Anda di halaman 1dari 33

ANEKAKAWAN - Anom, Eka, Kawi, Wartawan, Anin (Kelompok Mhs KARS FKM UI thn.

2010)

Ketut Anom Ratmaya Eka Kusmawan I Made Kawiana Wayan Wartawan Anindya Dwita

NIM. 1006799773 NIM. 1006799571 NIM. 1006799685 NIM. 1006799716 NIM. 1006746413

http://anekakawan.blogspot.com

Sarros dan Butchatsky (1996): "leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good". Anderson (1988): "leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance". George r. Terry : Aktifitas mempengaruhi orangorang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela.

Robert Tannenbaum, Irving R. Wechler & Fred Messarik : Pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam situasi dan diarahkan melalui proses komunikasi untuk mencapai suatu tujuan atau tujuan-tujuan khusus. Harold Koontz & Cyril ODonnel : Upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. Stogdill (1974), menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai kepemimpinan

Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Pemimpin yang efektif adalah seseorang yang mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Kepemimpinan harus memiliki; integrity, compassion, cognizance, commitment, confidence dan communicative dalam membangun organisasi.

Pemimpin berfokus pada mengerjakan yang benar sedangkan manajer memusatkan perhatian pada mengerjakan secara tepat ("managers are people who do things right and leaders are people who do the right thing, ") Bennis dan Nanus (1995)

Subject Appeal to Energy Culture Dynamic Persuasion Style Exchange Likes

Leader Heart Passion Shapes Proactive Sell Transformational Excitement for work Striving

Manager Head Control Enacts Reactive Tell Transactional Money for work Action

Contoh di RS :
Tidak jarang ditemukan para staf senior yang tidak memegang jabatan struktural, masih tetap dijadikan panutan dan lebih dipercaya teman atau bawahannya, karena; pengayoman, pemikiran, tindakan dan kemampuannya mempengaruhi orang lain.. Mereka berada pd sub-unit atau kelompok jaga tertentu, baik staf medis maupun non medis Merekalah sebetulnya leader tapi justru sebagian dianggap oposisi management.

Model Traits Model Effective (Styles/Behaviour) Model Situational/Contingency Model Transactional Model Transformation

Kepemimpinan yg ditentukan oleh watak individu yang melekat pada diri pemimpin, seperti misalnya: kecerdasan, kejujuran, kematangan, ketegasan, kecakapan berbicara, status sosial ekonomi dll. (Bass 1960, Stogdill 1974). Stogdill (1974) menyatakan bahwa terdapat enam kategori faktor pribadi yang membedakan antara pemimpin dan pengikut; kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status dan situasi.

Beberapa studi; hubungan antara karakteristik watak dengan efektifitas kepemimpinan, walaupun positif, tetapi tingkat signifikasinya sangat rendah (Stogdill 1970). Apabila kepemimpinan didasarkan pada faktor situasi, maka pengaruh watak yang dimiliki oleh para pemimpin mempunyai pengaruh yang tidak signifikan.

Contoh di RS :

Pemimpin yg berasal dari keluarga sosek tinggi cenderung mengambil keputusan bid financial kurang mempertimbangkan efesiensi. Pemimpin yg merupakan anak tertua dlm keluarganya cenderung lebih bertanggungjawab tapi otoriter Seorang pemimpin wanita lebih sulit melepaskan pengaruh like-dislike (subyektifitas) thd bbrp orang bawahan dibanding pemimpin pria.

Mengkaji tentang tipe-tipe tingkah laku (types of behaviours) para pemimpin yang efektif Memiliki 2 dimensi;

struktur kelembagaan (initiating structure); menyusun interaksi / struktur kelompok Considerasi (consideration); hubungan kerja / human relation antara pimpinan dan bawahan

Halpin (1966), Blake and Mouton (1985) Mendukung anggapan bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang dapat menangani kedua aspek; organisasi dan manusia sekaligus dalam organisasinya.

Style kepemimpinan menurut Kurt Lewin (1930);

Autocratic Leader:
Mengambil keputusan tanpa berdiskusi dengan group. Hal ini dianggap perlu dilakukan bila suatu keputusan harus cepat diambil, tidak perlu masukkan dari anggota kelompok,.

Democratic Leader:
Tipe ini sangat dibutuhkan saat suatu keputusan harus diambil bersama dalam team

Laissez-faire Leader: Membimbing team untuk menetapkan keputusan bersama. Biasanya ada dalam suatu kelompok dimana anggota teamnya sangat berkemampuan dan tinggi motivasi. Tidak perlu pengawasaan saat kerja Bureaucratic Leader: Pemimpin Birokrat bekerja dengan buku, memastikan bahwa staf mereka mengikuti prosedur yang tepat. Gaya yang sangat cocok untuk pekerjaan yang melibatkan resiko keamanan yang serius (seperti bekerja dgn mesin, zat beracun atau pada ketinggian).

Contoh di RS :

Gaya Otokratik lebih banyak ditemukan pada RS swasta yg derekturnya merupakan owner perusahaan itu sendiri (family system). Gaya Demokratik sudah biasa diterapkan pd RS yg berbentuk PT dan mempunyai struktur direksi yg besar. Gaya Laisses-faire lebih banyak diterapkan pd unit fungsional, mis; team keperawatan atau SMF pd staf medis / dokter Gaya Birokrat cenderung didapatkan pd pimpinan RS pemerintah atau pimpinan yg lebih mementingkan protap/sop dibanding aspek2 humanis

Kepemimpinan yang didasarkan atas hubungan saling mempengaruhi antara;

Tingkat bimbingan dan arahan yang diberikan pemimpin (prilaku tugas) Tingkat dukungan sosioemosional yang disajikan pemimpin (prilaku hubungan) Tingkat kesiapan yang diperlihatkan bawahan dalam melaksanakan tugas, fungsi atau tujuan tertentu (kematangan bawahan).

Mempertemukan antara Gaya Kepemimpinan dengan Kematangan Pengikut 2 dimensi; Mendiagnosa tingkat kesiapan bawahan Menunjukkan gaya kepemimpinan yg tepat unt situasi tsb.

Menurut House (1971) Tingkah laku pemimpin (prilaku hubungan dgn bawahan)

supportive leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan menciptakan iklim kerja yang bersahabat) directive leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedur dan petunjuk yang ada) participative leadership (konsultasi dengan bawahan dalam pengambilan keputusan) achievement-oriented leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya kinerja yang memuaskan).

Empat gaya kepemimpinan (prilaku pemberian tugas kpd bawahan) :

Telling-Directing: Memberitahukan, Menunjukkan, Memimpin, Menetapkan Selling-Coaching: Menjual, Menjelaskan, Memperjelas, Membujuk Participating-Supporting: Mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama Delegating: Mendelegasikan, Pengamatan, Mengawasi, Penyelesaian

Menurut Paul Hersey dan Ken. Blanchard, tingkat kematangan bawahan;

Tingkat kematangan M1 (Tidak mampu dan tidak ingin) gaya kepemimpinan yg sesuai adalah Gaya Telling Tingkat kematangan M2 (tidak mampu tetapi mau), gaya kepemimpinan yg sesuai adalah Gaya Selling/Coaching. Tingkat kematangan M3 (mampu tetapi tidak mau/ragu-ragu) maka gaya pemimpin yang tepat untuk bawahan seperti ini adalah Gaya Partisipatif. Tingkat kematangan M4 (Mampu dan Mau), gaya kepemimpinan yang tepat adalah Delegating

Contoh di RS:

Mereka yg tidak mampu dan tidak mau. seperti perawat berumur, menjelang pensiun yg tak mau sekolah lagi atau tenaga non medis dgn pendidikan rendah ditangani dengan telling Mereka yg tidak mampu tapi mau; seperti mereka di atas tapi memiliki keinginan untuk maju. Bahkan ada karyawan yg berasal dari pramusaji kemudian ditugaskan di operator dan Kantor Depan

Mereka mampu tapi tidak mau; termasuk orang2 pintar tapi tidak peduli dgn program RS atau bahkan karyawan yg sering protes thd kebijakan management didekati dgn cara turun langsung, berkomunikasi dan partisipatif

Mereka yg mampu dan mau, merupakan golongan karyawan yg diandalkan unt memajukan RS. Pimpinan cukup me-manage dgn delegasi saja. Termasuk juga jajaran middle level manager

Pimpinan yg memegang kekuasaan dan kontrol penuh terhadap karyawan Memberlakukan reward dan punishment pd bawahan untuk mencapai tujuan Hubungan pimpinan dan karyawan lebih pd perjanjian atau transaksi Cenderung mempertahankan status quo, kecuali target tidak tercapai

Beda dgn model transaksional; memotivasi bawahan unt bisa berkreasi lbh dari sekedar tanggung jawabnya Merupakan konsep kepemimpinan yg terbaik (Sarros dan Butchatsky 1996) Mengintegrasikan ide yg dikembangkan pada pendekatan watak (traits) gaya (styles) dan kontigensi Bbrp ahli management (terminalogi berbeda); karismatik, inspirasional dan visionery New leadership dan breakthrough leadership (Bryman, 1992)

Menurut Bass dan Avolio (1994) ada 4 dimensi;


Idealized influence Inspirational motivation Intellectual stimulation Individualized consideration

PERBEDAAN TRANSAKSIONAL DAN TRANSFORMATIONAL

Dimension
Goal Activity Locus of Reward

Transactional
Maintain the status Quo Play with the rule Self (maximized personal benefit) Tit for Tat Mutual dependence Lower level ordinary

Transformational
Upset status Quo Change the rule System (Optimize Systemic benefit) The Greater Good Independence Higer level Extraordinary

Nature of Incentives Manager follower interaction Needs Fulfilled Performance

Contoh Kasus nyata; Transactional:


Diterapkan oleh Pimpinan Asuransi Kesehatan di Mataram, memberikan reward : bila staff mencapai target kerja, mampu melakukan sesuatu yang lebih, beliau minimal mengajak makan punishment : bila staff bekerja tidak sesuai target, mis. tidak bisa menyelesaikan verifikasi berkas tepat waktu, maka beliau akan memberikan deadline yang lebih ketat. Juga diterapkan pada unit2 di RS yang mempekerjakan tenaga outsourcing, seperti; security, cleaning service, food & baverage, kantin dll.

Transformational:

Memotivasi bawahan untuk berani mengambil suatu keputusan, dan bertindak. mengubah banyak kebijakan perusahaannya sehingga tercipta hubungan yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak membimbing dan mengawasi hasil kerja staffnya. Sangat inovatif

Leadership is the art of getting someone else to do something you want done because he wants to do it. Dwight Eisenhower The leadership instinct you are born with is the backbone. You develop the funny bone and the wishbone that go with it. Elaine Agather A leader is a dealer in hope. Napoleon Bonaparte I must follow the people. Am I not their leader? Benjamin Disraeli

Diamond Head Drill & Kepemimpinan dalam Manajemen Rumah Sakit. Penerbit ANDI Yogyakarta, 2005 --- Dr. Hanna Permana Subanegara, MARS Leadership & Personal Mastery (ppt) --- Purnawan J. 2010 Leadership Bagi Pimpinan di Rumah Sakit (Bimbingan Teknis). Hotel Grand Istana Rama Bali. 22 24 Juli 2010 --- Dr. Hana Permana dkk. A Review of Leadership Theory and Competency Frameworks. June 2003. http://www.leadership-studies.com Leadership Styles-Leadership from MindTools.com. http://www.mindtools.com Leader-Member Exchange Theory. http://theleaderlab.org/2010/03/leader-member-exchange-theory