P. 1
Dispepsia

Dispepsia

|Views: 76|Likes:
Dipublikasikan oleh dnazary

More info:

Published by: dnazary on Jan 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2012

pdf

text

original

2 INTISARI

Latar Belakang : Dispepsia merupakan salah satu gangguan yang diderita oleh hampir seperempat populasi umum di negara industri dan merupakan salah satu alasan orang melakukan konsultasi ke dokter. Faktor yang dapat menyebabkan dispepsia diantaranya adalah stress dan faktor psikososial. Kepribadian merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap dampak stress pada individu. Dari penelitian yang menghubungkan antara faktor psikologis dan dispepsia menunjukkan bahwa tidak ada profil kepribadian yang khas/unik pada penderita dengan dispepsia, tetapi angka ansietas, depresi, dan neurotik lebih tinggi dari pada kelompok kontrol sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stressor psikososial, kecenderungan neurotik dengan kejadian dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Ponjong I Kabupaten Gunungkidul. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. Cara pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan tanpa acak (Non-probability sampling) dengan pendekatan Consecutive Sampling. Sampel penelitian berjumlah 96 responden (dispepsia dan tidak dispepsia). Instrumen yang digunakan adalah Instrumen stressor psikososial IPSP, The Eysenck Personality Inventory. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Khuadrat Hasil : Sampel penelitian sebanyak 96 responden, didapatkan 55 responden (57,3%) menderita dispepsia dan 41 responden (42,7%) tidak menderita dispepsia. Analisis bivariat untuk stressor psikososial dengan dispepsia p<0,05 (p=0,000) dan RR=2,436 (95% CI:1,662-3,571), untuk kecenderungan neurotik dengan dispepsia p<0,05 (p=0,000) dan RR=3,222 (95% CI:1,730-6,001). Kesimpulan : (1). Ada hubungan yang bermakna antara stressor psikososial dengan kejadian dispepsia di Wilayah Kerja Puskesmas Ponjong I Kabupaten Gunungkidul, (2). Ada hubungan yang bermakna antara kecenderungan neurotik dengan kejadian dispepsia di Wilayah Kerja Puskesmas Ponjong I Kabupaten Gunungkidul.

Kata kunci : dispepsia, stressor psikososial, kecenderungan neurotik

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->