Anda di halaman 1dari 3

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Letak Gedung Geologi Letak gedung geologi berda di Bandung. Letak Gedung Geologi berada di Jl. Diponegoro No. 15 (Noviyanti) Gedung yang di peruntukkan bagi laboratorium Geologi di Rembrandt Straat (Sekarang Jl. Diponegoro) 2.2. Sejarah Museum Geologi Para ahli geologi dalam melakukan penyeldidikan atau penelitian geologi di lapangan selalu membawa contoh batuan, mineral dan fosil. Mulai tahun 1992 penyelidikan geologi di indonesia semakin meningkat sehingga contoh tersebut memerlukan tempat khusus untuk di dokunstrasikan, sehingga pada tahun 1928 di bangunlah gedung yang diperuntukan bagi Laboratorium geologi di Rembrandt Straat (Sekarang Jl. Diponegoro) 2.3. Diresmikannya Museum Geologi Pada tanggal 16 Mei 1929 bertepatan dengan kongres Ilmu Pengetahuan Fasifik ke IV, diresmikanlah Museum Geologi dengan nama geologische museum. Berbagai koleksi museum pada waktu itu disimpan dan ditata di dalam lemari-lemari kaca (Vitrin) pada 22 Agustus 2000, museum Geologi diresmikan kembali pembukaannya oleh Ibu Mega Wati Soekarno Putri. Dengan adanya pengembangan ini luas bangunan menjadi 6000 m2 dimana sepertinya sekitar 2000 m2 di pungsikan sebagai ruang peragaan sehingga di harapakan Museum Geologi dapat memenuhi kebutuhan pengunjung dan pengguna jasa museum geologi lainnya (Museum Geologi : 01) 2.4. Tujuan Dibangunnya Museum Geologi Tujuannya adalah untuk melestarikan penemuan zaman dulu seperti bentuk-bentuk batuan mineral, dan Fosil. Baik berupa Fosil manusia ataupun Hewan. Yang disimpan dan ditata rapih di dalam lemari-lemari kaca (Vitrin) 2.9. Persmi Museum Geologi Museum Geologi ini diresmikan kembali pembukaanya oleh Ibu Mega Wati Soekarno Putri pada tanggal 22 Agustur 2000 2.10. Sejarah Manusia Purba

Sebagian besar Fosil Manusia Purba ditemukan di daerah 2.10.1. Daerah Trinil Ditemukan fosil manusia purba Pithecanthropas erectus yang disebut sebagaiThe missing link ditemukan oleh Cugnen Dubois fosil ini sekarang dinamakan Homo Erectus yang di beri kode pithecanthropus I (P-1) 2.10.2. Daerah Ngandong Dalam kegiatan ekskavasi pada tahun 1931 ditemukan sebelas tengkorak di teliti oleh oppenoorth dan di identifikasi sebagai Homo (Javantropus) soloensis, yang sekarang dikenal sebagai Homo erectus Soloensis. 2.10.3. Daerah Sangiran Temuan pertama fosil vertevrata dari daerah ini, tepatnya di kaliosa sangiran dilaporkan oleh schemulling pada tahun 1864. pada tahun 1973. von Koeningswald melaporkan temuan Fosil Manusia Purba yang kemudian di beri kode Pithecanthropus II (P-II). Selanjutnya di daerah ini banyak di temukan fosil manusia purba juga S-17 (Sangiran 17)

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Dari hasil pembahasan yang telah diuraikan maka dapat di simpulkan bahwa Museum Geologi adalah museum yang melakukan penelitian. Pengemangan, dan konservasi serta mempergerak koleksi Geologi. Museum Geologi didirikan pada tangal 16 Mei 1928. perkembangan Museum diawali dengan kebiasaan manusia mengumpulkan berbagai benda yang dinilainya unik dan menarik kemudian Museum menjadi tempat untuk penelitian, pendidikan,dan juga rekerasi. Di Museum Geologi ini terdapat berbagai fosil diantaranya Elephas Maximus.