Pengaruh Kenaikan BBM Terhadap Kondisi Masyarakat Kecil

(Ekonomi-) DIDCY MAI HENDRI 11.6616

salah satunya adalah persepsi terhadap rendahnya kapasitas cadangan harga minyak yang ada saat ini. Selasa 28 Juni 2005). sedangkan masalah tingkat utilisasi kilang di beberapa negara dan menurunnya persediaan bensin di Amerika Serikat juga turut berpengaruh terhadap posisi harga minyak yang terus meninggi. (Republika Online. dan minyak tanah sejak 1 Oktober 2005 akibat kenaikan harga minyak mentah dunia hingga lebih dari 60 Dolar AS per barel dan terbatasnya keuangan pemerintah ini direspon oleh pasar dengan naiknya harga barang kebutuhan masyarakat yang lain. Hal ini kemudian direspon oleh pemerintah di beberapa negara di dunia dengan menaikkan harga BBM. yang kedua adalah naiknya permintaan (demand) dan di sisi lain terdapat kekhawatiran atas ketidakmampuan negara-negara produsen untuk meningkatkan produksi. Biaya produksi menjadi tinggi. Kebijakan kenaikan harga BBM dengan angka yang menakjubkan ini tentu saja menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian sehingga kebijakan ini menimbulkan banyak protes dari berbagai kalangan.BAB I PENDAHULUAN A. solar. Demikian juga dengan Indonesia. Secara makro cadangan devisa negara ii . DPR akhirnya menyetujui rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak pada hari Selasa 27 September 2005 sebesar minimal 50%. Latar Belakang Masalah Gejolak harga minyak dunia sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tahun 2000. Tiga tahun berikutnya harga terus naik seiring dengan menurunnya kapasitas cadangan. Keputusan pemerintah menaikkan harga bensin. harga barang kebutuhan masyarakat semakin mahal sehingga daya beli masyarakat semakin menurun. Ada sejumlah faktor penyebab terjadinya gejolak ini.

Tetapi jika yang terjadi sebaliknya bahwa kenaikan harga BBM ini direaksi positif oleh pelaku pasar. Dalam jangka pendek naiknya harga BBM tersebut disikapi oleh pelaku pasar. penelitian ini berusaha mengetahui dampak langsung peristiwa kenaikan BBM terhadap kondisi masyarakat kecil di Indonesia. akhirnya kebijakan kenaikan BBM tetap dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2005. Kondisi ini dapat mempengaruhi iklim investasi secara keseluruhan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Terjadinya hubungan timbal balik antara naiknya biaya produksi dan turunnya daya beli masyarakat berarti memperlemah perputaran roda ekonomi secara keseluruhan di Indonesia. Akibatnya. Kontroversi kenaikan harga minyak ini bermula dari tujuan pemerintah untuk menyeimbangkan biaya ekonomi dari BBM dengan perekonomian global. Meskipun perekonomian Indonesia masih terseok mengikuti perkembangan perekonomian dunia. juga menjadi salah satu penyebab terdepresinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Metrotvnews. 28 September 2005). B. maka kesimpulan sederhana dari dampak peristiwa pengumuman tersebut adalah bahwa naiknya harga BBM memberikan stimulus positif pada perekonomian Indonesia. maka dimungkinkan akan terjadi reaksi negatif para pelaku pasar modal setelah pengumuman tersebut. Tingginya permintaan valas Pertamina ini.banyak dihabiskan oleh Pertamina untuk mengimpor minyak mentah. Dengan berkembangnya kontroversi pro dan kontra terhadap kenaikan harga BBM tersebut. Setiap peristiwa berskala nasional apalagi yang terkait langsung dengan permasalahan ekonomi dan bisnis menimbulkan reaksi para pelaku pasar modal yang dapat berupa respon positif atau respon negatif tergantung pada apakah peristiwa tersebut memberikan stimulus positif atau negatif terhadap iklim investasi. Berdasarkan pada argumentasi di atas. perilaku investasi di Indonesia sangat memungkinkan mengalami perubahan. khususnya pelaku pasar modal sebagai pusat perputaran dan indikator investasi.com. Rumusan Masalah iii .

C. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi masyarakat kecil di Indonesia sebelum dan sesudah peristiwa kenaikan harga BBM ? 2. koran. Metode ini diperuntukkan untuk melakukan penelitian yang dianggap sebagai bentuk survey dari data yang sudah ada dengan melacak informasi dari buku-buku. iklan.Berdasarkan latar belakang di atas. maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : 1. majalah dan internet. Bagaimana menanggulangi dampak kenaikan harga BBM pada kondisi masyarakat kecil di Indonesia ? . Metode Penelitian Metode penelitian dalam paper ini menggunakan metode study kepustakaan yang merupakan kegiatan penelusuran dan penelaahan literaturliteratur. iv .

Seluruh fenomena ini merupakan salah satu contoh akibat “air bah” pemicu inflasi yang merupakan multiplier effect dari kenaikan BBM. penyedia jasa angkutan.67 persen. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. secara serentak menaikkan ongkos transpor lantaran BBM yang digunakan sehari-harinya naik. menjadi pemicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. menaikkan harga sayur-sayurannya lantaran ongkos transpornya dan harga sayur-sayuran dari petani sayur sudah naik.BAB III PENYAJIAN DATA DAN PEMECAHAN MASALAH A. Penjual pakaian di pasar-pasar juga ikut menaikkan harga dagangannya dengan alasan harga pakaian dari industri pakaiannya sudah naik. Contoh. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. Begitu juga. penjual sayursayuran. Tak kalah serunya industri pakaian ini juga secara otomatis menaikkan harga produknya karena biaya produksi naik lantaran ada sebagian kegiatan produksinya menggunakan BBM dalam jumlah besar. Diperkirakan inflasi tahun ini tembus dua digit. Belum lagi nanti kalau tarif listrik naik lantaran PLN dalam memproduksi listriknya juga menggunakan sebagian BBM. bahkan kenaikannya melebihi dari kenaikan BBM itu sendiri. Kebijakan kenaikan harga BBM per 15 Juni 2001.3-1 persen. karena v . Penyajian data Sepertinya rakyat harus menarik napas dalam-dalam menahan impitan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang tinggi setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 15 Juni 2001.

29 persen). Kenaikan harga BBM terakhir terjadi pada tanggal 15 Juni 2001.200/liter (naik 118. yang menanggung kenaikan harga BBM adalah masyarakat lapisan bawah. harga minyak tanah dari Rp 350/liter menjadi Rp 400/ liter (naik 14. Bahkan program ini telah dilansir media massa hanya merupakan proyek bagi-bagi uang yang tidak sampai ke sasarannya. Program kompensasi yang dijanjikan pemerintah untuk membantu masyarakat ekonomi lemah akibat kenaikan BBM yang dimulai sejak bulan April 2000 tidak mengenai sasaran pada masyarakat yang membutuhkan. harga solar dari Rp 600/liter menjadi Rp 900/liter (naik 50 persen). minyak diesel dari Rp 550/liter menjadi Rp 1.1 persen).450/liter di bulan Juni (naik 26. Contoh dampak kenaikan harga BBM pada bulan April 1998 tersebut terhadap inflasi masih terasa sampai bulan Juli 1998 dengan rata-rata inflasi setiap bulannya sebesar 6. seperti kenaikan harga premium dari harga Rp 1. Kurangnya perencanaan dan pengawasan penyaluran dana kompensasi merupakan salah satu penyebab tidak berhasilnya program tersebut. Tetapi. Pemerintah selama tahun 2000 – 2001 telah menaikkan harga BBM sampai tiga kali. pada akhirnya akibat kebijakan pengurangan subsidi BBM tersebut.BBM merupakan salah satu komponen strategis dalam menggerakkan roda ekonomi seluruh aktivitas perekonomian di negara ini. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect.150/liter di bulan April 2000 menjadi Rp 1.77 persen. Pada awalnya pengurangan subsidi BBM ini dimaksudkan untuk menciptakan keadilan dalam pemberian subsidi untuk seluruh lapisan masyarakat karena selama ini pemberian subsidi BBM hanya menguntungkan masyarakat lapisan ekonomi kuat. vi .18 persen). dan minyak bakar dari Rp 400/liter menjadi Rp 900/liter (naik 125 persen). mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.

14 persen. kelompok pengeluaran makanan jadi. dan kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi 17. ayam goreng. Semua itu biasanya ikut mewarnai angka inflasi sebesar satu persen di samping kelompok jenis barang lainnya. dan cabai rawit.56 persen merupakan angka inflasi yang sangat tinggi karena angka inflasi satu persen saja sudah merupakan cerminan dari gelombang “air bah” dari kenaikan beberapa jenis barang yang hampir terjadi di seluruh kota yang dihitung angka inflasinya.53 persen. angka inflasi satu persen saja biasanya berasal dari kenaikan harga lebih dari 15 jenis barang yang terjadi serentak di hampir seluruh kota sampel penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari sisi pelanggan vii . kelompok pengeluaran perumahan 4. mencapai angka 4.25 persen. mi kering instan. B. Ditambah juga dari kelompok makanan jadi.64 persen. kelompok pendidikan. rokok dan tembakau 4. nasi lauk. minuman. Jenis barang yang sering mengalami fluktuasi harga biasanya berasal dari kelompok bahan makanan seperti beras. rekreasi dan olahraga 1. dan tembakau seperti rokok.41 persen. Kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 3. dan berbagai jenis minuman.90 persen. rokok. Angka inflasi sebesar 8. ikan segar. yaitu sebesar 8. Pemecahan Masalah 1. telur. kue kering. dan pada bulan tersebut seluruh kelompok pengeluaran konsumsi juga mengalami kenaikan indeks. Tekanan inflasi masih dirasakan di bulan Juni 1998. Berdasarkan pola kenaikan jenis barang selama ini. tomat sayur. kelompok pengeluaran kesehatan 2.56 persen. minyak goreng. kelompok pengeluaran sandang 4. Hal ini masih terjadi pula pada tingkat inflasi bulan Juli.40 persen. minuman.Inflasi bulan Mei 1998 mencapai 5. daging ayam ras.24 persen dan pada bulan tersebut seluruh kelompok pengeluaran konsumsi mengalami kenaikan indeks.00 persen.

“Cuci Gudang”. pasti masih punya peluang besar mendapatkan model-model terbaru dengan harga terjangkau. ujung-ujungnya masih ingin beli yang agak mahal tapi bagus. Saatnya menambah produk yang terjangkau. Artinya. Tidak ada toko yang tidak menaikkan harga. “Harga Tidak Naik”. Pelanggan kelas atas yang tidak terpengaruh. Pelanggan tetap maunya barang bagus. desain OK. Membuat hati pelanggan lebih nyaman membeli dari kita lebih penting saat ini. model terbaru. Padahal setelah melihat produk murah. Yang pasti terjadi pergeseran sementara. Namun biasanya masih tetap ada peluang beli dengan terpaksa. sehingga pelanggan pasti akan mendapatkan harga naik pada semua pedagang eceran. Tapi ini sejenak. Jangan kaget. mungkin pelanggan kelas menengah mencari produk lebih murah namun kualitas masih bagus. sebentar lagi banyak Promo “Harga Diskon”. penjual wajib menyediakan barangbarang lama atau yang tidak laku dengan harga super murah. produsen biasanya pandai mensiasasti situasi ini. biasanya tidak puas dengan kualitas produknya. Dari sisi produsen viii . supaya pelanggan merasa dapat membeli produk di toko kita. tetapi pelanggan kelas bawah mencari yang paling murah. “Beli 2 Gratis 1”. jadi maunya harga diskon terus. Ini hanya sebagai pancingan saja. Nah. Psikologisnya selalu ingin mendapatkan harga termurah. potensi pelanggan pindah toko juga kecil. mungkin cuma 2 bulan. Atau melabel dengan harga baru lalu didiskon. Pelanggan sedang sensitif harga. Untuk itu.Daya beli pasti turun. tetapi harga maunya murah. 2. Yang kasihan adalah pelanggan yang memang benar-benar tidak mampu beli. Jadi jangan takut kehilangan pelanggan. Karena pelanggan Indonesia tidak tahan untuk tidak membeli. yaitu pas lebaran. Makanya biasanya banyak yang membuang barang lama dengan event diskon. Kita sebagai pedagang eceran.

ekonomi sudah pasti berjalan. Semua kena dampaknya. Karena pada dasarkan ekonomi tidak akan berhenti. Kenaikan harga BBM bukanlah Lonceng Kematian. takut produksinya tidak terserap pasar. Produsen otomatis juga tidak langsung menaikkan harga. sebisa mungkin masih harus menyajikan produk yang terjangkau. karena bulan Juli . Karena mereka tahu. karena disini tidak ada lagi pengaruh kenaikan harga BBM. selama harga pabrik tidak naik. seperti aspek desain. jika naik bulan Juni. Produsen juga takut menaikkan harga.Dari sisi produsen. hukumnya wajib masyarakat kecil harus bertahan. 3. Sektor hulu cenderung menaikkan harga bertahap. Kenaikan harga terjadi di semua komoditas.Desember adalah bulan belanja pemerintah. pedagang bisa agak sedikit tidak perlu khawatir. model dan aplikasi yang menarik. yang pasti produksi tidak mungkin tutup. Semua hanya ganti harga saja. Kalaupun naik pasti perlahan dan bertahap. Produsen juga hati-hati dalam mengkomunikasikan harga ke pengecer. bahwa produsen dan pengecer harus bisa saling memahami dampak kenaikan harga. pertumbuhan ekonomi kita sangat tergantung dari belanja pemerintah. dan butuh waktu untuk pulih. harga bahan juga cenderung tetap. Artinya. Demikian juga pedagang bahan produksi. apalagi mempunyai stok lama bahan produksi. Pedagang wajib bertahan sampai event LEBARAN (bulan Oktober). Ingat. ix . Jadi tidak mungkin semenamena menaikkan harga. namun akan ada shock. semua pasti terlena dengan event belanja lebaran. Dari sisi makro Dampak kenaikan harga BBM adalah berantai. Namun ada sedikit penggembira. Produsen juga ingin membangun pengertian bersama. Produsen pasti makin kreatif. mencoba memberikan nilai tambah produk dari aspek yang tidak menjadikan harga naik. Inflasi juga pasti terjadi. Namun semua juga sedang menuju keseimbangan baru.

x .

xi . Sehingga dampak kenaikan harga BBM pasti akan sangat dirasakan oleh masyarakat luas. Untuk menyiasati kenaikan harga BBM bagi para produsen adalah dengan cara makin kreatif. Saran Diharapkan agar pemerintah pada saat-saat selanjutnya dapat menjadikan kenaikan harga BBM sebagai alternatif terakhir untuk menghemat anggaran belanja negara. Karena dampak yang ditimbulkannya akan sangat luas.BAB IV PENUTUP A. B. Hal ini perlu dilakukan agar harga produk tidak ikut naik terlalu tinggi. mencoba memberikan nilai tambah produk dari aspek yang tidak menjadikan harga naik. khususnya masyarakat kecil. seperti aspek desain. model dan aplikasi yang menarik. Kesimpulan Kenaikan harga BBM selalu disertai dengan kenaikan harga-harga kebutuhan yang lain. karena BBM merupakan faktor bahan baku yang utama bagi sektor industri.

2008. Mensiasati Dampak Kenaikan BBM Bagi Pengusaha Kecil. xii . Kompas Cybermedia. Arya Yoga. 20 April 2001. Majalah Trend Data. Rubrik Pembaca Menulis.DAFTAR PUSTAKA Mulyono. Dampak Kenaikan Harga BBM. 30 Januari 2002. Edisi Mei 2002.com Jawa Pos Online.multiply. http://reincarbonated.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.