Anda di halaman 1dari 28

32

Spek Teknis SURVEI SEISMIK REFLEKSI 3D DAERAH LUMPUR SIDOARJO, JAWA TIMUR

1.

Pendahuluan .

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melakukan penelitian seismik refleksi 3D di daerah Lumpur Sidoarjo dalam Tahun Anggaran 2011. Latarbelakang penelitian ini merupakan hasil pertemuan antara Badan Geologi dengan pakar ilmu kebumian yang membahas kondisi Lumpur Sidoarjo. Dari kesimpulan tersebut muncul gagasan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan di daerah tersebut. Gagasan itu mengusulkan agar dilakukan penelitian Seismik 3D. Dengan alasan bahwa metoda seismik 3D merupakan metoda yang paling tepat dan akurat dilakukan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan sampai kedalaman tertentu. 2. Tujuan Survei Tujuan survei untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan minimal kedalaman 3600 meter yang mecakup : Kedalaman sumber lumpur, volumenya, penyebaran dan juga diharapkan dapat diketahui bentuk perangkap (diapir, saltdome berbentuk lensa ?). Dengan demikian sasaran dari survei ini adalah untuk memperoleh data yang akurat mengenai struktur geologi bawah permukaan. Dari hasil survei ini diharapkan dapat diketahui mengenai dimensi, sebaran, kedalaman dan pola-pola struktur yang mempengaruhinya. Dan juga menjadi sangat penting bagi geosain dan para peneliti yang menekuni ilmu kebumian dan juga bisa dipakai sebagai referensi keilmuan lain. 3. Lokasi Survei Secara administratif daerah survei terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mencakup tiga Kecamatan , yaitu : Kecamatan Tanggulangin. Kecamatan Porong. Kecamatan Jabon. Dengan koordinat dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel. Koordinat daerah survei Seismik 3 D BUJUR 11240.726609 BT 11239.75782 BT 11245.853572 BT 11246.811475 BT LINTANG 729.41551 732.11729 734.28739 731.56392

LS LS LS LS

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

33

Gambar 1. Lokasi survei seismik dengan luasnya 10.8 km x 5 km atau 54 km2. 4. Uraian Teknis

Pekerjaan Seismik 3D yang akan dilakukan di daerah survei, dengan ketentuan sbb.: Interval lintasan shot point (SP) maupun trace ( geophone ) adalah 200 meter. Jarak antar trace atau SP adalah 40 meter. Jumlah lintasan SP adalah 19 buah. Panjang penempatan SP 19 x 4 km adalah 76 km. Luas penempatan SP adalah 14.4 km2. Jumlah Shot Point (SP) adalah 1805 buah. Jumlah lintasan untuk geophone adalah 25 buah. Panjang penempatan geophone 25 x 10.8 km adalah 270 km. Luas penempatan 10.8 km x 5 km adalah 54 km2. Jumlah trace atau geophone adalah 6675 buah. Jumlah rangkaian trace dalam lintasan 180 buah atau total panjangnya 7200 meter. Kedalaman minimum target 3600 meter.

Disain lintasan seismik yang terdiri dari lintasan Shot Point (SP) dan trace (Geophone ) dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

34

Gambar 2. Desain lintasan seismik terdiri dari lintasan Shot Point dan lintasan trace. Kedalaman bor untuk dinamit ( sumber getar ) di luar area kolam lumpur minimal 30 meter dibawah permukaan tanah atau sesuai dengan hasil tes, sedangkan di area kolam lumpur minimal 30 meter dari dasar kolam lumpur atau sesuai hasil test. Sumber getar menggunakan dinamit high explosive minimal 3 kg per titik bor (SP), atau sesuia dengan hasil test. Jumlah lintasan survei seismik untuk shot point dan geophone ditentukan oleh Pusat Survei Geologi sesuai perencanaan. Apabila didalam pelaksanaannya terdapat kendala, maka shot point/geophone dapat dipindahkan pada titik lain yang masih memenuhi syarat dan persetujuan pihak Pusat Survei Geologi.

5.

Tahap Persiapan Pada tahap persiapan yang diperlukan adalah :

5.1. Peralatan Peralatan yang harus di persiapkan adalah : a. Peralatan Topografi Peta dasar topografi skala 1:25000, yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal dan peta citra satelit keluaran terbaru. Kompas. Hand GPS. GPS geodetic dual frequency.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

35

Theodolit / alat ukur yang paling modern. Peralatan pendukung lainnya. b. Pemboran Seismik (shot hole drilling) Peralatan pemboran seismik meliputi : Flushing. Rotary portable. Compressor. Dilengkapi dengan peralatan pendukung (rock bit, drag bit, triefus bit, hummer bit, auger). Pengisian bahan peledak (preloading) Pengisian bahan peledak harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Loading pole, cap tester, masking tape, tali raffia, dummy load. Kotak penyimpanan bahan peledak. Peralatan pendukung (anchor, speedy loader, plastic point, plastic ring). Perekaman data (recording) Unit perekaman data: Geophone dan hydrophone. Unit penghubung atau field unit. Kabel seismic. Field unit, field unit tester, shooter unit, repeater unit. Unit perekam data: perekam data, tape drive magnetics. Tape atau cartridge atau compact disk, kamera & kertas monitor. Unit penunjang : Battery charger. Blaster & cap tester. Firing lines. Komputer kendali mutu. Generator. Pelindung kabel.

c.

d.

e.

Workshop drilling Cable tester & repair. Geophone/hydrophone tester. Oscilloscope. Tool kit. Komunikasi Base camp - kantor pusat. Base camp - secondary camp (staging): radio (SSB/UHF/VHF). Lapangan: radio repeater dan HT.

f.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

36

Kendaraan transportasi personal dan peralatan menggunakan truck 4 WD jenis station dan pick up dilengkapi roll bar dan ambulance. Dilengkapi dengan sabuk pengaman, radio komunikasi, obat-obatan dalam kotak P3K, alat pemadam kebakaran ringan.

g.

Sumber getar Dinamit Bahan peledak seismik dengan ukuran berat dan jenis tertentu menggunakan jenis bahan peledak TNT. Kotak Handak disarankan untuk spesifikasi, sebagai berikut: Ukuran peti dinamit 80 cm x 100 cm x 140 cm. Terbuat dari kayu dengan rangka kuat. Bagian luar dan dalam peti dilapisi dengan aluminium (anti panas) atau sejenis. Bagian luar peti dicat warna merah dan dicantumkan kata-kata "Awas Berbahaya". Dilengkapi pintu dan engsel yang kuat. Kunci (gembok) pengaman. Peti ditempatkan dalam kotak aluminium kendaraan transportasi bahan peledak.

(Reff. 1. Standard Nasional Indonesia No. SNI (Standard Nasional Indonesia) 136912-2002 dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). h. Dokumentasi Untuk keperluan dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan survei seismik menggunakan kamera - video computer. i. K3LL(Keselamatan Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan) Peralatan pemadam api ringan diharuskan dalam jumlah yang cukup untuk keperluan di base camp, staging, bengkel, gudang, dan fasilitas lain yang memerlukannya. Pelampung/life jacket diharuskan dalam jumlah yang cukup untuk pekerjaan-pekerjaan yang melewati sungai/rawa. Topi pelindung kepala diharuskan memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan kerja. Ear plug, kacamata safety, dan sarung tangan personel shot hole drilling diharuskan memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan kerja untuk booklet / sticker / papan pengumuman tentang aturan, petunjuk, dan anjuran. Peralatan medik (P3K). Obatan-obatan. Penyiapan camp Base camp. Secondary camp (Staging). Fasilitas K3LL. Gudang.

j.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

37

j.1.

j.2.

Base camp Base camp sebagai pusat pengendali keseluruhan rangkaian kegiatan. Base camp terletak di tempat strategis di sekitar atau di wilayah survei. Lokasi base camp sesuai dengan kondisi lingkungan area survei dengan ketentuan: Memenuhi persyaratan K3LL berupa rumah /gedung yang mempunyai ruang cukup dan layak huni. Mengacu kepada Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam operasi seismik di Indonesia. ( Ditjen Migas ESDM 1995) Perlengkapan base camp diwajibkan memenuhi syarat minimum, sebagai berikut: Mess untuk karyawan dan kontraktor. AC yang cukup terutama untuk ditempati peralatan-peralatan sensitiv. Mesin foto copy. Komunikasi (radio, telepon, data). Peralatan K3LL. Klinik. Penangkal petir. Area parkir yang cukup memadai. Workshop. Generator utama pembangkit listrik termasuk suku cadang, BBM, dan pelumas yang menyediakan daya listrik selama 24 jam. Unit portable komputer minimum 500 GHz dilengkapi ethernet network termasuk perangkat lunak, UPS, dan printer serta material habis pakai untuk keperluan pekerjaan survei. Secondary camp (staging) Secondary Camp diharuskan mengacu pada Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Operasi Seismik di Indonesia ( Ditjen Migas ESDM 1995), terdiri dari: Terletak di dalam wilayah lokasi survei (lokasi Lumpur Sidoarjo). Dilengkapi dengan fasilitas radio komunikasi. Dilengkapi dengan fasilitas yang memenuhi standard K3LL. Dilengkapi dengan gudang peralatan, bengkel, ruang kerja/pertemuan, fasilitas tempat tidur personel tenaga ahli, pengawas, dan staf proyek. Mempunyai halaman parkir kendaraan yang berada dalam pagar dengan pos keamanan di pintu masuk. Gudang bahan peledak (handak) Gudang bahan peledak mengacu pada Pedoman Untuk Penanganan Bahan Peledak Secara Aman ( Ditjen Migas ), dengan spesifikasi sebagai berikut: Gudang terbuat dari bahan yang tahan panas. Gudang penyimpanan di cat dengan warna merah dan dilengkapi dengan pengukur suhu udara dan penangkal petir.

k.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

38

Mempunyai pagar berlapis dengan pagar luar terbuat dari kantung pasir dan pagar dalam dari kawat berduri. Mempunyai pagar dengan tinggi minimum 2.5 meter. Radius pagar dalam minimum 20 meter.

5.2.

Personil

Spesifikasi: Sesuai keahliannya bertanggung jawab terhadap kelancaran seluruh aspek pekerjaan survei dan mempunyai pengalaman dalam bidangnya minimum 10 (sepuluh) tahun dilengkapi dengan Curriculum vitae seismik darat 3D. Kepala proyek atau Party Chief (Akhli Seismik refleksi) Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek secara keseluruhan mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian laporan akhir survei. Minimum 2 tahun pada posisi Asisten Party Chief Asisten kepala proyek atau Asisten Party Chief (akhli Seismik refleksi) Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi seismologist. Bertanggung jawab membantu kepala proyek dalam melaksanakan proyek. Ahli seismologi Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 6 (enam) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli seismologi. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan pemboran dan perekaman. Ahli pengolahan data seismik Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 5 (lima) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli pengolahan data seismik dan mampu melakukan pengolahan data hingga final migration. Semua personel di atas dilengkapi dengan CV dan berlatar belakang disiplin ilmu kebumian. Ahli instrumen perekaman Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli Instrumen perekaman. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan perawatan alat perekam. Ahli Pengamat (observer) Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli pengamat (observer). Bertanggung jawab terhadap pekerjaan perekaman data. Ahli topografi Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli topografi. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan topografi dan datanya.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

39

Tenaga humas Pendidikan minimum SMA berpengalaman minimum 10 (sepuluh) tahun pada posisi asisten kehumasan. Ahli K3LL Pendidikan minimum S-1 atau SMA berpengalaman minimum 10 (sepuluh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli K3LL (sertifikasi Migas). Tenaga Ahli Menengah Meliputi : Asisten ahli topografi Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten ahli seismologi Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten ahli pengolahan data seismik (field processing) Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten ahli pengamat Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 7 (tujuh) tahun. Juru ukur topografi Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Pengawas pemboran (driller supervisor) Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun, mempunyai sertifikasi migas. Juru bor (driller) Pendidikan minimum SMA/SMK D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun, sertifikasi Migas. Pengawas pengisian bahan peledak (explosives loader supervisor) Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun, sertifikasi Migas Juru isi bahan peledak Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun, sertifikasi Migas. Juru ledak dinamit Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, mempunyai sertifikasi dari Ditjen Migas, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten K3LL

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

40

Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, mempunyai sertifikasi dari Ditjen Migas, pengalaman minimum 5 (lima) tahun. Asisten kehumasan Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun.

Administrator Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun. Camp boss Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun. <Catatan : Semua personel di atas harus dilengkapi dengan Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)> Tenaga ahli kehumasan Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan struktur organisasi kontraktor atau pelaksana pekerjaan. Untuk keperluan pendataan kerusakan, damage claim dan kebijakan non teknis, tenaga humas di bawah kendali dan pengawasan langsung dari pelaksana pekerjaan. Untuk keperluan operasional harian, tenaga humas di bawah kendali pelaksana pekerjaan. Koordinator kehumasan Pendidikan minimum S1, diutamakan jurusan Ilmu Komunikasi/Ilmu Humaniora, pengalaman minimum 5 (lima) tahun. Mampu melakukan koordinasi pekerjaan kehumasan dan damage claim seismik terutama sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan, aparat pemerintah daerah, pendataan kerusakan tanaman, dengan tanggung jawab utama operasi seismik berjalan lancar dan aman. Asisten koordinator kehumasan, topografi, pemboran dan perekaman Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 4 party. Administrasi kehumasan Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 3 party, bertugas administrasi data kehumasan, data damage claim, dapat menggunakan komputer, aplikasi word dan grafis dengan baik. Tenaga keuangan Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 3 party, bertanggung jawab terhadap keuangan, dapat menggunakan komputer, aplikasi word, dan grafis dengan baik. Tenaga inventory kehumasan

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

41

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 3 party, bertanggung jawab terhadap pengumpulan data, negosiasi, dan menjalankan program kerja humas (sosialisasi langsung terhadap pemilik lahan/aparat di setiap lintasan yang dikerjakan oleh kelompok pekerja topografi, pemboran, pengisian bahan peledak, perekaman serta pendataan terhadap kerusakan fisik dan kerusakan lainnya akibat kegiatan operasional seismik). Tenaga kendali mutu Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan struktur organisasi kontraktor pelaksana Tenaga kendali mutu sepenuhnya di bawah kendali dan pengawasan kontraktor pelaksana Kontraktor pelaksana harus menyediakan tenaga kendali mutu, terdiri dari : Koordinator tenaga kendali mutu: Pendidikan minimum setara S-1, pengalaman minimum 1 (satu) proyek sejenis dan dilengkapi CV. Tenaga kendali mutu topografi, pemboran/preloading, perekaman. Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 1 (satu) proyek sejenis dan dilengkapi CV. Tenaga kerja penunjang Tenaga penunjang kegiatan topografi. Tenaga penunjang kegiatan pemboran. Tenaga penunjang pengisian bahan peledak. Tenaga penunjang kegiatan perekaman. Tenaga penunjang serbaguna. 5.3. Uji peralatan perekaman a) Dilakukan sebelum dimulai pekerjaan perekaman. b) Memberitahukan kepada Pusat Survei Geologi melalui Tim Survei Seismik Refleksi Lumpur Sidoarjo bila pelaksanaan uji akan dimulai. c) Hasil uji peralatan harus memenuhi standard dari pabrik yang dinyatakan dalam berita acara. d) Uji peralatan harus dilakukan secara berkala, dalam harian dan bulanan (sama dengan awal uji instrumen). e) Uji peralatan dalam butir d, mencakup : Ambient noise. Equivalent input noise. Dynamic range. Harmonic distortion. Leakage test. Instrument pulse test. Crossfeed. Receiver polarity. Blaster test. Time synchronization (untuk wireless system). f). Uji harian disarankan untuk dilakukan, sebagai berikut: Noise test.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

42

5.4.

Pulse test.

Uji parameter survei 1. Melaksanakan perhitungan dan uji parameter survei untuk memperoleh parameter yang terbaik sehingga dihasilkan data yang optimum dengan memperhitungkan efisiensi biaya. 2. Waktu pelaksanaan Dilakukan sebelum survei dilaksanakan. Dilakukan pada saat survei berlangsung. 3. Dilakukan sesuai dengan kebutuhan: Berat (ukuran) sumber getar. Kedalaman lubang bor. Pola sumber getar. Sample rate. Record length. Frekuensi. Tipe penerima. Group interval/jarak antar penerima. Jumlah penerima. Jarak penerima alam bentangan. Jarak lintasan group penerima. Panjang betangan. Jarak antar sumber getar. Dan parameter lainnya.

6.

Tahap Advanced Party

Dalam tahap advanced party dilakukan : 6.1. Pengarahan Memberikan pengarahan tentang pelaksanaan teknis pekerjaan topografi. Memberikan pengarahan tentang Keselamatan Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3LL). Penentuan titik ikat a. Melakukan kalibrasi alat sebelum pekerjaan dimulai. b. Titik ikat yang dipergunakan mengacu kepada titik kontrol GPS yang diukur oleh Bakosurtanal. c. Pembuatan jaring GPS dengan jarak antar titik ikat maksimum 5 km. d. Datum menggunakan ID-95 /WGS 84. e. Melakukan orientasi lokasi rencana penempatan BM GPS di lapangan. f. Lokasi pengamatan GPS, sebagai berikut: Mempunyai ruang pandang ke langit yang bebas ke segala arah (minimum 15 derajat). Jauh dari sumber-sumber gangguan, seperti atap seng, jalur pipa,

6.2.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

43

g. h.

i. j. k. l.

instalasi listrik, antena radio/pemancar, lalu lalang kendaraan bermotor. Kondisi struktur tanah stabil. Lokasi mudah dicapai. Dapat mengamati jumlah satelit yang cukup (nilai GDOP kecil). Lokasi jauh dari gangguan manusia, binatang maupun alam. Melakukan pemasangan patok BM GPS Pemasangan Bench Mark menggunakan : Nama BM. Bahan dari pipa galvanis diameter 6" dengan bagian yang terlihat dari permukaan tanah minimum 100 cm. Bagian terbuka lubang pipa di tutup semen, tebal pondasi beton minimum 30 cm. Cetakan semen harus dibuat serapi mungkin, tegak lurus bertuliskan nomor patok BM. Cat harus terpelihara rapi dan bersih. Melakukan pengamatan GPS sesuai prosedur penggunaan alat. Melakukan penyimpanan peralatan setelah dipakai sesuai prosedur penyimpanan alat. Melakukan pengolahan data dari lapangan sesuai kebutuhan. Melakukan kendali mutu atas data pengamatan GPS.

Gambar 3. Titik ikat GPS 6.3. Topopografi

a. Uji peralatan sebagai berikut: Theodolite (T2, total station, distomate, dan lain lain) bersertifikat.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

44

Uji zero error sesuai manual pembuat alat. Uji deklinasi sesuai manual pembuat alat. RTK GPS bersertifikat. Uji zero baseline sesuai manual pembuat alat (lihat Gambar uji zero baseline).

Gambar 4. Uji zero base line

b. Penyiapan Lintasan Penyiapan lintasan dilakukan dengan : Pembukaan lintasan awal : Adalah pekerjaan pengukuran awal dari titik ikat yang sudah ditentukan, dapat berupa BM GPS atau well. Kompas Adalah pekerjaan awal penentuan arah lintasan dengan menggunakan alat ukur kompas. Arah lintasan sesuai dengan program lintasan. Rintis Rintis adalah membersihkan lintasan yang akan diukur dari pepohonan dan penghalang pandang. Merintis lintasan yang akan diukur dengan lebar maksimum 2 (dua) meter. Obyek rintisan: pepohonan dan belukar yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Dalam hal rintisan pada tanaman ekonomis harus mendapat persetujuan dari Pusat Survei Geologi. Tangga-tangga

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

45

Tangga-tangga adalah sejenis tangga terbuat dari bambu/kayu atau tangga tanah lengkap dengan pegangan tangan pada setiap lereng daerah survei yang dilewati lintasan.

Gambar 5. Sketsa tangga-tangga Ketentuan pembuatan tangga tangga : Lereng yang diberi tangga-tangga adalah lereng yang tidak mungkin dilewati atau tidak memenuhi persyaratan K3LL bagi kelompok kerja survey. Tangga-tangga harus kuat menahan beban regu yang memikul mesin bor, peralatan perekaman, clan peralatan survei lainnya. Keberadaan dan ketahanan tangga-tangga harus dijaga sampai selesai. Ukuran, diamater konstruksi utama: 10 cm, diameter konstruksi tangga-tangga yang dilewati dan pegangan: 8 cm. Jarak tangga-tangga: 55 cm. Titian (Bridging) Titian atau bridging adalah sejenis titian dari bambu/kayu yang dipasang pada setiap daerah survei yang memiliki alur sempit, daerah rawa, tambak, daerah berair, dan lain sebagainya yang tidak memenuhi persyaratan K3LL. Titian disarankan dengan ketentuan: Titian harus kuat menahan beban regu yang memikul mesin bor, peralatan rekaman, clan peralatan survei lain. Keberadaan dan ketahanan titian harus dijaga sampai selesai pekerjaan.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

46

Gambar 6. Sketsa Titian (bridging)

Pegangan pada titian dibuat bergantian pada bagian kanan atau kiri disesuaikan dengan lapangan & K3LL bambu/kayu yang dipergunakan harus diperoleh dari sumber yang sah & dan dilengkapi dengan dokumen. Reff : SNI No. 13-6912-2002 Badan Standardisasi Nasional (ASN).

c.

Pengukuran Lintasan

Menentukan titik tembak, titik penerima dan titik kontrol (poligon) disarankan sebagai berikut: Pengukuran dilakukan dengan metode: Total station dengan metode Stake Out Coordinate, Lihat Gambar di bawah ini:

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

47

Gambar 7. Sketsa Pengukuran lintasan

GPS dengan metode Real Time Kinematic (RTK) DGPS. Dilakukan untuk wilayah terbuka. Penerima dengan melakukan pengikatan pada titik-titik triangulasi: Melakukan perhitungan topografi dengan spesifikasi ketelitian dan ketentuan sebagai berikut: Datum geodesi yang digunakan datum WGS 84. Datum vertikal : Titik tinggi geodesi (TTG) Bakosurtanal. Ketinggian Trianggulasi: Sistem proyeksi UTM. Standard ketelitian (Reff FGCC - Federal Geodetic Control Comitte USA), sebagai berikut: Horizontal dengan tingkat akurasi yang harus dicapai 1:10.000. Vertikal dengan tingkat akurasi yang harus dicapai 0.2(DKm) mili meter. Lay Out SP seismik horizontal: Stacking out koordinat seismik disarankan agar mempunyai akurasi horizontal maksimum 1 : 2.000, deviasi maksimum/titik 0.25 x jarak bin size. Vertikal tidak boleh melebihi 0.75(DKm). Pengukuran offset/kompensasi titik tembak atau titik penerima, jika lokasi semula tidak memungkinkan untuk dibor atau dipasang titik penerima yang disebabkan kendala permukaan, maka akan dipindahkan/digeser pada posisi yang memungkinkan. Penempatan posisi titik tembak agar memperhatikan K3LL. Offset dilakukan setelah dilakukan simulasi parameter. Simulasi agar dilakukan setiap ada perubahan/penambahan data baru hasil pengukuran sebelum dilakukan pekerjaan tahap berikutnya dengan mempergunakan perangkat lunak sesuai kebutuhan. Pemasangan patok untuk titik offset, dilengkapi dengan petunjuk offset yang

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

48

jelas. Pengukuran dan penggambaran sketsa kondisi lingkungan lintasan seismic. Pembuatan dan penomoran patok dari bambu/kayu. Pemasangan patok tertancap kuat dan tampak di permukaan setinggi 100 cm, diameter 5 cm Memasang pita merah pada patok minimum setiap 5 patok dengan panjang pita minimum 20 cm, sehingga dapat dilihat dengan mudah oleh kelompok kerja berikut : Memberi warna dan nomor patok dengan cat yang mudah dikenal dan tidak luntur di lapangan. Untuk patok titik tembak warna dasar merah sepanjang 30 cm dari ujung atas, sedangkan warna biru untuk patok titik penerima dengan posisi sama serta menulis nama lintasan dan nomor titik tembak/penerima dengan cat warna hitam. Penomoran patok titik tembak dan titik penerima dimulai dari selatan dan barat, ditulis dengan cat berwarna hitam pada setiap patok titik tembak dan patok titik penerima. Membuat patok atau penandaan khusus yang mudah terlihat untuk setiap lintasan yang berpotongan dengan jalan raya. Apabila terjadi kesalahan pengukuran, kerusakan dan kesalahan penomoran yang diketahui pada saat operasi seismik harus direvisi. Untuk revisi patok dengan koordinat sudah dipergunakan dalam perekaman data digunakan GPS. Apabila kesalahan geometri penembakan ditemukan setelah dilakukan pengolahan data lapangan dilakukan revisi koordinat. Pembuatan Peta Dasar Peta dasar dibuat setelah perhitungan koreksi dilakukan memakai skala 1 : 5.000. Plotting titik tembak, titik penerima, dan lintasan seismik setelah pengukuran kompensasi atau offset, dilanjutkan dengan pengolahan data seismik. Pemboran seismik (shot hole drilling) & pengisian handak (preloading) Pemboran seismik adalah membuat lubang bor dangkal menggunakan peralatan bor dangkal pada setiap titik tembak dengan kedalaman sesuai hasil uji parameter atau pertimbangan teknis lain. Ketentuan pemboran seismik sebagai berikut: Dilakukan pada titik tembak yang sudah ditentukan atau titik offset maksimum setengah jarak CDP. Pemboran harus memperhatikan instalasi bawah tanah (pipa, infrastruktur, d1l) dan jarak aman (Reff: Buku Pedoman Keselamatan Operasi Geofisika Darat 1993 IAGC). Pemboran titik tembak yang terletak di sungai/perairan dangkal atau rawa harus memperhatikan K3LL. Pembuatan penampung lumpur pemboran dan pencucian sumur. Pemilihan peralatan bor (flushing/rotary/compressor) disesuaikan dengan kondisi litologi.

6.4.

6.5.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

49

Menggunakan lumpur khusus atau zat kimia tertentu.

Pengisian bahan peledak (preloading) adalah pekerjaan memasukkan bahan peledak yang telah dirangkai dengan detonator ke dalam lubang bor dan menutup kembali lubang tersebut dengan cor campuran semen dan pasir. Rincian pekerjaan sebagai berikut: Mengangkut bahan peledak dari gudang bahan peledak ke lubang bor dengan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku. Memeriksa kedalaman lubang bor. Memeriksa detonator sebelum dirangkai dan setelah dimasukkan ke dalam lubang bor. Merangkai bahan peledak dengan detonator. Memasukkan bahan peledak ke dalam lubang bor dengan rangkaian pelengkap (speedy loader, loading point, anchor, ikatan masking tape, plastic ring, tali raffia). Ujung kabel detonator diikat pada plastic ring ditanam pada dasar lubang bor. Uji detonator sebanyak 3 x, setelah dirangkai handak dan belum dimasukkan ke dalam lubang, dimasukkan ke dalam lubang tapi belum dilakukan penimbunan, setelah dilakukan penimbunan, belum dipasang "0" ring. Lubang bor yang sudah diisi segera ditutup kembali dengan cor semen dan pasir.

7. 7.1.

Tahap basic Party Perekaman data a. Perekaman adalah proses penulisan data seismik ke media perekaman. b. Proses tersebut mulai dari penempatan alat penerima penyambungan dengan field unit, aktivasi sumber getar, dan penulisan ke media perekaman. c. Uraian pekerjaan perekaman disarankan, sebagai berikut: Memasang, membongkar, mengangkut serta merawat instrumen seismik (LABO) beserta kelengkapannya di lapangan. Mengikuti program penembakan yang telah ditentukan dalam bentuk SPS file. Pemasangan alat penerima pada lintasan survei sampai mencapai lapisan tanah stabil dengan bantuan alat penekan dalam posisi tegak. Pada permukaan tanah/litologi yang keras, misalnya, batu gamping atau kerikil keras menggunakan alat bor khusus atau yang sejenisnya sehingga terpasang dengan baik dan stabil. Perawatan keseluruhan peralatan perekaman mulai dari kabel, field unit, alat kontrol utama, serta peralatan-peralatan rekaman lainnya. Melepas alat penerima dari tanah dan sambungannya dengan field unit, melepas kabel penghubung antar field unit dan menggulungnya. Aktivasi sumber getar. Bahan peledak, membuka lubang bor yang telah diisi bahan peledak dan menyambungkan kabel detonator dengan firing line alat peledak (blaster).

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

50

Melakukan uji detonator untuk menentukan apakah detonator telah memenuhi syarat untuk diledakkan. Meledakkan bahan peledak yang ada dalam lubang dengan koordinasi lebih dahulu dengan pengamat (observer) yang ada di instrumen perekam (LABO). Pemboran/pengisian ulang (redrill/reload) dilakukan jika terjadi kegagalan tembak. Monitoring noise dengan cara merekam ambient noise pada kertas plotter (monitor record) pada waktu memulai, sedang, dan pada akhir perekaman. Menekan tingkat noise serendah mungkin pada saat perekaman. Polaritas yang digunakan adalah Normal Polarity (SEG). Format data rekaman dalam bentuk SEG-Y. Perekaman data dilakukan dua media perekam sekaligus pengiriman media perekam dari Labo ke field processing center secara bertahap. Media perekam utama dikirim setelah rekaman, media perekam salinan dikirim hari berikutnya. Memastikan kualitas bentangan kabel rekaman terutama posisi penancapan alat penerima pada permukaan harus vertikal dan berada pada lapisan tanah yang stabil. Proses perekaman dapat dihentikan jika ditemukan hal-hal yang secara teknis akan mengurangi kualitas rekaman, misalnya, noise yang disebabkan oleh aktivitas manusia, peralatan rekaman maupun oleh sebab lain.

Data rekaman dianggap gagal, apabila: Tidak ada data seismik yang terekam. Kesalahan geometri (wrong spread). Miss fire (cap only, dead cap, weak shot). Line cut pada target data. Data yang direkam minimum memenuhi kriteria: Seluruh prosedur akuisisi sudah dilaksanakan sesuai spesifikasi parameter. Gangguan data (noise) sudah diupayakan serendah mungkin pada saat perekaman. Tidak terjadi kesalahan geometri penembakan. Data tersimpan dengan baik di dalam media penyimpanan dan dapat dibaca. Data pendukung sudah lengkap dan benar. Standard penamaan: Penamaan lintasan program/nama lintasan mencakup area, tahun, dan diikuti dengan nomor lintasan, contoh: PSG11XXXX, JG = kode lintasan, 11 = tahun survei, XXXX = nomor lintasan. Penomoran lintasan dalam tipe untuk survei seismik 3D, mencakup nama lembaga atau institute, tahun survei, area, nomor lintasan, status

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

51

perekaman/tipe lintasan (P = primary, I = Infill dan R = reshoot) diikuti nomor sekuensial, contoh: PSG11LUSI1510P1050, PSG = nama lembaga, 11 = tahun, LUSI = area, 1510 = nomor lintasan, P1 = tipe lintasan, 050 = nomor sequence. Media penyimpanan data seismik: Data hasil survei harus disimpan dalam tape minimum cartridge IBM atau persamaannya atau disk dan dibuat rangkap 2 (dua). Data navigasi hasil survei disimpan dalam format standar industri seismic. 7.2. Pengolahan data lapangan a. Pengolahan data di lapangan merupakan pekerjaan untuk kendali mutu (QC). b. Apabila dilakukan pengolahan data lapangan harus melakukan tahapan pekerjaan: Reformat. Geometry. Correction statics. Deconvolution. Velocity analysis. Brute stack. c Data pendukung hasil pengolahan data, disarankan agar dimasukkan ke dalam format standard industri seismik. d Melakukan kontrol kualitas data (kendali mutu), sebagai berikut: Evaluasi kualitas data lapangan harian. Evaluasi uji instrumen rekaman. Wavelet extraction dan wavelet matching. Geometri (SP, receiver, elevasi, up hole time, kedalaman lubang bor). Field static correction. Statistik noise. Penampang seismik terkoreksi. Plotting penampang seismic. Simulasi penampang seismik. 7.3. Penyimpanan & pengiriman data a. Penyimpanan data Penyimpanan data agar dilakukan minimum, sebagai berikut: Data perekaman disimpan dengan format SEG-Y dalam media penyimpan cartridgeldisk baru dan berkualitas baik. Data perekaman yang sudah diaplikasikan geometri disimpan dengan format SEG-Y dalam cartridgeldisk baru dan berkualitas baik. Data penunjang disimpan dalam media disk. Data yang telah disimpan dapat dibaca ulang. Monitor record dapat dimusnahkan setelah survei selesai dilaksanakan (sesuai kebutuhan). b. Pengiriman data Pengiriman data agar dilakukan minimum, sebagai berikut: Media penyimpanan data berupa cartridge dibungkus dalam aluminium

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

52

foil, diletakkan dalam plastik klip dan di beri label. Kotak untuk pengiriman data, di bagian dalam dilapisi dengan aluminium foil, dan diberi kunci pengamanan. Pengiriman data dilakukan dengan menggunakan jasa ekspedisi yang dilindungi dengan jaminan asuransi. Data utama pertama dan data utama kedua tidak dikirim dalam waktu yang bersamaan. Data utama kedua dikirim setelah data utama pertama diterima dan dinyatakan dalam berita acara.

7.4.

Pengawasan dan pelaporan

7.4.1. Pengawasan Pengawasan pekerjaan, sebagai berikut: a. Topografi Melakukan pengawasan pekerjaan topografi di lapangan dan memberikan rekomendasi berkaitan dengan produksi dan peningkatan kualitas data. Melakukan cek validasi data, sistem koordinat. Melakukan perubahan program lintasan apabila diperlukan. b. Pemboran & pengisian bahan peledak Melakukan pemeriksaan kualitas kedalaman lubang bor. Melakukan cross check kedalaman pengisian bahan peledak dengan bagian processing melalui uphole data. Melakukan cross check posisi lubang bor dengan bagian processing berdasarkan tampilan data. Jika lubang bor tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan, harus dilakukan pemboran ulang. Rekomendasi offset/kompensasi titik lubang bor yang baru, jika berada di daerah perkampungan atau dekat obyek lain dengan memperhitungkan distribusi offset dan azimuth. Melakukan pemeriksaan kualitas pemadatan lubang setiap lubang bor. Melakukan pemeriksaan kualitas rangkaian bahan peledak dengan detonator, antara lain, pemakaian masking tape, tali raffia, pelengkap lainnya termasuk pengukuran dengan cap tester. Uji detonator sebanyak 3x, setelah dirangkai handak dan belum dimasukkan ke dalam lubang, dimasukkan ke dalam lubang tapi belum dilakukan penimbunan, setelah dilakukan penimbunan, belum dipasang "0" ring. Jika proses pengisian mengalami hambatan kedalaman sehingga tidak mencapai target, dilakukan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku. Jika detonator coating atau terjadi hambatan dalam pengisian (stuck), dilakukan pemboran baru (disesuaikan dengan parameter survei). 7.4.2. Pelaporan Pelaporan pekerjaan terdiri dari : Laporan realisasi harian: topografi, bor, rekaman, dicantumkan kumulatif mingguan, bulanan, kumulatif proyek, dan sisa program.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

53

Laporan realisasi mingguan: Laporan realisasi dalam satu minggu dari hari Senin Minggu, dicantumkan realisasi kumulatif bulanan, kumulatif proyek, dan sisa program serta rencana program per unit.

8.

Kewajiban rekanan a) Menyediakan dan menjamin bahwa Peralatan dan Tenaga Ahli serta Tenaga Kerja Penunjang dalam kondisi siap bekerja. Dalam hal adanya penambahan Peralatan, Tenaga Ahli, Tenaga Kerja Penunjang yang dianggap perlu untuk memperlancar dan meningkatkan kinerja harus mendapat persetujuan dari PUSAT SURVEI GEOLOGI dan atas beban REKANAN. b) Melaksanakan pekerjaan dengan metoda sebagai mana mestinya, Party Chief dari REKANAN harus membicarakan segala sesuatunya dengan PUSAT SURVEI GEOLOGI sebelum mulai melaksanakan pekerjaan di lokasi / lapangan, terutama mengenai parameter dan perencanaan pelaksanaan operasi dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. c) Menjamin bahwa seluruh prosedur pelaksanaan kerja dilakukan sesuai standar survei seismik refleksi 3D yang dikeluarkan oleh Ditjen Migas. d) Mengadakan koordinasi untuk menjamin bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan metoda, prosedur, volume pekerjaan, tata waktu dan petunjuk-petunjuk yang diberikan PUSAT SURVEI GEOLOGI. e) Melakukan pengujian dan kalibrasi semua peralatan yang akan dipergunakan, pelaksanaanya mengikut sertakan petugas PUSAT SURVEI GEOLOGI, dan dibuatkan Berita Acara Pengujian/kalibrasi peralatan. f) Mengantisipasi dan memecahkan permasalahan yang menghambat jalannya operasi baik secara teknis, operasional maupun sosial masyarakat. g) Melakukan kendali mutu untuk seluruh rangkaian pekerjaan. h) REKANAN tidak diperbolehkan menginformasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hasil survei ini kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PUSAT SURVEI GEOLOGI. i) Menjamin semua tenaga kerja penunjang yang terlibat dalam kegiatan ini mendapat fasilitas berupa : upah kerja, makan, akomodasi yang layak, serta perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja selama pekerjaan berlangsung. j) Bertanggung jawab terhadap seluruh data yang telah dihasilkan, termasuk pengkemasan, pengiriman tape dan data dukungnya ke PUSAT SURVEI GEOLOGI k) Menyediakan peralatan komunikasi berijin berupa radio Mobil/Base Camp dan Radio Genggam (Handy talkie) dan jika dianggap perlu termasuk menyediakan dan menempatkan repeater (penguat kemampuan komunikasi radio) sehingga dapat memperlancar komunikasi di daerah operasi. l) Melakukan koordinasi dan pendataan apabila ada kerusakan yang ditimbulkan oleh survei seismik tersebut tanpa mengganggu kelancaran kegiatan. m) Bertanggung jawab dan mengendalikan sistim keselamatan dan kesehatan kerja. n) Bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi di lapangan, dengan memberikan pengobatan bagi yang cedera/sakit, serta santunan bagi yang meninggal dunia.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

54

o) REKANAN harus mengganti apabila ada personil yang menurut pertimbangan PUSAT SURVEI GEOLOGI tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. p) Apabila REKANAN akan menempatkan trainee harus mendapat ijin dari PUSAT SURVEI GEOLOGI, sebaliknya apabila PUSAT SURVEI GEOLOGI akan menempatkan trainee maka akan memberitahukan kepada REKANAN. q) Apabila REKANAN akan mengikut sertakan tenaga kerja yang bukan Pegawai Negeri Sipil yang terlibat langsung dalam pemborongan pekerjaan tersebut harus masuk dalam program dana tabungan pesangon yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Tabungan Pesangon Tenaga Kerja Pemborong Minyak dan Gas Bumi (YDTP - MIGAS). r) REKANAN berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengelolaan bahan peledak di lapangan, yang meliputi : Biaya penanganan, administrasi, pengawalan dan operasional pengangkutan bahan peledak dari Gudang Utama (lokasi Gudang Utama akan diinformasikan saat penjelasan pekerjaan) ke lokasi penyimpanan / penimbunan di lapangan dan pengembaliannya jika bahan peledak masih tersisa setelah tidak dibutuhkan atau diperlukan lagi di lapangan. Pengelolaan bahan peledak mulai dari pengamanan dan administrasi di Gudang Lapangan, pengangkutan ke lapangan, pengisian kedalam lubang bor dan pengembalian sisa (jika ada) ke Gudang lapangan sesuai dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia dan Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. s) Dalam hal penggunaan tenaga kerja asing maka REKANAN diharuskan mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku serta bertanggung jawab atas syarat-syarat peraturan Pemerintah Indonesia tentang ketenaga-kerjaan Asing. t) Harus menyerahkan kepada PUSAT SURVEI GEOLOGI semua asli dan turunannya hal-hal sebagai berikut : 1) Hasil rekaman seismograph, pita-pita magnetik/cartridge, observer report, lembaran data, peta-peta dan informasi lain yang diperoleh atau dikembangkan sehubungan dengan pekerjaan survei. 2) Laporan kemajuan pekerjaan dan pelaksanaan K3LL dibuat setiap hari. 3) Laporan kemajuan pekerjaan dan pelaksanaan K3LL dilaporkan setiap minggu. 4) Laporan operasi dan proses data dilakukan setiap minggu. 5) Laporan Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dilakukan setiap minggu. 6) Laporan uji coba instrumen dilakukan setiap bulan dan hasilnya harus diserahkan paling lambat 5 (lima) hari setelah dilaksanakannya uji coba tersebut. 7) Menyerahkan laporan kemajuan kerja sesuai jumlah lintasan yang telah dilakukan setiap minggu. 8) Menyerahkan 2 (dua) peta lintasan dan titik tembak daerah kerja dengan skala 1 : 5.000, paling lambat 1 (satu) minggu setelah pekerjaan perekaman berakhir. 9) Menyerahkan 5 (lima) rangkap laporan akhir operasi lapangan, proses

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

55

data dan Kehumasan dalam tempo paling lambat 1 (satu) minggu setelah pekerjaan lapangan berakhir. REKANAN diperkenankan menggunakan / bekerjasama dengan SubREKANAN yang mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja dan telah memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai aturan kerja di bidang industri MIGAS. u) REKANAN diperkenankan menggunakan / bekerjasama dengan SubREKANAN atas persetujuan pemberi kerja, dan Sub REKANAN tersebut mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja dan telah memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai aturan kerja di bidang industri MIGAS. v) Untuk kelancaran Operasi serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran operasi maka penggunaan Sub-REKANAN oleh REKANAN disesuaikan dengan Kualifikasi Perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan setempat dimana pekerjaan survei ini akan dilakukan serta mendapat persetujuan dari PUSAT SURVEI GEOLOGI. w) Sesuai dengan pedoman Tata Kerja BPMIGAS No. 007 RevisiI/PTK/Xi/2009 REKANAN diharuskan bekerja sama dengan Usaha Kecil / Koperasi Kecil setempat dimana survei dilakukan. x) REKANAN wajib melaksanakan Program Santunan Tenaga Kerja melalui Yayasan Dana Tabungan Pesangon Tenaga Kerja Pemborong Minyak dan Gasa Bumi (YDTP) atau diselenggarakan sendiri. y) REKANAN wajib mengikut sertakan petugas yang ditunjuk oleh untuk ikut melakukan kegiatan lapangan sampai proses pengolahan data, biaya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut menjadi tanggung jawab rekanan. z) REKANAN wajib alih informasi / teknologi kepada petugas yang ditunjuk oleh PUSAT SURVEI GEOLOGI pada kursus atau training atau pendidikan sejenis dengan teknologi terkait yang digunakan oleh REKANAN.

9.

Kewajiban Pusat Survei Geologi Sehubungan dengan adanya kegiatan survei seismik ini, maka PUSAT SURVEI GEOLOGI bertanggung jawab dan berkewajiban : a) Bertanggung jawab atas ijin pelaksanaan survei dari Pemda Tingkat I dan Pemda Tingkat II. b) Memberitahukan dan menjelaskan program-program dan menyerahkan peta-peta untuk pelaksanaan pekerjaan survei dan pengolahan data lapangan / kendali mutu. c) Menghentikan pelaksanaan perekaman untuk perbaikan/ perawatan peralatan rekaman apabila hasil dari uji peralatan rekam (harian, mingguan, bulanan, dll) menunjukkan peralatan tersebut tidak laik untuk digunakan atau tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik. Semua biaya standby yang dikeluarkan akibat hal tersebut menjadi tanggungjawab REKANAN. Skedul Waktu Pekerjaan Skedul waktu

10. 10.1

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

56

Survei seismik akan dilaksanakan sejak kontrak kerja ditanda tangani sampai dengan 31 Desember 2011. 10.2 Mobilisasi dan Test Parameter. Pemenang tender melakukan mobilisasi peralatan maupun personal lapangan ditetapkan 10 hari setelah dinyatakan sebagai pemenang. Mobilisasi dan test parameter akan dibayarkan setelah mobilasasi dan test parameter selesai di lakukan yang dinyatakan dengan Berita Acara. 10.3 Termin Pembayaran

Pembayaran dilakukan dalam termin yaitu : Termin pertama 20 % Termin kedua 30 % Termin ketiga 30 % Termin keempat 20 % Dalam termin pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi pekerjaan yang menyangkut pekerjaan sosialisasi, survei topografi, pengeboran, preloading, perekaman data, procesing awal ( di lapangan), procesing akhir ( pusat pengolahan di kantor) dan laporan akhir. Masing-masing pekerjaan akan dituangkan dalam Berita Acara Prestasi Pekerjaan. a) Termin ke 1 (satu) sebesar 20% akan dilakukan pembayaran setelah mobilisasi peralatan dan personil dilengkapi dengan test parameter, yang dinyatakan dengan Berita Acara laporan mobilisasi dan hasil test parameter selesai. b) Termin ke 2 (dua) sebesar 30% akan dilakukan pembayaran apabila pencapaian kerja topografi dan pengeboran telah selesai yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pekerjaan. c) Termin ke 3 (tiga) sebesar 30% akan dilakukan pembayaran apabila pencapaian kerja telah selesai dilakukan a.l. pekerjaan topografi, pengeboran, dan telah dilakukan perekaman seismik sebesar 100% dari jumlah Shot point yang telah ditentukan yang dinyatakan dengan Berita Acara. d) Termin ke 4 (empat) sebesar 20% akan dilakukan pembayaran berdasarkan prestasi pekerjaan dalam bentuk LAPORAN AKHIR meliputi dalam bentuk hard copy dan CD/VCD, raw data yang dapat dibaca di Pusat Pengolahan Data PUSAT SURVEI GEOLOGI sampai Filter Migration dan bentuk tampilan 3 (tiga) dimensi, yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan antara dengan Pelaksana Pekerjaan.

Dokumen Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

G.

PENUNJUKAN PEMENANG .................................................................. 21 34. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA ............................................................... 21 35. BAHP DAN KERAHASIAAN PROSES ...................................................................... 22

H. I. J. A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M. N. A. B. C. D. E.

PELELANGAN GAGAL ........................................................................... 23 SURAT JAMINAN PELAKSANAAN ........................................................ 24 PENANDATANGANAN KONTRAK ....................................................... 25 LINGKUP PEKERJAAN ................................................................................... 28 SUMBER DANA ............................................................................................. 28 METODE PEMILIHAN ................................................................................... 28 PESERTA YANG DAPAT MENGIKUTI PEMILIHAN ..................................... 28 PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PENGADAAN ................................ 28 PENINJAUAN LAPANGAN ............................................................................ 28 DOKUMEN PENAWARAN ............................................................................ 28 MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN ........................... 29 MASA BERLAKUNYA PENAWARAN ............................................................ 29 JAMINAN PENAWARAN ............................................................................... 29 PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN .................................................... 29 BATAS AKHIR WAKTU PENYAMPAIAN PENAWARAN .............................. 29 PEMBUKAAN PENAWARAN......................................................................... 29 SANGGAHAN, SANGGAHAN BANDING DAN PENGADUAN .................... 29 BENTUK SURAT PENAWARAN..................................................................... 57 BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO)........... 59 BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS ............................................... 61 BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK ........................................... 62 BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN ................................................................................................ 64

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) ......................................................... 28

BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)......................................................... 31

BAB IX. BENTUK DOKUMEN KONTRAK ............................................................. 69 A. BENTUK SURAT PERJANJIAN ....................................................................... 69 B. BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) ..................................................... 72 BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)........................................... 75 B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, AMANDEMEN DAN PEMUTUSAN KONTRAK ...................................................................................................... 80 B.1 PELAKSANAAN PEKERJAAN .................................................................................. 81 B.2 PENGENDALIAN WAKTU .................................................................................... 83 B.3 PENYELESAIAN KONTRAK ................................................................................... 84 B.4 PERUBAHAN KONTRAK ....................................................................................... 85 B.5 KEADAAN KAHAR .............................................................................................. 86 B.6 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK ......................................................... 87 C. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK ........................................................... 89 D. PERSONIL DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA ......................................... 94 E. KEWAJIBAN PPK............................................................................................ 95 F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA ............................................................. 96 G. PENGAWASAN MUTU ........................................................................................ 98 H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN ............................................................................ 100 BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK .................................................. 101

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR .................................................... 104 BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA .................................................... 105 BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN .................................................................. 110 A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) ........ 110 BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) ........................................... 111 B. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN ............................................................ 113

Republik Indonesia

Dokumen Pengadaan

Pengadaan Jasa Lainnya Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

Metode Pelelangan Umum - dengan Pascakualifikasi -

(upload 26 Mei 2011)

Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral