Anda di halaman 1dari 3

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Proyek kostruksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu yang terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk dengan kriteria mutu yang telah digariskan dengan jelas. Di dalam proses mencapai tujuan tersebut, ada batasan yang harus dipenuhi dan merupakan parameter penting bagi penyelenggaraan proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek yang disebut denga tiga kendala (triple constrain) yang meliputi biaya, waktu dan mutu (Suharto, 2004). Dapat disimpulkan bahwa berhasilnya suatu proyek adalah tercapainya sasaran proyek yang tepat biaya, tepat waktu, dan tepat mutu. Manajemen PT. Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara Ngurah Rai Bali saat ini sedang melaksanakan proyek pekerjaan Pengembangan Bandar Udara Ngurah Rai. Bandara ini merupakan pintu gerbang masuknya wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali melalui transportasi udara. Penumpang yang datang dan pergi melalui bandara ini setiap tahun mengalami peningkaran rata-rata 14% sejak tahun 2004. Sesuai data yang diperoleh dari PT. Angkasa Pura I (Persero), pada tahun 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 5.420.198 orang dan jumlah penumpang internasional 5.709.334 orang. Saat ini penumpang yang datang dan pergi melalui bandara ini sudah melebihi kapasitas

yang

dapat ditampungnya

sehingga dirasakan

perlu

untuk

melakukan

pengembangan agar dapat menampung arus wisatawan sesuai dengan perhitungan forecast bandara sampai tahun 2025. Pengembangan Bandar Udara Ngurah Rai Bali ini merupakan proyek yang tergolong rumit karena pembangunannya dilaksanakan pada area yang masih beroperasional. Sebelum dapat melakukan perluasan pengelola bandara, dalam hal ini PT. Angkasa Pura I (Persero) harus terlebih dahulu membangun fasilitas pengganti untuk bangunan-bangunan yang terkena dampak perluasan bandara ini seperti bangunan sekolah, terminal kargo dan perkantoran. Selain itu berbagai pekerjaan pada tahap awal, menyangkut infrastruktur penting, seperti jaringan pipa bahan bakar pesawat udara yang dikelola Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina Ngurah Rai, instalasi listrik, Perusahaan Daerah Air Minum, hingga jaringan telepon. Pengembangan Bandar Udara Ngurah Rai Bali memiliki target penyelesaian pada Maret 2013 karena diharapkan Bandara sudah rampung dikerjakan sebelum pelaksanaan konferensi APEC 2013. Proyek ini terbagi dalam 4 paket pekerjaan yang rencananya secara simultan dikerjakan oleh 4 kontraktor yang berbeda. Total investasi dalam pembangunan terminal baru seluas 129 ribu m2 ini beserta infrastruktur dan bangunan penunjang lainnya perlu dianalisis lebih jauh untuk prakiraan realistis proyek dan mengalokasikan sumber daya secara efektif, sehingga dapat meminimalkan risiko ketidakpastian proyek ini. Dalam analisa ini dipakai

program @Risk dimana akan dapat menentukan tugas-tugas yang paling penting dan kemudian mengelola risiko tersebut dengan tepat.

1.2 Rumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menganalisa biaya proyek Pengembangan Bandar Udara Ngurah Rai Bali dengan menggunakan Program @Risk? 1.3 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisa biaya proyek Pengembangan Bandar Udara Ngurah Rai Bali dengan menggunakan Program @Risk. 1.4 Manfaat Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Dapat menjadi sarana dalam peningkatan pemahaman dan pendalaman terhadap manajemen proyek bagi penulis maupun bagi mahasiswa lainnya yang sedang mendalami proyek manajemen. 2. Memberi masukan pada pemilik proyek dalam menganalisa biaya proyek yang tergolong besar ini untuk meminimalkan resiko biaya proyek.