6/6 Tdk dilakukan Tdk dilakukan

B. Pemeriksaan objektif No. Pemeriksaaan 1. Palpebra


OD Simetris Spasme

OS Simetris Spasme

Pasangan Gerakan

Margo superior et Edema inferior Hiperemis sikatrik (+) (-) normal Simetris Segala arah (normal)

Edema (+) (-) normal Simetris Segala arah (normal) (+) (+) (+) (-) Jernih Tidak ada (-) (-) (-) (-) Dalam,jernih Bulat, reguler Sentral (+) (+) jernih Sentral N

2.

silia Bola mata

Pasangan Gerakan

3.

Konjungtiva

Hiperemis Sekret Inj. Konjungtiva

(+) (+) (+) (-) Jernih Tidak ada (-) (-) (-) (-) Dalam,jernih Bulat, reguler Sentral (+) (+) jernih

5.

Inj. Siliaris Kornea

Kejernihan Sikatrik Infiltrat Arcus senilis Hifema

6. 7.

Edema COA Iris / Pupil

Bentuk Kedudukan Reflek direk

8.

Reflek indirek Lensa


Kejernihan

9.

Letak Sentral Tekanan Intra Okular N (palpasi)

Diagnosis

OD Skleritis Nodularis Terapi Cendo tobroson tetes Cendo xitrol salep Diberikan instruksi kepada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit.

Diskusi Skleritis didefinisikan sebagai gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen, sebukan sel dan kelainan vaskuler yang mengisyaratkan adanya vaskulitis. Pada banyak kasus, kelainan-kelainan skleritis murni diperantarai oleh proses imunologi yakni terjadi reaksi tipe IV (hipersensitifitas tipe lambat), dan tipe III (kompleks imun) dan disertai penyakit sisitemik. Gejalpat gejala-gejala dapat meliputi rasa nyeri, mata berair, fotofobia, spasme dan penurunan ketajaman penglihatan. Tanda primernya adalah mata merah. Karakteristik nyeri pada skleritis yaitu nyeri terasa berat, nyeri tajam menyebar ke dahi, alis, rahang dan sinus, pasien terbangun sepanjang malam, kambuh akibat sentuhan. Terapi skleritis disesuaikan dengan penyebabnya. Terapi awal skleritis adalah obat anti inflamasi non steroid sistemik. Obat pilihan adalah indometasin 100 mg perhari atau ibuprofen 300 mg perhari. Pada sebagian besar kasus, nyeri cepat mereda diikuti oleh pengurangan peradangan. Apabila tidak timbul respon dalam 1-2 minggu atau segera setelah tampak penyumbatan vaskuler harus segera dimulai terapi steroid sistemik dosis tinggi. Tindakan bedah jarang dilakukan kecuali untuk memperbaiki perforasi sclera atau kornea. Tindakan ini kemungkina besar diperlukan apabila terjadi kerusakan hebat akibat invasi langsung mikroba. Prognosis skleritis tergantung penyebab penyakitnya. Kesimpulan

Skleritis didefinisikan sebagai gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen, sebukan sel dan kelainan vaskuler yang mengisyaratkan adanya vaskulitis. Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi terapi utama dengan antibiotik topikal dan edukasi pada pasien. Referensi 1. Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. Ed 3. Jakarta: Balai penerbit FKUI. 2006 2. Ilyas, Sidarta, Tanzil, Muzakkir, Salamun, Azhar, Zainal. Sari Ilmu Penyakit Mata. Balai Penerbit FKUI, Jakarta: 2000. 3. Voughan, Daniel G, Asbury, Taylor. Riordan-Eva, Paul. Oftalmologi Umum (General Ophthalmology). Ed. 14. Widya Medika, Jakarta : 2000. Penulis Jumiati, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Salatiga.