Anda di halaman 1dari 7

1. Penelitian: Memulai proses penulisan esai dengan meneliti topik Anda, membuat diri ahli.

Memanfaatkan internet, database akademik, dan perpustakaan. Ambil catatan dan melibatkan diri ke dalam kata-kata pemikir besar. 2. Analisis: Sekarang bahwa Anda memiliki dasar pengetahuan yang baik, memulai menganalisis argumen dari esai Anda baca. Jelas mendefinisikan klaim, menulis alasan, bukti. Cari kelemahan dari logika, dan juga kekuatan. Belajar bagaimana menulis esai dimulai dengan belajar bagaimana menganalisis esai yang ditulis oleh orang lain. 3. Brainstorming: esai Anda akan memerlukan wawasan kecemerlangan Anda sendiri, menulis esai asli. Tanyakan diri Anda pertanyaan selusin dan menjawabnya. Bermeditasi dengan pena di tangan Anda. Berjalan-jalan dan berpikir dan berpikir sampai Anda datang dengan wawasan asli untuk menulis tentang. 4. Tesis: Pilih Anda ide yang terbaik dan pin itu di sebuah pernyataan jelas bahwa Anda dapat menulis esai seluruh sekitar. Tesis Anda adalah titik utama Anda, disimpulkan dalam kalimat ringkas yang memungkinkan pembaca tahu mana kau pergi, dan mengapa. Ini praktis tidak mungkin untuk menulis sebuah esai yang baik tanpa tesis yang jelas. 5. Garis Besar: Sketsa keluar esai Anda sebelum menulis itu segera keluar. Gunakan satu baris kalimat untuk menggambarkan paragraf, dan poin-poin untuk menggambarkan apa yang tiap paragraf akan berisi. Bermain dengan perintah esai. Memetakan struktur argumen Anda, dan pastikan setiap paragraf bersatu. 6. Pendahuluan: Sekarang duduk dan menulis esai. pengenalan harus menarik perhatian pembaca, menyiapkan masalah ini, dan mengarah ke tesis Anda. intro Anda hanyalah penumpukan masalah ini, tahap membawa pembaca Anda ke argumen esai. (Catatan:.. Judul dan paragraf pertama mungkin yang paling elemen penting dalam esai Anda ini merupakan titik esai-menulis yang tidak selalu tenggelam di dalam konteks kelas Dalam paragraf pertama Anda hook baik bunga pembaca atau kehilangan Tentu saja guru Anda, siapa yang dibayar untuk mengajarkan anda bagaimana menulis esai,. akan membaca esai yang telah Anda tulis apapun, namun di dunia nyata, pembaca membuat mereka pikiran tentang apakah atau tidak untuk membaca esai Anda dengan melirik judul saja.) 7. Paragraf: Setiap paragraf individu harus difokuskan pada satu ide yang mendukung tesis Anda. paragraf Mulailah dengan kalimat topik, pernyataan dukungan dengan bukti, dan menjelaskan ide-ide Anda dengan cara, jelas paling masuk akal Anda bisa. Berbicara dengan pembaca anda seolah-olah ia sedang duduk di depan Anda. Dengan kata lain, daripada menulis esai, mencoba berbicara esai. 8. Kesimpulan: anggun keluar esai Anda dengan membuat membungkus cepat-up kalimat, dan kemudian berakhir pada beberapa pemikiran berkesan, mungkin kutipan, atau twist yang menarik logika, atau beberapa panggilan untuk bertindak. Apakah ada sesuatu yang ingin pembaca untuk berjalan pergi dan lakukan? Biarkan dia atau dia tahu persis apa. 9. MLA Style: Format esai Anda sesuai dengan pedoman yang benar untuk kutipan. Semua ide dipinjam dan kutipan harus benar yang disebutkan dalam tubuh teks Anda, diikuti dengan Dikutip Pekerjaan (referensi) halaman daftar rincian sumber Anda.

10. Bahasa: Kau tidak selesai menulis esai Anda sampai Anda sudah dipoles bahasa Anda dengan mengoreksi tata bahasa, membuat aliran kalimat, dilengkapi irama, penekanan, menyesuaikan formalitas, memberikan nada berkepala dingin, dan membuat lainnya intuitif suntingan. Mengoreksi sampai berbunyi hanya bagaimana Anda ingin terdengar. Menulis esai dapat membosankan, tetapi Anda tidak ingin mengerjakan dgn kurang baik pada jam kerja konseptual Anda telah dimasukkan ke dalam menulis esai Anda dengan meninggalkan beberapa misppallings licik dan phrazies wordedd pourly .. Anda sudah selesai. Great job. Sekarang pindah Ernest Hemingway - penulis baru akan datang usia! (Tentu saja Hemingway adalah seorang penulis cerita fiksi, bukan seorang penulis esai, tetapi ia mungkin tahu bagaimana menulis esai baik begitu.) Janji saya: The Rest Situs ini Sungguh Akan Mengajar Anda Bagaimana menulis sebuah Essay Selama setengah belasan tahun saya sudah membaca ribuan esai kuliah dan mengajar siswa bagaimana menulis esai, melakukan penelitian, menganalisis argumen, dan sebagainya. Saya menulis situs ini dengan cara, yang paling mendasar praktis mungkin dan membuat kristal instruksi yang jelas bagi siswa dan instruktur untuk mengikuti. Jika Anda hati-hati mengikuti sepuluh langkah untuk menulis sebuah esai seperti diuraikan di situs ini - jujur dan hati-hati mengikuti mereka - Anda akan belajar bagaimana menulis esai yang lebih terorganisir, wawasan, dan menarik. Dan And Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2095143-contoh-esai/#ixzz1iAdkd3Dc

Menulis Esai: Dasar Menulis sebuah esai atau makalah, tanpa mempedulikan topiknya, adalah sebuah proses: Dan juga Action itu lebih penting. Lihat Action * Bangun dan definisikan topikmu Tuliskan tema atau topik utama esaimu dalam satu atau dua kalimat paling banyak. * Tentukan pembaca esaimu Apakah yang membaca esaimu adalah dosen yang memberi nilai atau asisten dosen? Teman sekelasmu yang akan memberikan kritikan? Sekelompok profesional untuk review? Sekelompok profesional untuk review? Ingatlah akan pembaca ini selama kamu menulis esai * Rencanakan kurun waktu Buat suatu kurun waktu penulisan esai, dan antisipasi adanya perkembangan topik esaimu dan revisi. Seringkali suatu esai yang sempurna adalah esai yang direvisi setelah selesai dibuat. * Kumpulkan bahan-bahan Orang: dosen, asisten dosen, pustakawan, ahli dalam bidang, profesional Referensi: buku teks, rekomendasi kerja, web site, majalah, buku harian, laporan profesional * Riset: baca, wanwancara, eksperimen, kumpul data-data, dll. dan catat selengkap mungkin.

Gunakan kartu indek atau word processing. * Organisasi catatanmu dengan menulis dahulu di kertas lain: fokus pada bebas menulis, petaan, and/atau garis besarnya. * Buatlah esai pertamamu (rough draft) Tentukan bagaimana kamu mengembangkan argumentasi: Gunakan logika yang baik dalam argumentasi untuk membantu mengembangkan tema dan/atau mendukung tema. Apakah kamu akan membuat perbandingan atau definisi? Apakah kamu akan mengfritik atau menjelaskan? Lihat definisi istilah-istilah esai di situs Pedoman Belajar. Paragraf pertama * Kenalkan topikmu! * Beritahukan pandanganmu kepada pembaca! * Rangsang pembaca menyelesaikan membaca esaimu! * Fokuskan pada tiga poin untuk kemudian Paragraf pertama biasanya paling sulit dikerjakan. Bila kamu menemui masalah, biarkanlah dan usahakan untuk menulisnya ulang nanti, bahkan setelah kamu selesai mengerjakan paragraf terakhir. Akan tetapi perlu diingat bahwa paragraf pertamalah yang menarik perhatian pembaca ke topik dan pendapatmu, serta penting untuk membuat mereka membaca esaimu sampai selesai.he first paragraph is often the most difficult to write. Isi Esai * Bangunlah alur isi esai dari satu paragraf ke paragraf yang lainnya o Kalimat transisi, klausa, atau kata-kata pada awal paragraf menghubungkan ide pikiran ke ide lainnya. (Lihatlah kata & frasa transisi) o Kalimat-kalimat pokok, juga terdapat pada awal setiap paragraf, menjelaskan ide yang termuat di dalamnya sesuai dengan konteks esai keseluruhan. o Hindari satu atau dua paragraf yang mungkin menunjukkan kurang dikembangkannya poinmu. * Tulis dengan kalimat-kalimat aktif o "Panitia Akademis memutuskan ..." bukan "Telah diputuskan oleh ..." o Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" untuk presentasi yang jelas, dinamis dan efektif. (Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" dan presentasimu efektif, jelas dan dinamis.) o Menghindari "menjadi" berarti penggunaan kalimat pasif akan berkurang. * Gunakan kutipan untuk mendukung pandanganmu o Kutiplah dan jelaskan secara tepat setiap ungkapan yang dipakai. o Gunakan kutipan dengan gaya blok atau indented secara terpisah karena mereka dapat merusak alur isi esaimu. * Buktikan setiap poin pendapatmu secara berkesinambungan dari awal sampai akhir esai o Jangan meninggalkan fokus utama esaimu. o Jangan langsung meringkas pada isi esaimu. Tunggu sampai pada paragraf kesimpulan. Kesimpulan

* Baca paragraf pertama dan isi esaimu dulu * Ringkas, kemudian simpulkan argumentasimu * Tinjau kembali (sekali lagi) pada paragraf pertama sekaligus isi esai. Apakah paragraf terakhir: o menyatakan ulang tema utama secara singkat? o merefleksikan keberhasilan dan pentingnya argumentasi yang ada pada isi esai? o menyimpulkan isi esai secara logika? * Edit/tulis ulang paragraf pertama Hal ini dapat membuat isi dan kesimpulan esaimu lebih baik Howard Foundation Wonder Forward

View rank

wiki page 114 [contoh esai] Serigala dan Rusa 42

Day 755, 20:53

Indonesia itu seperti Serigala.

dan PHOENIX itu seperti gerombolan Serigala.

Imperialis, demen berperang, keras, ditempa oleh peperangan.

Di masa lalu tidak ada yang meragukan bahwa Indonesia adalah serigala terkuat dan semua tunduk kepada serigala ini.

Tidak peduli pandangan apa yang kita miliki terhadap serigala, tetap saja serigala memancing rasa kagum dan segan. Meski orang mengatai yang bukan-bukan soal serigala (makhluk keji, licik, atau kadang dikibuli kancil/rusa, atau bahkan penjahat kelamin), tapi bangsa Mongol yang menguasai seperempat lahan dunia pun berasal dari Serigala Kelabu.

Menjelang paruh terakhir versi V1 ini, semangat serigala dalam diri eIndonesia mulai mereda. Memang sepertinya kutukan besi adalah kutukan tampuk dan kesenangan.

Dinasti mongol yang liar dan memukau dunia pun bisa surut karena korupsi, ketamakan, dan kelewat enak bersanding di takhta.

Serigala generasi berikutnya yang lapar adalah Serbia dalam PHOENIX, tapi apa daya serigala ini kala dikelilingi serigala tua yang sudah kembung dan kekenyangan?

Mungkinkah serigala tua ini sebenernya Rusa? Cara kita memandang game ini sudah keburu terlalu praktis, darah dihindari dan diplomasi dipentingkan. Memang diplomasi baru bisa berjalan kalau taring kita tajam, tapi semua melihat bahwa taring kita sudah tidak tajam lagi seperti dahulu.

Bahkan bangsa rusa pun berani mengangkat kepala dan menyepak kita tepat di muka, Bangsa-bangsa kecil mulai bermekaran tapi pongah, padahal tidak lebih dari rusa (ataukah sebenarnya mereka calon serigala masa depan* siapa yang tahu)?

Dalam era akhir V1 ini, semoga kita semua sudi berpikir sejenak. Apa yang membuat bangsa kita begini gila dan bangsa kita yang pernah menjelajahi semua penjuru bumi ini, kecuali eropa barat, telah pelajari.

Ingatlah kata-kata seekor serigala tua ini, yang mengutip pujangga besar:

"Apakah tiga kebutuhan agar sebuah negara bertahan hidup? 1. makanan, 2. senjata, 3. semangat bangsa."

Jika salah satu disingkirkan, maka yang MASIH bisa disingkirkan dahulu adalah: MAKANAN.

Jika salah satu lagi dipaksa disingkirkan, maka yang MASIH bisa disingkirkan adalah SENJATA.

Tapi sebuah negara tanpa semangat juang adalah negara marmut, negara tikus. Dan tikus lebih rendah dari rusa. Rusa pun lebih rendah dari serigala.

Ingatlah bahwa kita dahulu adalah serigala. Ingatlah serigala dalam hati kita. Kita bukan macan atau singa. Kita serigala. Sebab hanya serigala yang saling membantu dan memperhatikan dalam kelompoknya, sementara macan dan singa semuanya egois.

Ingatlah akan semangat serigala. Serigala yang selalu menawan hati dunia. Hidup eIndonesia

PESANTREN IDAMAN.. DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GARUT.. Bersekolah di sebuah sekolah yang memiliki lebel Pesantren yang berarti di isi dengan orang-orang yang memiliki perilaku santri, setelah menganalisis dan merasakan, memang darul arqam hingga saat ini masih dibilang sebuah sekolah pesantren namun dengan adanya keseimbangan antara pelajaran umum dan pelajaran agama. Jika berbicara fakta bisa di bilang smua itu hanyalah sebuah topeng belaka yang hanya ingin mencari sebuah pormalitas belaka.dan setelah berbincang bincang dengan sebagian santiwan santriwati darul arqam kebanyakan mereka berpendapat bahwa darul arqam bukanlah sebuah pesantren namun hanya sekedar boarding school islamic atupun sekolah SMP/SMA plus saja. Tragis. Pernyataan tersebut memang telah menyatakan bahwa memang mereka tidak merasakan adanya kepesantrenan, dan memang efek dari globalisasi memang sangat terasa secara disengaja ataupun tidak disengaja. Banyak sekali berbagai pemasalahan di darul arqam, walaupun memang darul arqam hanya menunjukan topeng positifnya saja untuk dipertunjukan ke orang luar sana. Di darul arqam, terdapat kurang lebih 116 guru, diantara dari 116 orang itu mereka berada didalam ruang lingkup darul arqam, dan dikarenakan pula di darul arqam hidup berasrama maka setiap kelas memiliki wali kelas dan pembina. Salah satu tugas dari pembina yaitu untuk membina, membimbing, dan paling perlu di ingat merka juga sebagai pengganti orang tua. Namun, sangat disayangkan sekali yang terasa oleh kami sebagai santri darul arqam para pembina hanya selalu bertugas untuk ngegebrig saja dan menguak segala masalah santri yang berkaitan dengan pondok Di darul arqam pula, kurang lebih setiap satu bulan atau dua bulan sekali suka diadakannya razia. Razia hape, laptop, pakaian-pakaian yang kurang sopan CD-CD dan lain sebagainya yang bertentangan dengan aturan pondok. Dan pastinya para pembina jika sudah mendapatkan barang raziaany mereka pasti membuka-buka. Entah itu suatu perbuatan yang salah atau bukan, ingin mengetahui privase orang lain. Segala perbuatan ada hal positif dan negatifnya, dan mungkin dari sisi negatifnya bukan suatu hal yang baik mengetahui privase orang lain, namun dari sisi positifnya secara tidak langsung pembina hanya ingin meluruskan ataupun mengajak para santrinya untuk tetap berada di jalan yang benar. Sekolah di darul arqam tanpa bimbingan dari orang tua, dan katanya para pembina sebagai penganti orang tua kita, namun, pada nyatanya pembina hanya sekedar bertugas untuk ngegebrig para santri supaya shalat di mushala dan untuk masuk kelas. Padahal yang kita butuhkan bukan itu, memang kita tidak ingin disebut anak mamih ataupun anak manja, mau tidak mau tetap saja kita masih butuh arahan ataupun bimbingan darri kedua orang tua kita. Karena tidak adanya bimbingan daari orang tua yang akhirnya kebanyakan santri darul arqam lebih nyaman bersama dengan temannya sendiri dan di rumah orang lain dibanding berada di rumah dan bersama orang tua, kitanyapun menjadi tidak dekat dengan keluarga