Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PENGELOLAAN LABORATORIUM ( AKKC 221 ) PENGENALAN BAHAN Dosen Pengasuh Drs. H. Mirhanuddin Drs. H. Muchyar, M.

P Asisten Helpa Yulida Rizka Primadana Fuady Oleh Kelompok 4 Hadi Siswanto (A1C209210) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN APRIL 2010

PRAKTIKUM II Topik Tujuan Hari/ Tanggal Tempat : Pengenalan Bahan : Untuk mengenal berbagai macam yang sering digunakan : Selasa / 31 Maret 2010 : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN Alat : 1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Gelas ukur 100 ml 4. Erlenmeyer 125 ml 5. Pipet tetes Bahan : 1. Xylol 2. Aseton 3. Chloroform 4. Ether 5. Formalin 6. Aquadest 7. Daun II. CARA KERJA 1. Mengenali bau dari : xylol, aceton, chloroform, dan ether dalam tabung reaksi. 2. Dengan menggunakan tissue yang telah dicelupkan pada xylol, menggosok bagian yang lekat pada cellophane tape. Melarutkan perekatnya. Melakukan percobaan tadi dengan menggunakan bahan : aceton, dan formalin. Bahan mana yang dapat melarutkan perekat cellophane tape ? 3. Dengan menggunakan pipet tetes, menambahkan 5 tetes air suling ke dalam tabung reaksi yang berisi xylol, aceton, chloroform, ether dan formalin tadi, lalu mengocok sebentar. chloroform, ether, 8. Tissue 9. Kertas label 10. Cellophane tape 11. Kertas timah

Bahan manakah yang dapat bercampur dengan air ? 4. Dengan gelas ukur, membuat aceton 85% sebanyak 100 ml. Mengambil kirakira 50 ml dalam erlenmeyer. Mengambil satu lembar daun, mengiris tipistipis, memasukkan dalam aceton 85% di erlenmeyer, menutup dengan kertas timah. Mengocok selama beberapa menit. Apa yang terjadi pada aceton ? Mengapa demikian ? Kesimpulan apa yang didapat dari percobaan ini ? III. DASAR TEORI Pada praktikum atau penelitian biologi, sering digunakan bahan kimia, baik organik maupun anorganik. Agar para siswa dapat bekerja dengan betul dan aman, sebaiknya dikenal sifat-sifat bahan tadi, serta dikenal pula kegunaannya. Berikut contoh dari bahan kimia yang sering digunakan dalam praktikum biologi. Bahan Organik 1) Alkohol (ethanol) Rumus kimia : CH3 CH2 OH. Dijual dalam kadar 96 %. Sifat : zat cair yang mudah terbakar, melarutkan lemak, dapat memabukkan. Kegunaan : pelarut, pengawet hewan dan tumbuhan, pencuci, bahan bakar. 2). Formalin Suatu larutan formaldehyde HCOH dalam air, dijual dalam kadar 40 %. Sifat : zat cair berbau merangsang, uapnya menyebabkan sakit mata dan saluran pernafasan, keluar air mata, merusak kulit, korosif terhadap metal. Kegunaan : fiksasi hewan dan tumbuhan, cairan pengawet. 3). Chloroform Rumus kimia : CH Cl3

Sifat : zat cair mudah menguap, melarutkan lemak, plastik, mudah terbakar, dapat membius. Kegunaan : pelarut lemak, plastik (pleiglass), pembius untuk membunuh hewan. 4). Ether (diethyl ether) Rumus kimia : CH3 CH2 O CH2 CH3 Sifat : zat cair mudah menguap, mudah meledak dengan adanya api dan oksigen, melarutkan lemak, dapat membius. Kegunaan: Pelarut, pembius hewan agar pingsan 5). Aceton Rumus kimia : CH3 CO CH3. Sifat : zat cair mudah menguap, mudah terbakar, melarutkan lemak, zat lain seperti plastik, cellulose acetat. Kegunaan : sebagai pelarut (klorofil), pencuci alat gelas 6). Xylol Dalam buku Inggeris biasa disebut xylene, dalam bahasa jerman : xylol, nama kimianya 1,2 dimethyl benzena, dengan rumus kimia : C8 H10 atau dapat dituliskan : C6 H4 CH3 CH3. Sifat: zat cair mudah menguap, mudah terbakar, melarutkan lemak, plastik, resin, tidak tercampur dengan air, dapat merusak kulit. Kegunaan: pelarut kana balsam, menjernihkan preparat histologi, membersihkan minyak imersi pada lensa. Bahan Onorganik 1). Natrium chlorida atau garam dapur Rumus kimia : NaCl Sifat: zat padat yang larut dalam air, terionisasi, terkandung dalam darah dan cairan tubuh. Kegunaan: sebagai cairan isotonik terhadeap organ atau jaringan tubuh hewan.

2). Asam chlorida Rumus kimia : HCl, dijual sebagai asam chlorida pekat, berat jenis 1,18, mengandung 36 % asam, konsentrasi kurang lebih 12 mol /liter. Sifat: asam kuat, korosif terhadap metal, merusak kulit dan saluran pernafasan. Kegunaan: menurunkan pH(pepsin), melarutkan kapur. 3). Asam sulfat Rumus kimia: H2 SO4, dijual dalam bentuk asam pekat, berat jenis 1, 84, mengandung 97 % asam, konsentrasi kurang lebih 18 mol/liter Sifat: asam kuat, menyerap uap air, merusak kulit, korosif terhadap metal dan bahan organik (pakaian) Kegunaan: pencuci alat gelas (dicampur kalium bichromat), reagens titrasi 4). Natrium hidroksida Rumus kimia : NaOH Sifat: kristal bentuk pelat, basa kuat, menyerap air dan CO2, merupakan sak kulit, larut dalam air. Kegunaan:penyerap CO2, melarutkan bagian lunak dari serangga. ) Kalium hidroksida Rumus kimia : KOH Sifat dan kegunaan : seperti NaOH Kemurnian bahan Bahan kimia yang dijual di pasaran mempunyai kemurnian yang bermacam-macam. Makin tinggi kemurniannya, makin mahal harganya. Oleh karena itu pemakaian dan pembelian bahan sebaiknya disesuaikan denagan macam percobaan serta tujuannya. Bahan kimia yang dijual dapat dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu :

1. Kelas teknis Bahan kelas ini kemurniannya relatif rendah, tetapi untuk tujuan tertentu, misalnya alkohol atau formalin untuk mengawetkan hewan atau tumbuhan, kelas teknis sudah memadai, sedangkan harganya cukup murah. Bahan kelas teknis pada botol kemasan biasanya tidak dicantumkan keterangan apa-apa. 2. Kelas General Purpose Kelas ini mempunyai kemurnian yang lebih baik dari kelas teknis, dapat digunakan untuk kebanyakan percobaan di laboratorium. Pada kemasannya sering dituliskan : GPR (General Purpose Reagent). Bahan kimia kelas ini harganya lebuih mahal dari kelas teknis 3. Kelas Analitik Bahan kimia kelas ini mempunyai kemurnian yang sangat baik. Biasanya digunakan dalam percobaan tertentu, terutama untuk analisis, atau untuk suatu percobaan yang memang memerlukan kemurnian tinggi. Pada kemasannya ditukiskan keterangan : PA, atau Pronalys atau AnalaR. Bahan kelas ini harganya jauh lebih mahal dari kelas teknis. Keterangan tentang kelas kemurnian bahan, dapat dilihat pada kemasan yang disimpan di gudang bahan kimia. Reagent yang disediakan di laboratorium biasanya tidak dinyatakan kelas kemurniannya, kecuali ada tujuan atau percobaan khusus. Namun yang penting diperhatikan, bahwa tiap kali menyimpan bahan kimia, membuat reagent, melarutkan, atau mengencerkan, harus selau diberi label secepatnya. Bahan yang telah dilarutkan atau diencerkan, harus dituliskan berapa konsentrasinya. Bahan dalam botol yang diragukan kandungan atau konsentrasinya karena lupa memberi label atau label kurang jelas, harus dibuang agar tidak menimbulkan kekeliruan. IV. HASIL PENGAMATAN A. Percobaan I 1. Mengenal bahan kimia melalui indera penciuman No. Bahan 1. Ether 2. Xylol Bau Sangat menyengat Agak menyengat

3. 4. 5.

Formalin Aseton Choloroform

Sedikit menyengat Menyengat Tidak menyengat

2. Melarutkan pelekat cellophane tape No. 1. 2. 3. 4. 5. Bahan Ether Xylol Formalin Aseton Choloroform Hasil pengamatan Perekatnya hilang Perekatnya hilang Perekatnya sedikit hilang Perekatnya masih ada Lengket perekatnya masih ada

3. Baban yang dapat bercampur dengan air No. 1. 2. 3. 4. 5. Bahan Ether + 5 tetes aquades Xylol + 5 tetes aquades Formalin + 5 tetes aquades Aseton + 5 tetes aquades Choloroform + 5 tetes aquades Hasil pengamatan Tidak bercampur Tidak bercampur Bercampur Bercampur Tidak bercampur

A. Percobaan II Pada daun yang di iris tipis-tipis dan dicampur dengan Aceton di dalam erlenmeyer menghasilkan larutan yang berwarna hijau. Nama bahan Warna awal Daun kembang sepatu + Hijau tua 10 ml aseton Warna akhir Hijau muda

V. ANALISA DATA A. Percobaan I 1. Mengenali Bahan Kimia Dengan Indera Penciuman 1. Ether

Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil dari bahan kimia berupa ether yaitu mempunyai bau yang sangat menyengat seperti bau pada balon karet. Bahan kimia ini biasanya digunakan untuk membius hewan agar hewan tersebut pingsan. 2. Xylol Pada hasil percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa larutan xylol mempunyai bau yang menyengat seperti bau bahan bakar seperti bau bensin. 3. Formalin Dari hasil percobaan yang dilakukan bau dari bahan kimia ini sedikit menyengat. Bahan kimia ini biasanya digunakan untuk mengawetkan. 4. Aseton Dari hasi pengamata dapat di buktikan bahwa Bau larutan ini menyengat namun bau larutan ini seperti bau pada lem fox

5. Chloroform Dari hasil percobaan yang dilakukan didapatkan bau dari bahan kimia ini tidak menyengat bahkan baunya enak seperti bau air kelapa muda. Bahan kimia tersebut sering digunakan sebagai bius untuk membunuh hewan 2. Melarutkan Pelekat Cellophane Tape 1. Ether Hasil yang didapat yaitu perekatnya hilang. Hal ini disebabkan karena ether mempunyai rumus kimia CH3CH2OCH2CH3 yang bersifat sebagai pelarut yang dapat melarutkan perekat pada selotip. 2. Xylol Pada percobaan yang dilakukan dengan menggunakan larutan berupa xylol perekatnya hilang atau larut. Sudah jelas jika xylol

(C6H4CH3CH3) dapat melarutkan plastik dan lemak sehingga perekatnya hilang. 3. Formalin Pada percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan larutan formalin, pelekat dari selotip tadi dapat hilang atau larut tetapi hilangnya tidak begitu banyak atau tidak begitu sempurna. Hal ini dikarenakan oleh sifat dari formalin itu sendiri yang dapat melarutkan plastik. 4. Aseton Percobaan yang dilakukan pada easeton, pelekatnya tidak hilang sehingga selotipnya masih dalam keadaan lengket lagi. Ini dikarenakan sifat dari larutan ini yang tidak dapat melarutkan 5. Choloroform Pelekat dari selotip tadi tidak dapat hilang setelah digosok dengan tissue yang ditetesi oleh choloroform.

1. Reaksi Bahan Kimia Dengan Air. 1. Ether Setelah direaksikan dengan 5 tetes air, bahan kimia berupa ether tidak dapat bercampur dengan air. Ini sesuai dengan sifatnya yang memang tidak dapat larut dengan air. 2. . Xylol Bahan kimia berupa xylol yang dicampur dengan 5 tetes air ternyata hasilnya juga tidak dapat bercampur dengan air. 3. . Formalin Bahan kimia berupa formalin ini dapat bercampur dengan air setelah ditetesi dengan 5 tetes air. Ini menujukkan bahwa formalin dapat homogen dengan air. 4. Aseton

Aseton yang dicampur dengan 5 tetes air ternyata dapat bercampur dengan air tadi. Ini menujukkan bahwa aseton dapat homogen/ larut dengan air. 5. Chloroform Setelah direaksikan dengan kurang lebih 5 tetes air ternyata bahan kimia chloroform ini tidak dapat bercampur dengan air. Ini menujukkan bahwa Formalin tidak homogen dengan air. A. Percobaan II Pada percobaan ini, daun kembang sepatu yang tersedia diiris kecilkecil. Kemudian dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer dan irisan daun tadi dicampur dengan larutan aseton kemudian yang kemudian dibungkus dengan aluminium coil. Setelah dikocok beberapa saat pada larutan tersebut terjadi prubahan warna dari hijau tua menjadi hijau muda. Perubahan warna ini terjadi karena aseton yang berguna sebagai pelarut dan dapat melarutkan klorofil yang terdapat pada daun tersebut

VI. KESIMPULAN 1. Bahan kimia yang yang sering digunakan dalam kehidupan manusia mempunyai sifat, fungsi serta kegunaan yang berbeda-beda karena adanya perbedaan struktur kimia pada masing-masing bahan kimia. 2. Berbagai bahan kimia dapat diidentifikasi dengan menggunakan indera penciuman. 3. Bahan kimia yang dapat menghilangkan perekat adalah ether dan xylol. 4. Bahan kimia yang dapat larut dalam air adalah Aceton, dan Formalin. Sedangkan bahan kimia yang tidak dapt larut dengan air adalah Ether, Xylol, dan Chloroform. 5. Aseton merupakan salah satu jenis bahan kimia yang dapat melarutkan klorofil pada daun.

DAFTAR PUSTAKA Mirhanuddin dan Muchyar. 2010. Penuntun Praktikum Pengelolaan Laboratorium. FKIP :Banjarmasin.