Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1 dan SUMARRY

TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH

OLEH : TOMI WIRLIASNYAH IFBIL 08 B

FAKULTAS ILMUN KOMPUTER

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN PENELITIAN KUALITATIF


Perbedaan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif menurut Prof.Dr. Lexy J. Moleong, M.A disajikan dalam table sebagai berikut :
N O. 1. ASPEK Maksud Penelitian PENELITIAN KUALITATIF Maksud penelitian mengembangkan pengertian tentang individu dan kejadian dengan nmemperhitungkan konteks yang relevan Memahami fenomena social melalui gamabaran holistic dan memperbanyak pemahaman mendalam Berasumsi bahwa subjek matter suatuilmu social adalah amat berbeda dengan subjek matter dari ilmu fisik/ alamiah dan mempersyaratkan tujuan yang berbeda untuk inkuiri dan seperangkat metode penyelidikan yang berbeda. Induktif berisi nilai(subjektif), holistic dan berorientasi proses Perilaku terikat konteks dimana halnitu terjadi dan kenyataan social tidak direduksi menjadi variable-variabel sam a dengan kenyataan fisik. Berupaya mencari pemahaman tentang kenyataan dari segi perspektif orang dalam ;menerima subjektivitas dari peneliti dan pemeran serta Upaya generalisasi tidak dikenal karenaterikat konteks dan harus diinterpretasikan kasus per kasus Berargumentasi bahwa peneliti senantiasa terikat nilai dan peneliti harus eksplisit tentang peranan bahwa nilai memegang peranan dalam sesuatu pilihan inheren dalam ;a) masalah yang harus diselidiki, b) metode yang harus diselidiki, c) cara menginterpretasi, dan d) konteks dimana studi itu berada Induktif, melakukan pengamatan dan menarik kesimpulan KUANTITATIF Membuat deskripsi objektif tentang fenomena yang terbatas dan menentukan apakah fenomena tersebut dapat dikontrol melalui beberapa intervensi Menjelaskan, meramalkan, dan/ atau mengontrol fenomena melalui pengumpulan data terfokus dari data numeri Menjelaskan penyebab fenomena social melalui pengukuran objektif dan analisis numeric

2.

Tujuan penelitian Pendekatan pelenlitian

3.

4.

Asumsi penelitian

Berasumsi bahwa tujuan dan metode ilmun social adalah sama dengan ilmu fisik/alamiah dengan jalan mencari teori yang dites atau dikonfirmasikan yang menjelaskan fenomena. Deduksitif, bebasnilai (objektif), terfokus, dan berorientasi tujuan
Penemuan fakta social tidak berasal dari persepsi subjektif dan terpisah dari konteks Bergantung pada model penjelasan hipotetiko deduktif dengan memulai dari teori dari mana hipotesis ditarik dan di tes dengan menggunakan prosedur yang ditentukan terlebih dahulu

5.

Model penjelasan Nilai

6.

7.

Alasan penelitian

Menerima nilai peneliti dapat berperan dalam permasalahan yang sedang diteliti, tetapi

8.

Generalisasi

9.

Hubungan peneliti dengan subjek

10 .

Nilai orientasi

Berasumsi bahwa setiap individu , budaya, latar adalah unik dan penting untuk mengapresiasi keunikan, generalisasi bergantung pada konteks. Peneliti secar aktif berinteraksi secara pribadi. Proses pengumpulan data dapat duibah dan hal itu bergantung pada situasi. Peneliti bebas menggunakan intuisi dan dapat memutuskan bagaimana merumuskan pertanyaan atau bagaimana melakukan pengamatan. Individu yang diteliti dapat diberi kesempatan agar secara sukarela mengajukan gagasan dan persepsinya dan berpartisipasi dalam analisi data. Mempercayau bahwa seluruh kegiatan penelitian terikat nilai. Tidak menghindari isu nilai, nilai pribadi dinyatakan secara terbuka dan mencoba memperagakan nilai yang terikat pada konteks.

penelitian itu sendiri harus bebas nilai dengan prosedur khusus yang dirancang untuk mengisolasikan dan mengeluarkan unsur-unsur subjektif dan mencari kenyataan objektif Deduktif- diduksi dari teori tentang apa yang akan diamati

Berasumsi bahwa cara ini dapat menemukan hukum yang menambah pada prediksi yang dapat dipercaya dan pada control tentang kenyataan/fenomena. Mencari keteraturan dalam sampel individ; analisis statistic menyatakan kecenderungan perilaku dan kecenderungan sudah cukup kuat untuk memperoleh nilai praktis

11 .

Studi tentang konteks

12 .

Desain

Berupaya memahami fenomena yang komlpeks dengan jalan mengujinya dalam keseluruhannya dalam konteks. Belum mengetahui apa yang difokus sampai studi itu sudah berlangsung; mengidentifikasikan tema yang relevan dan pola-pola (yang meuncul) yang kemudian menjadi focus studi. Pengumpulan data sedikit banyak adalah kontinyu dan intensif lebih dari penelitian kuantitatif. Fleksibel/luwes, dikembangkan, umum, dinegosiasikan, sebagai acuan untuk diikuti, dikhususkan hanya dalam istilah umum sebelum studi dilakukan. Tidak mengikutkan intervensi dan berupaya agar gangguan sesedikit mungkin.

Tujuan penelitian adalah objektivitas; berusaha memelihara pandangan pribadi, kepercayaan , biases dari pengaruh pengumpulan data dan analisis proses. Melibatkan interaksi minimal dan jika interaksi diperlukan (wawancara) lalu berusaha membakukan proses. Peranan sampel dalam studi adalah pasif. Berupaya agar nilai pribadi bebas dari pengaruh desain penelitian dan menghindari usaha membuat keputusan nilai tentang hal-hal yang diteliti.

13 .

Metode

Historical, etnografis, dan studi kasus. Intervensi dan berupaya agar gangguan sesedikit mungkin.

Berupaya memahami fenomena yang komlpeks dengan jalan menganalisis bagian-bagian komponen (disebut variable). Setiap upaya penelitian menguji hanya beberapa dari kemungkinan variable yang dapat diteliti; konteks situasi diabaikan atau dikontrol. Data dikumpulkan dalam beberapa interval dan menfokus pada pengukuran yang tepat. Terstruktur, formal, ditentukan terlebuh dahulu, tidak luwes, dijabarkan secara rinci terlebih dahulu sebelum penelitian dilakukan

14 .

Hipotesis

15 .

Pengukuran

16 .

Review Kepustakaan

Cenderung untuk mencri dan menemukan dan menyimpulkan hipotesis. Hipotesis dilihat sebagai sesuatu yang tentative, berkembang, dan didasarkan pada sesuatu studi tertentu. Prosedur sedikit subjektif; peneliti memiliki kemampuan untuk mengamati dan berinteraksi dengan manusia lainnya dan dengan lingkungan; percaya bahwa kemampuan manusia diperlukan untuk melaksanakan tugas yang rumit dan terhadap dunia yang sangat bervariasi dan yang selalu berubah. Terbatas, sebagai acuan teori, dan tidak mempengaruhi studi. Tidak dilakukan untuk mengkaji teori karena dengan cara ini bukan dengan cara ini bukan mengkaji teori tetapi menemikan teori dari data.

dapat diteliti; konteks situasi diabaikan atau dikontrol. Data dikumpulkan dalam beberapa interval dan memfokus pada pengukuran yang tepat Deskriptif, korelasional, perbandingan kausal, dan eksperimen

Hampir selalu mengetes hipotesis. Hipotesis dilihat sebagai sesuatu yang khusus, dapat dites, dan dinyatakan sebelum sesuatu studi dilakukan.

17 .

Latar Penelitian Naturalistic (sebagaimana adanya) sejauh mungkin.

18 .

Sampling

19 .

Data

Bertujuan: dimaksudkan untuk memilih sejumlah kecil , dan tidak harus representatid; sampel dimaksudkan untuk mengarah kepada pemahaman secara mendalam. Naratif, deskriptif, dalam kata-kata mereka yang diteliti, dokumen pribadi, catatan lapangan, artifak, dokumen resmi dan video tape, transkrip.

Tujuan pengukuran adalah objektivitas, member makna pada scoring dan pengumpulan data tidak dipengaruhi oleh nilai-nilai peneliti, bias dan persepsi; banyak bergantung pada tes, skala dan kuesioner terstruktur yang dapat diadministrasikan pada kondisi baku terhadap seluruh individu dalam sampel dan prosedur untuk scoring data dirinci secara tepat untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya bahwa setiap dua skor memperoleh hasil yang sama. Akhirnya, baku dan numerical. Ekstentsif, yang dengan hal itu mempengaruhi studi. Pengkajian teori diperlukan untuk menemukan konsep, variable, dan menata penelitian hipotesis. Sejauh mungkin dikontrol sampling teoritis dan sampling sebanyak mungkin digunakan sebagai mempertimbangkan

20 .

Statregi pengumpulan data

Pengumpulan dokumen, pengmatan berperan serta( participant observation), wawancara tidak terstruktur dan informal,

Random/acak: dimaksudkan untuk memilih dari sejumlah besar indiuvidu dalam polulasi dimasukan dalam sampel yang dianggap mewakili. Hal itu diragukan untuk mengeneralisasikan hasilnya kepada polulasi. Statifikasi, kelompok control, mengontrol variable ekstreneus Numeric, variable dioperasionalkan, kode dikuantifikasikan, statistical, dihitung dan diadakan pengukuran.

21 .

Subjek

mencatat lapangan secara intensif, menilai artifak. Jumlah subjek penelitian kecil teknik sampling bertujuan.

Pengamatan terstruktur yang partisipan, wawancara semi terstruktur dan formal, administrasi tes dan kuesioner, eksperimen, penelitian servei, eksperimen-kuasai. Subjek penelitian berjumlah besar ; pemilihan secara acak
Deduktuf, secara statistic . teritama menghasilkan data numeric yang biasanya dianalisis secara statistic. Data kasar terdiri dari bilangan dan analisis dilakukan pada akhir penelitian

22 .

Analisis data

23 .

Interpretasi Data

Induktif, model-model, teori-teori, konsep, metode perbandingan tetap. Basanya data dianalisis secara deskriptif yang sebagaian besar berasal dari wawancara dan catatan pengamatan; catatan dianalisis untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh, termsuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen; koding data dan analisis verbal. Kesimpulan adalah tentative, direview atas dasar sesuatu yang masih berlangsung, sedang generalisasi diabaikan. Krediblitas-penelitian dilakukan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa subjek itu secara secukupnya diperoleh itu secara secukupnya diperoleh dan diuraikan. Keteralihan-beban untuk memaparkan penerapan temuan-temuan pada latar lainnya tergantung pada peneliti yang harus mengadakan uraian rinci tentang keadaan latar untuk keperluan penerapan. Deskriptif, naturalistic, dan berorientasi kata Bermakna, pemahaman awam, proses, dibangun secara social, tema, keabsahan data. Tape recorder , catatan lapangan, peneliti adalah instrument itu sendiri. Memakan waktu, prosedur tindakan baku, reliabilitas-keabsahan data

24 .

Kriteria

Kesimpulan dan generalisasi diformulasikan pada akhir penelitian, dinyatakan dengan derajat kepercayaan tertentu yang ditentukan terlebih dahulu. Validitas interval-bagaimana kebenaran ditemukan. Validitas eksternal-bagaimana penerapan temuan-temuan pada latar lainnya. Objektivitas-bagaimana seharusnya kita dapat diyakinkan bahwa temuan-temuan adalah reflektif dari subjek daripada hasil dari biases para peneliti

25 . 26 . 27 . 28 .

Frasa Kunci Konsep Kunci

Eksperimental, data numeric, empiric, dan statistical Reliabilitas, variable, operasionalisasi, hipotesis, validitas, statistical, signifikasi, replikasi. Inventori, kuesioner, skala, skor tes, indicator Mengontrol variable, validitas

Instrument Penelitian Masalah

Contoh penelitian kualitatif:


1. Hubungan Antara Peluang Pengembangan Karir Dan Jaminan Sosial Dengan Semangat Kerja Diderrektorat Produksi Di Pt Semen Gresik (Persero) 2. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Otoriter Dengan Kecenderungan Emotional Focused Coping Pada Remaja 3. Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Citra Raga Remaja Awal Dilihat Dari Perkembangan Fisik

Contoh penelitian Kuantitatif:


1. Pengaruh latar belakang guru dan eksplanasi sejarah terhadap kemampuan menulis kisah sejarah oleh siswa 2. Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe teams games tournament (tgt) terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar se-kecamatan depok

SUMMARY
Berbagai Cara Mencari Kebenaran : y y y y y Secara kebetulan Trial And Error Melalui Otoritas Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman Melalui Penyelidikan Ilmiah

Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena. Proses tersebut, yang sering disebut sebagai metodologi penelitian, mempunyai delapan macam karakteristik: 1) Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan. 2) Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan. 3) Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik. 4) Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola. 5) Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik. 6) Penelitian menerima asumsi kritis tertentu. 7) Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi

permasalahan yang mengawali penelitian. 8) Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau le-bih tepatnya,

Macam Tujuan Penelitian 1) 2) 3) 4) 5) eksplorasi (exploration) deskripsi (description) prediksi (prediction) eksplanasi (explanation) dan aksi (action).

Ragam Penelitian menurut Bidang Ilmu y penelitian dasar (basic research) : Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa y penelitian terapan (applied research): menghasilkan ilmu-ilmu terapan ,misalnya di bidang fisika bangunan dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). Ragam Penelitian menurut Pembentukan Ilmu y y penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis penelitian deduktif adalah penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis

Ragam Penelitian menurut Bentuk data Macam penelitian dapat pula dibedakan dari bentuk datanya yaitu : y Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistic y Data kualitatif yaitu datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik

Ragam Penelitian menurut Paradigma Keilmuan y y y Positivisme Rasionalisme fenomenologi

Ragam Penelitian menurut Strategi y y y y Penelitian Opini Penelitian Empiris Penelitian Kearsipan Penelitian Analitis

penelitian perlu dilakukan dengan syarat: 1) SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan 2) OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer)