Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan hidayah Nya sehingga karya ilmiah yang berjudul Bahaya Narkoba Terhadap Remaja dapat terselesaikan, meskipun jauh dari sempurna. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya generasi muda. Agar tidak terjatuh dalam lubang nista narkoba.

Kendari, 27 Maret 2010

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Masalah 3. Tujuan 4. Manfaat BAB II KAJIAN TEORI BAB III PEMBAHASAN BAB IV PENUTUP 1. Kesimpulan 2. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pada era globalisasi saat ini banyak media elektronik yang berdampak positif dan negatif. Seperti halnya tayangan tayangan di TV

tentang bahaya narkoba. Seperti di Indonesia pengaruh narkoba terhadap remaja sangat memprihatikan bahkan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa. Penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.

2. Masalah

1) Apa penyebab dan bahaya narkoba bagi kalangan remaja? 2) Mengapa banyak remaja yang menjadi pecandu narkoba? 3) Bagaimana penanggulangan narkoba di kalangan remaja?

3. Tujuan

1) Menganalisa penyebab dan bahaya narkoba bagi kalangan remaja 2) Dapat mengetahui cara penanggulangan narkoba di kalangan remaja

3) Untuk mengetahui jenis-jenis narkoba

4. Manfaat

Adapun manfaat dari karya ilmiah ini adalah agar para pemuda dan generasi mudah ke depannya senantiasa waspada terhadap narkoba yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

BAB II KAJIAN TEORI Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan/adiksi. (Wikipedia) Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika. Narkoba adalah suatu zat, yang jika dimasukkan ke dalam tubuh, akan mempengaruhi fungsi fisik dan/atau psikologis (kecuali makanan, air atau oksigen). (WHO, 1982) Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, Bahan/zat adiktif yang merupakan obat-obat yang sangat berbahaya untuk di salah gunakan.(BNN, 2003)

BAB III PEMBAHASAN

1) Pengertian Narkoba

Narkoba menurut pengertian farmakologi medis adalah obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan penurunan tingkat kesadaran serta mengandung zat adiktif yang dapat menimbulkan kecanduan. Narkoba berasal dari tanaman kokain dan tanaman ganja. Dalam dunia kedokteran, bahan ini diperlukan untuk pengobatan penyakit tertentu, tetapi jika dikonsumsi secara bebas atau berlebihan akan berbahaya. Narkoba pada zaman sekarang ini menjadi masalah diberbagi negara, termasuk Indonesia, mengingat akibat yang ditimbulkan karena penyalahgunaannya dapat membahayakan kehidupan bangsa dan negara. 2) Jenis-Jenis Narkoba Adapun jenis-jenis narkoba yaitu : 1. Narkotika Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi penggunanya Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

2. Psikotropika Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, kadangkadang disertai dengan timbulnya halusinasi (gangguan persepsi visual dan pendengaran), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam

perasaan.

3) Faktor & Akibat Penyalagunaan Narkoba Penyalahgunaan narkotika, psykotropika dan minuman keras pada umumnya disebabkan karena zat-zat tersebut menjanjikan sesuatu yang dapat memberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan dan ketenangan, walaupun hal itu sebenarnya hanya dirasakan secara semu. Penyalahgunaan narkoba ada beberapa factor yaitu: 1. Lingkungan sosial
y

Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya. Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masingmasing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home. Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.

2. Kepribadian
y

Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.

4) Efek Penyalagunaan Narkoba Berdasarkan efeknya, narkoba dibagi menjadi : 1. Stimulan a. Meningkatkan aktivitas pada susunan saraf pusat (pemompaan darah semakin cepat, detak jantung dan nafas meningkat, dsb.) b. Mempercepat proses mental, membuat orang waspada, dan bersemangat. c. Contoh : Kafein, nikotin, amfetamin dan sejenisnya, kokain, Ritalin, deksamfetamin, dsb. Depresan a. Memperlambat aktivitas pada susunan syaraf pusat. b. Membuat orang menjadi lebih santi dan kurang sadar akan sekelilingnya. c. Contoh : Alkohol, Valium, Rohypnol, Serapax, Temazapan, kodein, Panadin, heroin, opium, morfin, dsb. Halusinogen a. Secara signifikan dapat mengubah dan menyebabkan gangguan tentang persepsi, kondisi pikiran, dan lingkungan. b. Gangguan itu menyebabkan penggunanya melihat atau mendengar sesuatu sangat berbeda dari sebenarnya (atau sebenarnya tidak ada). c. Contoh : Lysergic Acid Diethylamine (LSD), jamur ajaib, Meskalin, biji peyote, dsb. Entaktogen : termasuk stimulan yang telah dimodifikasi yang juga memiliki sifat-sifat halusinogen Kanabinoid : termasuk kelompok unik yang mempengaruhi reseptor tertentu pada otak.

2.

3.

4.

5.

5)

Penyebab dan bahaya Narkoba bagi kalangan remaja

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian lama kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa ini dikemudian hari. Karena pemuda dianggap sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, yang semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda-pemuda tersebut tidak dapat berfikir jernih. Akibatnya, geerasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkotika ini adalah kaum muda dan remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Banyak remaja pecandu narkoba karena taraf coba coba, taraf hiburan, taraf penggunaan secara teratur, dan taraf ketergantungan. Biasanya remaja yang baru memasuki taraf coba coba langsung terseret sampai ke taraf ketergantungan, karena sifat narkoba yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan yang tinggi. Bahaya narkoba terhadap remaja, antara lain : Menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani, merusak fungsi organ vital tubuh : otak, jantung, ginjal, hati, dan paru paru, sampai kepada kematian sia sia yang tidak patut ditangisi. Memerlukan biaya yang sangat besar baik untuk membeli narkoba yang harganya sangat mahal, maupun untuk biaya pengobatannya yang juga sangat mahal, sehingga dapat membuat keluarga bangkrut dan menderita. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman, dan

keamanan masyarakat. Menimbulkan kecelakaan diri yang bersangkutan dengan orang lain. Perbuatan melanggar hokum yang dapat menyeret pelakunya ke penjara. Memicu tindakan tidak bermoral, tindakan kekerasan dan tindakan kejahatan. Menurunkan sampai membunuh semangat belajar adalah perbuatan yang menghancurkan masa depan. Merusak keimanan dan ketakwaan, membatalkan ibadah agama karena hilangnya akal sehat.

6) Upaya Pencegahan Narkoba di Kalangan Remaja

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba dikalangan pelajar sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Apapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahahya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudian penyampaian dari orang tua itu sendiri dengan memberikan kasih sayang pada putra-putrinya, agar mereka merasa tentram. Sementara pihak sekolah harus melakukan pengawasan ketat terhadap garak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran transaksi narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan pada siswa. Karena salah satu sebab terjerumusnya anak-anak ke

dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan pendidikan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela ini pun, akhirnya mereka jalani. Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pelajar, dan sebagai ornag tua, harus sigap dan waspada akan bahaya narkoba ynag sewaktuwaktu dapat menjerat anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut diatas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk meruluskan genarasi yang cerdas dan tangguh dimasa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

BAB IV PENUTUP

1. Kesimpulan Berdasarkan karya ilmiah ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa : 1. Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf dan bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk. 2. Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang dapat merusak norma dan ketentraman umum. 3. Menimbulkan dampak negatif yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis.

2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2003. Pedoman Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja. Jakarta : Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.

Drs. Kamisa, 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Kartika.

Gunawan Adi, Drs., Kamus Praktis Ilmiah Populer. Surabaya : Kartika. http://wikipedia.com