Anda di halaman 1dari 21

Cara memperoleh dan mendaftar barcode untuk produk dagang @ mesin kasir

December 27th, 2008 mesin kasir Sejauh ini begitu banyak komentar dan telpon ke kami yang menanyakan cara mendapatkan barcode untuk produk mereka yang ingin dipasarkan ke pasar umum, kebanyakan mereka tidak mengetahui prosedur dan mendaftar kemana, mereka tidak mengetahui apa itu GS1 (dahulu EAN Indonesia) untuk itu kami kutipkan dari GS1 cara memperoleh registrasi barcode untuk produk dagang, GS1 Indonesia adalah satu-satunya organisasi yang diberi wewenang oleh GS1 Global untuk mengalokasikan dan mengurus penomoran barcode standard GS1 System di Indonesia Langkah 1 : Dapatkan Company Prefix GS1

Langkah pertama apabila perusahaan merencanakan untuk menggunakan barcode pada produknya adalah dengan menentukan nomor identifikasi yang akan dimasukkan kedalam barcode, nomor-nomor tersebut dinamakan kunci identifikasi GS1 system. Kunci identifikasi GS1 system didapat dengan cara mendaftar ke GS1 Indonesia. Sebagai anggota GS1 Indonesia, perusahaan akan mendapatkan nomor Company Prefix GS1 yang nantinya digunakan sebagai dasar identifikasi secara unik untuk di jalur supply chain dan saat ini GS1 System dipakai oleh lebih dari 1 juta perusahaan diseluruh dunia. Untuk pendaftaran anggota, hubungi Membership & Business Development GS1 Indonesia (contact person : Hany Rizana & Priyani, EXT. 104). E-Trade Building Lt. 6 Jln. Wahid Hasyim No. 55 Jakarta Pusat 10350 Indonesia T : (021) 3916289 (Hunting) F : (021) 3916269 eMail : info@gs1.or.id Langkah 2 : Pemberian Nomor Setelah mendapat nomor Company Prefix GS1, perusahaan siap untuk mulai memberikan nomor identifikasi kepada trade itemnya (produk atau jasa), Lokasi, Unit Logistik, Asset Perusahaan (individual asset dan returnable asset), service relationship dan penggunaan khusus lainnya.

Prosesnya sangat mudah dan dapat dipelajari bagaimana caranya memformat masing-masing nomor tersebut. Gunakan nomor Company Prefix GS1 (gabungan antara kode negara & kode perusahaan) dikombinasikan dengan nomor item reference/kode produk yang telah ditentukan oleh perusahaan. GS1 Indonesia memberikan fasilitas training mengenai GS1 system kepada anggota maupun umum. Untuk informasi mengenai training dan aplikasi GS1 System dapat menghubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person: Ir. Sri Suhartati , Dani Yusdiar ST. , EXT. 114) Langkah 3 : Memilih Perusahaan Pencetakan Bar Code Langkah awal, kita harus memutuskan apa yang akan di barcode dan apakah barcode tersebut akan memuat informasi statis atau dinamis didalamnya. Contoh informasi statis adalah identifikasi produk secara sederhana menggunakan GTIN pada kemasan produk. Contoh informasi dinamis biasanya akan tercetak nomor serial pada label seperti pada label unit logistik.

Jika Barcode hanya memuat informasi statis dan dibutuhkan jumlah label yang besar maka kita dapat meminta perusahaan percetakan untuk mencetak label tersebut dan jika kita hanya butuh label dalam jumlah kecil atau ingin mencetak label dengan informasi dinamis maka yang kita butuhkan adalah on-demand printer seperti laser printer atau thermal transfer printer. Dalam merencanakan implementasi barcode yang baik adalah dengan mengetahui bagaimana barcode tersebut akan dicetak. Pertimbangan Pada Proses Pencetakan Pertimbangan akhir yang paling utama untuk ukuran simbol adalah kapasitas dari proses printing yang dipilih. Ukuran minimum (magnification) dan Bar Width Reduction (BWR) yang tepat

untuk simbol bervariasi tergantung proses pencetakannya. Perusahaan percetakan harus mengetahui ukuran simbol minimum (magnification) dan BWR agar menghasilkan barcode dengan kualitas yang dapat diterima. GS1 Indonesia dapat membantu anggotanya untuk membuatkan film master barcode sesuai standar GS1, film master tersebut digunakan untuk mencetak bar code pada kemasan. Informasi lebih lanjut mengenai film master, hubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person : Koharudin, EXT. 108) Langkah 4 : Memilih Lingkungan Untuk Pembacaan/Scanning Spesifikasi untuk type barcode, ukuran, penempatan dan kualitas semuanya tergantung kepada dimana pembacaan barcode tersebut akan dilakukan . Empat dasar ruang lingkup pembacaan/scanning untuk trade item : 1. Kemasan produk di scan pada ritel point of sale (POS) 2. Kemasan produk di scan pada distribusi umum 3. Kemasan produk di scan pada POS tapi juga di scan pada distribusi. 4. Lingkungan khusus seperti penandaan pada alat-alat medis. Dengan mengetahui dimana barcode akan di scan kita dapat membuat spesifikasi yang tepat pada saat barcode tersebut mulai diproduksi. Sebagai contoh, jika sebuah kemasan produk di scan pada Point of Sale (POS) dan distribusi umum, maka kita harus menggunakan simbol EAN/UPC untuk mengakomodasi POS tetapi mencetaknya dalam ukuran yang lebih besar untuk mengakomodasi pembacaan scanner di distribusi/gudang dan pastikan penempatannya memenuhi syarat pembacaan secara otomatis. Langkah 5 : Pemilihan Jenis Simbologi Bar Code Memilih jenis simbologi barcode yang tepat sangat penting dalam menentukan keberhasilan rencana pengimplementasian barcode, dibawah ini beberapa tips yang dapat kita jadikan acuan; - Jika barcode trade item akan di scan pada point of sale ritel, kita harus menggunakan simbol EAN/UPC ( UPC-A , UPC-E , GS1-8 , GS1-13 ) - Jika kita mencetak barcode dengan berbagai macam informasi tambahan seperti nomor seri, tanggal expired atau ukuran, maka digunakan simbol GS1-128, GS1 DataBar (RSS), atau pada kasus khusus digunakan Composite Component atau simbol GS1 Data Matrix. - Jika ingin mencetak barcode yang hanya memuat nomor GTIN pada corrugated carton/outer box, maka dipilih simbol ITF-14. Langkah 6: Ukuran Bar Code Setelah ditentukan simbol barcode yang sesuai dan digabungkan dengan informasi yang akan dikodekan kedalamnya, maka dimulailah tahap design. Ukuran simbol didalam design tergantung kepada jenis simbol yang dipilih, dimana simbol akan digunakan, dan bagaimana simbol tersebut akan dicetak dan tak kalah pentingnya adalah ruang/space yang tersedia pada kemasan untuk penempatan bar code tersebut.

Simbol EAN/UPC Simbol EAN/UPC berbeda dengan simbol ITF-14 dan GS1-128 karena simbol EAN/UPC di scan pada ritel menggunakan omni-directional scanner. Simbol EAN/UPC mempunyai ukuran yang tetap antara tinggi dan lebar simbol. Apabila ingin merubah salah satu ukurannya maka ukuran yang lain harus dirubah secara proporsional. Ukuran nominal tinggi dan lebar yang diperbolehkan adalah 80% hingga 200% . Dibawah ini beberapa contoh ukuran barcode EAN13. EAN/UPC Magnification Nominal (100%) 37.29mm x 25.91mm Minimum (80%) 29.83mm x 20.73mm

Memperkecil ukuran simbol EAN/UPC harus dilakukan pada saat mendesign kemasan, memotong tinggi ukuran yang sudah ada atau disebut truncation, tidak diperbolehkan didalam spesifikasi simbologi EAN/UPC dan harus dihindari karena hal tersebut akan mengakibatkan pengaruh buruk terhadap scanning rate untuk omni directional scanner ritel. Apabila simbol EAN/UPC digunakan di logistik (shipping dan distribusi) dan juga pada Point of sale (POS), magnification yang diperbolehkan berkisar antara 150% sampai 200%, contohnya simbol pada carton yang digunakan untuk peralatan besar (misalnya TV atau oven microwave ). Simbol ITF-14 dan GS1-128 Simbol ITF-14 dan GS1-128 juga mempunyai range ukuran yang sudah ditentukan. Ukuran simbol ITF-14 dan GS1-128 seringkali ditentukan oleh lebar dari X-Dimension bukan dari magnificationnya. Ukuran GS1-128 bervariasi tergantung dari jumlah informasi tambahan yang akan dimasukkan kedalam barcodenya tetapi maksimum 48 karakter. Ukuran nominal simbol ITF-14 (100%) : 142.75 mm x 32 mm (tanpa Bearer Bar )

GS1-128

Langkah 7 : Format Teks Bar Code Teks dibawah bar code sangat penting karena jika bar code rusak atau kualitasnya rendah, maka teks digunakan sebagai back-up. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar format teks pada simbol bar code, silahkan simak Frequently Asked Question berikut ini; Apakah Human Readable Interpretation harus mempunyai ukuran tertentu ? Huruf OCR-B semula ditentukan untuk digunakan pada simbol EAN/UPC, tetapi sepesifikasi GS1 System sekarang membolehkan huruf apa saja sepanjang huruf tersebut jelas dan dapat terbaca. Apakah Human Readable Interpretation harus diletakan diatas atau dibawah? Tergantung kepada simbol yang kita pergunakan. Untuk simbol EAN/UPC teks dicetak dibawah simbol. Teks simbol ITF-14 dan GS1-128 dapat dicetak diatas atau dibawah simbol. Apakah tanda kurung (parentheses) pada Application Identifiers (AI) didalam simbol GS1-128 harus selalu digunakan dan apakah tanda kurung tersebut dikodekan kedalam simbol barcode? Seluruh AI harus dimasukkan kedalam tanda kurung didalam Human Readable Interpretation, tetapi tanda kurung tersebut tidak dikodekan didalam simbol. Berapa digit yang harus tercetak dibawah simbol EAN/UPC pada Human Readable text? * Dibawah simbol UPC-A kita harus mencetak 12 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang. * Dibawah simbol EAN-13 kita harus mencetak 13 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang. * Dibawah simbol EAN-8 kita harus mencetak 8 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang. Langkah 8 : Memilih Warna Bar Code Kombinasi warna yang optimum untuk simbol bar code adalah warna hitam untuk garis dan putih untuk background (space dan quiet zones). Jika ingin menggunakan warna lain, penjelasan berikut ini mungkin dapat membantu dalam memilih warna yang diinginkan :

* Simbol barcode GS1 membutuhkan warna gelap untuk garis (misalnya hitam, biru tua, coklat tua atau hijau tua). * Garis harus selalu terdiri dari warna tunggal dan jangan pernah dicetak dengan berbagai alat imaging (misal plate, screen, cylinder). * Simbol bar code GS1 membutuhkan background terang untuk space dan quiet zones (misal warna putih). * Jika kita menggunakan multiple layer dari tinta untuk meningkatkan opacity pada background, setiap layer harus dicetak secara solid. * Jika kita menggunakan fine screen untuk menghantarkan tinta ke substrate, pastikan tidak ada kekosongan didalam proses pencetakan yang disebabkan oleh screen tersebut tidak cukup terisi didalamnya. Sekali lagi, dengan tetap menggunakan garis warna hitam dan space putih, kita telah memilih kombinasi yang optimum, tetapi bukan berarti kombinasi warna lain tidak dapat digunakan. Konsultasikan hal ini dengan perusahaan percetakan yang berpengalaman. Langkah 9 : Penempatan Bar Code Penempatan simbol sebaiknya sudah direncanakan pada saat mendesign kemasan dan juga harus dipertimbangkan proses pengemasannya. Konsultasikan dengan staf bagian pengemasan untuk memastikan simbol tidak akan buram atau rusak (misal diletakan di sisi karton, dibawah lipatan karton, dibawah tutup kemasan atau tertutup oleh tingkat kemasan yang lain ). Setelah ditentukan letak penempatannya, konsultasikan dengan perusahaan percetakan karena beberapa proses pencetakan mensyaratkan barcode harus dicetak dengan orientasi khusus agar arahnya sesuai dengan web atau sheet. Jika memungkinkan, pada saat menggunakan printing flexographic, garis harus berjalan paralel

dengan arah tekanan web atau orientasi picket fence. Jika garis dibutuhkan tegak lurus dengan arah tekanan atau ladder orientation, hindari distorsi simbol pada lingkaran plate roll. Apabila menggunakan proses printing silk screen atau rotogravure, simbol harus lurus paralel dengan struktur cell pada screen atau gravure plate cylinder agar didapat garis tepi yang paling halus yang memungkinkan. Langkah 10 : Mengetahui Kualitas Bar Code Standar ISO/IEC 15416 Bar Code Print Quality Test Specifications untuk simbologi linear merupakan metode yang dipakai oleh GS1 dalam menghitung kualitas simbol bar code setelah bar code tersebut dicetak. Verifikasi Barcode sangat penting, walaupun produk tersebut bukan untuk tujuan ekspor. Dengan verifikasi dapat dihindari terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan cetak dan kegagalan baca alat scanner pada barcode yang tidak standar sehingga tujuan dari otomatisasi itu sendiri tidak tercapai terutama pada Point of Sale (POS) di ritel. Selain itu juga untuk memastikan bahwa nomor-nomor yang dikodekan pada produk tersebut diwakili oleh barcode secara benar. Proses verifikasi dilakukan sebelum bar code dicetak pada kemasan secara massal.

Untuk Verifikasi Kualitas Bar code, hubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person : Dani Yusdiar ST., EXT. 114 )

GS1 Indonesia - The global language of business

GS1 Global Office

Member Login

Beranda Tentang Kami Produk Layanan Menjadi Anggota

Menjadi Anggota

Persyaratan dan Alur Biaya Pendaftaran Formulir Pendaftaran

GS1 Indonesia
Persyaratan dan Alur Langkah Pertama :

Mengisi Formulir Registrasi dan lengkapi persyaratan. Formulir dapat di peroleh dengan cara mengambil ke kantor GS1 Indonesia di E-Trade Building Lantai 6 Jl. Wahid Hasyim No. 55 Jakarta Pusat 10350. Setelah formulir registrasi di isi, lalu kirim melalui fax dengan nomor (021)3916269. Dan Formulir Registrasi yang asli setelah diberi materai dan ditandatangani, berserta fotocopy berkas-berkas persyaratan di kirim melalui pos/kurir ke alamat GS1 Indonesia E-Trade Building Lantai 6, Jl. Wahid Hasyim No. 55 Jakarta Pusat 10350. Berkas-berkas persyaratan yang harus dipenuhi adalah: o Fotocopy SIUP - Fotocopy NPWP (perusahaan) o Fotocopy Akta pendirian perusahaan o Fotocopy TDP (Tanda Daftar Perusahaan) o Fotocopy KTP orang yang diberi tanggungjawab mengurusan barcode.

o o

Surat Kuasa bagi orang yang diberi tanggungjawab untuk mengurus pendaftaran kenaggotaan GSI Indonesia. Dan untuk produk makanan, minuman dan obat-obatan harus melampirkan fotocopy izin dari Departemen Kesehatan(SP/MD).

Setelah kami menerima formulir registrasi yang asli, kami akan proses. Member Account Department akan menganalisa formulir registrasi dan berkas-berkas persyaratan untuk menentukan besarnya iuran keanggotaan GS1 Indonesia. Member Account Department menentukan besar iuran anggota, dilanjutkan kepada Finance Department yang akan mengirim invoice. Langkah Kedua :

Membayaran Biaya pendaftaran dan Iuran Anggota. Transfer biaya pendaftaran dan iuran anggota melalui Bank Mandiri Cabang Jalan Sunda, atas nama GS1 Indonesia dengan nomor rekening: 103-0004923-880 untuk tagihan dalam bentuk mata uang rupiah. Untuk tagihan dalam bentuk Dollar dapat di transfer melalui Bank Mandiri Cabang Jalan Sunda, atas nama GS1 Indonesia dengan nomor rekening: 103-0004923-922. Setelah mentransfer iuran keanggotaan, calon anggota menge-fax bukti transfer ke nomor (021) 3916269. Setelah kami menerima fax bukti transfer, Finance Department akan meminta Member Account Department untuk mengeluarkan nomor anggota. Sampai di sini perusahaan anda telah diterima menjadi anggota GS1 Indonesia dan berhak menggunakan nomor anggota untuk keperluan penomoran produk (barcode).

Secara keseluruhan, mulai dari kami menerima formulir registrasi yang asli sampai kami mengeluarkan nomor anggota memakan waktu 14 hari kerja (**. Kami juga akan mengeluarkan sertifikat keanggotaan GS1 Indonesia, 7 hari kerja setelah menggeluarkan nomor anggota. (** Lama proses menjadi anggota bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung dari kerja sama calon anggota. Biaya Pendaftaran Biaya pendaftaran menjadi anggota GS1 Indonesia:

Biaya pendaftaran/entrance fee: Rp. 1.000.000,- ** Iuran tahunan/annual fee : Rp. 1.000.000,Iuran Sistim Penomoran GS1/ GS1 System Number fee dibayarkan per-3 tahun, dalam USD dan besarnya iuran berdasarkan klasifikasi/kategori perusahaan (dilihat dari dokumen-dokumen yang dilampirkan), besarnya USD. 125 s/d USD. 750. Pembayaran Iuran GS1 System Number menunggu invoice/lembar tagihan dari GS1 Indonesia.

Bila menggunakan UPC Number System, iuran UPC Number System sebesar USD. 625.

**) Sudah termasuk Pelatihan Dasar Barcode untuk 1 orang.

<< Halaman semula

Related Links

GS1 Learn Publikasi: GS1 Global User Manual, Buletin, Brosur Sepuluh Langkah Implementasi Barcode Menjadi Anggota GS1 Indonesia Formulir Pendaftaran

Disclaimer | Privacy | Sitemap | Contact webmaster | Extranet Login

Mengenal Arti Barcode pada barang


3/30/2011 Jevandra Anda tentu sering melihat gambar bergaris seperti di samping ini, pada sebuah kemasan produk? Gambar tersebut disebut barcode. Gambar ini memang banyak membawa manfaat dalam bisnis. Karena telah memudahkan transaksi jual-beli barang.

Dengan pemberian kode [coding], barang dengan mudah dapat diketahui harganya tanpa harus membuka buku catatan. Tinggal dipindai alias di-scan, maka akan muncul nama barang beserta harganya. Tentunya barang-barang tersebut telah masuk dalam database terlebih dahulu.

Barcode ditemukan oleh Norman Joseph Woodland bersama Benhard Silver. Awalnya Silver mendengar sebuah percakapan antara direktur pabrik makanan dengan seorang Dekan di Institut Teknologi Drexel, Philadelphia. Sang direktur meminta agar Dekan tersebut dapat mengadakan riset untuk membuat alat pembaca informasi produk secara otomatis. Permintaan itu ditolak oleh dengan alasan kurang diketahui. Mendengar hal tersebut, Silver menemui Woodland dan menceritakan kejadian ini. Dari situ muncullah gagasan Woodland untuk membuat sistem pengkodean barang. Awalnya Woodland mencetak kode barang dengan menggunakan tinta khusus yang berpendar dibawah sinar ultraviolet. Namun, ada masalah, yakni tinta yang digunakan terlalu mahal. Meski demikian, ia tidak putus asa dan tetap melanjutkan proyeknya itu. Sampai akhirnya, pada 7 Oktober 1952, Norman Joseph Woodland dan Benhard Silver mendapat pengakuan hak paten atas penemuannya itu. Barcode mulai banyak digunakan pada 1966. Sampai saat ini Barcode telah banyak diterima dan digunakan dalam transaksi perniagaan. Guna menata dan mengatur Barcode agar optimal, maka penggunaannya diatur secara internasional oleh International Article Numbering Association (EAN). Dalam pengkodean barcode terdapat 13 angka. Angka-angka itu terdiri dari kode negara, kode perusahaan, kode produk dan cek digit. Dalam barcode, 2 (dua) atau 3 (tiga) digit pertama adalah kode negara, tempat produsen mendaftarkan keanggotaannya (register). Barangnya bisa saja diproduksi di seluruh dunia. Semisal sebuah produk dengan kode 899 adalah perusahaan yang mendaftarkan keanggotaannya di Indonesia, namun bisa saja barangnya diproduksi di Amerika. Sehingga meskipun dalam label produk menyantumkan made in China, tapi dalam barcodenya diawali angka 899, maka produk ini diproduksi di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang barcode ini, mari melihat asal negara dari kode angkanya; 00-13: USA dan Canada. 20-29: In-Store Functions. 30-37, France. 40-44: Germany. 45: Japan. 46: Russian Federation. 471: Taiwan. 474: Estonia. 475: Latvia. 477: Lithuania. 479: Sri Lanka. 480: Philippines. 482: Ukraine. 484: Moldova. 485: Armenia. 486: Georgia. 487: Kazakhstan. 489: Hong Kong. 49: Japan (lagi). 50: United Kingdom. 520: Greece. 528: Lebanon. 529: Cyprus. 531: Macedonia.

Lalu 535: Malta. 539: Ireland. 54: Belgium dan Luxembourg. 560: Portugal. 569: Iceland. 57: Denmark. 590: Poland. 594: Romania. 599: Hungary. 600 dan 601: South Africa. 609: Mauritius. 611: Morocco. 613: Algeria. 619: Tunisia. 622: Egypt. 625: Jordan. 626: Iran. 64: Finland. 690692: China. 70: Norway. 729: Israel. 73: Sweden. 740: Guatemala. 741: El Salvador. 742: Honduras. 743: Nicaragua. 744: Costa Rica. 746: Dominican Republic. 750: Mexico. 759: Venezuela. 76: Switzerland. Selanjutnya 770: Colombia. 773: Uruguay. 775: Peru. 777: Bolivia. 779: Argentina. 780: Chile. 784: Paraguay. 785: Peru. 786: Ecuador. 789: Brazil. 80 - 83: Italy. 84: Spain. 850: Cuba. 858: Slovakia. 859: Czech Republic. 860: Yugoslavia. 869: Turkey. 87: Netherlands. 880: South Korea. 885: Thailand. 888: Singapore. 890: India. 893: Vietnam. Seterusnya 899: Indonesia. 90 dan 91: Austria. 93: Australia. 94: New Zealand. 955: Malaysia. 977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN). 978: International Standard Book Numbering (ISBN). 979: International Standard Music Number (ISMN). 980: Refund receipts. 981 dan 982: Common Currency Coupons. 99: Coupons. Untuk kode produksi makanan, biasanya diawali dengan "MD" atau "ML". MD berarti Makanan Dalam (Negeri) alias produk lokal. ML berarti Makanan Luar (Negeri) alias produk impor.

Kode batang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Untuk metode taksonomi, lihat Kode batang DNA. Untuk informasi lebih jauh mengenai kode Matriks, lihat Matriks data (komputer).

Sebuah simbol kode batang UPC-A. Sebuah kode batang atau kode palang (bahasa Inggris: barcode) adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di

dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang. Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini. Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru, seperti RFID, berusaha sejajar di pasaran AIDC, tapi kesederhanaan, universalitas dan harga rendah kode batang telah membatasi peran sistem-sistem baru ini. Seharga US$0.005 untuk membuat kode barang bila dibandingkan dengan RFID yang masih seharga sekitar US$0.07 hingga US$0.30 per tag.[1] Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Sejarah 2 Kegunaan o 2.1 Kategori Berdasarkan Kegunaan 3 Pembaca Kode Batang o 3.1 Cara membaca Kode Batang 4 Keuntungan menggunakan kode batang 5 Lihat pula 6 Catatan kaki 7 Bacaan 8 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi kode batang dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industri. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia, untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis. Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel patent application, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik. Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya kode batang

dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC). Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan kode batang untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bullseye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.

[sunting] Kegunaan
Kode batang (barcode) terutama UPC, sudah menjadi bagian penting dalam peradaban modern. Penggunaan yang sudah tersebar luas menjadikan kode batang terus digunakan dan berkembang dengan baik,seperti:

Hampir semua barang yang dijual di toko grosir, department store, sudah menggunakan dan memiliki kode batang UPC. Hal ini sangat membantu dalam melacak seluruh item yang dibeli dengan memunculkan harga dan data yang sebelumnya sudah program. Penggunaan pada kartu anggota Ritel (hampir seluruh toko ritel seperti alat olah raga, kosmetik, peralatan kantor, obat, dan factory outlet) untuk mengidentifikasikan konsumen yang menjadi anggota. Pelacakan gerakan item, termasuk sewa mobil, bagasi maskapai penerbangan. Sejak tahun 2005, maskapai menggunakan standar IATA 2D kode batang di boarding pass (BCBP).[2] Beberapa 2D kode batang embed hyperlink ke halaman web page. Sebuah telepon genggam mampu dapat digunakan untuk membaca kode batang dan browsing situs yang terhubung. Pada 1970-an dan 1980-an, perangkat lunak kode sumber ini kadang-kadang dikodekan dalam kode batang dan dicetak di atas kertas.

[sunting] Kategori Berdasarkan Kegunaan


Terdapat 6 kategori barcode berdasarkan kegunaannya, yaitu: 1. Barcode untuk keperluan retail. Barcode untuk keperluan retail, salah satu contohnya adalah UPC (Universal Price Codes), biasanya digunakan untuk keperluan produk yang dijual di supermarket. 2. Barcode untuk keperluan packaging. Barcode untuk packaging biasanya digunakan untuk pengiriman barang, dan salah satunya adalah barcode tipe ITF. 3. Barcode untuk penerbitan. Barcode untuk keperluan penerbitan, sering digunakan pada penerbitan suatu produk, misalkan barcode yang menunjukkan ISSN suatu buku. 4. Barcode untuk keperluan farmasi. Barcode untuk keperluan farmasi biasanya digunakan untuk identifikasi suatu produk obat-obatan. Salah satu barcode farmasi adalah barcode jenis HIBC.

5. Barcode untuk keperluan non retail. Barcode untuk kepentingan non retail, misalkan barcode untuk pelabelan buku-buku yang ada di perpustakaan. Salah satu tipe barcode untuk keperluan non retail ini adalah Code 39. 6. Barcode untuk keperluan lain.

[sunting] Pembaca Kode Batang


Pada awalnya pembaca kode batang yaitu scanner atau pemindai dibangun dengan mengandalkan cahaya yang tetap dan satu photosensor yang secara manual digosokkan pada kode batang. Kode batang scanner dapat digolongkan menjadi tiga katagore berdasarkan koneksi ke komputer, yaitu : Jenis RS-232 kode batang scanner. Jenis ini membutuhkan program khusus untuk mentransfer data input ke program aplikasi. Jenis lain,adalah bercode yang menghubungkan antara komputer dan PS 2 atau AT keyboard dengan menggunakan kabel adaptor. Jenis ketiga adalah USB kode batang scanner, yang merupakan lebih modern dan lebih mudah diinstal perangkat daripada RS-232 scanner, karena scanner kode batang ini memiliki keuntungan yaitu tidak membutuhkan kode atau program untuk mentransfer data input ke program aplikasi, ketika anda melacak kode batang datanya dikirim ke komputer seakan-akan telah mengetik pada keyboard.

[sunting] Cara membaca Kode Batang


Kode batang terdiri dari garis hitam dam putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode. Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis 1, yang sedang 2, yang lebih tebal 3, dan yang paling tebal 4. Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka. 0 = 3211, 1 = 2221, 2 = 2122, 3 = 1411, 4 = 1132, 5 = 1231, 6 = 1114, 7 = 1312, 8 = 1213, 9 = 3112.

Standar kode batang retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number) 13. EAN-13 standar terdiri dari:

Kode negara atau kode sistem: 2 digit pertama kode batang menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar. Manufacturer Code: Ini adalah 5 digit kode yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN. Product Code: 5 digit setelah manufacturer code. Nomor ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu produk yang spesifik. Check Digit atau Checksum: Digit terakhir dari kode batang, digunakan untuk verifikasi bahwa kode batang telah dipindai dengan benar.

[sunting] Keuntungan menggunakan kode batang

Proses Input Data lebih cepat, karena : Kode batang Scanner dapat membaca / merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual. Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi Kode batang mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data. Proses Input lebih akurat mencari data, karena : Teknologi Kode batang mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi. Mengurangi Biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang. Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan. Kemampuan bersaing dengan perusahaan saingan / kompetitor akan lebih terjaga.

[sunting] Lihat pula


Identifikasi dan pengambilan data otomatis (AIDC) Pencetak kode batang Pemindai kode batang BCBP (Bar Coded Boarding Passes) Data Matrix Global Trade Item Number Sistem kontrol persediaan ISBN Pranala hiper dunia fisik RFID Semacode Kode batang sms Supply Chain Management Universal Product Code (UPC)

[sunting] Catatan kaki


1. 2.

^ Some Hot North American RFID Applications, RFID Radio ^ IATA

[sunting] Bacaan

Automating Management Information Systems: Barcode Engineering and Implementation Harry E. Burke, Thomson Learning, ISBN 0-442-20712-3 Automating Management Information Systems: Principles of Barcode Applications Harry E. Burke, Thomson Learning, ISBN 0-442-20667-4 The Bar Code Book Roger C. Palmer, Helmers Publishing, ISBN 0-911261-09-5, 386 pages

The Bar Code Manual Eugene F. Brighan, Thompson Learning, ISBN 0-03-016173-8 Handbook of Bar Coding Systems Harry E. Burke, Van Nostrand Reinhold Company, ISBN 978-0-442-21430-2, 219 pages Lines of Communication Craig K. Harmon, Helmers Publishing, ISBN 0-911261-07-9, 425 pages Punched Cards to Bar Codes Benjamin Nelson, Helmers Publishing, ISBN 0-91126112-5, 434 pages Revolution at the Checkout Counter: The Explosion of the Bar Code Stephen A. Brown, Harvard Univ Press, ISBN 0-674-76720-9 Reading Between The Lines Craig K. Harmon and Russ Adams, Helmers Publishing, ISBN 0-911261-00-1, 297 pages The Black and White Solution: Bar Code and the IBM PC Russ Adams and Joyce Lane, Helmers Publishing, ISBN 0-911261-01-X, 169 pages Sourcebook of Automatic Identification and Data Collection Russ Adams, Van Nostrand Reinhold, ISBN 0-442-31850-2, 298 pages

"8998899001920","BAYGON BAKAR JUMBO (DENGUE)" "8998899001425","BAYGON SPRAY YELOW 330ML" "8998899004211","AUTAN LOTION TUBE 50GR" "8998899004297","AUTAN LOTION KIDS 50GR" "8998899004105","AUTAN LOTION S&S 8ML SCHT" "8998899013046","BAYCLIN REGULER 200ML" "8998899001319","BAYGON MATIC METZ GD 21" "8992946121012","TROPICAL,REFFIL 1 LITER" "8991002105454","KOPI KAPAL API MURNI SPESIAL 35G" "8991002105430","KOPI KAPAL API, KOPI MURNI 75G" "8991002105485","KOPI KAPAL API SPECIAL MIX 25G" "8991002104914","KOPI KAPAL API MOCCA 32G" "8991002101630","KOPI ABC SUSU 31G" "8991002101746","KOPI ABC MOCCA 30G" "8991002101265","KOPI ABC PLUS 25G" "8991002103238","KOPI GOOD DAY, MOCCACINO 20G" "8998103204420","CUSSONS BABY HAIR LOTION G.C 50ML" "8888103004352","CUSSONS BABY SHAMPO N.C 50ML" "8888103200013","CUSSONS BABY SOAP 80GR G.CARE" "8998103000534","CUSSONS BABY SOAP 80GR N.CARE" "8888103000118","CUSSONS IMPERIAL.LEATHER 85GR RED" "8888103204011","CUSSONS BABY LOTION N.C 50ML + 50ML" "8992946512285","SHINZUI SOAP KIREI" "8992946512223","SHINZUI, HANA 100G" "8992946511790","SHINZUI, SOAP REGULER 100G"

"8992946514203","SHINZUI, BODY LOTION KIREI 50ML" "8998103100906","CUSSONS BABY CAJUPUT OIL 60ML" "8998103004488","CUSSONS BABY OIL 50ML NC" "88820286","CUSSONS, BABY OIL 100ML GC" "8998103004495","CUSSONS BABY BABY OIL 100ML NC" "88820309","CUSSONS BABY POWDER 100GR MILD&GENTLE" "8998103000589","CUSSONS BABY POWDER 100GR SOFT&SMOOTH" "8888103201218","CUSSONS BABY POWDER 200GR MILD&GENTLE" "8998103000602","CUSSONS BABY POWDER 200GR N,CARE" "8994591010017","CDR , RODOXON RASA JERUK" "8994591070011","REDOXON RASA JERUK TUBE" "8994591300026","UPIXON SYIRUP NEW 10ML" "8994591006805","CANESTEN KRIME 3G" "8994591007093","CANNESTEN KRIME 10G" "8994591007109","CANESTEN KRIME 5G" "89991039","SARIDON NEW 4X30" "141182911","ALADINA PLUS" "141182912","ALADINA REGULER" "141182913","MENPAS KAPSUL" "8991102214858","TANGO, FRUITY SWEET" "8991102230308","BLASTER NEAPOLITAN 20" "8991102213189","BLASTER,EXTRA 200G" "8991102214056","CAPILANO'S,COKLAT KARAMEL" "8991102222006","TEH GELAS ORIGINAL" "8997009510055","YOU C1000 ORANGE 140ML" "8997009510017","YOU C 1000 LEMON 140ML" "8991102300322","TANGO WAFER COKLAT 20GR" "8886022940379","ABC SUPER POWER AAA" "8886022830243","BATERAI ABC CELL R6 SIZE 1,5V" "8992628022156","BIMOLI, REFFIL 1LITER" "8992628020152","BIMOLI, REFFIL 2 LITER" "8992628010139","BIMOLI,JERIGEN 5 LITER" "0089686014280","SUPERMI RASA AYAM BAWANG" "8993189270796","MAMYPOKO PANTS M SCHT" "0089686547047","SUN, MP ASI KACANG HIJAU 20G" "0089686530001","PROMINA,BUBUR BAYI BERAS MERAH 24G" "0089686530407","PROMINA,BUBUR BAYI AYAM+SAYUR 24G" "0089686530100","PROMINA,BUBUR BAYI KACANG HIJAU 24G" "0089686530421","PROMINA,BUBUR BAYI AYAM & SAYUR 120G" "0089686530124","PROMINA,BUBUR BAYI KACANG HIJAU 120G" "8992702000018","INDOMILK SKM PUTIH 385G" "8992702000063","INDOMILK, SKM COKLAT 385G" "8993007001694","INDOMILK, SKM PUTIH SACHET 42G" "8993007001465","CAP ENAK, SKM COKLAT 385G"

"8992702000025","CAP ENAK,SKM PUTIH 385G" "8993007001724","CAP ENAK, SACHET COKLAT 42G" "8993007001717","CAP ENAK,SKM PUTIH 42 G SCHT" "8992702005976","INDOMILK,SUSU STERIL STROWBERY 195ML" "8992702005945","INDOMILK,SUSU STERIL COKLAT 195ML" "8993335515160","BUKRIM OXY KLIN 30G" "8993335514309","BUKRIM OXY KLIN POW 60" "8993335514293","BUKRIM OXYKLIN POW 900G" "8993335510783","BUKRIM SUPERKLIN 900G" "8993335514149","BUKRIM 5000 MERAH NEW" "8993335514996","BUKRIM LEMON 5000,550G" "8893335515293","BUKRIM PUTIH BERSIH PB 500K" "8993335510929","BUKRIM SUPERKLIN 30G" "8993335315180","BUKRIM LEMON72GR" "8993335315104","BUKRIM BB 200G 72GR" "8983335515239","BUKRIM PUTIH BERSIH 200K" "8998667300255","ANAK KONIDIN 30ML" "8998667300262","ANAK KONIDIN 60ML" "8998667300545","ANAK KONIDIN OBH 30ML" "8998685111130","BOOM, MINT" "8998667400184","FREZZA FLOURED 120ML" "8998667400344","FREZZA MINT 120ML" "8998685051306","FROZZ,RASA MINT" "8998685053300","FROZZ, CHERRY MINT" "8998685054307","FROZZ, ORANGE MINT" "8998685057308","FROZZ, BLUEBERRY MINT" "8998667500020","FUNGIDERM 5GR" "8998667500037","FUNGIDERM 10GR" "8998685011003","HEXOS, MINT POW 2,5G" "8998685012000","HEXOS, LEMON MINT 2.5 G" "8998667100732","INZA" "8998667300309","INZA,FLU ANAK 30 ML" "8998667300316","INZA, FLU ANAK 60 ML" "8998667100947","INZANA" "8998667400269","KONICARE KAYU PUTIH 60ML" "8998667400252","KONICARE KAYU PUTIH 30ML" "8998667400689","KONICARE KAYU PUTIH 125ML" "8998667400283","KONICARE MINYAK TELON 60ML" "8998667400276","KONICARE MINYAK TELON 30ML" "8998685056301","FROZZ, LIME MINT" "8998667100084","KONIDIN" "8998667300446","KONIDIN SYIRUP 30ML" "8998667100169","NEO NAPACIN" "8998667100206","PARAMEX"

"8998667101432","PARAMEX, FLU & BATUK" "8998667100312","PROTECAL SOLID TUBE" "8998667000285","PROTECAL SOLID" "8998667300514","SILADEX COUGH & COLD 60ML" "8998667300231","TERMOREX, PARACETAMOL 30ML" "8998667300248","TERMOREX, PARACETAMOL 60ML" "8998667300330","TERMOREX PLUS 30ML" "8998667300347","TERMOREX PLUS 60ML" "0711844110052","ABC, KECAP MANIS BTL 620ML" "0711844110083","ABC, KECAP MANIS BTL 275ML" "0711844110144","ABC, KECAP MANIS REFFIL 225ML" "7118441101378","ABC, KECAP MANIS REFFIL 700ML" "0711844110021","ABC, KECAP MANIS BTL 700ML + 100ML" "0711844110182","ABC, KECAP MANIS REFFIL 115ML" "0711844110311","ABC, KECAP MANIS SCHT" "0711844120013","ABC, SAMBAL ASLI 340ML" "0711844120037","ABC, SAMBAL ASLI 140ML" "0711844130111","ABC ,SAUS TOMAT 135ML" "7118441647418","ABC MR.JUSSIE RASA ORANGE TWIST 125ML" "7118441647340","ABC MR.JUSSIE MILK MANGO 110G" "0711844330016","SARDINES TOMAT 250G" "0711844330115","SARDINES,ABC CHILI 250G" "0711844340008","ABC, TERASI UDANG" "8993008235043","POLDAN MIG" "8993008125047","SANAFLU CAPLET" "8999777767662","HANSAPLAS SILVER CARE FUN 50" "8999777767006","HANSAPLAS BALSEM 10GR" "8999777927240","HANSAPLAS BALSEM 20GR" "8999777765392","HANSAPLAS KOYO HANGAT" "8999777090579","HANSAPLAS KOYO PANAS" "8999777801403","NIVEA CRIM 25ML" "8999777801335","NIVEA CRIM 50ML" "8999777890537","NIVEA SOFT 25ML" "8999777890544","NIVEA SOFT 50ML" "8999777818623","NIVEA WHITENING CREAM 25ML" "8999777818579","NIVEA BODY WHITENING CREAM 50ML" "8999777818661","NIVEA, BODY WHITENING LOTION 100ML" "8999777818548","NIVEA, WHITENING BODY LOTION 200ML" "8999777881870","NIVEA, BODY NIGHT WHITENING MILK 100ML" "8999777881887","NIVEA, BODY NIGHT WHITENING MILK 200ML" "8999777811013","NIVEA,VSG GENTLE CLNSING MILK 125ML" "8999777867232","NIVEA VSG WHITENING FOAM 50ML" "8999777867249","NIVEA VSG WHITENING FOAM 100ML" "8999777867256","NIVEA VSG WHITENING SCRUB 50ML"

"8999777867263","NIVEA VSG WHITENING SCRUB 100ML" "8999777806965","NIVEA CARE SOAP DRY" "8999777867058","NIVEA VSG PURE WHITE ANTI AGING" "8999777867317","NIVEA VSG PURE WHITE OILCTRL" "0749921000439","HILO, GOLD 51+ COKLAT 250GR" "0749921000422","HILO, GOLD 51+ VANILA 200GR" "8999999706111","PEPSODENT 25GR" "8999999706081","PEPSODENT 75GR" "8999999706180","PEPSODENT 190GR" "8999999707835","CLOSE UP 65GR" "8999999719593","LIFEBUOY SHAMPO ANTI-DANDRUFF 90ML" "8999999716868","SUNSILK BLACK SHINE 90ML" "8999999715991","SUNSILK ANTI DANDRUFF 90ML" "8999999716578","SUNSILK HAIR FALL 90ML" "8999999715861","CLEAR ICE COOL 5ML" "8999999715786","CLEAR HAIRFALL DEFENSE 5ML" "8999999716004","SUNSILKCLEAN dst dst